Menata Hati Menerima Pilpres Satu Putaran

9 July 2009 | 8:09 am | Dilihat : 44

Baru saja satu hari kita melaksanakan pemilihan umum presiden dan wakil presiden, kita sudah bisa memperkirakan agak pasti bahwa pilpres kali ini memang hanya berlangsung satu putaran saja. Terlihat banyak yang sulit menerima, karena penghitungan suara KPU-pun belum mencapai 10%, beberapa pihak sudah meyakini pasangan SBY-Boediono yang akan menang. Itulah yang perlu disadari oleh para elit politik tentang kemajuan pengetahuan didunia politik, khususnya tentang kegiatan survei. Nah, selain rangkaian survei yang mengukur elektabilitas dan likeability calon, setelah pilpres diselenggarakan, lembaga survei menyampaikan data "quick count." Dengan metoda serta kecanggihan ilmu survei maka pasangan capres dan cawapres tidak perlu harus menunggu selama dua minggu untuk mengetahui apakah mereka telah memenangkan persaingan yang ketat itu.

Lembaga Survei Indonesia (LSI), berdasarkan "quick count" yang dilakukannya menempatkan SBY-Boediono sebagai peraih suara terbanyak dengan jumlah dukungan 60,84% suara, posisi kedua diduduki  Mega-Prabowo dengan 26,57% suara, dan pasangan ketiga Kalla-Wiranto dengan 12,60% suara. Perhitungan itu berasal dari 99,48% data yang masuk yang berasal dari 2105 TPS dari total sampel 2116 TPS. LSI juga menyampaikan  bahwa pasangan ini memperoleh lebih dari 20% suara pada lebih dari 50% provinsi di Indonesia. Dengan demikian, sesuai dengan ketentuan dalam UU Pilpres Nomor 42 Tahun 2008, tentang syarat kemenangan pasangan dalam Pilpres, dan berdasar quick count LSI tersebut, pasangan SBY-Boediono disimpulkan akan memenangkan pilpres dalam satu putaran.

LP3ES, juga menyampaikan hasil penghitungan cepat, dimana pasangan  SBY-Boediono memperoleh  60,28% suara, disusul pasangan Megawati Soekarnoputri- Prabowo Subianto 27,4% dan Jusuf Kalla-Wiranto 12,32%. Hitung cepat LP3ES ini dilakukan terhadap 2.000 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Data yang masuk ke LP3ES walau baru mencapai 90,45% (1.890 TPS), dianggap sudah stabil sehingga langsung dipublikasikan.” Direktur Penelitian LP3ES Fajar Nursahid di Jakarta kemarin menyatakan, "quick count" juga menyebutkan pasangan SBY-Boediono diperkirakan  menguasai  20% suara minimal di 17 provinsi, hingga memenuhi persyaratan sahnya pilpres hanya dilakukan satu putaran. Lembaga survei lainnya, LRI merilis pasangan SBY-Boediono 61,11%, Mega-Pro 27,2% dan Jk-Win 11,87%. CIRRUS merilis SBY-Boediono 60,20%, Mega-Pro 27,49% dan JK-Win 12,31%.

Menanggapi hasil hitung cepat ini, SBY menyatakan tetap akan menunggu hasil penghitungan suara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada akhir Juli mendatang. Dikatakannya ”Kalah dan menang adalah mulia, yang penting masa depan Indonesia lima tahun mendatang akan lebih baik dan kita harus bersama-sama bersatu padu melangkah dan bekerja keras.” SBY mengimbau kepada semua pihak agar berhati-hati mengeluarkan pernyataan. Selanjutnya dikatakan ”Semua orang bisa memberikan statement dan pendapat, rakyat yang memberikan kedaulatan, pilihan itu transparan, dan di seluruh Indonesia juga transparan. Makanya, harus hati-hati mengatakan pemilu ini tidak demokratis.”

Megawati Soekarnoputri juga mengimbau semua pihak agar menunggu hasil akhir pilpres yang akan diumumkan secara resmi oleh KPU. ”Lihat dengan sabar, masih punya waktu dua minggu melihat hasil akhir.” Sementara Prabowo mengatakan ada penggiringan opini kepada publik melalui media televisi. Dkatakan oleh Prabowo, ”Saya menyesalkan para pemilik media yang berpihak kepada salah satu calon dan tidak bertanggung jawab. Kenapa kita sampaikan keterangan pers ini, karena kita ingin menyikapi bahwa seolah-olah pilpres sudah selesai.” Prabowo mengkritisi SBY yang seolah-olah sudah memenangi pertarungan ini dengan menyampaikan pidato. Sementara JK mengatakan menghargai hasil quick count, dikatakannya ”Kita menghargai dan memahami hasil quick count. Penghitungan cepat itu kan hasil sampling dari setengah persen jumlah TPS di Indonesia.”

Dengan demikian maka sementara ini kita agak yakin bahwa pilpres hanya akan berlangsung dalam satu putaran saja. Yang penting dari segalanya adalah bagaimana menata hati. Bagi pasangan SBY-Boediono serta para pendukungnya, kini waktunya menunjukkan kebesaran sebagai calon pemenang,  hindari mengeluarkan ejekan, hinaan, serta cercaan. Sesakit apapun hati saat kampanye, kita harapkan dapat dicuci dengan gambaran kemenangan yang ada didepan mata. Tidak perlu arogan, karena toh semuanya berjuang dengan upaya terbaiknya dalam menggapai kepemimpinan nasional peiode 2009-2014. Waktunya kubu ini menampilkan kesantunan dalam arti yang sesungguhnya, hingga tidak dicerca, dan dinilai masyarakkat  kesantunan hanya sebuah "jargon kampanye" belaka.

Bagi kedua pasangan lainnya, Mega-Prabowo serta JK-Wiranto, kiranya juga perlu menata hati. Memang terasa sakit menghadapi sebuah kekalahan dalam persaingan. Yang perlu disadari adalah bahwa yang menentukan semua hasil pilpres adalah konstituen yang notabene adalah rakyat Indonesia. Sesakit apapun, serugi apapun, mari kita tata hati ini demi bangsa dan negara yang kita cintai bersama. Memang diakui sangat sulit dinegeri yang baru belajar berdemokrasi, dimana KKN masih bertebaran untuk mendapatkan hasil pilpres yang 100% jujur dan adil. Pasti ada saja kekurangan serta cacatnya. Ajakan SBY yang ingin  menyatu padukan langkah kedepan serta mengharapkan tetap terus terpelihaanya tali silaturahmi, adalah ajakan yang sangat elegan dan patut direspons.

Dengan demikian, maka para generasi penerus akan belajar bahwa iklim demokrasi yang diadopsi dari dunia barat tetap dijiwai dengan "ruh" budaya dan norma-norma Indonesia yang begitu santunnya. Selamat sekali lagi kepada Pak SBY dan Pak Boediono. Ditangan Bapak berdualah kini ketenteraman  berada, suhu politik yang agak panas nampaknya perlu terus didinginkan dengan sebuah kearifan. Semoga para tim sukses dari ketiga pasangan yang kadang lebih "garang dan lebih bersemangat" dari tuannya menghindari membuat pernyataan yang justru dapat menyulut kekisruhan. Semoga.

PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana

Sumber: http://umum.kompasiana.com/2009/07/09/menata-hati-menerima-pilpres-satu-putaran/ (Dibaca: 1859 kali)

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.