Mewaspadai 2013, Narkoba, Korupsi dan Terorisme Hybrid

1 January 2013 | 9:24 pm | Dilihat : 745

Kalau kita berjalan-jalan disekitar Hotel Indonesia (bundaran HI) tanggal 31 Desember 2012 malam, terlihat betapa masyarakat Jakarta menyambut tahun baru 2013 dengan semangat tinggi dan menggebu. Demikian juga persiapan di beberapa kota besar, meriah, seakan-akan tidak ada masalah dengan rakyat itu. Mereka tumpah ruah bersatu, menanti count down 5,4,3,2,1...dan bergemuruhlah kembang api, petasan. Kemudian masing-masing saling berpelukan mengucapkan selamat tahun baru. Semua bergembira, dan entah mengapa kegembiraan demikian besar? Optimisme atau sekedar melupakan kesulitan hidup?

Nah, kini kita berada di tahun 2013, bangsa ini harus yakin tahun 2013 akan menjadi tahun baik, lebih baik dari 2012, walau angka 13 biasanya selalu dianggap angka pembawa sial. Semoga tidak demikian, itulah doa kita bersama, Aamiin. Penulis mengajak bangsa kita mewaspadai ancamn  narkoba, korupsi dan perang hybrid  yang patut kita renungkan dan sikapi bersama. Inilah cuplikan yang penulis amati, tidak lengkap pastinya, karena masalah bangsa ini terlalu kompleks, pastinya.

 

Masalah Narkoba

 

Masalah Narkoba penulis letakkan pada urutan pertama, karena narkoba sudah meracuni demikian banyak anak muda penerus bangsa. Kita bersyukur kini memiliki angkatan kerja diusia produktif 17-39 tahun terbanyak. Tetapi apakah kita tahu, berapa banyak dari mereka  yang terkontaminasi narkoba? Narkoba tidak hanya beredar diluar penjara saja, tetapi di dalam penjarapun para bandar itu masih aktif berbisnis racun itu. Seorang mantan napi tipikor mengatakan kepada penulis, narapidana narkoba biasanya paling enak hidupnya di penjara, karena mampu membayar, dia sumber pemerasan, setelah itu baru narapidana tipikor.

Kasus narkoba terus meningkat, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) selama tahun 2012 menangani 26.561 kasus narkoba dan telah terselesaikan 22.822 kasus atau 81 persen, sehingga 3.739 kasus masih menjadi tunggakan atau 19 persen pada 2013. "Jumlah tersangka kasus narkoba selama tahun 2012 sebanyak 32.892 orang," kata Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo saat acara rilis akhir tahun di Mabes Polri Jakarta, Jumat. barang bukti yang diamankan yakni ganja kering sebanyak 21.000 kilogram, lahan ganja seluas 88 hektare, heroin sebanyak 34.000 gram, ekstasi sebanyak 2,8 juta butir dan sabu-sabu sebanyak 1,9 ton.

Yang menarik dan berbahaya, terdapat kasus narkoba, sindikat warga Iran-Indonesia di Pantai Kampung Kelapa Condong, Sukabumi dengan jumlah tersangka sepuluh orang warga negara Iran dan barang bukti yang berhasil diamankan sabu-sabu sebanyak 60 kilogram, senjata api sebanyak tiga pucuk dan speed boat sebanyak satu unit," kata Timur.

Jaringan sindikat narkoba Malaysia - Kepulauan Riau - Jakarta digulung pada tanggal 22 Januari 2012.Tempat kejadian perkara di Pelabuhan Tanjung Priok dengan jumlah tersangka enam Warga Negara Indonesia (WNI) dan barang bukti yang berhasil diamankan sabu sebanyak 20 kilogram dan ekstasi sebanyak 100 ribu butir, katanya.

Sepanjang tahun 2012, BNN telah memroses 117 laporan kasus penyalahgunaan narkoba dan menjerat 187 tersangka di sepanjang tahun 2012. "Belum optimalnya kerjasama dan koordinasi dengan dinas atau instansi terkait dalam melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba (P4GN)," kata Kepala BNN  yang baru pengganti Komjen Pol Gorries Mere, Irjen Pol Anang Iskandar, dalam jumpa pers di Gedung BNN, Jakarta, Rabu (26/12). Dikatakannya,"Tidak adanya payung hukum dan kurang tersosialisasinya produk peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan amanat UU nomor 35 tahun 2009 untuk dijadikan pedoman dan petunjuk pelaksanaan di lapangan."

Selanjutnya, jaringan sindikat narkoba Warga Negara India -Malaysia jenis sabu pada tanggal 29 Mei 2012. Tempat kejadian perkara di Penjaringan - Jakarta Utara dan Cengkareng - Jakarta Barat, dengan jumlah tersangka dua orang Warga Negara India dan Malaysia dan barang bukti yang berhasil diamankan 165 kilogram sabu-sabu.

Kasus lain yang besar  adalah pengungkapan jaringan sindikat peredaran sabu Malaysia - Jakarta pada tanggal 28 November 2012, dimana tempat kejadian perkara di Perumahan Citra, Jakarta Barat dan Kinari Residence, Tangerang.  "Dengan jumlah tersangka empat orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu orag Warga Negara Malaysia dan barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 250 kilogram sabu-sabu," kata Timur.

Berdasarkan data Bureau for International Narcotics and Law Enforcement Departemen Luar Negeri AS, (http://ramalanintelijen.net/?p=4705) jumlah transaksi yang dihasilkan dari peredaran narkoba di Indonesia sangat fantastis, yakni mencapai Rp300 triliun per tahun, postalkriminal.com (2/1/2012). Nusakambangan tempat tahanan kelas beratpun  berhasil mereka taklukkan.  Diberitakan, dua napi narkoba di Lapas itu, Hertoni dan Yoyok selama delapan tahun dapat dengan bebas mengendalikan bisnis haramnya dari dalam Lapas. Setiap hari keduanya mendistribusikan 10 kg narkoba, dengan omset Rp 15 miliar. Pasarnya hingga ke luar negeri.

Nah, dengan informasi diatas, kita bangsa Indonesia harus benar-benar mewaspadai ancaman narkoba yang apabila tidak dipotong jalurnya bisa dipastikan akan dapat merusak generasi penerus bangsa. Narkoba mudah didapat dan yang jelas berbisnis narkoba akan sangat mudah mendapat untung besar. Narkoba bisa dimanfaatkan dalam sebuah operasi intelijen untuk melemahkan dan menghancurkan bangsa Indonesia. Keterlibatan beberapa warga asing sangat patut diwaspadai dan didalami lebih lanjut, seperti kasus adanya tokoh teror luar negeri yang beroperasi di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Sulit diungkap tetapi harus dilakukan penyelidikan dari sisi intelijen.

 

Masalah Korupsi

 

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membenarkan adanya penyelewengan oleh ratusan pejabat dalam menggunakan APBN dan APBD. Hal itu disampaikannya dalam jumpa persnya sesaat sebelum bertolak ke London, Inggris. "Dengan perasaan yang tidak gembira, ada ratusan pejabat negara, pejabat pemerintah. Termasuk anggota DPR RI, DPD, DPRD, yang harus menjalani proses hukum karena penyimpangan APBN dan APBD ini, tentu ini tidak kita kehendaki," kata Presiden  SBY di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

"Saya menyerukan sekali lagi, saya sudah sampaikan kepada KPK, saya sudah menyampaikan kepada BPK untuk bekerjasama mengawal dan menyelamatkan APBN kita untuk sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Indonesia," tegasnya.

Penegasan Presiden SBY menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan korupsi yang merupakan bahaya besar bagi bangsa ini. SBY tidak pernah melindungi kader partainya (Demokrat) yang dijadikan tersangka oleh KPK. Nazaruddin mantan Bendahara Umum PD, Hartati Murdaya (Anggota Dewan Pembina Demokrat), Andi Malarangeng (Sekretaris Dewan Pembina PD/Menpora) dan bintang mantan ratu Angelina Sondakh (http://ramalanintelijen.net/?p=5288) yang juga dijadikan tersangka dan diberhentikan dari jabatannya di partai. Kini kegaduhan di Demokrat terus terjadi, yang mengarah ke Ketua Umum Anas Urbaningrum. Penulis menyusun artikel "Presiden SBY dan Beratnya Memberantas Korupsi" (http://ramalanintelijen.net/?p=4466. "KPK semakin Berani, seberapa Sukses Pemberantasan Korupsi?," http://ramalanintelijen.net/?p=6066.

Polri telah menyidik 577 kasus dugaan korupsi sepanjang tahun 2012. Dari 577 kasus itu, sebanyak 329 kasus sudah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan (P21).  Menurut Karopenmas Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Senin (15/10/2012) di Jakarta, potensi kerugian negara dalam kasus-kasus korupsi tahun 2012 itu mencapai Rp 1,67 triliun. Keuangan negara yang dapat diselamatkan sebesar Rp 190,4 miliar.

KPK pada tahun 2012 menerima 6.111 laporan korupsi, yang memenuhi kriteria di telaah 6.057 kasus.  Dari laporan yang ditelaah itu,KPK hanya memasukkan 938 kasus yang diteruskan ke internal KPK, termasuk kasus-kasus yang ditangani dengan koordinasi kepolisian dan kejaksaan,” ungkap Ketua KPK Abraham Samad. Dari jumlah ratusan kasus, hanya 74 kasus yang dilakukan penyelidikan sepanjang 2012.

Sebanyak 68 kasus tengah masuk penyidikan termasuk limpahan tahun 2011 yang berjumlah 24 kasus. Sementara di tingkat penuntutan telah ada 60 kasus yang dilakukan termasuk kasus limpahan tahun 2011 sejumlah 27 buah. Sedangkan kasus yang sudah berkekuatan hukum tetap sebanyak 28 kasus. Perkara yang paling banyak  terkait penyuapan sebanyak 71 persen dan pengadaan barang/jasa, 22 persen.

KPK) memprediksi para aktor korupsi di tahun 2013 didominasi oleh para politikus. Hal itu diungkapkan Juru Bicara KPK, Johan Budi, yang menyebut para politikus akan menyasar sektor pembahasan anggaran serta proyek-proyek pemerintah. “Istilahnya bukan korupsi politik, melainkan korupsi yang dilakukan pelaku politik,” tegas Johan, Senin (31/12/2012).

Masalah korupsi akan menjadi ancaman besar yang juga membuat bangsa ini sulit maju, karena masa kini panglimanya adalah politik, maka wajar apabila politisi menjadi sub sistem yang akan diawasi ketat oleh KPK. Secara teori, korupsi merupakan kerjasama antara kelompok kepentingan (politisi) dan hegemoni elit (pelaku ekonomi) yang melakukan KKN dengan pejabat eksekutif. Itulah wilayah korupsi yang sangat sulit diberantas, karena korupsi sudah bukan budaya lagi tetapi merupakan komoditas. KPK semakin memahami sumber korupsi pada 2013 seperti dikatakan juru bicaranya.

 

Perang dan Terorisme Hybrid

 

Indonesia pada pemerintahan kedua Presiden SBY setelah mampu menata perekonomian yang lebih stabil, dan kini terlihat mulai menata komponen pertahanan dengan menaikkan budget pertahanannya. Pengadaan alutsista didapat, baik melalui pengadaan maupun hibah dari negara lain dalam kerangka kerjasama pertahanan. Pertahanan negara tidak hanya menghadapi musuh dari luar, tetapi juga secara cerdas pemerintah telah menyiapkan kemungkinan berkembangnya perang hibrida dan masalah terorisme di dalam negeri. Pembelian pesawat tempur sergap dilakukan sejalan dengan pengadaan pesawat Counter Insurgency (COIN) Super Tucano TNI AU (http://ramalanintelijen.net/?p=5074) untuk mengantisipasi kemungkinan berkembangnya ancaman lokal, yaitu para insurgent.

Pada 1980-an, Martin van Creveld seorang ahli militer dari Israel  meramalkan bahwa konflik militer konvensional antar angkatan bersenjata reguler  negara-negara akan menurun frekuensinya.  Sementara konflik intensitas rendah yang dilakukan oleh milisi, penguasa,  kelompok kriminal, dan pasukan paramiliter akan meningkat secara eksponensial dalam mengembangkan dunia. Prediksinya telah terbukti dalam  dekade terakhir.

Para ahli militer di beberapa negara maju kini lebih fokus dalam memperdalam ancaman yang populer dengan nama perang hybrid (hibrida).   Perang Hybrid adalah sebuah strategi militer yang memadukan antara  perang konvensional , perang yang tidak  teratur dan ancaman cyberwarfare . Selain itu, perang hybrid digambarkan berupa  serangan nuklir , senjata  biologi dan kimia, alat peledak improvisasi dan perang informasi. Perang Hybrid dapat digunakan untuk menggambarkan dinamika yang fleksibel dari  kompleksitasnya palagan tempur yang membutuhkan respon sebuah unsur pertahanan dan keamanan agar beradaptasi dalam menghadapinya secara tangguh.

Masalah terorisme di Indonesia walau terjadi secara sporadis, penulis nilai cukup mengganggu dan harus lebih fokus untuk  dituntaskan. Perkembangan terorisme kini merupakan salah satu ancaman yang masih terkendali, dimana pengaruh Timur Tengah yang diadopsi para tokoh teror di Indonesia telah mulai pudar. Setelah Osama bin Laden ditembak Navy SEALs (http://ramalanintelijen.net/?p=5762), pengaruh Al-Qaeda menurun drastis di dunia internasional, Al Qaeda hanya menunjukkan eksistensi di kawasan Timur Tengah dan Afrika (http://ramalanintelijen.net/?p=6092). Unsur teroris di Indonesia  kini beralih kearah perang tradisional dalam  memperjuangkan ideologi sesuai dengan kepentingannya. Secara teori, terorisme yang irregular tersebut dimasukkan dalam kelompok hybrid terrorism.

Menurut Frank Hoffman (AS), salah seorang pakar yang mendalami teori Hybrid War,   menyatakan bahwa ancaman hibrida menggabungkan berbagai macam modus yang berbeda dari perang konvensional termasuk kemampuan, taktik dan formasi yang tidak teratur. Tindakan teroris termasuk langkah  kekerasannya yang  tanpa pandang bulu dengan melakukan pemaksaan serta merupakan gangguan kriminal. Perang hibrida dapat dilakukan oleh dua negara dan juga oleh berbagai aktor non-negara (dengan atau tanpa dukungan negara).

Ini modal kegiatan yang dapat dilakukan oleh unit yang terpisah, atau bahkan oleh unit yang sama, tetapi umumnya operasional dan taktis diarahkan dan dikoordinasikan dalam medan tempur utama untuk mencapai efek sinergis dalam dimensi fisik dan psikologis dari konflik. Langkah kelompok teroris yang kini berkembang di Indonesia, bergerak secara tidak teratur, tidak dalam sebuah jaringan komando , melakukan penyerangan secara konvensional. Serangannya tidak besar, acak dan kemungkinan mereka akan memanfaatkan dunia maya dan melakukan cybercrime.

Dengan demikian, maka aparat yang bertanggung jawab dalam aspek pertahanan keamanan sebaiknya lebih memahami dan mengantisipasi perkembangan ancaman berupa perang hybrid tersebut pada tahun 2013.

 

Penutup

 

Dari tiga aspek yang penulis soroti sebagai ancaman potensial bangsa pada tahun 2013, perkembangan ketiga aspek yang sebenarnya sudah kita fahami akan tetap menjadi masalah yang menggantung dan sulit diatasi apabila kita tidak fokus. Kita harus mengatasi masalah narkoba yang bak penyakit jantung, narkoba adalah silent killer, demikian juga korupsi yang semakin menjadi komoditas, disamping musuh luar dan dalam yaitu perang hybrid dan terorisme.

Bangsa ini pada 2013 jelas akan semakin sibuk menjelang pemilu 2014, semua sibuk dengan kepentingan masing-masing, banyak yang lupa dengan kepentingan nasional bangsa ini. Seperti yang dikatakan oleh rekan penulis di BNPT, Prof DR Komaruddin Hidayat, "Kita selalu sibuk sehingga tidak bisa mengambil jarak dari kehidupan praktis mekanistis sehingga tidak bisa merenung dan membuat refleksi tentang makna dan tujuan hidup, tak ubahnya pesawat terbang yang kehilangan peta titik koordinat dan tujuan akhir mendarat. Selalu sibuk tapi kehilangan sense of meaning of life. Kesibukan tanpa pemahaman dan penghayatan yang mendalam, untuk apa dan siapa hidup ini dijalani."

Semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi para pembaca sekalian, selamat tahun baru 2013, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi bangsa ini dalam meraih cita-cita mulianya, Aamiin.

Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

Ilustrasi Gambar : allexamguru.blogspot.com

Share
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.