BABY BOOMER DAN GENERASI X BILA DINILAI NEGATIF, AKAN TERPINGGIRKAN OLEH Y DAN Z PADA 2024, SEBUAH PERSEPSI INTELIJEN

9 July 2020 | 10:39 am | Dilihat : 671

Millennial-Generation

Foto : infographic journal

Penulis kini bergelar Lansia, Young Old, dan  juga Baby Boomer. Sebagai prolog, kemarin ada teman yang sama-sama alumnus Akabri 1970, korps "the Blues" (TNI AU) yang berulang tahun ke-73, usianya beberapa bulan lebih tua dari penulis. Selasa pagi lalu bersama dengan beberapa golfer Laskar Sepuh (LS) ber-golf ria di Modern Land (Protokol kesehatan tetap ketat, maklum sudah kewut semuanya).

Pagi itu partisipan ada yang berumur 75 tahun dan bahkan 78, hebat pisan, Penulis adalah manula yang termuda (72+). Bahkan founder LS sudah berusia lebih 80 tahun, dipanggil Komandan. Kali ini penulis tidak membahas golf atau Virus Corona, tapi yang dibahas soal Lansia serta masa depan Indonesia khususnya gambaran sikon 2024 dari persepsi intelijen dikaitkan dengan perubahan jaman dan teori generasi.

Pengelompokan Lansia

Menurut Smith (1999), Lansia adalah mereka yang berusia lanjut diatas 65 tahun. Lansia terbagi dalam tiga kelompok yaitu Young Old (70-75), Old (75-80) dan very Old (lebih dari 80). Di sini penulis masih masuk kategori lansia Young Old.

Menurut WHO lansia adalah pria dan wanita yang telah mencapai usia 60-74 tahun. Sementara menurut UU No. 23 tahun 1998, manula adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas.

Menurut C.S. Lewis, penuaan adalah hak istimewa. Anda tidak pernah terlalu tua untuk menetapkan tujuan lain atau memimpikan impian lain. Optimisme ini akan sangat dipengaruhi dengan kondisi sosial lansia serta perubahan jaman akibat kemajuan teknologi.

Pembagian Generasi Menurut Tahun Kelahiran

Diantara tahun 1944 hingga 1995, berdasarkan tahun kelahiran, telah dilakukan pembagian kelompok manusia dalam empat generasi. Pertama, Generasi Baby boomer adalah mereka yang lahir antara tahun 1944 dan 1964. Mereka kini di tahun 2020 berusia antara 56-76 tahun. Menurut data BPS, jumlahnya hanya tinggal 35 juta jiwa atau 13% dari populasi penduduk Indonesia.

Beberapa tokoh Baby Boomer  di Indonesia yang masih eksis diantaranya adalah, Wapres Prof Ma'ruf Amin lahir 1943 (77 th), Ibu Megawati lahir 1946 (74 th), Jenderal Purn Luhut Panjaitan lahir 1947 (73 th), Letjen Purn Prabowo S, lahir 1951 (69 th), Presiden Jokowi, lahir tahun 1961 (59 th), Ketum Golkar Airlangga Hartarto lahir 1962 (58 th), Ketua MPR  Bambang Soesatyo lahir 1962 (58 th), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto lahir 1963 (56+ th) Jenderal Pol Tito Karnavian lahir 1964 (56 th).

Kedua, Generasi X, adalah mereka yang lahir antara tahun 1965-1979, saat ini berusia antara 41-55 tahun. Menurut data BPS jumlahnya 53 juta jiwa atau 20 persen dari populasi penduduk Indonesia pada tahun 2020 (271 juta). Beberapa tokoh di level nasional diantaranya, Ketum Partai Demokrat, Agus Yudhoyono lahir 1978 (42 th),  Ketua DPR, Puan Maharani lahir 1973 (47 th), Gubernur Jabar Ridwan Kamil lahir 1971(49 th), Menteri BUMN  Erick  Thohir lahir 1970 (50 th), Gubernur DKI, Anies Baswedan lahir 1969 (51 th), Mantan Cawapres Sandiaga Uno lahir 1969 (51 th), Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo lahir 1968 (52 th), Gubernur Jatim Khofifah , lahir 1965 (55 th).

Ketiga, Generasi Y, disebut Milenium, atau Millenial, lahir antara tahun 1980 dan 1994. Saat ini mereka berusia antara 26-40 tahun. Menurut Data BPS (Biro Pusat Statistik), jumlah penduduk Indonesia usia 20-40 tahun pada tahun 2020 sekitar 83 juta jiwa atau 34 persendari total penduduk Indonesia yang mencapai 271 juta. Diantaranya yang mulai menonjol dan berpendidikan tinggi adalah Menteri Pendidikan Nadiem Makarim 1984 (36 th) dan Wagub Jawa Timur Emil Dardak lahir 1984 (36 th).

Generasi millenial ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan, seperti : email, SMS, media sosial ( Facebook, twetter dll ). Atau dengan kata lain generasi Y adalah generasi yang tumbuh pada era internet booming (Lyons, 2004).

Keempat, Generasi Z (Pasca Millenial ) pertama di Indonesia adalah mereka yang lahir tahun 1995, dimana saat itu internet sudah hadir di Indonesia. Generasi Z kini sudah beranjak dewasa, tertua berusia 25 tahun, mencari dan memiliki pekerjaan, punya kemampuan memengaruhi bidang-bidang dalam kehidupan sehari-hari seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, agama dan lainnya. Mereka selalu terhubung dengan internet.

Perkembangan dan Perubahan Jaman

Perkembangan jaman yang semakin modern di dunia pada era globalisasi menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempercepat modernisasi disegala bidang yang demikian cepat dan mencengangkan. Berbagai perkembangan itu semakin maju dengan tuntutan reformasi dan globalisasi serta mengatasi ancaman profil tinggi dan tak terduga.

Untuk itu mutlak diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas serta berkompeten disegala bidang ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing untuk menghadapi tantangan di era globalisasi, khususnya dalam berebut ruang hidup. Tanpa mengikuti kemajuan teknologi dan menyesuaikan dengan perubahan jaman, terlebih apabila pemimpinnya jadul,  maka dipastikan bangsa itu akan tertinggal di dunia internasional. Kemampuan bersaingnya rendah.

Analisis

Pada saat ini bangsa dan Negara Kesatuan Republik  Indonesia dikelola dan dikuasai oleh generasi para Baby Boomer dan generasi X, sementara konglomerasi masih dikuasai oleh para Baby Boomer. Tetapi dalam komponen intelstrat politik dan ekonomi, cepat atau lambat tetapi pasti, kekuatan dan kemampuan generasi Y dan Z akan mampu memengaruhinya. Banyak dari mereka yang terdidik di negara Barat, terlebih jumlahnya melebihi dari setengah jumlah penduduk Indonesia. Dalam sistim demokrasi, jumlah besar berarti peluang keunggulan  besar.

Kekuatan generasi Y akan diperkuat oleh generasi Z, dan diperkirakan pada 2024 akan mampu berkiprah untuk menguasai panggung politik. Mereka menguasai media sosial dan memiliki link ke dunia internasional yang kuat. Teknologi informasi jelas akan makin berkembang dan semakin canggih seiring dengan perubahan jaman. Kemampuan Y dan Z karena memiliki kecepatan di dunia Maya, akan menyulitkan generasi X dan Baby Boomer dalam mengontrol dan mengendalikannya. Kekuatan utamanya terletak pada penguasaan informasi, baik kecepatan maupun akurasi.

Sebagai contoh, pada saat ini stabilitas apapun di sebuah negara tidak terlepas dari perkembangan geopolitik dan geostrategi. Indonesia mau atau tidak mau harus bersikap yang jelas dan terukur di   kawasan regional.  Laut China Selatan kini menjadi wilayah konflik keras kepentingan antara Amerika dengan RRT. Bagaimana respons para pemegang amanah yang bertanggung jawab dengan diplomasi politik? Nampaknya sense of diplomacy membacanya kurang tajam. Salah satu signal yang muncul adalah peringatan Menlu AS, Pompeo yang mantan Direktur CIA beberaqpa waktu yang lalu.

Nah, dalam waktu yang relatif pendek menuju 2024, hanya sekitar 3,5 tahun, tugas terpenting bagi generasi Baby Boomers dan generasi X adalah mewariskan semangat bela negara dan cinta tanah air kepada generasi penerusnya, bukan mengutamakan ambisi, tetapi bagaimana menyelamatkan Indonesia. Tidak cukup hanya berupa ucapan saja (epok-epok lambe), tetapi dibutuhkan contoh yang konkrit, jujur dan transparan.

Bahaya utama adalah perebutan ruang hidup, dimana banyak negara lain mengincar untuk menguasai Indonesia.  Kedepan,  pengaruh globalisasi berupa budaya luar dengan gaya hidup yang bebas, individualis, hedonisme jelas akan bisa merusak tatanan budaya, norma serta nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia. Jelas ini tugas berat para tokoh Baby Boomer, serta generasi X yang masih eksis dalam memilah contoh apa yang baik bagi millenial itu, terlebih saat ini masih gentayanganya ancaman covid.

Bagi Baby Boomer, yang pada 2024 nanti seharusnya sudah pensiun dan menjadi Old, walau ada juga yang bergelar Young Old, jelas tidak akan mampu ikut campur tangan, sudah tertinggal dalam dinamika teknologi. Jaman sudah berubah, serba digital, unggah-ungguh kemungkinan sudah masuk loak. Manusia sudah menyatu dengan internet, berfikir logik, realistis dan praktis.  Baby Boomer diperkirakan sudah tidak berdaya, terpinggirkan tidak mampu berperan apa-apa, mungkin satu dua yang rekam jejaknya baik dan mempunyai kharisma.

Kesempatan generasi X bermain pada 2024 walaupun ada diperkirakan akan semakin menipis, mungkin tersisa beberapa tokoh saja yang mampu menyesuaikan. Perkembangan teknologi hitunganya bukan tahun tetapi bulan, dunia semakin tanpa batas. Integritas mereka dalam 3,5 tahun akan direkam dengan transparan oleh generasi Y dan Z. Aib yang terekam akan mudah ditebar di Medsos. Mr dan Mrs "X" dalam tiga tahun lagi akan gagap (gaptek) menghadapi cara berfikir dan pengambilan keputusan cerdas, hasil kolaborasi manusia dan mesin. Dinamika dan keputusan politik akan jauh berbeda dengan gaya politisi saat ini, semua berubah semakin cerdas, transparan dan semakin liberal.

Kesimpulan dan Saran

Kira-kira demikian gambaran Indonesia pada tahun 2024. Kalau kita cerdas dan mencintai NKRI, jangan lagi saat ini hanya berfikir demi kepentingan kelompok atau pribadi. Siapkan dan arahkan rasa cinta bela negara kepada generasi penerus, agar mereka tidak tergelincir kearah yang salah. Khawatir para founding fathers bangsa ini nangis berguling-guling dari dunia lain melihat Indonesia bisa terbalik-balik, berubah namanya menjadi "IRKN Aisenodni".

Penulis pesimis? Oh No, cuma khawatir saja kalau lihat kelakuan beberapa pemegang amanah, politisi, para konglo-konglo saat ini yang masih memikirkan diri sendiri, kelompok dan bisnisnya. Cinta negaranya bisa dinilai tipis, kongkalikong masih ada. Beberapa waktu lalu kita lihat para pejabat terhormat, bergelar macam-macam, sugih-sugih dimarahin Pak Presiden. Sudah ngasih contoh yang baik, mas, mbak, Den?

Sudah kerja keras melawan Covid dan mengatasi kesengsaraan rakyat kecil? Yakin? Kok malah ada yang eker-ekeran, bikin gerakan politik, bikin RUU yang tidak pas saat presiden sedang prihatin, pusing memikirkan covid dan beratnya tekanan ekonomi.

Intelijen selalu berfikir dengan worst condition, kondisi terburuk. Maksudnya bila kondisi buruk  terjadi, tokoh-tokoh generasi X dan sebagian Baby Boomer yang mulai beranjak sepuh dan cinta negara itu tidak terkena unsur pendadakan. Percaya deh, kalau sekarang kelakuan tidak beres, para Boomers dan X-er akan dibikin tidak berfungsi, hanya menjadi penonton oleh Mas dan Mbak Y dan Z yang semakin matang dan lihai.

Kalau boleh menyarankan, pada 2024, Baby Boomers yang tersisa tidak usah bermimpi untuk berebut menjadi pemimpin nasional, jadul, istilah obat sudah expired, bisa-bisa jadi racun. Diperkirakan tokoh-tokoh generasi X yang kini exis, mungkin hanya beberapa saja yang integritasnya dinilai baik  mampu berkiprah. Kepada para tokoh generasi X, perbaiki kelakuan, dan niat, era baru akan melakukan seleksi ketat kepantasan.

Sebagai penutup, ini berlaku dimanapun, "Bisnis intelijen adalah pekerjaan yang sulit, dan hanya akan berakhir menjadi sebuah prediksi". Semoga bermanfaat, Salam Birdie, Pray Old Soldier.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Wongsodidjojo Ramelan, Pengamat Intelijen, www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Hankam, Politik. Bookmark the permalink.