ISIS KHORASAN DETONATOR KONFLIK MEMATIKAN DI AFGHANISTAN

31 August 2021 | 6:04 am | Dilihat : 224

isis-k-thf4

ISIS (Islamic State ) Khorasan, militan yang meledakkan bom bunuh diri di Bandara Hamid Karzai kini diburu CIA (foto : Tribunnews)

Pada tanggal 26 Agustus 2021 pukul 17:50 waktu setempat (13:20 UTC), pada saat berlangsungnya evakuasi udara baik expatriat maupun warga dari Afghanistan, sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di dekat Gerbang Biara (Abbey Gate) di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul. Ledakan terjadi di sebuah kanal dimana terdapat pasukan Amerika di satu sisi yang memeriksa paspor pengungsi, visa dan dokumen lainnya sebelum mengizinkan mereka masuk ke dalam bandara.

Laporan sementara sekitar 170 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk diantaranya 28 anggota Taliban, 13 anggota militer Amerika Serikat dan 3 WN Inggris. Tentara AS yang tewas diidentifikasi sebagai sepuluh Marinir, dua Prajurit AD, dan satu daru Korps Angkatan Laut. Kematian tentara AS tersebut adalah kematian warga AS pertama di Afghanistan sejak Februari 2020 dan merupakan kematian terbanyak personel militer AS sejak penembakan Boeing Chinook di Afghanistan tahun 2011. Sedikitnya tercatat 200 orang lagi terluka, termasuk 18 personel militer AS dan lebih banyak lagi anggota Taliban. Setelah ledakan, terdengar letusan tembakan, dan semua gerbang ke bandara ditutup.

Serangan suicide bombing itu diakui dan dilakukan oleh ISIS-K (Khorasan) yang merilis pernyataan, mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan dan menyebut jaringannya sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut.

ISIS-K dan Taliban adalah musuh bebuyutan yang terus terlibat dalam konflik panjang yang mematikan. Pemimpin jaringan Haqqani, Khalil Haqqani, saat ini bertanggung jawab atas keamanan di Kabul. Sejumlah militan ISIS-K dan Al Qaeda dilaporkan dibebaskan oleh Taliban pada tanggal 15 Agustus dari penjara Pul-e-Charkhi, bersama dengan semua tahanan lain di sana.

Islamic State Khorasan (IS-K) Afghanistan

IS-K (Khorasan Negara Islam) adalah afiliasi regional dari kelompok Negara Islam. Kelompok ini dikenal paling ekstrim sering melakukan kekerasan diantara semua kelompok militan jihadis di Afghanistan. IS-K didirikan pada Januari 2015 pada puncak kekuasaan ISIS di Irak dan Suriah, sebelum kekhalifahan yang dideklarasikan Abubakar Al-Baghdadi dikalahkan oleh koalisi pimpinan Amerika.

Pejabat intelijen AS mengatakan keanggotaan ISIS-K terdiri dari anggota ISIS veteran dari Suriah dan jihadis teroris lain, termasuk beberapa anggota Taliban Pakistan (Tehrik-i-Taliban/TTP) hingga milisi di Afghanistan sendiri, terutama anggota Taliban Afghanistan yang membelot karena tidak melihat organisasinya cukup ekstrim. Intelijen AS telah mengidentifikasi 10 hingga 15 operasi utama mereka di Afghanistan.

Nama "Khorasan" adalah wilayah bersejarah yang merupakan bagian dari Afghanistan dan Pakistan. Sebelum ISIS Khorasan terbentuk, Badan intelijen AS telah mewaspadai organisasi Al Qaeda yang juga bernama Khorasan sebagai grup elit Al Qaeda, baca artikel penulis, http://ramalanintelijen.net/2014/10/08/teroris-khorasan-grup-elit-al-qaeda-akan-menyerang-as-dan-sekutu/

Khusus IS-K, pada masa puncaknya, kekuatan kelompok sekitar 3.000 jihadis, namun jumlahnya menyusut setelah jatuh korban yang signifikan dalam bentrokan dengan pasukan AS dan Afghanistan, dan juga dengan Taliban. IS-K selama ini terus menargetkan pasukan keamanan Afghanistan, politisi dan kementerian Afghanistan, Taliban, minoritas agama, termasuk Muslim Syiah dan Sikh, pasukan AS dan NATO, dan juga lembaga internasional, termasuk organisasi bantuan.

IS-K melakukan kekejaman terburuk dalam beberapa tahun terakhir, menyerang sekolah, perempuan, rumah sakit dan bahkan bangsal bersalin, di mana mereka dilaporkan menembak mati wanita hamil dan para perawat. Berbeda dengan Taliban, yang kepentingannya terbatas menguasai Afghanistan, IS-K adalah bagian dari jaringan ISIS global yang berupaya melakukan serangan terhadap sasaran Barat, internasional, dan kemanusiaan di mana pun target dapat mereka jangkau.

ISIS dan Taliban memiliki prinsip, misi dan visi yang jauh berbeda mulai dari hal-hal kecil soal penafsiran agama hingga strategi kelompok. Kedua kelompok itu sama-sama mengklaim sebagai kelompok yang merepresentasikan jihad Islam. IS-K memiliki basis di provinsi timur Nangarhar, dekat dengan rute penyelundupan narkoba dan rute keluar masuk manusia dari Pakistan. Karena sebagian besar kegiatannya berada di Nangahar dan Kabul, mereka juga mengklaim serangan di provinsi Kunar, Jowzjan, Paktia, Kunduz dan Herat. Kini mereka menyerang Bandara di Kabul

Sebenarnya IS-K memiliki link dengan Taliban melalui pihak ketiga yaitu jaringan Haqqani yang terkait erat dengan Taliban, melalui Khalil Haqqani tokoh yang sekarang bertanggung jawab keamanan di Kabul. IS-K menganggap militan Taliban "murtad", membuat pembunuhan mereka sah menurut interpretasi mereka atas hukum Islam. Militan ISIS sekarang mewakili tantangan keamanan utama bagi pemerintahan Taliban yang akan datang, sesuatu yang sama-sama dimiliki oleh para pemimpin Taliban dengan badan-badan intelijen Barat.

Reaksi Taliban dan Amerika Serikat

Melalui tweet juru bicara Taliban mengutuk serangan itu, dengan mengatakan "lingkaran jahat akan dihentikan dengan tegas". Abdullah , mantan Kepala Eksekutif Afghanistan dan pemimpin Koalisi Nasional Afghanistan saat ini, mengutuk serangan itu. Beberapa warga sipil menyatakan kepada wartawan bahwa serangan itu telah memperkuat tekad mereka untuk mengungsi dari negara itu karena takut akan serangan lagi.

Presiden AS Joe Biden menyatakan dalam pidato publik setelah serangan tersebut,  menghormati warga Amerika yang tewas dalam serangan itu, dan menyebut mereka sebagai pahlawan, mengatakan mereka kehilangan nyawa mereka "dalam pelayanan kebebasan". Dia mengungkapkan kesedihan mendalam bagi para korban warga Afghanistan.Biden mengatakan kepada mereka yang ingin mencelakakan AS bahwa "kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar."

Komando Pusat America CENTCOM mengatakan Operasi Intelijen dan udara AS (drones) kemudian melakukan serangan ke target IS-K di provinsi Nangahar, 2 petinggi IS-K tewas dan satu luka-luka. "Tanpa merinci rencana masa depan, saya akan mengatakan bahwa kami akan terus memiliki kemampuan untuk membela diri dan memanfaatkan kemampuan over-the-horizon untuk melakukan operasi kontraterorisme sesuai kebutuhan," kata Major General William "Hank" Taylor seperti dikutip dari NBC News, Minggu (29/8/2021).

Banyak negara menyatakan kecaman atas serangan bandara Kabul dan solidaritas dengan para korban dan pasukan yang melakukan evakuasi di bandara.

Analisis

Sesuai perjanjian bahwa AS skan menarik semua pasukannya pada tanggal 31 Agustus 2021, Presiden Joe Biden mengatakan kepada para pemimpin G7 bahwa Amerika Serikat tengah berupaya menyelesaikan evakuasi dari Afghanistan pada 31 Agustus.2021, namun dia juga meminta rencana darurat disusun jika tenggat waktu yang ditentukan tidak dapat dipenuhi.

Amerika Serikat telah mengevakuasi sekitar 58.000 orang, termasuk lebih dari 4 ribu orang Amerika, dari Afghanistan sejak 14 Agustus, sehari sebelum Taliban memasuki Kabul dan mengambilalih kekuasaan. Beberapa ribu orang lainnya telah dievakuasi oleh negara-negara sekutu Eropa seperti Jerman dan Inggris.

Tanggal 31 Agustus 2021 adalah waktu kritis, sebagai batas penarikan penuh pasukan AS.  Taliban memperingatkan Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya bahwa mereka tidak akan menerima perpanjangan batas waktu evakuasi. Sementara Australia, Perancis dan Inggris sudah menghentikan evakuasi dari Bandara Hamid Karzai. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan Taliban akan merebut kontrol bandara ketika pasukan AS telah mundur sepenuhnya dari negara itu.

Nampaknya kondisi keamanan di Afghanistan akan semakin tidak menentu, IS-K menurut Presiden AS Joe Biden akan kembali menyerang dan Taliban akan berusaha menguasai Bandara Hamid Karzai, kekuatan NATO sudah pull out. Bila terjadi pertumpahan darah, yang akan menjadi korban terutama rakyat Afghanistan serta pihak AS. Sulit diprediksi tragedi kemanusiaan di sana. Nampaknya posisi sulit akan dihadapi AS menghadapi serangan teror yang sulit diprediksi.

Nah bagi Indonesia sudah sangat tepat telah mampu mengevakuasi para staf KBRI dari Kabul dengan selamat. Penulis menyarankan Indonesia jangan mengambil sikap dahulu dengan Taliban, sebaiknya menunggu perkembangan situasi yang complicated dan sulit di prediksi. Rasanya terlalu cepat dan kurang tepat Menlu Retno dikabarkan menemui perwakilan Taliban di Qatar. Taliban kepentingannya hanya fokus menguasai negaranya berbeda dengan ISIS yang memiliki konsep membangun kekhalifahan global.

Kesimpulan

Hari Selasa (31/8/2021) adalah waktu kritis di Afghanistan, kemungkinan terjadinya konflik bersenjata sangat besar. Potensi pembantaian manusia dengan suicide bombing sangat memungkinkan. Amerika Serikat harus bijak, tidak bisa semua bisa diatasi sendiri dengan kekuatan senjata. AS dan sekutunya hanya memiliki jembatan udara. Begitu Bandara diserbu, maka korban akan berjatuhan. Sulit melawan kelompok militan yang fanatis di negaranya sendiri. Afghanistan bagi AS adalah versi Vietnam babak dua. Semoga bermanfaat Pray Old Soldier

Peulis : Marsda TNI Prayitno Wongsodidjojo Ramelan, Pengamat Intelijen ; www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Hankam, Politik. Bookmark the permalink.