Profile Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan

24 May 2011 | 10:20 am | Dilihat : 25489

Pray-Ramelan-_-_-ww

Pray, alumnus Akabri Udara 1970, sejak 2002 menjadi purnawirawan, dengan jabatan terakhir sebagai Penasihat Menteri Pertahanan Bidang Intelijen (Era Bpk. Matori Abdul Djalil, Alm), dengan pangkat Marsekal Muda TNI. Selama 32 tahun berkarier di TNI, Pray telah menghabiskan sebagian besar  masa pengabdiannya  dalam jajaran intelijen baik di TNI AU, Bais ABRI ataupun Dephan.

Jenderal TNI LB Moerdani (Alm) adalah tokoh intelijen yang dinilai paling mumpuni olehnya, dimana beberapa ijazah pendidikan intelijen yang pernah diikutinya ditandatangani oleh  sang tokoh tersebut. Pray juga mempunyai keahlian dan terdidik dalam masalah intelijen udara, disamping keahliannya baik dari hasil pendidikan maupun pengalamannya sebagai analis intelijen. Pray adalah warga kehormatan dari Korpaskhasau, dan terlibat dalam pembentukan awal pasukan khusus Detasemen Bravo Paskhasau.

Penugasan di Dephan selesai sejak tahun 2005, setelah Menhan dijabat oleh Prof. Juwono Sudarsono. Prayitno Ramelan yang kemudian dikenal dengan nama panggilan Pray semakin produktif sebagai penulis artikel intelijen dan politik. Beberapa tulisan dan wawancaranya selain ditayangkan di beberapa situs yaitu; KompasianaRamalan Intelijenhttp://search.okezone.com/search/?q=prayitno+ramelanopini-prayitno.ramelanhttp://search.detik.com/search?query=prayitno+ramelan

Sejak 2008, Pray menulis di Kompasiana, kemudian oleh admin diangkat menjadi Bapak Publik Blog Kompasiana yang menjadi rumah tinggalnya sebagai blogger. "Old Soldier Never Die", itulah semboyan yg memberinya semangat di usia senja. Pada ulang tahun Kompasiana ke-6 Pray mendapat penghargaan berupa "Life Time Achievement" dari Kompasiana.

Pray, putra dari Ran Ramelan (Alm) wartawan tiga jaman yang berasal dari Betawi terus aktif menulis menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya.  Tulisannya khusus menganalisa masalah Intelijen, Terorisme dan Isu Keamanan, Politik, Kedirgantaraan, Sosial, dan masalah umum lainnya.

Beberapa artikelnya di Kompasiana kemudian oleh PT Grasindo dicetak menjadi sebuah buku dengan judul "Intelijen Bertawaf", Teroris Malaysia Dalam Kupasan, dengan editor Pepih Nugraha. Tiga tokoh mantan pejabat tinggi memberi tanggapan dan apresiasi, yaitu Jenderal TNI (Purn) DR.A.M.Hendropriyono mantan Kabin, Marsekal TNI (Pur) Chappy Hakim mantan Kasau dan Marsdya TNI (Pur) Ian Santoso Perdanakusuma, Mantan Kabais TNI. Buku tersebut terutama dipasarkan di toko buku  Gramedia.

Buku Intelijen Bertawaf termasuk buku yang dijadikan koleksi oleh National Library of Australia, dimasukan dalam kategori Intelligence service - Indonesia, National security - Indonesia,    Indonesia - Foreign relations. Kemudian pada awalnya oleh dua stasiun TV Swasta, TV One dan Metro TV,  Pray dipercaya menjadi salah satu narasumber dalam membahas masalah-masalah yang menyangkut soal Terorisme, Intelijen, serta kasus-kasus yang terkait dengan keamanan. Kepercayaan sebagai narasumber meluas ke TV lain yaitu Berita Satu TV, MNC News, Global TV, Kompas TV, Trans TV, Net TV dan Jak TV.

Mulai bulan Pebruari 2011, Pray mendapat kepercayaan dan diangkat  menjadi salah satu anggota Kelompok Ahli BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme).  BNPT adalah  sebuah Badan yang baru dibentuk, berkedudukan langsung dibawah Presiden, dikordinasikan oleh Menko Polhukkam. Setelah bertugas selama hampir tiga tahun, mulai Februari 2015 Pray diangkat oleh Menhan RI menjadi anggota tim Anstra.

Alhamdulillah, Pray sangat bersyukur kepada Allah Swt, karena pada 10 Juni 2011 berhasil mewujudkan  sebuah blog pribadi dengan judul "Ramalan Intelijen bersama Prayitno Ramelan," dengan bantuan para sahabat di Kompasiana (Isjet dan Iqbal) serta programmer Saepulloh dan Dede. Web dibuat dengan tujuan sebagai wadah menuangkan pemikiran serta untuk mengumpulkan baik tulisan-tulisan, wawancaranya serta beberapa rekaman talk show di TV. Disinilah Pray terus berkarya menyusun artikel dengan memosisikan diri sebagai seorang indy blogger.

091031_mh2 (1)Pada bulan Juli 2014 buku kedua Pray dengan judul "Misteri MH370" telah terbit dan beredar di Toko Buku Gramedia. Buku tentang raibnya pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines sejak tanggal 8 Maret 2014 yang hingga kini belum ditemukan menjadi obyek analisis intelijen penulis yang sejak awal penulis posting di blog ramalanintelijen.net. Penulis membahas tentang terjadinya pembajakan terhadap pesawat sebagai latar belakang menghilangnya pesawat tersebut.

Demikian sedikit tentang Pray. Mengingat usia yang semakin lanjut, dengan niat menyumbangkan sedikit ilmu dan pengetahuan serta pengalaman yang dimilikinya, Pray Insya Allah akan terus menulis yang diyakininya sebagai bagian dari ibadahnya. Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran. Pray mencintai  bangsa dan  negara Indonesia dengan segenap jiwa raganya.

Salam hangat kepada para pembaca serta para netters sekalian. Sebelumnya Pray minta maaf apabila dalam menuliskan suatu artikel, ada hal-hal yang kurang pas ataupun ada perasaan tersinggung. Selamat membaca, semoga ada manfaatnya. Prayitno  Ramelan, www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Static Content. Bookmark the permalink.