Garuda Indonesia Perlu Waspada Terkait Accident Egypt Air MS-804

23 May 2016 | 6:28 pm | Dilihat : 2235

egyptair-ms804-kepulkan-asap-lalu-terjun-bebas-ke-laut-IPH (1)

Airbus 320-232 Egypt Air flight number MS-804 yang mengalami accident di Laut Mediterania (Foto :mirror)

Jatuh dan hilangnya pesawat Airbus 320 perusahaan Egypt Air kini menarik perhatian pengamat intelijen internasional karena adanya indikasi peran terorisme dalam hilangnya flag carrier dari negara Mesir tersebut. Arah penyelidikan memang harus dua sisi yaitu sisi penyebab standard penerbangan terjadinya kecelakaan yaitu human error, masalah teknis pesawat dan cuaca. Menurut statistik kecelakaan pesawat, 80 persen kecelakaan terjadi dalam rentang waktu tiga menit saat pesawat take off dan delapan menit saat pesawat akan landing.

Sementara penyebab lainnya yang ekstrem adalah aksi serangan sebagai bagian dari asimetric war atau bisa juga serangan teror kelompok militan. Ancaman tersebut bisa berupa sabotase, peledakan, pembajakan atau penembakan pesawat dengan peluru kendali.

Beberapa kasus kecelakaan yang menonjol dan terkait dengan  penyebab ekstrem diantaranya ; raibnya Malaysia Airlines MH370 pada 8 Maret 2014 yang menurut penulis adalah bagian dari aksi proxy war. Di samping itu ditembak jatuhnya MH17 di wilayah udara Ukraina pada 17 Juli 2014 juga termasuk rangkaiannya. Kedua serangan adalah operasi intelijen dimana baik agent action ataupun handler-nya tidak terungkap. Akan tetapi misteri dapat terbaca oleh analis intelijen.

Metrojet-Flight-9268-Russia-Confirms-Bomb-Caused-Down-Plane-in-Egypt

Pesawat Metrojet Rusia yang meledak dan  jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, Sabtu (31/10/2015) akibat sabotase bom dari ISIS (foto:nbcnews)

Aksi teror berupa sabotase yang menonjol terjadi pada bulan Oktober 2015, dimana sebuah A321, yang dioperasikan oleh maskapai Metrojet Rusia  meledak dan jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, Sabtu (31/10/2015) karena ledakan bom, dan menewaskan 224 orang penumpang di dalamnya. Sebuah afiliasi lokal dari kelompok militan jihad Islamic State cabang Provinsi Sinai, mengatakan bertanggung jawab telah menyelundupkan perangkat bom ke dalam pesawat.

Kronologi Kasus Kecelakaan Airbus Egypt Air MS-804

Pesawat Airbus 320-232 flight number MS804 dari maskapai EgyptAir (terdaftar sebagai SU-GCC) meninggalkan bandara Charles de Gaulle Perancis pada hari Rabu (18/5/2016) pukul 21:09 GMT atau 23:09 local time. Pesawat dijadwalkan akan tiba (ETA) di ibukota Mesir, Kairo pada hari Kamis (19/5/2016) pukul 01:15 GMT atau 03:15 local time. On board pada Airbus tersebut 56 penumpang, tujuh awak dan tiga petugas keamanan asal Mesir.

Pada pukul 23:24 GMT (02:24 waktu Athena), pesawat memasuki wilayah udara Yunani, dimana Hellenic Civil Aviation Authority (HCAA) mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa pengendali lalu lintas udara Yunani telah berbicara dengan pilot pada 23:48 GMT saat pesawat terbang di atas pulau Kea. Pilot melaporkan tidak ada masalah.

Pengendali mencoba untuk kembali melakukan kontak dengan pesawat pada pukul 00:27 GMT, sebelum MS-804 meninggalkan wilayah udara Yunani, tetapi meskipun berulang kali dilakukan panggilan, pesawat tidak menanggapi. Kontroler kemudian beralih pada frekuensi darurat tetapi tetap tidak ada jawaban. Diketahui pada 00:29 GMT, MS804 termonitor meninggalkan wilayah udara Yunani dan diketahui pada pukul 00: 29.40 GMT, menghilang dari radar Yunani (laporan HCAA).

kammenos

Menhan Yunani Panos Kammenos yang mengungkap pergerakan ekstrem pesawat sebelum menghilang dari pantauan radar (foto: hellenicinsider)

Menurut EgyptAir, MS804 dilaporkan kehilangan kontak dengan radar Mesir pada pukul 00:30 GMT (02:30 waktu Kairo), ketika itu posisinya berada pada jarak 280km (174 mil) dari pantai Mesir. HCAA menyebutkan pencarian dan operasi penyelamatan dinyatakan dimulai pada 00:45 GMT.

Menteri Pertahanan Yunani Panos Kammenos mengatakan bahwa dari pantauan radar militer Yunani tertangkap profil penerbangan MS804, bahwa sebelum menghilang dari radar, pesawat membuat dua putaran mendadak dan tiba-tiba kehilangan ketinggian. Dijelaskannya, "Ternyata MS-804 berbelok 90 derajat ke kiri dan kemudian berputar 360 derajat ke kanan, turun dari ketinggian 37.000ft [11,300m] ke ketinggian 15,000ft [4,600m] dan kemudian hilang dari pantauan radar pada ketinggian 10.000 ft[3.000 m]," katanya dalam konferensi pers. Kammenos mengatakan pihak berwenang Yunani telah merusaha melakukan pencarian puing-puing di daerah Selatan dan Selatan-Timur dari pulau-pulau Yunani dari Kassos dan Karpathos.

Pihak EgyptAir mengatakan pada halaman Twitter-nya bahwa pesawat telah mengirim sinyal darurat pukul 02:26 GMT (04:26 waktu Kairo) diperkirakan dari sebuah suar darurat dan dua jam setelah itu menghilang dari layar radar. Tapi pernyataan kemudian menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan lebih lanjut tidak ditemukan panggilan marabahaya telah diterima. Sebuah sumber di kementerian pertahanan Yunani sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa para pejabat Yunani sedang menyelidiki akun dari kapten kapal dagang yang mengatakan ia telah melihat "nyala api di langit" sekitar 240km (130 mil laut) dari Karpathos.

Pendapat Pejabat dan Analis Penerbangan dan Keamanan

Pada Jumat (18/5/2016) pagi, personil militer Mesir mengatakan telah menemukan beberapa barang dan puing-puing dari pesawat yang hilang tersebut. Tim pencari menemukan bagian-bagian bagasi dan puing-puing lain di daerah kecelakaan, yang ditemukan berjarak sekitar 180 mil sebelah Utara Alexandria Kairo. Sementara European Space Agency menyatakan pada Jumat sore itu juga telah melihat genangan minyak di dekat lokasi reruntuhan, diharapkan akan merupakan petunjuk apakah pesawat meledak di udara atau hancur saat jatuh ke laut.

egypt-air-debris-kdwn

Beberapa barang bukti yang berasal dari pesawat Egypt Air MS-804 (foto:kdwn)

Presiden Abdel Fattah al-Sisi telah mengkonfirmasi tidak ada harapan adanya penumpang yang selamat kemudian kantornya mengeluarkan pernyataan "Presiden dengan hati sedih dan menyesal berduka atas jatuhnya korban pada penerbangan Egypt Air yang tewas setelah pesawat itu jatuh di Mediterania pada penerbangan dari Paris ke Kairo." Media Herald Tribune menyebutkan pada Jumat malam bahwa dari tiga sumber independen menyabutkan adanya  data dari A320, Pesawat melaporkan dalam sistem pada pukul 02:26 terdeteksi asap lokal  di toilet pesawat, pada pukul 02:29 sistem berhenti merekam.

Direktur FBI James Comey mengatakan bahwa tidak ada bukti menguatkan bahwa MS-804 jatuh karena kesengajaan dan tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab. Mantan Menlu AS, Hillary Clinton justru mengatakan kepada CNN: "It does appear that it was an act of terrorism. Exactly how, of course, is yet to be determined."

Sementara Alexander Bortnikov, Kepala Dinas Keamanan Federal Rusia, meyakini bahwa pesawat itu jatuh karena serangan teroris, "Dalam semua kemungkinan." Adel Ahmed, Wakil Presiden Diektur Egypt Air mengatakan kepada CNN bahwa tidak ada sinyal marabahaya (emergency) yang dikirim dari pesawat sebelum hilang dari pantauan radar.

hillary egypt

Mantan Menlu AS yang kini menjadi salah satu capres Partai Demokrat menyatakan :"It does appear that it was an act of terrorism. Exactly how, of course, is yet to be determined." (Foto :redflagnews)

Gerard Feldzer pakar penerbangan menyatakan, "Sebuah kesalahan teknis utama seperti ledakan motor, misalnya, sepertinya tidak mungkin," katanya. Pesawat jenis A-320 yang jatuh itu adalah relatif baru, aktif dalam layanan penerbangan sejak tahun 2003. Pesawat ini memiliki catatan keamanan yang sangat baik dan merupakan pesawat terlaris sebagai moda transportasi penerbangan jarak menengah.

David Learmount, editor dari majalah Flight, mereferensi pengumuman kementerian pertahanan Yunani bahwa pesawat jatuh 22.000 kaki dan membelok tajam di wilayah udara Mesir sebelum kemudian menghilang dari layar radar. Dikatakannya bahwa "the flight had clearly been destabilized,” namun penyebab destabilisasi tidak diketahui. Menurut Learmount sulit untuk mengatakan apakah berarti pesawat itu membuat tindakan mengelak atau berada di luar kendali namun itu tidak berarti bahwa sudah terjadi ledakan di pesawat.

Keamanan di Bandara Charles de Gaulle, di mana pesawat MS-804 berangkat, diketahui telah  diperketat setelah terjadinya serangan teroris di dan sekitar Paris pada bulan November 2015, dan pengawasan penumpang dan bagasi juga ditingkatkan setelah terjadi serangan teror berupa pemboman Brussels Airport Maret 2016. Presiden Perancis Hollande menyatakan, "Ketika kita memiliki kebenaran, kita harus menarik semua kesimpulan, apakah itu kecelakaan atau hipotesis lain, yang semua orang memiliki dalam pikiran: Hipotesis teroris."

Sejarah Kasus Ancaman Teror Terhadap Egypt Air

Sejak didirikan pada tahun 1971, Egypt Air telah mengalami kecelakaan, serangan dan pembajakan. Insiden paling mematikan terjadi pada tahun 1999 ketika Boeing-767 EgyptAir MS-990 jatuh ke Samudera Atlantik di dekat pulau Nantucket Massachusetts, menewaskan semua 217 orang di atas kapal. Hasil investigasi menunjukkan kecelakaan itu mungkin sengaja oleh co-pilot. Bukti rekaman kokpit menunjukkan dia bergumam "Aku mengandalkan Tuhan, saya mengandalkan Tuhan," berulang kali saat pesawat akan jatuh di laut.

abunidal1985_1549634i

Pembajakan pesawat Egypt Air oleh kelompok teroris Abu Nidal pada penerbangan dari Athena-Kairo pada 23 November 1985. Penyerbuan oleh pasukan komando Mesir di Malta mengakibatkan 58 penumpang tewas (Foto; telegraph)

Tiga kasus crash mematikan dalam 45 tahun operasi penerbangannya adalah kecelakaan saat akan mendarat di Yaman pada tahun 1972 menewaskan 42 orang. Pada hari Natal tahun 1976, sebuah EgyptAir Boeing 707 menabrak sebuah pabrik di Thailand, menewaskan semua 52 orang di dalam pesawat dan 19 lain di luar pesawat. Penyidik menyatakan bahwa Menara di Thailand dituduh gagal memperingatkan pilot dengan adanya cuaca buruk.

Tanggal 23 November 1985, tiga orang bersenjata dari Palestina melakukan pembajakan pesawat Egypt Air dalam penerbangan dari Athena ke Kairo. Pesawat terpaksa mendarat di Malta kemudian pasukan komando Mesir melakukan serangan ke pesawat, yang tragis, dan berakhir dengan Kematian 58 penumpang.

Kecelakaan terbaru pada tahun 2002 dimana sebelum hilangnya MS-804 terjadi kecelakaan pada Egypt Air flight number MS-843, yang menabrak bukit sebelum mendarat di Tunisia, dimana 14 dari 62 orang di dalam pesawat tewas.

Sebuah drama pembajakan tanpa kekerasan terjadi pada bulan Maret 2016 , ketika seorang pria Mesir memaksa mengalihkan pesawat EgyptAir domestic untuk terbang ke Siprus, dimana dalam drama pembajakan yang dikenal sebagai "lovejacking" tidak ada yang terluka. Pembajak Mustafa Seif Eldin, menyerah kepada Otoritas.

Serangan Terhadap Egypt Air Akan Semakin Memukul Perekonomian Mesir

Pejabat penerbangan sipil Mesir mengatakan bahwa aksi terorisme lebih mungkin sebagai penyebab kecelakaan dibandingkan dari penyebab kegagalan teknis.

egyptair penemuan lokasi debris _ocean_depth_map624Jika itu yang terjadi, maka akan menjadi serangan ketiga terkait dengan penerbangan Mesir dalam waktu enam bulan, dua kasus sebelumnya  : Sebuah EgyptAir domestik dibajak pada bulan Maret 2016 ,  teroris (ISIS) meledakkan sebuah pesawat Rusia setelah lepas landas dari resort Laut Merah Sharm el-Sheikh Mesir pada bulan November 2015 , menewaskan semua 224 orang di dalamnya.

Menurut data dari The World Travel and Tourism Council, kecelakaan terkait dengan terorisme akan memukul pendapatan Mesir dari sektor pariwisata yang memainkan peran besar dalam perekonomian Mesir. Disebutkan sektor pariwisata menyumbang sekitar 11% dari PDB. "Ini adalah negara yang memerlukan pariwisata untuk bertahan hidup," kata Olivier Jager, CEO dari perusahaan perjalanan ForwardKeys Intelijen. Dikatakan bahwa industri pariwisata ini menderita krisis terburuk pengunjung tahunan, yang merosot menjadi 9 juta pada tahun 2015 dari 14 juta pada tahun 2010.

Mesir mengalami kesulitan perekonomian sejak munculnya demo Arab Spring 2011, dimana wisatawan takut bepergian ke Mesir, terlebih setelah Metrojet Rusia jatuh dan diakui di bom oleh ISIS, merupakan pukulan yang menghancurkan. Banyak penerbangan yang menghentikan penerbangannya ke Sharm el-Sheikh. EasyJet (ESYJY) dan Thomson Airways tetap tidak akan terbang ke Sharm el-Sheikh Mesir meskipun tindakan keamanan baru diperkenalkan oleh aparat keamanan Mesir di bandara untuk menjaga keamanan penumpang.

Perjalanan internasional ke negara itu telah turun 5% sejak bencana, Menurut data ForwardKeys. Perjalanan dari Eropa turun 18% dan sulit untuk dipulihkan, kata Jager.

Rusia adalah pasar terbesar tunggal Mesir untuk sektor pariwisata, dimana 3 juta pengunjung Rusia mengunjungi Mesir pada tahun 2014, Menurut Euromonitor. Inggris dan Jerman pasar pasar terbesar setelah Rusia. Pertumbuhan ekonomi Mesir  pada tahun 2015 tercatat 4,2% , namun Dana Moneter Internasional memperkirakan pertumbuhan tersebut akan melambat menjadi 3,3% pada tahun ini. Sebelum serangan pada bulan November, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi  diperkirakan 4,3%.

Analisis dan Kesimpulan

Dari fakta-fakta tersebut diatas, hingga kini para pejabat dan ahli penerbangan tetap bersilang pendapat tentang penyebab kecelakaan yang oleh banyak fihak disebut aneh dan kemudian banyak yang sebagian menyebutkan penyebabnya adalah aksi terorisme.

aircraft_movements_inf624-01

Pergerakan pesawat MS-804 yang disampaikan oleh Menhan Yunani Panos Kammenos berdasarkan pantauan Radar militer (Foto:BBC)

Memang apabila memperhatikan flight profile yang kemudian penerbangan yang sangat tidak wajar, pada ketinggian 37.000ft, pesawat mendadak berbelok kekiri 90 derajat dan kemudian berputar 360 derajat, saat berputar itu pesawat kehilangan ketinggian sekitar 22.000ft. Pesawat termonitor oleh radar militer, kemudian menghilang dari pantauan radar pada ketinggian 10.000ft.

Apabila dilihat dari sudut pandang intelijen, accident Egypt Air MS-804 tersebut harus dilihat dari kacamata yang komprehensif, maksudnya dari sembilan komponen intelijen strategis. Kasus tersebut nampaknya terjadi karena penyebab ekstrem, karena profil yang terjadi tidak umum dan dibantah oleh pihak perusahaan. Apabila penyebab tehnis maka resikonya seluruh Airbus 320 harus mengalami grounded hingga penyebab pasti ditemukan. Jelas ini sangat tidak diharapkan oleh pabrik maupun pemakai. Harapan penyelidik kini adalah menemukan rekaman pembicaraan di cockpit dan rekaman data penerbangan  yang kini blackbox-nya masih terbenam di laut Mediterania, belum ditemukan.

Pejabat AS ternyata berbeda pendapat, Hillary Clinton  menyatakan di CNN bahwa penyebab kecelakaan karena terorisme sangat mungkin, sementara Direktur FBI James Comey menyatakan tidak ada bukti adanya aksi teror dan tidak ada kelompok yang bertanggung jawab. Pemerintah Perancis melalui Presiden Hollande menyatakan kemungkinan besar itu aksi teror. Ini adalah upaya melindungi Airbus sebagai produk utama Perancis. Ini sisi kepentingan Perancis.

Nah melihat fakta bahwa ternyata kasus atau accident Egypt Air sebagai Flag Carrier berpengaruh terhadap perekonomian Mesir yang mengandalkan pariwisata, menurut ini sebuah serangan proxy war terhadap Mesir yang ditekan melalui jalur ekonomi. Melihat modus dan pola serangan, arahnya mirip dengan serangan terhadap Malaysia Airlines (dua kasus MH-370 dan MH-17). Kini Mesir terkait dua serangan Metrojet Rusia, November 2015 dan MS-804, Mei 2016.

Oleh karena itu memang nampaknya itu sebuah aksi teror dengan profile tinggi, dan pesawat sengaja diserang di atas lautan. Serangan terhadap Malaysia dilakukan pada jenis pesawat Boeing-777 sementara serangan terkait Mesir dilakukan pada pesawat Airbus (321 dan 320).

fly-with-us-660x330

Garuda Indonesia sebagai flag carrier Indonesia juga memiliki pesawat Boeing-777 dan juga Airbus yang menjadi sasaran aksi serangan teror  dalam kasus Malaysia Airline  dan penerbangan terkait Mesir (Foto : garudaindonesia)

Perlunya perhatian Pemerintah Indonesia

Dari kedua kasus yang menyentuh dua Negara Malaysia dan Mesir, penulis menyarankan pemerintah Indonesia serta manajemen Garuda Indonesia untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya serangan dengan modus dan pola serupa. Garuda Indonesia adalah flag carrier dari pemerintah Indonesia, berbeda dengan perusahaan swasta yang sebagian sahamnya dimiliki oleh swasta dan bahkan asing.

Apakah mungkin ramalan penulis terlalu jauh? Dasar berfikir penulis adalah perkembangan geopolitik di Laut China Selatan. Garuda Indonesia sebagai flag carrier Indonesia bisa  menjadi target utama atau sasaran yang akan diserang, apabila ada pihak yang merasa tidak mendapat dukungan Indonesia. LCS merupakan jalur mati hidup bagi beberapa negara besar, jauh lebih penting dibandingkan konflik di Timur Tengah.   Oleh karena itu pengamanan Garuda Indonesia perlu ditingkatkan, mengingat masih ada kerawanan di Bandara seperti yang terjadi dalam kasus Lion Air.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Intelligence Analyst, www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.