Lima Hari, Lima Toko Emas di Medan Dirampok, Ulah Teroris?

19 September 2013 | 2:13 am | Dilihat : 670

Dua kasus perampokan bersenjata api yang terjadi di kota Medan belum terungkap, dalam interval waktu lima hari, tercatat lima toko emas di Medan disatroni orang tak dikenal. Para pelaku diketahui berbekal senjata api pistol, melakukan aksi merupakan team kecil dan mengintimidasi pemilik atau pengunjung dengan melakukan tembakan.

Sebelumnya, rangkaian pertama, pada hari Jumat (13/9) siang, enam perampok bersenjata api beraksi merampok Toko Emas Suranta, Jalan Pertempuran, Medan,Pelaku langsung menembak lemari etalase berisi emas. Aksi kawanan perampok ini terekam kamera CCTV.  Dalam waktu singkat yakni 3 menit 15 detik, perampok berhasil membawa lari lima kilo gram emas senilai Rp 1,7 milyar. Ketika beraksi, pelaku sempat menembakan senjatanya ke arah steling (etalase) sehingga membuat pekerja toko emas dan dua pengunjung ketakutan dan bahkan uang pengunjung dirampok. (Baca "Perampokan Bersenjata di Toko Emas Suranta Medan Terkait Teroris?",  http://ramalanintelijen.net/?p=7395.)

Kedua, berselang dua hari, tepatnya Minggu (15/9), terjadi perampokan terhadap toko emas Singapura, di Jalan Rakyat, Kelurahan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Medan. Empat orang pelaku dengan membawa senjata api merampok Toko Emas Singapura milik Khairuddin (28). Seorang pelaku sempat menembakan senjata yang dibawanya ke udara, sehingga membuat Sri Devi (25), istri pemilik toko emas lari ketakutan dari toko emas tersebut. Kerugian yang dialami  diperkirakan mencapai dua kilogram dengan nilai  sekitar Rp700 juta.

Rangkaian ketiga, tiga toko emas di Pasar Baru, Jalan Pasar VII, Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan, sekaligus dirampok pada hari Selasa (17/9/2013)  sekitar pukul 10.10 WIB. Kepala Bagian Penerangan Satuan Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rana SP mengatakan pelaku yang diketahui berjumlah enam orang menggunakan tiga sepeda motor itu berhasil membawa lari  sebagian besar emas yang ada di tiga toko emas itu. Ketiga toko emas yang menjasi korban yakni toko emas 'Semmy J', 'Permata Indah', dan 'P Tarigan'  terletak berdekatan, hanya dipisahkan tembok beton.

Dalam aksinya,  ke-6 pelaku membagi tugas dengan terencana. Empat pelaku memarkir dua sepeda motor di  ujung Jalan Pasar Baru, sedangkan dua pelaku lain yang boncengan dalam satu sepeda motor parkir di depan salah satu toko emas. Kemudian empat pelaku yang memarkirkan kendaraan mereka di ujung jalan berjalan menuju tiga toko emas tersebut. Dua pelaku yang stand by di depan salah satu toko langsung masuk ke salah satu toko emas. Mereka sempat meletuskan senpi laras pendek ke atas untuk menakut-nakuti penjaga toko. Enam pelaku bersama-sama menodongkan senpi ke depan Junaidi (40), penjaga toko emas 'Semmy J', Ali Basir (30), penjaga toko mas 'Permata Indah', dan Bunga Maris beru Sembiring (29), yang saat itu menjaga toko mas 'P Tarigan'.

Setelah menjarah sekitar dua setengah kilogram emas dari tiga toko, para pelaku keluar menaiki motor. Hapir saja dua pelaku tertangkap karena motornya mogok, tetapi empat lainnya kembali dan melepaskan tembakan sehingga masyarakat mundur. Setelah warga mundur, para perampok berboncengan pergi melintasi jalan di pasar yang tengah dipadati pengunjung. Mereka mengancam dengan senpi agar segera diberikan jalan. Keenamnya kemudian berhasil melarikan diri menuju arah Jalan Pasar VII Tembung Desa Bandar Kalipah, Percut Seituan, yang juga merupakan arah kedatangan mereka.

Saksi mata lain menyebutkan di simpang Pasar VII perampok sekali lagi meletuskan tembakan. Saksi mata mengatakan mereka berpencar, dua ke arah Denai, satu ke arah Jalan Besar Tembung. Mereka ada enam orang tapi cuma dua yang pakai helm. Satu pelaku pakai topi, satu lagi berambut gondrong.

Dari olah TKP pada Selasa (17/9) siang, petugas kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yakni magazin pelaku yang diduga berasal dari senpi pistol semi otomatik, satu butir peluru aktif, serta dua butir selongsong peluru.

 

Perampokan Berlatar Belakang Teroris?

 

Dari lima kasus kejadian perampokan  dalam waktu lima hari dengan pola yang sangat mirip, nampaknya pelaku adalah sebuah team yang memang sudah merencanakan dengan matang dan terlatih menggunakan senjata api. Mereka melakukan aksinya dengan cepat, terencana dan faham dengan tekanan psikologis terhadap orang baik penjaga toko, pengunjung toko maupun masyarakat disekitar yang berniat menolong.

Para pelaku tanpa ragu melepaskan tembakan pistol, yang bunyi ledakannya membuat masyarakat pasti gemetar ketakutan.  Dalam lima hari para perampok telah berhasil menjarah 9,5 kilo emas dari lima toko. Jumlah yang fantastis. Diperkirakan nilai  keseluruhan emas jarahan berkisar sekitar Rp 3 milyar.

Pertanyaannya, apakah ini kriminalitas murni atau terkait dengan aksi kelompok teroris yang dikenal dengan istilah fa'i?

Apabila ditinjau dari aksi rangkaian perampokan, penulis lebih cenderung mengatakan para pelaku adalah kelompok teroris yang memang sedang mengumpulkan dana operasional mereka. Yang sangat patut dicurigai, dibelakang itu semua, ada tokoh teroris Fadli Sadama, yang sangat berpengalaman, mempunyai jaringan internasional dan mampu membeli senpi dari luar negeri kini berkeliaran disekitar kota Medan. Fadli berhasil melarikan diri dari Lapas Tanjung Gusta sejak tanggal 11 Juli 2013.

Kondisi keamanan yang mengancam toko emas di Medan nampaknya sudah lampu merah, emas adalah favorit kelompk teroris dimanapun untuk dijarah, karena sangat mudah dijual. Karena itu, sebuah tantangan baru aparat kepolisian membangun sistem pengamanan toko-toko emas dimanapun adanya. Medan kini rawan karena terbukti ada sekelompok orang yang mempunyai keahlian merampok toko emas dan mereka sangat berbahaya karena memiliki senpi pistol. Diperkirakan mereka mempunyai basis operasional, rmah aman (safe house) disekitar Medan. Kita tunggu kesuksesan aparat kepolisian membongkar rangkaian kasus dan menangkap mereka-mereka yang terlibat.

Dari indikasinya, penilaian secara umum menonjolnya aktivitas teroris akan dibarengi dengan aksi pengumpulan dana dengan cara termudah, merampok dengan target toko emas atau bank. Sebagai contoh, dalam peristiwa  perampokan  Toko Emas "Terus Jaya" di Jalan Jembatan II RT 08/01, Angke, Tambora, Jakarta Barat pada hari Minggu (10/3/2013) sekitar pukul 10.10 WIB, setelah dilakukan penangkapan oleh pihak Polri, didapat bukti adanya keterkaitan antara perampokan dan kelompok teroris.

Polda Metro Jaya menduga kegiatan perampokan para tersangka yang ditangkap (6 hidup, satu ditembak mati)  terkait dengan upaya pencarian dana untuk aktivitas jaringan teroris (fa’i). Salah satu diantaranya atas nama Makmur alias Bram diketahui terlibat dalam kasus perakitan bom di Beji, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Menurut Kapolda Metro Jaya, Injen Pol Putut Eko Bayuseno  di Jakarta, Senin (11/3/20130, "Tersangka M alias B sebagai pelaku perampokan Bank CIMB Medan, Sumatera Utara dan tersangka bom Beji di Depok," katanya.

Oleh karena itu para pemilik toko emas sebaiknya juga melakukan pengamanan internal terhadap kemungkinan ancaman serupa. Tidak bisa hanya mengandalkan polisi yang tugasnya juga sangat luas. Misalnya dengan memasang CCTV, memasang alarm bahaya dan menempatkan petugas keamanan. Yang perlu diteliti lebih lanjut, kalau benar ini aksi kelompok teror, mereka kini mempunyai uang untuk aktivitasnya sekitar Rp3 milyar, sedang harga sebuah bom sekelas Bali-1 hanya Rp 600 juta. Agak mengkhawatirkan memang.

Oleh : Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

 

Artikel Terkait :

 

-Kader Aktif Teroris Mencari Fa'i dengan Merampok Toko Emas, http://ramalanintelijen.net/?p=6604

-Fadli Sadama Napi Narcoterrorism Lolos dari Tanjung Gusta, http://ramalanintelijen.net/?p=7032

-Fadli Sadama, Teroris Perampok CIMB Medan Divonis 11 Tahun, http://ramalanintelijen.net/?p=4007

 

 

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.