Polisi Menangkap tersangka Teroris di Bekasi, ditemukan dua Pistol FN

21 August 2013 | 5:42 am | Dilihat : 451

Densus tangkap Terduga Teroris (Ilustrasi Foto : rimanews.com)

 

Selasa (20/8/2013) petang sekitar pukul 18.45 WIB, team Densus 88 telah melakukan penyergapan tersangka teroris di  Percetakan Andescre (rumah toko) di Jalan M. Hasibuan, Kampung Poncol, RT 06 / RW 08 nomor 12, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur. Ruko tempat usaha terduga teroris tersebut terletak di sebelah kanan jalan arah timur Jalan M. Hasibuan, atau tepat di samping kiri Sekolah Tinggi Ekonomi Mikar.Ruko tersebut dikontrak sejak satu tahun lalu atas nama Arifin. Arifin dikabarkan sebagai warga Bekasi.

Tersangka teroris yang ditangkap adalah Khaerul Ikhwan (32), warga  Desa Sare MulyoRT 2/1 Kelurahan Wonosari, Jawa Timur, Andri Wahono  (21) alamat di Dusun Gardu RT 5/6 Kelurahan Gamping, Kecamatan Suruti, Jawa Timur dan Ahmad Irfan  (22) warga Bogares Kidul RT 27/24 Kelurahan Pangkalan Kecamatan Tegal, Jawa Barat serta Is, alamat pintu air Bekasi.

Dalam penyergapan tersebut, Densus berhasil mengamankan 2 pucuk senjata api jenis FN berikut 50 butir peluru tajam, buku petunjuk pembuatan bom, satu unit sepeda motor Suzuki Shogun nomor polisi B-6329-KAE serta satu kardus barang bukti lainnya. Menurut Kabid Humas Metro Jaya, Kombes Pol Rikhwanto, "Saudara Khaerul alias Irul diduga kuat keterlibatan dalan kelompok yang rencana lakukan pengeboman di Kedubes Myanmar," kata Rikwanto, Selasa (20/8/2013).

Penangkapan kelompok Khaerul tidak terlibat dalam kasus penembakan polisi yang terjadi akhir-akhir ini. Jaringan pengebom Kedubes Myanmar ini digulung setelah sebelumnya  pada Minggu (18/8/2013) sore, Densus 88 juga telah menangkap Muhammad Zakaria, warga Dusun Balutan, RT 04 RW 05, Desa Purwoharjo, Kecamatan Comal, Pemalang. Zakaria ditangkap di Perum Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang.

Dia diduga terlibat tindak pidana terorisme perencanaan pengeboman terhadap Kedubes Myanmar bersama dengan kelompok Muhammad Syaiful Sabani alias Ipul alias Sayev, kelompok Sigit dan Rohadi.   Densus menahan Syaiful dan tersangka lain yang ditangkap di Banyumas, Imam Syafei di Markas Komando Brigade Mobil Kelapa Dua, Depok. Syaiful dan Imam diketahui turut dalam pelatihan militer atau i'dad di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat, pada Januari 2013. Keduanya juga dilatih perakit bom pentolan kelompok Sigit, Sepriano alias Mambo untuk membuat bom Kedubes Myanmar.

Pengungkapan jaringan baru ini berawal dari penangkapan Ovie dan Asep saat hendak memasang bom di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar pada 25 Mei 2013. Densus menangkap Ovie saat sedang berboncengan motor di kawasan Bendungan Hilir. Dari penggrebekan kamar kos Ovie di Jalan Bangka, Mampang, telah ditemukan sejumlah bom bentuk pipa.

Melihat langkah Densus, nampaknya teror bom dengan dalih solidaritas Rohingya semakin terungkap, dan ternyata jaringan ini merupakan sel yang berdiri sendiri bukan merupakan pelaku yang menyerang polisi di kawasan Tanggerang Selatan.

Oleh : Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

 

Artikel Terkait :

 

-Bom di Vihara Ekayana untuk Solidaritas Rohingya?,http://ramalanintelijen.net/?p=7179

-Antara dua Teroris Jakarta dan Keprihatinan Rohingya, http://ramalanintelijen.net/?p=6846

-Teror terhadap Polisi, http://ramalanintelijen.net/?p=7251

-Amerika Kembali Diancam Al-Qaeda, termasuk di Jakarta?, http://ramalanintelijen.net/?p=7184

-Mencermati Bom Panci Rajapolah dan Teroris yang Tewas Ditembak, http://ramalanintelijen.net/?p=7070

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.