Survei Puskaptis “JK Masih Disukai Rakyat”

21 April 2009 | 9:12 am | Dilihat : 52

Setelah SBY mengumumkan kriteria cawapres yang akan bisa mendampinginya, berkembanglah spekulasi calon-calon unggulan,  yang teramai digadang-gadang adalah Hatta Rajasa tokoh PAN yang juga termasuk diusulkan oleh Amin Rais. Sementara Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla banyak dibicarakan posisinya semakin melemah untuk kembali disandingkan dengan SBY. Tokoh non partisan yang banyak dibicarakan adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Apakah semua perkiraan memiliki dasar perhitungan? Yang muncul barulah sebuah perkiraan yang diukur dengan menggunakan lima kriteria yang dikeluarkan oleh SBY.

Jadi bagaimana mengukur peluang cawapres tersebut?. Penulis kembali menggunakan ukuran valid dari lembaga survei, seperti pada ulasan-ulasan terdahulu yang ternyata terbukti akurasinya sangat baik. Yang perlu diingat, dalam pemilihan langsung oleh pemilih, para capres dan tim sukses sebaiknya memperhatikan apa kehendak rakyat dan bagaimana perubahan perilaku konstituen tersebut. Menyepelekan masalah ini dapat mengakibatkan gugurnya penerapan strategi yang mereka buat.

Lembaga Survei Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pada hari Senin (20/4) menyampaikan hasil survei yang dilaksanakan pada tanggal 13-17 April 2009. Survei  dilakukan dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling di 33 provinsi dengan margin error kurang lebih 3 % dan tingkat keyakinan 95 %. Menurut Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid yang membacakan hasil surveinya, menunjukan sekitar 28,72 % masyarakat, masih menginginkan JK kembali mendampingi SBY. Di posisi kedua yang dipilih publik adalah Sri Sultan Hamengkubowono X dan Hidayat Nur Wahid  dengan prosentase sama yakni 23,40 %. Sedang untuk posisi ketiga diduduki Prabowo Subianto 10,64 % dan disusul kemudian Sri Mulyani dengan 5,32 %. “Sementara mantan Ketua DPR  Akbar Tandjung merupakan calon terlemah, berada diurutan kesembilan dengan perolehan 1,06 %,” ujarnya.

Selanjutnya Husin menjelaskan, responden mempersepsi duet SBY-JK masih bagus. Ini terlihat dari hasil survei untuk citra pemerintahan SBY-JK dan citra figur SBY–JK. Untuk citra pemerintahan yang mengatakan baik ada 90,08%, sedangkan untuk citra figur  91,56%. “Kondisi ini yang membuat masyarakat mengharapkan duet SBY-JK ini diteruskan. Juga tergambar  besarnya minat publik yang menginginkan keberlanjutan pembangunan sebesar 46,77%. Sekalipun ada yang menginginkan perubahan dan pembaruan baik program dan pemerintahan sebesar 43,55%. Yang menjawab tidak tahu sebesar  9,68 %.” Masyarakat sudah tidak lagi melihat sosok Jawa dan luar Jawa. Responden yang masih mempersoalkan calon berasal dari Jawa hanya 6,36%. Yang menginginkan calon dari luar Jawa sebesar 2,73%. Sebanyak 90,91% responden tidak mempersoalkan asal calon.

Sementara calon presiden yang masih banyak dipilih masyarakat pada pilpres bulan Juli nanti, SBY berada diposisi teratas dengan dukungan 87,50%, Megawati ditempat kedua dengan 5,83%. Posisi ketiga Prabowo 5%, keempat JK dengan 1,67%.

Dari data yang disampaikan oleh Puskaptis tersebut, semakin lama elektabilitas SBY terus semakin menguat, jauh meninggalkan lawan utamanya Megawati. Kondisi ini jelas menyebabkan parpol menengah dan partai gurem akan terus merapat ke SBY untuk berkoalisi. PAN, yang tadinya partai abu-abu langsung merapat dan bahkan Amin Rais sebagai sesepuh PAN sudah mengajukan dua cawapres.  Dalam pemilihan umum presiden langsung, pendapat rakyat adalah utama, karena rakyatlah yang akan menentukan menang dan kalahnya capres. Oleh karena itu, walaupun posisi SBY masih yang terkuat, dipandang masih perlu memperhatikan aspirasi pemilih yang salah satu diantaranya dinilai melalui hasil survei. Dari suvei ini, terlihat JK masih merupakan sosok yang masih diinginkan menjadi pasangan SBY. Citra pemerintahan SBY-JK yang diapresiasi responden sebesar 90,08 % yang membuat masyarakat masih mengharapkan duet SBY-JK diteruskan.

Melihat hasil survei khusus mengenai asal calon yang sudah tidak dipermasalahkan oleh responden, kedua capres terkuat SBY dan Mega kini mempunyai ruang yang lebih bebas dalam menentukan cawapres tanpa terkunci dengan masalah kesukuan. Kesimpulannya, JK menurut responden masih pantas dan masih yang terpopuler untuk disandingkan dengan SBY, sementara calon kedua dan ketiga adalah Sri Sultan dan Hidayat Nur Wahid. Yang agak mengherankan Prabowo masih diapresiasi responden sebesar 10%, mengungguli Sri Mulyani. Untuk Akbar Tanjung berada diperingkat terendah sebagai pendamping SBY.

Demikian sebuah informasi yang kiranya perlu kita ketahui bersama. Walaupun SBY terlihat sangat dominan, nampaknya dipasangkan dengan siapa saja akan menang, persepsi responden tersebut kiranya perlu untuk dipertimbangkan. Pimpinan  nasional adalah sebuah kesatuan antara presiden dan wakil presiden. Rakyat akan sangat mengharapkan pemimpinnya adalah orang yang mereka sukai dan dinilai yang terbaik. JK adalah cawapres terkuat yang dikehendaki rakyat, apabila dinilai oleh SBY dan Tim Sembilan tidak memenuhi syarat 5 kriteria, masih terdapat Sri Sultan dan Hidayat Nur Wahid sebagai calon unggulan. Terlepas dari rasa suka atau tidak suka kepada calon-calon unggulan tersebut, tapi itulah pendapat rakyat yang terekam melalui hasil survei, sebaiknya diperhatikan. Semoga bermanfaat.

PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana.

Sumber : http://umum.kompasiana.com/2009/04/21/survei-puskaptis-jk-masih-diinginkan-rakyat/ (Dibaca: 1439 kali)

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.