MIRIS LIHAT PILKADA DI SAAT KITA TERLIBAT PERANG DUNIA KE-3, MELAWAN MUSUH TIDAK KASAT MATA DAN MAKIN ELIT

6 September 2020 | 1:18 pm | Dilihat : 118

Bangsa Indonesia sangat terkenal dalam alur Perang Dunia ke-2 karena mampu merebut kemerdekaan tahun 1945 hanya dengan senjata seadanya, bahkan bambu runcing melawan Belanda yang memiliki persenjataan kuat. Modalnya semangat pantang menyerah, dan Allah memberikan kemerdekaan itu.

Tapi saat ini kalau boleh disebut, bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia, sedang terlibat dalam Perang Dunia ke-3, melawan Covid-19 (Pasukan Elit G614D). Dari data worldometer, Amerika, Brasil, India dan Rusia adalah empat negara paling berantakan dihajar Covid menjadi 4 ranking besar yang di penetrasi. Indonesia masih bertahan di ranking 23.

China sebagai awal pusat pandemi kini berada di ranking 38, dengan jumlah terinfeksi hingga 3 September 2020, total 85.112, penambahan dalam 24 jam kasus baru hanya +10, total kematian 4,634 jiwa, penambahan meninggal dalam 24 jam "NIHIL". Sementara Indonesia sudah lama menyalib China, pada tanggal yang sama, total terinfeksi 190 665 orang, penambahan terpapar dalam 24 jam +3.128, akumulasi meninggal 7 940 jiwa dan penambahan yang meninggal dalam 24 jam +108 jiwa.

Pulbaket Intelijen, Pasukan Elit G614D

Hasil pulbaket (persepsi intelijen); Kekuatan lawan; tak terukur, Kemampuan lawan : Berdasarkan informasi dari Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi, Sp.BA., Ph.D., saat ini mutasi D614G pada virus SARS-CoV-2, mempunyai daya infeksius 10 kali lebih tinggi telah tersebar hampir di seluruh pelosok dunia, yaitu 77,5 persen dari total 92.090 isolat mengandung mutasi D614G. Sementara di Indonesia sendiri sudah dilaporkan sebanyak 9 dari 24 isolat yang dipublikasi di GISAID mengandung mutasi D614G. “ Ini sepertiganya terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah," ungkap Gunadi, Selasa (1/9).

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menegaskan di Graha BNPB (2/9/2020), "Dari seluruh dunia pada dasarnya sudah sekitar 78 persen yang mengandung mutasi D614G. Jadi artinya mutasi D614G ini sudah mendominasi virus SARS CoV 2 itu sendiri," katanya.

Kerawanan Lawan ; Kehebatan Covid-19 yang bermutasi 78 persen yang lebih menginfeksius, memiliki titik rawan apabila vaksin sudah selesai uji fase-3 dan diproduksi, kemampuan dapat dinetralisir.

Vaksin Bio Farma dan Sinovac

Sejak 11 Agustus 2020, Bio Farma dan Sinovac, serta Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran melakukan kerjasama uji klinis fase-3 pembuatan vaksin covid-19. Diharapkan awal Januari 2021 menurut Ketua Tim, Prof. Kusnandi bila 540 sampel baik, vaksin akan diproduksi.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (31/8/2020) mengungkapkan perusahaan farmasi asal China, Sinovac akan menyuplai bulk atau bahan baku vaksin sebanyak 260 juta ke Indonesia hingga akhir 2021.

Itu hanya cukup untuk memvaksinasi 130 juta penduduk Indonesia agar kebal dari virus Corona (COVID-19), sebab masing-masing orang harus divaksin sebanyak 2 kali.

"Jadi dari Sinovac ini kita berharap sekitar 260 juta dosis ini sudah bisa kita amankan karena ini nanti akan kita programkan untuk lebih kurang 130 juta masyarakat, di mana satu orangnya mereka mesti 2 dosis. Makanya 260 juta itu kalau dibagi dua hanya cukup 130 juta," katanya.

Giat Politik Saat Perang

Di saat kita sedang berperang melawan musuh yang makin ganas, giat politik yang namanya pilkada mulai berlangsung. Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak disepakati tetap digelar pada Desember 2020 mendatang. Pilkada 2020 tetap digelar di 270 wilayah tahun ini meski pandemi corona (COVID-19) hingga kini masih belum mereda.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri membuka pendaftaran calon kepala daerah pada 4-6 September 2020. Nantinya, masa kampanye akan dimulai pada 26 September dan pemungutan suara dilakukan pada 9 Desember 2020.

Mendagri bikin aturan, juga ketua KPU mengeluarkan aturan soal pelibatan pendukung dan atak-arakan. Untuk pendaftaran pada Jumat dan Sabtu dibuka mulai 08.00 sampai dengan 16.00 waktu setempat. Sementara untuk Minggu dibuka mulai pukul 08.00 sampai 24.00 WIB.

Terpisah Ketua KPU Arief Budiman mengingatkan para bakal pasangan calon untuk tetap mematuhi aturan. Salah satu aturan yang musti dipenuhi adalah terkait arak-arakan. Dia mengingatkan bakal pasangan calon tidak diperbolehkan membawa pendukung yang begitu banyak untuk datang melakukan pendaftaran di kantor KPU. Hal itu karena itu akan sangat berisiko terjadinya penyebaran Covid-19.

Kita saksikan, aturan-aturan itu ya dicuekin peserta, mereka tetap berbondong-bondong ikut mengantar jagonya. Kalau hanya nengimbau saat ini Mendagri maupun Ketua KPU tidak dipedulikan. Mengapa pendaftaran sejak awal tidak diatur dengan on line? Toh kegiatan lainnya, sa.pai anak-anak SD saja bisa on line?. Rasa kurang afdol? Para calon itu kalau KPU dan didukung Mendagri serya Gugus Tugas covid buat aturan ya pasyi ikut, tapi ini dilepas, miris! Sama sekali kita nekat dan berani mengambil resiko atau belum terpikir?

Kesimpulan

Berperang melawan Covid diawali dari aturan pelibatan, penerapan dan ketegasan pemerintah. Lihat China sebagai awal pusat pandemi di Wuhan, kini sudah selesai, tidak ada data tambahan yang meninggal, tambahan terinfeksi hanya 10 orang saja. Persoalan mendasar mereka mengatasi, meredam dan mengalahkan covid sudah selesai. Mereka kini bisa fokus ke persoalan mendandani perekobomian, seperti berdagang vaksin ke Indonesia hingga 26o juta ampul dan ke negara lain.

Virus covid ini kabaenya sudah bermutasi sejak Februari lalu, makin mudah menular 10 kali lipat, walau belum banyak di Indonesia, hanya menunggu waktu saja. TetapI kita sepertinya tidak waspada, tidak alert, ini bukti ilmiah yang mengerikan.

Pesta demokrasi pilkada bulan Desember dengan rangkaian kampanye dan segala rupa kegiatan, bila tidak diatur dan dipikir ulang jelas akan menambah banyaknya warga yang tertular covid. Rasanya tidak ada gunanya PSBB, dengan adanya Pilkada karena kita masih berfikir normal2 dan aman2 saja.

Apabila aturan pilkada tidak diubah, maka diprediksi pada bulan November dan Desember kita bisa-bisa akan naik ke peringkat 10 besar atau the worst condition jangan-jangan membalap India atau Brasil. Mendagri Tito dan Ketua Pelaksana Komite Erick Thohir harus memikirkan kondisi terburuk. Gugus Tugas mestinya jangan diam saja, physical distancing sudah dilupakan saat semangat Pilkada menggelora. Miris dan Wassalam, Pray Old Soldier.

Penulis : Marsda Pur Prayitno Wongsodidjojo Ramelan (Pengamat Intelijen), www.ramalanintelijen.net

 
This entry was posted in Sosbud, Umum. Bookmark the permalink.