Akan hebat Kolaborasi HT dan Wiranto bagi Hanura

20 February 2013 | 11:47 am | Dilihat : 498

 

Hary Tanoe kini semakin terkenal setelah meyatakan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada Minggu (17/2/2013).  Sejak meninggalkan NasDem, Hary tetap menunjukkan niatnya untuk tetap berkiprah di dunia politik, pertama mendirikan organisasi kemasyarakatan,  kedua, bergabung dengan partai lain, dan ketiga, mendirikan partai baru atau kombinasi dari alternatif-alternatif tersebut. Ternyata kemudian dia membentuk ormas Persatuan Indonesia dan kemudian bergabung dengan Hanura.

Hary Tanoesoedibjo resmi menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura masa bakti 2010-2015. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Dossy Iskandar Prasetyo di DPP Partai Hanura, Minggu (17/2). Pada saat pelantikan, Hary menyatakan, "Saya sudah bicara dan diajak bicara dengan beberapa partai dan tentunya saya sudah pertimbangkan matang-matang bagaimana langkah saya seterusnya untuk tetap memperjuangankan perubahan Indonesia menjadi lebih baik. Dan saya putuskan untuk bergabung dengan Partai Hanura," katanya.

Hary Tanoe mengatakan alasan dia bergabung ke Hanura karena melihat figur Ketua Umum Partai Hanura, Jenderal Pur Wiranto sebagai sosok yang memiliki pengendalian diri yang sangat baik, sehingga dia merasa ada chemistry yang cocok sekali. "Chemistry dalam hal hubungan ini bukan yang utama. Hal yang utama adalah bahwa Pak Wiranto dan teman-teman lain bersama saya memiliki visi yang sama, kami merasa prihatin dengan bangsa Indonesia ini," tegasnya.

Alasan lain karena Hanura memegang prinsip tidak bergabung dengan koalisi dan tetap berada diluar, lebih sebagai oposisi. Juga menilai Hanura sebagai partai yang bersih dari korupsi, ini karena figur Wiranto yang kuat di Hanura. "Alasan terakhir saya adalah, Pak Wiranto bersedia menerima kader-kader yang ikut dengan saya, untuk bergabung dan dilebur menjadi baik di pusat dan di daerah. Saya yakin generasi muda kalau digabungkan akan menjadi sesuatu yang luar biasa," imbuhnya.

Nah itulah alasan resmi Hary Tanoe bergaung ke parpol yang hampir saja tidak populer lagi. Mengapa penulis mengatakan tidak populer, karena beberapa Jenderal teman penulis yang dahulu dengan gigih membangun Hanura, nampaknya kini sudah beralih haluan, bergeser ke parpol lain atau bahkan bergelut dengan dunia bisnis.

Apabila diukur dengan hasil survei, penulis melihat Hanura sudah berada pada posisi lampu kuning hampir merah. Sebut saja, dari hasil survei Charta Politica (8-22 Juli 2012), elektabilitas Hanura hanya 1,6 persen, PAN 1,9 persen, PKS 3,9 persen dan partai sealirannya (Gerindra) mendapat persepsi publik 4,7 persen. Survei Soegeng Sarjadi Syndicate akhir 2012, elektabilitas Hanura 2,7 persen, PAN 2,2 persen, PKS 6,6 persen, PKB 2 persen dan Gerindra 10,5 persen. Survei SMRC (6-22 Desember 2012), elektabilitas Hanura 1,4 persen, PAN 1,5 persen, PKS 2,7 persen dan Gerindra 7,2 persen. SMRC memperkirakan swing voters sekitar 40 persen, Charta Politica menyebutkan 34,4 persen. Penulis pesimis apabila dibiarkan, dengan syarat parliamentary threshold 3,5 persen, maka Hanura tidak akan lolos ke Senayan pada 2014.

Nah, kita coba melihat, siapa dan mengapa Hary Tanoe tetap bersikeras main politik? Apakah kesuksesannya  dalam menggeluti bisnis belum cukup baginya? Pria kelahiran Surabaya pada 26 September 1965 yang alumnus Ottawa University ini  menurut majalah Forbes tercatat sebagai orang terkaya ke-22 di Indonesia dengan total kekayaan USD 1,19 miliar. Hary membangun gurita bisnisnya dimana dia mengendalikannya, sebagai Presdir PT Global Mediokom Tbk, pendiri dan pemegang saham dan menjadi Presiden Eksekutif Group PT Bhakti Investama TBK (sejak 1989), Presdir PT MNC, Komisaris PT Mobile-8, Indovision, serta perusahaan-perusahaan lain dibawah  holdingnya.

Hary merupakan pengusaha yang kreatif dengan berbagai kecerdasan dan kecerdikannya. Prinsip hidupnya adalah seperti yang diungkapkannya saat memberikan kuliah di Universitas Atmajaya (11/5/2012) dimana Hary diundang sebagai  narasumber.  Anitana, seorang kompasianer menuliskan kuliah Hary yang berjudul “Menciptakan Entrepreneur Membangun Indonesia.” (http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/05/20/).

Hary mengaku dirinya bisa menggenggam kesuksesan hingga kini karena selalu menekankan 4 prinsip. Pertama, Time big. Untuk menjadi berhasil, generasi muda harus berpikir secara meluas dan jauh ke depan dan mengikuti arus trend yang terjadi. Dengan contoh pilihannya berekspansi ke televisi kabel dan televisi satelit, keyakinan akan pilihannya terbukti benar dengan jumlah pengguna televisi satelit dan kabel kini meningkat pesat.

Kedua, Focus on quality. Berarti mempertimbangkan ciri khas Indonesia sebagai negara yang luas, kepulauan dengan penduduk mayoritas berusia muda.  Kemudian memilah usaha-usaha yang sekiranya dinilai bagus dan memiliki prospek. Hary mengungkapkan, ”Setelah saya lihat yang bagus-bagus, saya coba untuk pelajari bidang apa saja yang akan saya tempuh supaya saya bisa optimal untuk kembangkan. Untuk menjadi entrepreneur harus memiliki kesiapan untuk mengambil risiko. Jika ingin stabil, ya menjadi pegawai," tegasnya.

Ketiga, Speed.  Jika kita sudah memiliki ide besar untuk diwujudkan kita harus segera mencari cara dan berusaha mewujudkannya,  jangan menunggu dan menunda hal yang sebenarnya bisa dilakukan saat ini. Kecepatan dalam bertindak mutlak dilakukan agar tidak didahului oleh pesaing lainnya.

Keempat. Memanfaatkan momentum, Hary mengatakan, saat  krisis ekonomi melanda Indonesia pada masa 1998–2002, banyak kalangan pesimis dan tidak mau berinvestasi. Saat orang lain memilih pindah ke luar negeri, dia memilih tinggal di Indonesia. Krisis dilihatnya sebagai momentum yang pas untuk melangkah. Di saat pengusaha lainnya menjual aset dia  justru membeli. ”Kalau pada 2002 saya tidak memanfaatkan momentum dengan baik, tidak ada global media seperti saat ini,” paparnya. Dikatakannya, selama 10 tahun menekuni dunia bisnis media, bisnis media yang digelutinya sudah berkembang dengan pesat. “Bisa saya katakan, MNC selama 10 tahun ini luar biasa besar di Indonesia dan sudah mapan." Hary juga meyakini media saat ini akan mengalami.pergeseran ke new media (internet).  “Tidak tahu kapan pastinya tapi akan bergeser,” ujarnya.

Nah itulah prinsip dari Hary Tanoe sebagai pengusaha sukses. Sejak 2011 Hary menunjukkan minat main politik, terjun ke dunia yang menurutnya mungkin mirip dengan bisnis yang juga memerlukan kecerdasan, kejelian dan kecerdikan. Pada awal dia bergabung dengan NasDem, dasar pemikirannya adalah prinsip nasionalisme, perubahan dan kekuatan orang muda yang akan dikelolanya. Hary faham bahwa politik kini adalah panglima yang mengatur seluruh sendi kehidupan. Semua ditentukan oleh politik, baik  ipoleksosbud dan hankam. Dia meninggalkan NasDem karena adanya ambisi politisi tua yang mengesampingkan yang muda.

Prinsip Hary Tanoe tentang teori kekuatan muda akan menentukan masa depan Indonesia memang bisa dikatakan realistis dan logik. Dari hasil sensus BPS tahun 2010 tentang penduduk Indonesia terlihat jumlah orang muda (angkatan kerja produktif) merupakan mayoritas. Hasil sensus pada 2010, jumlah penduduk  usia 15-19 (20.880.633 jiwa), usia 20-24 (19.891.633), usia 25-29 (21.310.443), Usia 30-34 (19.830.685), usia 35-39 (18.505.131). Total jumlah penduduk yang berusia 15-39 tersebut keseluruhan adalah 100.418.626 jiwa. Inilah nanti sasaran Hary pada pemilu 2014 dengan teorinya.

Hary dengan kekuatan financial serta jaringan bisnis yang dimilikinya, akan menggabungkan time big, focus on quality, speed, dan momentum pada wilayah politik dengan sasaran generasi muda untuk melakukan perubahan di Indonesia. Hary akan mendukung penuh Partai Hanura dimana dia kini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan (sejajar dengan SBY yang juga menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat). Dia melihat politik sebagai peluang, bergerak cepat dan berani mengambil resiko, melihat momentum tepat sudah saatnya untuk bergerak dan berusaha mendahului pemain politik lainnya satu atau dua langkah di depan.

Dia langsung mendapat parpol jadi untuk mencapai tujuannya dengan mengembangkan kreasi di Hanura. Sementara bagi Wiranto,  Hary adalah dewa penyelamat partainya, karena itu kolaborasi ini akan hebat, karena adanya saling pengertian. Semua idenya disetujui oleh Wiranto serta elit Hanura lainnya. Hary akan nyaman karena sebagai mantan Panglima TNI, Wiranto akan menjaga prestise tidak akan menghianati persetujuan yang telah disepakati. Beda dengan parpol yang dibangun politisi murni yang mudah berkhianat.

Hary Tanoe merupakan sosok yang terbuka tapi langkah pengamanan diri dan bisnisnya tertutup dan aman. Banyak pihak yang tidak mengetahui dari masa asal sumber keuangannya, sementara Surya Paloh menyindir sebagai OKB (Orang Kaya Baru). Beberapa rumors mengatakan Bhakti Investama dimodali oleh George Soros, pengusaha keturunan Yahudi, itupun tidak dapat dibuktikan. Ada pula yang mengatakan kerjasama dengan Cendana, juga tidak terbukti, bahkan dia sempat berseteru. Ada berita Hary Tanoe adalah jaringan dari Amerika, inipun tidak terbukti. Nah, kita tidak perlu mempermasalahkan sumber keuangannya, termasuk kemungkinan adanya dukungan dari Departemen Cina Perantauan.

Yang perlu kita ikuti adalah langkah selanjutnya dari Ayah lima anak tersebut. Kini walaupun tidak ada kata resmi adanya akuisisi Hanura, nampaknya Harry Tanoe diberi kebebasan oleh Pak Wiranto untuk berkreasi mempersiapkan Hanura menjelang 2014. Wiranto sangat faham dan bisa menerima masuknya Hary Tanoe, karena menyadari rendahnya elektabilitas Hanura dari hasil survei. Dengan demikian maka jaringan media yang penulis sebut sebagai "silent revolution" milik Hary Tanoe cepat ataupun lambat akan menaikkan elektabilitas Hanura, mampu menarik minat konstituen politik. Dengan membawa gerbong sekitar 1.000 orang eks NasDem, Hanura akan semakin kuat pastinya.

Penulis perkirakan partai besutan mantan Panglima TNI ini akan kembali bangkit dengan melakukan kolaborasi bersama Hary Tanoe. Perolehan suara parpol pada pemilu 2014 akan ditentukan oleh mapannya jaringan parpol (seperti Golkar) dan kekuatan dari media yang dimiliki sebuah parpol. Media akan menaklukkan jejaring parpol pada satu tahun mendatang, ini difahami oleh Hary Tanoe. Dengan demikian maka Hanura akan merangkak naik, dan bukan tidak mungkin impian Hary Tanoe untuk mencapai dua digit bisa saja tercapai. Kita lihat nanti.

Oleh : Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

Ilustrasi Gambar : Tribunnews.com

 

 

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.