Charta dan Litbang Kompas Meneguhkan Kemenangan Jokowi-Ma’Ruf Amin

28 March 2019 | 3:02 pm | Dilihat : 581

jokowi dengan rakyat

Jokowi yang selalu santai, dekat dengan rakyat, nampaknya kalau tidak ada aral melintang akan kembali menang pada pilpres 17 April 2019 (foto : Rakyat Merdeka)

Apabila ada yang mengatakan tidak percaya bahwa hasil survei mampu memberikan gambaran, posisi serta prediksi baik popularitas maupun elektabilitas pada pemilu, rasanya agak aneh. Mungkin selama ini para politisi pernah memanfaatkan lembaga survei dan minta diatur-atur. Walaupun demikian, dengan banyaknya lembaga survei, maka mudah terlihat mana yang abal-abal dan mana yang valid.

Beberapa hari lalu kita sempat terkejut, karena Litbang Kompas menurunkan hasil survei, yang menyebutkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada dibawah 50 persen. Ini selalu disebut sebagai batas psikologis bahaya bagi petahana.  Kubu paslon 02 sempat bergembira, tanpa menyelidiki lebih lanjut. Pemred Redaksi Kompas sempat di bully pelbagai hal, disebut Kompas sudah tidak independen, karena Ibu Ninuk merapat ke Hambalang dan sebagainya.

Nah, dengan pengalaman sejak 2004 mengikuti survei, menggunakan data basic descriptive intelligence, kunci pilpres 2019 seperti pilpres 2014 yaitu persaingan keras, perebutan konstituen di Pulau Jawa, bahkan disebut sebagai batteground.  Pada artikel ini penulis mencoba meneliti apa benar Kompas sebagai media  kelas atas mau mengorbankan kredibilitasnya? Ternyata tidak begitu, justru temuan penulis, hasil Litbang Kompas apabilia diteliti secara sunstansial, hampir sama dengan hasil survei Charta Politika, meneguhkan kemenangan paslon Jokowi-Ma'ruf. Inilah hasil pengamatannya.

Survei Antara Charta dan Litbang Kompas

Jumlah DPT di Pulau Jawa

DPT JKT : 7.761.598. DPT BANTEN : 8.112.477. DPT JABAR : 33.270.845. DPT JATENG : 27.896.902 DPT DIY : 2.731.874. DPT JATIM ; 30.912.994

SURVEI CHARTA POLITIKA

DKI Jakarta dan  Banten

Jumlah DPT : 15.874.075

Jokowi-Ma'ruf 44,2% (7.016.341) Prabowo-Sandi 40,0%(6.349.630) Tidak menjwab 15,8%(2.508.104) Jokowi-Ma'ruf menurut survei unggul: 666.711 suara

Jawa Barat  DPT : 33.270.845

Jokowi-Ma'ruf 47,4% (15.770.381) Prabowo-Sandi 42,3%(14.073.567) Tidak menjwab 10,3% ( 3.426.897) Jokowi-Ma'ruf menurut survei unggul :1.696.814 suara

Jawa Tengah dan  Daerah Istimewa Yogyakarta

DPT JATENG : 27.896.902 DPT DIY : 2.731.874. Jumlah DPT : 30.628.776

Jokowi-Ma'ruf 68,1% (20.858.196) Prabowo-Sandi18,4% ( 5.635.695) Tidak menjwab 13,4%( 4.104.256) Jokowi-Ma'ruf menurut survei unggul: 15.222.501 suara

Jawa Timur DPT :  30.912.994

Jokowi-Ma'ruf 56,9% (17.589.494) Prabowo-Sandi 30,9% ( 9.552.115) Tidak menjawb 12,2% ( 3.771.385) Jokowi-Ma'ruf menurut survei unggul: 8.037.379 suara

Dari hasil survei Charta Politika di lima propinsi, Paslon 01 (Jokowi-Ma'ruf) diprediksi unggul dari Paslon 02 (Prabowo-Sandi) sebanyak 25.623.405 suara. Sementara yang tidak menjawab (undecided voters) sebanyak 13.810.642 orang.

SURVEI LITBANG KOMPAS

DKI Jakarta  DPT : 7.761.598

JKW-Ma'ruf : 36,3 %(2.817.460) Prabowo-Sandi : 47,5% (3.686.759) Prabowo-Sandi menurut survei unggul: 869.930 suara

Jawa Barat dan  Propinsi Banten 

DPT JABAR : 33.270.845 DPT BANTEN : 8.112.477 Jumlah : 42.383.323

Jokowi-Ma'ruf : 42,1%(17.843.379) Prabowo-Sandi: 47,7%(20.216.845) Prabowo-Sandi menurut survei unggul: 2.373.466 suara

Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta

DPT JATENG : 27.896.902 DPT DIY : 2.731.874 Jumlah : 30.628.776

DPT : 30.912.994 Jkw-Ma'ruf : 57,15%(17.666.776) Prabowo-Sandi: 27,8%(8.593.812) Jokowi-Ma'ruf menurut survei  unggul : 9.072.964 suara

Jawa Timur

DPT : 30.912.994 Jkw-Ma'ruf : 57,1% (27.651.319) Prabowo-Sandi : 27,8%(8.593.812) Jokowi-Ma'ruf menurut survei unggul : 19.057.507 suara

Survei Charta Politika di Propinsi Luar Jawa

SUMATERA

Dari 10 propinsi, Paslon 02 elektabilitasnya unggul di lima propinsi (Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi, Riau). Sementara Paslon 01 unggul di lima propinsi (Kepulauan Riau, Sumsel, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung)

KALIMANTAN

Dari 4 propinsi, Kaltara, Kaltim, Kalteng dan Kalsel, elektabilitas semua dimenangkan Paslon 01, Jokowi-Ma'ruf.

SULAWESI

Dari 6 Provinsi, Paslon 01 unggul di 3 propinsi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara). Untuk Paslon 02 unggul di Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara).

Bali, NTB dan NTT

Paslon 01 unggul di Propinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur, untuk Paslon 02 unggul di Nusa Tenggara Barat.

MALUKU

Pada dua propinsi Maluku dan Maluku Utara elektabilitas kedua Paslon sama seimbang.

PAPUA

Propinsi Papua dan Papua Barat keunggulan elektabilitas pada Paslon 01.

jokowi dan ma'ruf tepuk tgnKeduanya pasangan sederhana, jujur, polos, nampaknya masih sulit ditumbangkan oleh pasangan Prabowo dan Sandi yang gagah, keren, terdidik, karena rakyat kita masih banyak yang sederhana, mungkin begitu ? 

Analisis

Dari hasil survei per propinsi di Pulau Jawa, baik Charta Politika maupun Litbang Kompas, apabila kita lihat dari prosentase dan dikaitkan dengan DPT, Charta menunjukkan survei  Jokowi-Ma'ruf unggul  25.623.405 suara. Charta mencatat undecided voters 13.810.642 orang. Libang Kompas juga menunjukkan survei Jokowi-Ma'ruf unggul 24.887.075 suara.

Terlihat bahwa hasil akhir kedua survei di battleground Jawa, mirip, selisihnya sebesar 736.330 masih dalam ambang batas wajar. Persaingan di battleground inilah yang menjadi kunci dan akan akan menentukan siapa pemenangnya.

Sementara dari hasil survei  Charta Politika, pilpres 2019,untuk pulau besar dan propinsi di luar Jawa, paslon 01 hanya kalah di sembilan propinsi, yaitu Pulau Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi, Riau), Pulau Sulawesi (Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara) dan Nusa Tenggara Barat. Nampaknya paslon 02 kemungkinan hanya mampu menang seperti pilpres 2014, dan bahkan Jabar sebagai propinsi utamanya terindikasi akan merosot drastis, berhasil di penetrasi paslon 01. Nampaknya strategi BPN yang masuk ke garis belakang Paslon 01 di Jateng tidak efektif.

Apabila kita mengacu Pilpres 2014, pasangan Jokowi-Jk unggul dari pasangan Prabowo-Hatta di 23 provinsi, hanya kalah di 10  provinsi yaitu  Jawa Barat plus 9 provinsi di luar Jawa. Kekalahan di 9 provinsi di luar Jawa, kalau digabung hanya sebesar 3,6 juta suara, sementara kekalahan di Jabar lebih besar yaitu 4,6 juta suara. Terlihat bahwa Jabar memang medan mati hidupnya Paslon 02, tetapi justru nampaknya kini lepas.

Kesimpulan

Dengan menngunakan hasil survei Charta Politika serta Litbang Kompas, terlihat peta pilpres 2019 semakin jelas. Dari hasil survei nampak  Paslon 01 mampu mengungguli Paslon 02 dengan menang  tipis di Jawa Barat dan mungkin kalah di Banten . Akan tetapi dengan mampu meraih suara,  menang besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dapat disimpulkan bahwa Paslon 01,  Jokowi-Ma'ruf terlihat sudah semakin kokoh akan menang pada Pilpres 2019 tanggal 17 April 2019. Demikian analisis dan prediksi intelijen dibuat, berdasarkan fakta-fakta yang berlaku. PRAY.

Penulis : Marsda Pur Prayitno Ramelan, Pengamat Intelijen, www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.