JENDERAL TEWAS DITEMBAK KST DI PAPUA, SEBUAH ANALISIS PERSEPSI INTELIJEN

29 April 2021 | 12:07 pm | Dilihat : 405

kabinda-papua-gugur-ditembak-kkb_169

Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Putu IGP Dani Nugraha Karya gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4/2021). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Hari Minggu malam sempat terkejut mendapat WA dari komunitas intelijen, bahwa Kabinda Papua, Brigjen TNI Putu Danny Nugraha tewas ditembak hari Minggu (25/4) pukul 15.50 WIT di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Penghadangan terjadi oleh KKB yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kagak Telengen dan terjadi aksi saling tembak di sekitar gereja Kampung Dambet Distrik Beoga Kab. Puncak.

KKB pimpinan Lekagak Telenggen ini beroperasi di wilayah kabupaten Puncak. Mereka menembak guru, membakar sekolah, menembak anak SMA dan membunuh tukang ojek.Akibat kontak tembak tersebut mengakibatkan korban dari Satgas BIN, Kabinda Papua Papua Brigjen TNI Putu Danny Nugraha Karya tertembak di bagian belakang kepala.

Kronologis

Pada 25 April 2021 Pukul 15.30 di Kampung Dangbet Distrik Beoga, KKT 14 Orang DPP Kabinda Papua beserta Satgaster dan Koramil yang sedang melaksanakan Tinjau Medan, melaksanakan Patroli/Ambush Tim Delta dan Elang dengan menggunakan 8 Motor telah ditembaki KKB. Brigjen TNI I Gusti Putu Danny   tewas di tempat. Panglima Kodam XVII, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono membenarkan laporan yang merinci kronologis terkait dari peristiwa tersebut. Disebutkan, hari Minggu (25/4), Satgas BIN Bersama dengan Satgas TNI-Polri melakukan perjalanan menuju Kampung Dambet Distrik Beoga Kabupaten Puncak dalam rangka observasi lapangan dan menentukan lokasi titik ambush Pasukan Pemulihan Keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai Milik Benert Tinal (Kepala Suku Distrik Beoga) yang dibakar pada tanggal 17 April 2021.

"Hal itu dilakukan dalam rangka memotong Pergerakan KSB (kelompok separatis bersenjata) ke Illaga," jelas keterangan laporan tersebut yang dibenarkan oleh Yogo. Korban berangkat bersama anggota lainnya dengan menggunakan delapan sepeda motor untuk melakukan observasi. Paada hari Senin (26/4), jenazah dievakuasi ke Timika dan diterbangkan ke Jakarta dengan Batik Air, di Jakarta jenazah disemayamkan di Mako Kopassus dan dimakamkan di TMP Kalibata, Selasa (27/4). Brigjen Putu Danny adalah perwira tinggi yang berasal dari korps Kopassus.

Profil Brigjen Putu Danny

Alm. Putu Danny menjabat sebagai Kabinda Papua pada Juni 2020 lalu, menggantikan Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon. Sebelum bertugas di Papua, Putu Danny menjabat sebagai Pamen Denma Mabesad pada Januari 2019 dengan pangkat kolonel. Putu Danny juga pernah menjabat sebagai Asintel Kasdam Jaya tahun 2015.

Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto mengatakan, "Kehadiran Kabinda Papua di Kampung Dambet adalah dalam rangka observasi lapangan guna mempercepat pemulihan keamanan pascaaksi brutal Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua di wilayah tersebut," katanya. Penamaan/penyebutan  KST ini  relatif baru, resmi dari pejabat BIN, sebelumnya dikenal sebagai KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).

Wawan menegaskan Putu Danny dikenal sebagai sosok yang memiliki prestasi cemerlang. "Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha dikenal sebagai sosok hangat dan berprestasi. Beliau dikenal memiliki karier cemerlang di kesatuannya dan pekerja keras," kata dia. Gugurnya Putu Danny di medan perang, kata Wawan adalah kebanggaan tertinggi insan intelijen.

Insiden ini juga menjadi simbol pengabdian BIN dalam menjalankan undang-undang, yaitu sebagai lini terdepan dalam sistem keamanan nasional. Kejadian ini tidak akan menyurutkan mental dan moril insan Intelijen maupun aparat keamanan lainnya dalam memberantas segala ancaman nasional" ujar Wawan.

Peran Utama Kabinda

Penulis pernah bertugas di BNPT selama 2,5 tahun, setelah selesai diminta menjadi narasumber oleh BNPT (Direktur Penindakan) untuk menjadi team, memberikan penataran kepada aparat intelijen daerah di 9 Binda, bersama-sama team BNPT, Dirkontra BIN, Baintelkam Polri, Densus-88. Penataran dikhususkan dalam upgrading penanggulangan terorisme. Pelaksanaan safari ke sembilan Binda dilaksanakan bertahap selama dua tahun, diantaranya Binda Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, Kalsel, Riau dan lainnya.

Dalam penataran lebih dikhususkan kepada aparat intel daerah, baik TNI, Polri, Bea Cukai, aparat Pemda dan instansi terkait, agar tercapai update perkembangan terorisme dalam dan luar negeri dari persepsi intelijen. Saat itu team melakukan penataran kepada khusus para action agent ( agen pelaksana).

Kabinda dalam penugasannya di daerah untuk mewakili Kepala BIN saat ini sebagai koordinator intelijen di daerahnya masing-masing. Dalam operasi atau tataran intelijen, Kabinda melaksanakan tugas sebagai handler (pengendali), dengan principle agent adalah Kepala BIN.

Menurut UU No. 17/2011, intelijen negara berperan melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini juga peringatan dini. Ini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan serta keamanan nasional.

Ini berarti Kabinda sebagai sub sistem BIN juga melaksanakan kegiatan yang sama. Binda mengumpulkan informasi mengolah, menjadi intelijen dan memberi early warning, pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman. Binda tidak didesain sebagai satuan tempur tetapi lebih kepada ops senyap. Sebagai kordinator intelijen wilayah Kabinda bisa mengordinir satuan-satuan intel wilayah (TNI dan Polri) untuk operasi intelijen. Kedudukan Kabinda adalah pusat kegiatan intel di daerah penugasannya, artinya lebih menentukan hakikat ancaman dari hasil analisis informasi.

Terkait operasi intelijen terkait handler, penulis pernah mempelajari perubahan kebijakan operasi intel CIA, setelah serangan 911 karena tekanan HAM, keterlibatan action agent di negara rawan LN seperti di Timur Tengah serta Teluk Persia untuk pulbaket, CIA bahkan menggunakan kontraktor para warga negara/wilayah sasaran. CIA kemudian lebih meningkatkan teknologi monitoring bersama NSA dan USAF, berupa penyadapan serta memanfaatkan drones baik untuk penyadapan maupun eksekusi dengan peluru kendali hellfire. Ini berarti para handler berada di pusat komando, tetapi dia yang merencanakan, mengendalikan dan memutuskan operasi intelijen (clandestine). CIA menghindari jatuhnya korban atau tertangkapnya handler apabila beroperasi langsung, karena nilai kerahasiaan yang melekat sangat tinggi.

Mengacu dengan kondisi keamanan wilayah di Indonesia saat ini dapat dikatakan bahwa ada dua trouble spot di Indonesia yaitu Poso serta Papua, dimana ada kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan. Trouble spot kerawanan pertahanan berada di kawasan Natuna.

Analisis

Kasus tertembaknya seorang Jenderal di Papua jelas sangat memprihatinkan, yang jelas kelompok yang disebut KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), kini oleh BIN disebut KST (Kelompok Separatis dan Tsroris) menurut penulis lebih tepat bila diklasifikasikan sebagai gerakan separatis. Walaupun terdiri dari beberapa kelompok terpisah, mereka mempunyai satu bendera Bintang Kejora dan masih adanya jaring pendukung di luar negeri, mereka melaksanakan aksi teror, semakin serius mengancam penduduk untuk memperluas dukungan dan ruang gerak.

Terkain dengan tertembaknya Kabinda Brigjen Putu Danny, menurut penulis ini adalah studi kasus yang serius. Berita ini jelas menaikkan pamor kekompok bersenjata itu yang dinilai mampu menarget pejabat tinggi intelijen daerah. Sebuah pertanyaan yang khusus, apakah terjadi kebocoran informasi internal? Ada beberapa kasus terbongkar, penjualan peralatan tempur, peluru dan bahkan senjata oleh oknum aparat. Hal lain yang perlu dipertanyakan, agak janggal Kabinda memasuki distrik panas hanya dengan delapan sepeda motor yang sangat rawan dan mudah diserang.

Satgas bertujuan melakukan observasi lapangan dan menentukan lokasi titik ambush Pasukan Pemulihan Keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai Milik Benert Tinal (Kepala Suku Distrik Beoga) yang dibakar pada tanggal 17 April 2021.Hal itu dilakukan dalam rangka memotong Pergerakan KSB (kelompok separatis bersenjata) ke Illaga. Kemudian yang terjadi  justru mereka yang mampu melakukan ambush dan justru Satgas yang dihadang dan disergap.

Apakah terjadi kebocoran informasi? Selain itu mengapa yang tertembak dari team Satgas hanya Kabinda? Jelas Kabinda adalah prominent target yang harus dilindungi dan disamarkan. Muncul pertanyaan terakhir bagaimana dalam sebuah kontak senjata, Kabinda tertembak di belakang kepala? Umumnya yang mampu menembak kepala adalah seorang sniper?. Ini perlu diperdalam apa mereka punya sniper? Contoh kasus di Filipina Selatan saat konflik di Marawi, mayoritas pasukan Marinirnya tewas ditembak oleh sniper.

Nah, fakta serta pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin perlu diperdalam sebagai pertimbangan untuk evaluasi dalam penugasan di trouble spot. Semakin tinggi jabatan intelijen seseorang di daerah konflik, sebaiknya harus semakin hati-hati dan waspada. Dalam sebuah operasi intelijen handler harus mampu menginfiltrasikan agennya ke pihak lawan, tetapi juga harus waspada terhadap kemungkinan infiltrasi dari pihak lawan.

Kelompok Kagak Telengen yang menyerang Satgas menurut informasi kekuatannya hanya 25 orang, tetapi mereka sangat familiar dan menguasai medan, terpetakan markasnya dan wilayah operasinya di daerah tersebut. Kelebihan penguasaan geografi serta demografi mereka miliki.  Selain inisiatif serangan mereka punyai, tidak pernah tersentuh dengan HAM. Mereka terindikasi punya simpatisan dikalangan penduduk asli, baik karena kesadaran ataupun karena tekanan dan ancaman.

Kesimpulan dan Saran

Gugurnya Kabinda Papua Brigjen TNI Putu Danny perlu di dalami dengan beberapa fakta kejanggalan yang ada. Kerugian yang muncul, BIN dan TNI kehilangan Jenderal berprestasi dan terlatih, disamping dampak psikologis makin besarnya nama KKB (KST) di Papua. Penulis menyarankan dilakukan pemeriksaan security terhadap kasus tersebut untuk menghindari hal serupa terjadi di kemudian hari. Semoga bermanfaat.

Penutup

Demikian analisis kasus gugurnya Kabinda Papua dibuat dari persepsi intelijen. Penulis mengucapkan duka cita yang mendalam dengan neninggalnya Brigjen TNI I Putu Danny, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah Yang Naha Kuasa, Aamiin. Pray Old Soldier

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Wongsodidjojo Ramelan, Pengamat Intelijen, www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.