Jupe, Alat Yang Besar Dan Berbahaya

4 April 2010 | 9:16 am | Dilihat : 291
Julia Perez/Admin (KOMPAS)
Julia Perez/Admin (KOMPAS)

Berita hangat dalam seminggu terakhir  ini adalah soal Jupe yang katanya serius mau nyalon menjadi salah satu pimpinan di Kabupaten Pacitan. Berita menjadi besar karena adanya kaitan antara Pacitan sebagai "home base" Pak SBY, dan Jupe sebagai artis manis panas yang didukung koalisi delapan parpol dalam Pilkada. "Tahapan pilkada sebetulnya baru kita mulai pada September 2010. Namun, sekarang perkembangan dinamika politik sudah kencang. Ini karena munculnya artis seperti Jupe yang ingin maju," kata Ketua KPU Pacitan Damhudi Jumat (2/4). Nama Jupe yang merupakan singkatan dari Julia Perez menjadi lebih ramai diberitakan setelah adik sepupu Pak SBY, Nur Cahyono, 49, juga menyatakan siap mendampinginya untuk merebut kekuasaan di Kabupaten Pacitan tersebut.

Damhudi selanjutnya menyatakan "Tidak masalah Julia Perez maju sebagai calon wakil bupati Pacitan. Namun,dia harus memenuhi persyaratan yang telah diatur." Kata Damhudi. Menurut aturan, calon Bupati/wakil harus warga negara Indonesia, dan tamatan SMA. Persyaratan lainnya si calon jika diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik, harus memperoleh suara sah minimal 15% dari total suara. Berarti parpol atau gabungan parpol harus memiliki minimal tujuh kursi di Dewan jika ingin mengusung calon. Sementara calon perseorangan harus mendapatkan dukungan minimal 15% suara atau sekitar 44.000 suara. Di daerah yang banyak guanya tersebut, Jupe pada awalnya di dukung oleh koalisi delapan parpol yaitu Partai Hanura, PAN,Gerindra,PBB,Partai Patriot, PDP, PKPB, dan PKPI. Tetapi dua parpol PAN dan PBB nampaknya akan keluar dari koalisi.

Jupe selama ini dikenal sebagai artis panas yang aduhai. Penembang lagu "Belah Duren" dalam album Kamasutra ini menjadi terkenal karena penampilannya yang berani menampilkan daya tarik fisik. Artis yang nama aslinya Yulia Rachmawati ini dilahirkan di Jakarta pada 15 Juli 1980. Pertanyaannya kini, apakah Jupe itu memang besar?. Nah mari kita telisik artis yang kini mengundang kontroversi ini. Jupe mengawali karier melalui training sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta, dan mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Belanda. Pernah tampil sebagai model pada majalah FHM dan Maxim di Perancis, semua berkat upaya Damien Perez (Yusuf Perez) yang kemudian menjadi suaminya.

Kariernya selanjutnya dijalaninya dengan menjadi pemain sinetron dan juga sebagai bintang iklan. Pada April 2008 Jupe meluncurkan album perdana Kamasutra dengan lagu unggulan Belah Duren. Saat launching  album, Jupe melakukan langkah kontroversi dengan membagi "kondom" bagi pembeli albumnya. Jupe demikian berani berpose, dan menjadi idola pengguna internet. Pada awal 2009 rumah tangganya dengan Damien goyah dan keduanya kemudian berproses cerai. Jupe kemudian membangun hubungan yang lebih akrab dengan pemain bola import asal Argentina, Gaston Castano pada klub Persiba. Jupe berusaha mendirikan sekolah sepak bola  Champions Soccer School dengan dibantu Castano. Selain itu Jupe juga dipercaya sebagai duta merek sebuah perusahaan kondom. Pada Januari 2010 Jupe menyatakan bergabung dengan manajemen musik dari Maia Estianti.

Penulis dengan rasa keingin tahuan yang besar terus melakukan browsing tentang Jupe ini, ternyata dia adalah artis yang banyak dicari dan diberitakan di internet. Kalau anda menanyakan kepada Mbah Google, maka terlihat bahwa popularitasnya tidak kalah dengan nama terkenal lainnya. Tadi pagi (4/4, pukul 00.04)  penulis mengetik kata Bank Century, terdapat hasil penelusuran sebayak 35.600.000, kalau anda ketik SBY, akan didapat 6.850.000, Kompas 7.110.000, Nama Jupe menghasilkan angka 4.640.000, Slank 3.510.000, Jusuf Kalla 1.050.000, Kompasiana 633.000, Aburizal Bakrie 208.000. Dengan demikian maka dari sisi "brand image" atau pengenalan nama, Jupe tidak kalah dibandingkan  kebesaran nama beberapa tokoh besar diatas. Internet kini telah digunakan lebih dari 30 juta orang di Indonesia, artinya terlepas dari penilaian baik atau buruk, tokoh Jupe ini cukup besar dan menarik minat, mampu  mengalahkan JK, Aburizal dan SLANK.

Bagaimana kedepannya? Sejak Rano Karno sukses menjadi Wakil Walikota Tanggerang, hubungan artis dan politik menjadi semakin erat. Keberhasilan Rano Karno disusul oleh Dede Yusuf sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, dan beberapa artis yang berhasil menjadi anggota DPR. Seperti Tantowi Yahya dan Eko Patrio yang dikenal cukup pintar berbicara. Beberapa artis yang mencoba peruntungan di jalur eksekutif lainnya adalah Ayu Azhari, Cici Paramida. Peluang Jupe rupanya tetap akan ada di Pacitan. Bahkan Jupe dengan penampilannya yang manis dan anggun juga ikut menghadiri Musda Partai Hanura dengan berpakaian Jas dan berkaca mata. Selain itu terlihat adik sepupu Pak SBY, Nur Cahyono, 49 juga berminat mengambilnya sebagai pasangannya, walau keputusannya dibantah fihak keluarga.

Nah, demikian sedikit tentang Jupe atau Julia Perez yang kontroversi itu. Inilah kehebatan era demokrasi masa kini, siapapun juga bisa menjadi apapun, asal mempunyai dukungan sesuai aturan. Terlepas Jupe artis panas yang seksi, dia menjadi magnit yang diperebutkan oleh beberapa calon Bupati. Para cabub sebaiknya melakukan pemeriksaan sekuriti terhadap siapa yang akan diambilnya sebagai pasangannya, khususnya mengukur kerawanan dari Jupe. Dalam ilmu intelijen,  kerawanan adalah sebuah kelemahan, yang apabila diketahui dan dieksploitir oleh lawan akan menyebabkan kelumpuhan.

Parpol diluar koalisi Ampera yang mendukung Jupe jangan menganggap ringan artis ini. Dari pengalaman masa lalu, media elektronik demikian besar perannya dalam mempengaruhi dan menggiring opini publik, sehingga disebut sebagai "silent revolution." Pengaruhnya jauh lebih besar dibandingkan jejaring partai. Jupe kini demikian banyak diberitakan oleh media elektronik. Pengondisian warga Pacitan tanpa disadari mulai berlangsung. Pendukung Jupe hanya bertugas mempengaruhi sekitar 450.053 pemilih (konstituen  pemilu 2009). Mereka tidak perlu membayar televisi, karena Jupe mampu mempengaruhi televisi itu sendiri untuk mengikuti dirinya.

Dari sisi atau penilaian kacamata politik, khususnya citra parpol, kekalahan Partai Demokrat di home base Ketua Dewan Pembina di Pacitan jelas akan besar pengaruhnya  pada pemilu 2014. Oleh karena itu beberapa parpol nampak demikian serius menyerang home base tersebut. Jadi apakah betul bahwa ini adalah sebuah silent operation? Jupe  memang alat yang besar dan cukup berbahaya.

PRAYITNO RAMELAN. Pemerhati Intelijen.

Sumber:http://politik.kompasiana.com/2010/04/04/jupe-alat-yang-besar-dan-berbahaya/ (Dibaca: 2318 kali)

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.