Yang Tersisa Dari Teror Ganas di Mall Nairobi

1 October 2013 | 12:10 am | Dilihat : 339

Polisi menyelamatkan wanita di Westgate Mall (news.yahoo.com)

Pada hari Rabu, tanggal 25 September 2013, Presiden Kenya, Uhuru Kenyata mengumumkan bahwa pengepungan terhadap Westgate Mall telah berakhir. Serangan bersenjata api dari kelompok militan Al-Shabaab (Harakat al-Shabaab al-Mujahidin) yang berpusat di Somalia Selatan  terhadap Westgate Shopping Mall Premier di ibukota Kenya, Nairobi, terjadi sejak hari Sabtu (21/09).

Dari serangan kejam tersebut, tercatat 18 warga asing tewas diantara 67 korban tewas, termasuk enam warga Inggris, serta  warga Perancis, Kanada, Trinidad, Belanda, Australia, Peru, India, Ghana, Afrika Selatan, dan China. Kelompok militan dari Somalia itu  membantai pria, perempuan, dan anak-anak dengan senapan mesin dan granat serta menyandera beberapa puluh para pengunjung mall sebelum diserbu oleh militer. Nampaknya masih terdapat puluhan korban (sekitar 39) yang hilang sebagai  akibat runtuhnya bangunan yang diperkirakan sebagai akibat gempuran senjata berat militer.

Pernyataan al-Shabaab melalui akun twiter yang perlu dicermati berbunyi, "Para mujahidin melaksanakan proses pemeriksaan teliti di mal itu dan telah mengambil tindakan pencegahan yang mungkin untuk memisahkan kaum muslim dari kafir sebelum melancarkan serangan mereka." Dikatakannya juga bahwa orang asing adalah target yang sah, dan korban jatuh merupakan tanggung jawab pemerintah Kenya.

Amir terkenal dari al-Shabaab, Abu (Ali) Zubeyr alias Godane yang fasih berbahasa Arab dan Somalia adalah tokoh dibelakang serangan tersebut. Godane, seorang kutu buku yang pernah mengikuti latihan perang di Afghanistan menyatakan perjuangannya di dalam milisi  untuk membuat al-Shabaab  dan dirinya sendiri  lebih kuat dan lebih relevan dalam jihad global melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Bahkan beberapa pesaingnya di al-Shabaab telah dibunuhnya.

Pada hari Rabu lalu (25/9/2013), dalam sebuah audio yang diposting di situs Web yang terkait dengan al-Shabaab, Godane memperingatkan pemerintah Kenya, mereka akan melakukan serangan yang lebih besar dan ganas  jika pemerintah menolak untuk menarik pasukannya dari Somalia. Al-Shabaab memosting di akun twitternya ancaman menakutkan kepada pemerintah Kenya, "So make your choice today and withdraw all your forces . . . [or] be prepared for an abundance of blood that will be spilt in your country, economic downfall and displacement."

J. Peter Pham, Kepala dari Africa Center at the Atlantic Council, mengatakan bahwa Godane telah  mengubah organisasi al-Shabaab menjadi lebih ramping , terpadu dan radikal sebagai kekuatan teroris. Serangan Wesgate Mall adalah sebuah pernyataan dan pesan untuk kelompok muslim radikal dan negara-negara Barat bahwa al-Shabaab baru telah tiba dibawah kontrol kepemimpinan dari Godane.

Cedric Barnes, Direktur dari  International Crisis Group di kawasan tanduk Afrika mengatakan bahwa al-Qaeda dan al-Shabaab membangun  hubungan simbiosis . Sementara beberapa pengamat berpendapat,  serangan terencana di mall tidak mungkin dicapai tanpa bantuan dari al-Qaeda. Jejak dari al-Qaeda lebih banyak mengandalkan pada afiliasi teroris lokal dan regional baik di wilayah Barat dan Utara Afrika, Afrika Timur, Jazirah Arab dan daerah lainnya untuk menyebarkan filosofi radikal dan menjadikan Barat serta sekutunya sebagai target.

 

Pengabaian Informasi Intelijen

 

Sebenarnya Badan Intelijen Kenya telah memperingatkan kepada pemerintahnya, sebuah  informasi intelijen akan adanya serangan dari kelompok al-Shabaab. Pada hari Minggu (29/9/2013) BBC menayangkan berita yang bersumber dari Daily Nation Kenya dengan berita, "Sumber intelijen mengungkap adanya rencana penyerangan di Nairobi dan Mombasa."

Dituliskan oleh Daily Nation, "Mereka diinformasikan bahwa ada rencana penyerangan teroris di Nairobi dan Mombasa sekitar tanggal 13 dan 20 September 2013." Diketahui bahwa seorang pejabat tinggi pemerintah Kenya telah memberikan briefing intelijen kepada  4 menteri dan kepala badan pertahanan Kenya yang menerima peringatan tersebut.

Pada bulan Januari 2013 badan intelijen Kenya telah memberi peringatan kemungkinan serangan, kemudian memperingatkan lagi pada awal September 2013, beberapa hari sebelum penyerangan mal Westgate. Tetapi peringatan tidak mendapat tanggapan dari pejabat terkait, dan seranganpun akhirnya  terjadi.

 

Perlunya Kewaspadaan Aparat

 

Serangan di Westgate Mall Nairobi memang terjadi jauh dari Indonesia. Akan tetapi dengan berkembangnya dunia internet, jarak menjadi tidak masalah. Berita serangan teror mematikan itu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.

Apa kewaspadaan dan kejelian yang diperlukan bagi aparat keamanan di Indonesia? Bahwa dibawah kepemimpinan Ayman al-Zawahiri, organisasi al-Qaeda tidak semakin surut, tetapi semakin menakutkan dengan serangan teror random terhadap publik. Kepemimpinan Godane adalah representasi dari Zawahiri yang terkenal kontroversial. Dari serangan di Nairobi dan pernyataan baik Godane atau al-Shabaab, terlihat bahwa orang asing (Barat) serta yang non muslim akan mereka jadikan target.

Hal ini perlu diperdalam oleh aparat intelijen dan keamanan Indonesia, apakah ada kemungkinan perubahan target serangan yang dahulu Amerika dan sekutu, kemudian bergeser kearah Polisi, kini bisa berubah dan bergeser kearah publik? Al-Shabaab dengan Godane menyatakan target asing sah dan mereka yang disebutnya kafir dijadikan target. Apakah ini akan menjadi inspirasi mereka? Apakah publik dan AS akan kembali menjadi target? Itulah pertanyaan yang sebaiknya dijawab dan diperdalam.

Disini, meneror dan menembak anggota polisi adalah dalam rangka menekan pemerintah. Al-Shabaab menyerang mall adalah dalam rangka menekan pemerintah Kenya. Harapan kita, semoga disini  tidak demikian. Tetapi bagi seorang analis intelijen, pertanyaan seperti ini akan terus menggelitik. Korban mengenaskan di Westgate Mall sebagai akibat pengabaian informasi intelijen. Intelijen Kenya tidak berhasil mendapatkan informasi detail, dimana dalam beberapa hari sebelum serangan, para teroris itu menumpuk senjata dalan sebuah toko didalam mall. Akan tetapi mereka mampu mendapatkan informasi tentang rencana serangan.

Pertanyaannya, mampukan aparat kita mendeteksi apa rencana mereka? Penembak polisipun belum tertangkap. Ini pekerjaan rumah intelijen dan polisi yang ribet dan semakin berat pastinya.

 

Oleh : Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

 

Artikel Terkait :

-Waspadai Serangan Teror Mematikan di Westgate Mall Nairobi, http://ramalanintelijen.net/?p=7464

-Ayman al-Zawahiri Pengganti Osama Perintahkan Serang AS, http://ramalanintelijen.net/?p=7431

-Menganalisa Penembak Polisi, Mereka Jelas Teroris Terlatih, http://ramalanintelijen.net/?p=7402

-Amerika Kembali Diancam Al-Qaeda, termasuk di Jakarta?, http://ramalanintelijen.net/?p=7184

 

 

 

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.