Gengster (Geng Motor) di Indonesia, AS dan NZ

17 April 2012 | 1:16 pm | Dilihat : 10076

Kata Gengster di Indonesia kini  adalah penyebutan diri  para anggota sebuah geng motor di Indonesia. Dari perkembangannya, beberapa geng motor selain main trek-trekan (balap liar), mereka juga melakukan aksi kekerasan bersama, bahkan  menyebabkan korban tewas. Kekerasan jalanan oleh anggota Geng  motor itu dirasakan sudah sangat meresahkan masyarakat.

Sebelum ulah geng pita kuning di Jakarta, juga terjadi beberapa kasus kekerasan dari geng motor  di kota Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan terakhir Minggu 15 April terjadi kekerasan di Makassar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Selain korban tewas maupun luka, kerugian material sudah sangat banyak. Menurut data Indonesia Police Watch (IPW), dalam setahun terakhir 60 orang tewas sebagai akibat aksi geng motor.

Keberadaan geng di Indonesia bukan warisan murni nenek moyang kita, para gengster lokal ini telah mencari  jati diri dan mengadopsi geng-geng di luar negeri yang mereka nilai hebat, kompak dan ditakuti. Karena itulah kemudian terbentuk komunitas geng yang menggunakan sepeda motor. Penulis coba menginformasikan dan mengulas beberapa informasi yang berkaitan dengan geng, gengster di Indonesia dan sedikit gambaran gengster di beberapa belahan dunia, khususnya di  AS dan New Zealand.

Amerika adalah pusat kebudayaan para gengster, yang kemudian budaya menakutkan itu menyebar ke seantero dunia. Penulis pernah bertugas di kota Wellington New Zealand selama tiga tahun, karena itu dari pengalaman dan sedikit pengetahuan yang ada menuliskan tentang gengster di NZ tersebut.

 

Kronologis Kasus Geng Motor Pita Kuning

 

Geng motor  semakin  terkenal dan menakutkan setelah "Geng Motor Pita Kuning" melakukan ulah kekerasan jalanan  tengah malam di Jakarta pada awal April 2012. Mereka melakukan pelbagai penyerangan di sejumlah tempat selama tiga malam.

 

 

Pada Sabtu (7/4/2012), di SPBU Shell di Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara, Kelompok lelaki yang jumlahnya lebih dari 15 orang itu menganiaya Soleh (17), Zainal (19), Reza (16), dan Adrian (19).  Soleh tewas dan tiga lainnya luka berat. Para penyerang memakai jaket hitam, celana jeans hitam, bersepeda motor Yamaha RX King dan Kawasaki Ninja. Di lengan kiri mereka terikat pita kuning. Pipi mereka masing-masing dicoreng cat putih.

Minggu (8/4/2012) pukul 02.30, empat remaja diserang dan dibacok penaik motor dengan atribut serupa di Jalan Benyamin Sueb. Korban adalah Muhamad Syarif, Mul, Fajri Caesar, dan Reza Palupi. Satu sepeda motor Yamaha Cripton dibakar. Sarif, Mul, dan Fajri masing-masing mengalami luka sobek akibat sabetan senjata tajam. Reza mengalami luka tusukan di punggung.

Jumat (13/4/2012), antara pukul 01.30 hingga 02.30, puluhan pesepeda motor, masih dengan atribut pita kuning, menyerang sejumlah orang di delapan lokasi. Salah satunya, terjadi pada pukul 02.15, mereka mengamuk di halaman parkir depan 7Eleven di Jalan Salemba Raya. Korban antara lain Ade Kirmawan dan Roby. Tiga sepeda motor dirusak pelaku. Roby adalah juru parkir. Lengan kanannya luka bacok karena menangkis sabetan celurit di lehernya.

Pukul 02.30, mereka mengamuk di sekitar Hotel Sentral - SPBU Shell, di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat. Anggi Darmawan (19) tewas. Usai menyerang, geng motor kuning itu  menuju ke Jalan Pemuda. Di tengah perjalanan, dua orang yang diduga penyerang itu ditembak oleh pengendara Toyota Yaris berwarna putih. Dua orang yang tertembak diketahui adalah Kelasi Sugeng Riyadi, anggota Lembaga Farmasi TNI AL dan Prada Akbar Fidi Aldian, anggota Yonif Linud 503 Kostrad.

Kasus geng motor pita kuning yang melibatkan sekitar 200 orang, menurut berbagai pihak terjadi sebagai aksi balas dendam karena Pada Sabtu (31/3/2012) pukul 02.30 WIB, Kelasi Arifin, tewas ditikam saat melintas di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu Staf Khusus Panglima Armada RI Kawasan Barat (Armabar) itu sedang mengawal truk.

Sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri banyak di kritik publik dan media. Disalahkan, karena dinilai lambat menangani ulah geng motor yang semakin beringas. Kasus Geng pita kuning di Jakarta dinilai karena tidak tegasnya aparat keamanan. Ketidaktegasan ini memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat. Akibatnya, mereka berani berbuat semaunya karena aparat seperti membiarkan aksi anarkistis yang dilakukan secara berkelompok.

Terkait beredarnya kabar, adanya dugaan terlibatnya anggota TNI dalam geng motor tersebut, Polda melibatkan POM TNI AL dan Garnisun untuk menganalisa hasil CCTV saat geng tersebut melakukan aksi di kedai 7Eleven, Salemba Raya. “Dari pada hanya menduga-duga, lebih baik kita melibatkan mereka - mereka pasti mengetahui benar siapa anggotanya. Jadi analisanya lebih mudah,” kata Kombes Pol Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Untuk mencegah geng motor pita kuning beraksi kembali, Rikwanto menuturkan Polda Metro Jaya menurunkan 250 personil untuk patroli keamanan di titik-titik lokasi rawan balapan liar. Personel kepolisian sudah melakukan patroli lapangan  dimulai pukul 21.00 hingga pagi hari. "Selain untuk mencegah geng motor beraksi kembali, patroli ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga Jakarta,” jelas Rikwanto.

 

Pendapat Pakar dan Media

 

Dalam salah satu tajuknya Koran Sindo dengan bahasa terangnya menyebutkan, Kepolisian sebagai garda terdepan penegakan hukum harus segera bertindak, mengusut pelaku kekerasan untuk kemudian memprosesnya sesuai derajat kesalahannya dan kemudian mengajukannya ke pengadilan. Aksi main hakim sendiri bisa terjadi karena sejumlah alasan. Misalnya ketidakpuasan atas keputusan pengadilan, ketidakadilan dalam penanganan kasus atau perkara, diskriminasi perlakuan, pembiaran secara sengaja,dan kelemahan penegakan hukum.

Keraguan maupun ketidakberanian aparat penegak hukum dalam menyidik perkara-perkara kekerasan yang melibatkan oknum dari institusi penegak hukum atau institusi negara lain adalah problem klasik yang terus berulang. Kita berharap apa yang terjadi di Jakarta bisa diselesaikan dengan baik oleh kepolisian sesuai dengan koridor hukum.Jangan sampai masyarakat kecil yang menjadi korban.

Kita juga melihat di liputan media, betapa mudahnya masyarakat di sejumlah daerah marah dan melampiaskan ketidakpuasan mereka atas apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya dengan aksi kekerasan. Publik mencatat, masyarakat kita sekarang mudah marah. Para pakar pun mengidentifikasi berbagai sebab yang bisa menjadi faktor penentu kemarahan itu. Di antaranya banyak faktor itu ketidakadilan mungkin mendapat porsi yang paling determinan.

 

Pengertian dan Organisasi  Gangster (Gengster)

 

Gangster menurut pemahaman di dunia internasional adalah kriminal yang merupakan anggota dari sebuah gangs (geng) . Beberapa geng di dunia adalah  bagian dari kejahatan terorganisir . Gangster disebut juga mafia.  Gangster telah aktif selama bertahun-tahun di negara-negara di seluruh dunia. Beberapa gangster, terutama Al Capone, menjadi sangat terkenal. The "Gangster" adalah  istilah yang  sekarang digunakan untuk anggota geng jalanan.

Istilah "Gangs" di dunia internasional umumnya digunakan untuk sebuah organisasi kriminal, dan "gangster" selalu diartikan sebagai seorang penjahat. Tidak ada konsensus yang jelas tentang evolusi terbentuknya geng di dunia. Para anggota geng sepakat memiliki rasa kebersamaan, identitas sama dan rasa memiliki,  ini biasanya diperkuat melalui kegiatan bersama dan melalui identifikasi visual seperti tato, pakaian khusus, sepeda motor  atau cincin.

Meskipun geng dan gangster sudah banyak yang terbentuk di beberapa negara,  mereka akan memainkan peran yang lebih menonjol apabila tatanan sosial melemah atau ketika pemerintah berusaha menekan akses ke barang atau jasa dengan permintaan yang tinggi.

 

 

Beberapa Geng terkenal di dunia, diantaranya adalah The Outfit Chicago (AS) yang diciptakan oleh Al Capone  yang  hidup sampai abad 21.  Mafia ini adalah geng besar dan terstruktur dengan baik. Di New York City terdapat  geng Irlandia seperti Whyos dan Dead Rabbits. Terdapat juga geng dari Italia Five Points dan geng Yahudi , Gang Eastman . Terdapat juga Geng imigran China di AS (Tongs), para anggota Triad dari China bergabung dengan Tongs di AS. Mereka  direkrut geng ini untuk melindungi pemerasan, perjudian dan operasi narkotika mereka.

Kejahatan terorganisir telah ada di Rusia sejak zaman Kekaisaran Rusia mereka adalah  bandit terorganisir. Mantan agen dinas rahasia KGB dan veteran perang Afghanistan,  Perang Chechnya Kedua  yang  menganggur, dengan pengalamannya kemudian bergabung dengan kelompok penjahat. Organisasi kriminal lain yang muncul di Balkan sekitar yang populer disebut Mafia Serbia , Bosnia Mafia , Bulgaria Mafia dan Mafia Albania.

 

 

Triad di China (Hongkong), kemudian berkembang menjadi masyarakat kriminal, saat ini sangat terorganisir, dengan departemen yang bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi seperti akuntansi, rekrutmen, pelatihan komunikasi, dan kesejahteraan di samping lengan operasional. Mereka terlibat dalam berbagai kejahatan termasuk pemerasan, uang, penyelundupan perdagangan pencucian, dan prostitusi.

 

 

Yakuza adalah kelompok  sindikat kejahatan tradisional yang terorganisir di Jepang . Mereka terkenal karena aturan yang sangat ketat.  Pada 2009 mereka memiliki 80.900 anggota diperkirakan. Yakuza  berasal dari dua klasifikasi pada periode Edo, Tekiya , kelompok dari mereka yang menjajakan barang terlarang terlarang, barang curian dan perampokan.  Bakuto , adalah kelompok mereka yang terlibat  dalam perjudian.

 

Geng di New Zealand

 

Penulis pernah bertugas di KBRI New Zealand selama tiga tahun pada tahun 1986-1990. Penugasan  dalam bidang  security dan perwakilan Mabes TNI, yang banyak berinteraksi dengan pihak kepolisian NZ. Beberapa kali pernah mengadakan pertemuan dengan anggota geng. Rata-rata mereka naik motor harley, mobil besar bak mafia dan badan penuh tatoo. Yang menakutkan mereka banyak yang membawa senjata api (shot gun), yang memang diijinkan oleh pemerintah NZ.

Senjata api dijual bebas di NZ, dengan aturan yang ketat. Penduduknya NZ mayoritas berkulit putih, penduduk asli suku Maori dan dari kepulauan (Polinesia). Para geng tersebut harus berfikir ulang apabila berseteru dengan penduduk, karena penduduk juga rata-rata memiliki senjata api.

Menurut Polisi Selandia Baru, tercatat ada tiga geng yang paling menonjol Selandia Baru. Mereka  adalah geng Black Power (tidak terkait dengan gerakan Afrika-Amerika ), Mongrel Mob, dan The Nomads. Geng lain yang cukup menonjol di daerah tertentu, adalah The Junior Don King dan Dope Money Sex (DMS) di Auckland.

Menurut buku Gangs oleh Ross Kemp , Selandia Baru memiliki geng lebih banyak per kepala dibandingkan  negara lainnya di dunia, dengan jumlah  sekitar tujuh puluh geng utama yang beranggotakan lebih dari 4.000, dibandingkan populasinya yang sekitar 4.000.000 orang, maka perbandingan keanggotaan geng sangat menonjol.

Meskipun Black Power mengambil nama dari gerakan pembebasan hitam dengan nama yang sama, dalam banyak hal,  mereka jauh lebih mirip dengan kelompok motor putih Amerika seperti Hell's Angel. Anggota geng menurut polisi NZ, adalah minoritas penjahat. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 menunjukkan bahwa 11,3 persen dari penghuni penjara adalah anggota geng. Dari jumlah tersebut, 35 persen adalah anggota Mongrel Mob  dan 33 persen anggota Black Power.

 

Black Power.  Geng ini  dibentuk pada akhir tahun 1960 di Wellington dengan nama Black Bulls, dan keanggotaannya terutama etnis  Maori dan dari Kepulauan Pasifik . Black Powerbanyak terlibat dengan berbagai jenis kejahatan, terutama dlam  menangani obat bius. Simbolnya adalah American Black Power Movement, dengan simbol kepalan tinju  berwarna biru dan hitam.

 

 

Head Hunters MC. Geng ini adalah klub sepeda motor,  salah satu klub sepeda motor tercepat di negara ini. Memiliki cabang di Barat Auckland, Wellsford, Northland dan terakhir Wellington. Awal dibantuk pada tahun  1967. Pada akhir 2010 anggota klub sepeda motor di Wellington Sinn Fein telah bergabung menjadi bagian dari Head Hunter.

 

 

Mongrel Mobs. Geng ini  dibentuk di Hastings sekitar tahun 1968 dan, sebagai  saingan Black Power. Geng ini telah aktif dalam kejahatan terorganisir dan telah terlibat dalam beberapa pembunuhan. Simbolnya adalah anjing buldog mengenakan memakai pakaian Jerman Stahlhelm dan helm. Geng ini memanfaatkan citra Nazi agar terkenal. Warna mereka adalah merah dan hitam. Mongrel Mob saat ini merupakan geng terbesar di New Zealand.

 

 

Geng Sepeda Motor. Devil's Henchmen MC (Christchurch and Timaru), Epitaph Riders MC (Christchurch and Greymouth), Filthy Few MC (Tauranga, Rotorua, Waihi and Matamata),  Forty Five MC (Auckland), Greasy Dogs (Mount Maunganui), Huhu MC (Tokoroa).  ,Lone Legion MC (Blenheim), Lost Breed MC (Nelson)Magogs MC (New Plymouth), Mothers MC (Palmerston North), Outcasts MC (Hamilton), Outlaws MC (Napier), Red Devils MC (Nelson), Southern Vikings MC (Dunedin), Templars MC (Christchurch), Tyrants MC (Pahiatua), Ara Toa Whanau MC (Palmerston North, Horowhenua, Heretaunga).

 

Ethnic Gangs. StormTroopers (Dargaville), Tribal Huk (Ngaruawahia), FBI's (Full Blooded Islanders),  Pacific Islanders, Wellington, Right Wing Resistance,  A White Supremacist skinhead.

 

Street/Youth Gangs. Bloods (Nationwide), Crips (Nationwide), Darksiders (Connected to Black Power, Wellington), Dope Money Sex (Central Auckland), Killerbeez (Connected to the Tribesman), T.O.C. (Thugs of Canal), J.C.B. (Junior Crip Boys),  Otahuhu based crip gang.

 

Enam Geng Motor di Amerika Serikat

 

Hells Angels. Geng Motor Hell Angels dibentuk pada 17 Maret 1948 di Fontana,San Bernardino, Amerika Serikat. FBI dan Badan Intelijen Kanada menempatkan Hell Angels sebagai salah satu geng motor dari empat besar geng motor yang ada.

 

 

Mongols. Mongols MC dibentuk pada 1969 di Montebello, California. Anggotanya merupakan bikers yang ditolak masuk ke Hell Angels MC karena faktor ras. Warna kulit anggota Mongols MC terdiri atas hitam dan putih.

 

 

Pagans. Geng Motor Pagans dibentuk oleh Lou Dobkin pada tahun 1959 di Prince George’s County, Maryland, Amerika Serikat. Geng yang berseragam jaket jeans biru berkembang cepat mulai tahun 1965.

 

 

Outlaws. Geng Motor Outlaw merupakan kelompok tertua. Geng ini dibentuk di Bar Matilda McCook, Illinois, Amerika Serikat, pada tahun 1935. Jaket seragamnya terinspirasi dari jaket kulit yang dikenakan Marlon Brando dalam film The Wild One.

 

 

Sons of Silence. Geng ini dibentuk di Niwot, Colorado, Amerika Serikat, pada tahun 1966. Geng ini bermoto “sampai kematian memisahkan kita”, yang menggambarkan kesetiaan anggotanya pada kelompoknya.

 

 

Empat Geng Motor Terkenal di Indonesia

 

Dari sebuah media online, disebutkan bahwa geng motor pada awalnya terbentuk di daerah Jawa Barat (Bandung) dan kemudian beberapa daerah membentuk komunitas tersendiri, walaupun tidak terorganisir seprti di Bandung.

Geng motor yang terkenal di Indonesia terlihat sangat kental mengadopsi/meniru geng-geng di luar negeri. Empat geng terkenal dan terus berkembang hingga kini ada empat buah. Menarik informasi  yang dituliskan oleh Arkaprana.

 

 

Grab On Road (GBR). Grab On Road Indonesia didirikan di bandung pada tgl 13/14 februari 1989, organisasi ini didirikan sebagai wadah menyatukan visi misi dan hoby para anggotanya. Geng ini dilahirkan di lingkungan SMPN 2 Bandung. Mereka tak suka dengan kebut-kebutan, sekalipun banyak yang belum memegang surat ijin mengemudi. Kelompok ini mengidentifikasi diri dengan segala sesuatu yang berbau Jerman, paling tidak warna benderanya hitam-merah-kuning (urutan dari atas ke bawah). Meski lahir di SMPN 2 Bandung, anggota GBR beragam. Menurut penulis (Arkaprana),  Grab on road juga mempunyai nama Lain "Garda  Bangsa Reformasi."

 

 

Exalt To Coitus (XTC). Geng ini dibentuk pada tahun 1982 oleh 7 orang pemuda. Namanya kemudian diganti menjadi Exalt To Creativity, karena nama semula dipandang  agak berbau porno. Mereka membawa bendera berwarna paling atas putih-biru muda-biru Tua. Di tengahnya ada gambar lebah yang melambangkan solidaritas antar anggota. Bila salah satu di antara mereka ada yang diserang, maka yang lainnya akan membela. Mereka kini mendirikan Sexy Road Indonesia, kumpulan gengster XTC se-Indonesia yang berpusat di Bandung, untuk memfasilitasi anggotanya yang sudah melebihi 10.000 orang. Tak hanya Moonraker sebenarnya. Brigez dan GBR, juga menyatakan permusuhannya terhadap XTC.

Brigez (geng motor lain)  paling antipati terhadap XTC, walau penyebab terjadinya permusuhan tidak jelas sampai sekarang. Namun, baik XTC maupun Brigez menyatakan perang satu sama lain hingga saat ini. “Setiap gengster ingin menjadi yang nomor satu, kenyataannya kami memang yang paling banyak anggotanya,” ujar Ari Rinaldi, salah satu anggota XTC mencoba menjawab alasan mengapa XTC banyak dimusuhi oleh geng lain. Perebutan wilayah termasuk upaya dalam rangka memperluas daerah kekuasan dan meningkatkan prestise dikalangan gengster. Menurut Felix, penyerangan biasanya dilakukan diam-diam ke basis-basis lawan. Anggota XTC, banyak anak-anak dari lingkungan TNI atau Polisi.

Pada pertengahan tahun 2003, XTC melakukan penyerangan sensasional. Mereka menyerang kantor Polisi Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Bandung. Semua anggotanya mengepung kantor Polwiltabes. Polisi tak bisa berbuat banyak menghadapi ribuan massa yang memadati Jalan Merdeka sepanjang kurang lebih 3 km. Beberapa orang yang dituduh provokator ditahan di kantor Polwiltabes Bandung. “Kalau gak ada XTC ya gak rame, gak akan terjadi perang,” Iskandar menambahkan. Tapi ia menitip pesan untuk para aparat,  “Tolong rangkul kami, masa GAM dengan RI saja bisa berdamai?.”

 

 

Moonraker (M2R).  Geng ini adalah geng tertua di Bandung, dianggap sebagai ruh dari semua geng motor di Bandung. Moonraker lahir pada tahun 1978. Sel-sel komunitas ini disatukan oleh tujuh orang pemuda yang sama-sama hobi balap. Nama “Moonraker” diambil dari salah satu judul film James Bond. Awalnya mereka mengusung bendera berwarna putih-biru-merah dengan gambar palu arit di tengahnya. Namun, karena pemerintah Indonesia  melarang ideologi komunis (simbol palu arit), mereka lalu mengganti bendera kebanggaannya dengan warna merah-putih-biru, bergambar kelelawar.

Gambar ini mereka adopsi dari lambang “Hell Angel”,  geng motor di Amerika Serikat. Kelompok ini konsisten dengan sistem keorganisasiannya. Setiap tahun ada penggantian kepengurusan dan membuat program-program kerja. Struktur Organisasinya terdiri atas Divisi Balap, Panglima Perang (Paper), dan Tim SWAT atau regu penyelamat. “Panglima Perang” mungkin terdengar unik dalam sebuah organisasi pencinta motor.

Di Moonraker sendiri, Panglima Perang bertugas mengkoordinir anggota pada saat terjadi tawuran, atau sebagai pembuat keputusan pada saat terjadi bentrok dengan kelompok lain. Jika ada keputusan perang, informasi menyebar ke seluruh anggota paling lama dalam waktu 24 jam.

Bagi para pembangkang yang melanggar tata tertib organisasi, sudah disiapkan tempat yang mereka sebut dengan nama “Sel 13,” semacam mahkamah pengadilan. Tempat ini paling dihindari oleh semua anggota. Jangan mengharap sebuah proses hukum layaknya sebuah lembaga pengadilan. Di sini para pembangkang itu akan mendapat penyiksaan dari senior-seniornya.

Kategori pelanggaran itu antara lain memakai dan mengedarkan narkoba, bertindak melanggar hukum dan menjalin hubungan kasih dengan sesama anggota Moonraker. Pengikut Moonraker semakin lama, terus membengkak. Kini tercatat anggotanya mencapai ribuan orang, tersebar di berbagai wilayah.

Menurut Dandy Alfandy, salah satu tokoh Moonraker, sejak awal kelompok ini berorientasi pada balapan. Konflik dengan geng XTC (musuh terbesar Moonraker) pertama kali dipicu saat berlangsung kompetisi Road Race piala Djarum Super tahun 90-an.Persoalannya hanya senggol-menyenggol di arena balapan. Puncaknya, terjadi tawuran besar-besaran antara ke dua geng ini pada tahun 1999.

Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain, beringas, ganas dan selalu siap perang pada malam hari.  Moonraker mampu berkuasa di Bandung. Sepanjang Jalan Dago, Dipati Ukur dan Dago pojok merupakan wilayah kekuasaanya.

 

 

Brigez. Brigez Bandung Auto Sport  adalah  kepanjangan dari Brigade Seven yang mengambil nama dari asal sekolah SMAN 7. Delapan pelajar SMA itu bertemu setelah beberapa waktu sebelumnya terlibat tawuran.  Kedelapannya adalah pecinta otomotif khususnya motor selain mereka merasa mempunyai ikatan solidaritas yang terjalin karena tawuran.

salah satu geng motor terbesar di bandung ini yang pada awal mulanya berorientasi sekedar kebut-kebutan di jalan sekaligus membela diri dari serangan pada saat tawuran, kini berkembang dan menyimpang dari orientasi dan tujuan awalnya.

Salah satu contoh peristiwa pembantaian yang terjadi di jalan layang kiara condong akhir 2007 telah  menelan satu korban jiwa, peristiwa terjadi karena mereka merasa panji kebesarannya dinjak-injak walau pun salah satu senior dari mereka Benet dan rekan-rekannya di tangkap dan di vonis masing-masing 9 tahun penjara dengan tuduhan pembunuhan berencana. Meski di hukum  penjara, Benet tetaplah dijadikan icon Brigez sebagai senior yang mempunyai loyalitas oleh para anak-anak didiknya.

 

Pembiaran Yang Berbahaya

 

Mungkin istilah pembiaran tidak popular dan kurang baik  bagi sikap aparat terhadap Geng, gengster, gangs dan organisasi-organisasi yang sangat lekat dengan tindak anarkis. Yang kini terjadi adalah sebuah proses sebagai akibat kebebasan dari demokrasi. Salahkah demokrasi, jelas tidak. Hanya proses dan dinamika demokrasi terlalu dilepas tanpa adanya pendidikan politik yang jelas  bagi masyarakat.

Melihat fakta tersebut diatas, terlihat bahwa geng motor telah cukup lama terbentuk di Indonesia, dengan Bandung sebagai kota yang memprakarsainya. Nah, perkembangan selanjutnya adalah karena mudahnya masyarakat medapatkan sepeda motor dengan cara kredit. Juga hal ini tidak dapat disalahkan, karena belum memadainya transportasi umumwalau ibukota kini dikuasai kendaraan roda dua ini.

Bagaimana kedepannya?. Apakah kita akan membiarkan generasi penerus kita berkembang begitu saja tanpa arahan yang jelas. Jiwa muda yang sedemikian bebas akan berkembang tanpa arah dan dapat dipastikan akan membentur apapun yang menghalangi mereka. Persatuan dan kesatuan, kegiatan diantara mereka akan sulit diatasi apabila mereka melakukan tindakan anarkis dan bahkan kriminal bersama-sama. Menyakiti dan membunuh akan menjadi hal yang biasa mereka lakukan.

Nah, sebelum terlambat, jangan biarkan anak-anak muda kita semakin terjerumus kedalam jalan yang sesat. Penulis pernah menjadi Ketua Motor Besar Angkatan Udara, sangat nikmat berada diatas kuda besi itu memang. Beberapa anggota kelompok Harley mengatakan "Bila anda sudah duduk diatas Harley, anda sudah berada di jalan yang benar." Itulah kalimat mendunia dari bikers Harley. Naik motor besar itu nyaman "No Phone, No People, No Pressure."

 

 

Jadi, rangkulah para geng motor itu, "Apakah  kita-kita yang sudah di usia senja harus ikut berpartisipasi  mengumpulkan gengster itu?". Tidaklah, badan sudah pegal, kordinasi antara otak dan motorik kadang tidak sinkron, biarlah generasi penerus yang mengatur. Tegas saja, jangan takut sama HAM, selama koridornya jelas ya "Hajar Bleh!."

Anak penulis mengatakan, "Gampang loh Pa bangsa kita ini sekarang di adu domba, karena kepemimpinan di semua lini lemah, takut HAM!." Itu kata anak kecil.  Bayangkan kalau ada Mongrel Mob, Mongols atau Hell's Angels disini, badannya gede-gede, full tatoo, naik motor besar Brum, Brum....tambah bagaimana? Selamat bertugas pak. Mereka butuh pembinaan. Prayitno Ramelan ( www.ramalanintelijen.net )

 

 

 

 

Share
This entry was posted in Sosbud. Bookmark the permalink.