Rahasia Menulis di Kompasiana Agar Dilirik Penerbit

29 October 2009 | 1:30 am | Dilihat : 452

Tadi siang penulis melihat miss call dari Mas Pepih Nugraha, setelah ditilpon balik, ternyata ada kabar gembira, hasil karya penulis di Kompasiana khususnya mengenai intelijen dan terorisme menurut Admin Kompasiana tersebut kini sudah berada ditangan penerbit. Dalam tahap final editing. Alhamdulillah, itu yang penulis bisa ungkapkan. Sejak bulan September 2008 hingga 27 Oktober 2009, sudah sekitar 245 judul yang dibuat dan ditayangkan di Kompasiana. Fokus tulisan terutama opini masalah politik, intelijen dan terorisme. Juga dibuat beberapa tulisan selingan lainnya tentang kemanusiaan, reportase sebuah kejadian serta cerita ringan lainnya. Analisa politik merupakan tulisan terbanyak yang dibuat, karena dalam tenggang waktu September 2008-Oktober 2009 semua blog di tanah air ikut bergetar dengan peristiwa pemilu dan pilpres.

Penulis mengulas topik-topik menarik, karena memang ranah politik itu memang mampu mengundang rasa ingin tahu, spekulasi hingga kontroversi, bahkan melahirkan debat-debat berkepanjangan. Kompasiana bahkan oleh sementara pihak saat itu dinilai lebih pro ke kubu JK-Win, karena banyak pendukung JK yang keras disitu. Penulis dan penanggap terkotak-kotak menjadi pendukung masing-masing parpol dan kemudian pasangan capres-cawapres. Menyenangkan memang kalau kembali mengingat masa itu. Penulis membuat artikel dengan berdasarkan hasil survey, data-data lengkap ditulis disitu. Mencoba meyakinkan bahwa politik harus dilengkapi dengan survei. Posisi sebagai blogger indie selama gemuruh politik tetap penulis pegang, semua ditulis apa adanya, baik ditulis baik, buruk ditulis buruk.

Nah, ditengah-tengah masih hiruk pikuk poitik, mendadak terjadi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, yang kemudian disusul adegan tembak-menembak di Temanggung saat penyergapan Ibrohim yang dikira Noordin M Top. Kembali kompasiana menjadi ajang tulis menulis masalah teror. Kemudian susul menyusul terjadi kasus ditangkapnya Ketua KPK Antasari Azhar, keributan dengan Malaysia. Bertambah ramai lagi. Begitu bom meledak, penulis yang mempunyai sedikit pengetahuan sebagai mantan anggota "telik sandi" yang sudah pensiun, kemudian secara periodik dan aktif membuat analisa atau opini yang berkaitan dengan masalah intelijen dan terorisme. Kasus terorisme terkemuka yaitu ditembaknya gembong teroris Noordin M Top. Maka tersusunlah cukup banyak artikel yang berkait dengan teror tersebut.

Semuanya berjalan dengan wajar, tanpa ada interest apa-apa, mengalir begitu saja, dengan tujuan untuk berbagi, sharing idea, berdiskusi, dan menambah pertemanan. Ternyata apa yang penulis postingkan di Kompasiana selama ini selalu diperhatikan dan dibaca oleh sebuah penerbit. Kemudian tanpa ditawarkan atau didekati, penerbit itu menghubungi admin, menyatakan ingin menerbitkan kumpulan tulisan itu. Dari dua bidang yang menjadi fokus, politik dan intelijen/terorisme, ternyata penerbit lebih cenderung memilih topik intelijen dan terorisme. Setelah ditanya mengapanya? Dijawabnya bahwa masalah itu lebih menjual, menarik pembeli atau istilahnya Mas Pepih "Judul artikel seksi". Rupanya bukan gadis seksi saja yang menarik perhatian, tetapi judul artikel ada juga yang seksi.

Setelah penerbit menetapkan pilihannya, pembicaraan dilakukan dengan penulis dan admin kompasiana, maka dipilihlah beberapa artikel yang akan diterbitkan. Kini beberapa judul masalah intelijen dan terorisme itu sedang di edit ulang, dilengkapi dengan pernik-pernik pelengkap, seperti kata pengantar, testimoni dan lain-lain. Menunggu kelengkapan lainnya, setelah selesai dicetak, akan dilakukan "launching". Kontrak akan dibuat, penulis akan mendapatkan royalti dari buku yang terjual...Kalau bukunya laris manis, akan lumayan juga hasilnya bukan?. Sebagai contoh, buku karangan Pak Sintong itu termasuk "best seller," konon terjual hingga 70.000 buah.

Nah, pembaca, para kompasianers, ini hanya sekedar informasi terbaik yang merangsang anda sekalian. Maksudnya merangsang semangat menulis itu. Yang perlu diingat manusia tetap harus berusaha keras, Tuhan yang menentukan. Dari apa yang penulis sampaikan, tanpa kita sadari nampaknya penerbit memang ada yang membaca artikel-artikel yang kita buat. Apabila dia tertarik dengan artikel-artikel yang anda buat, maka bukan tidak mungkin suatu saat penerbit akan menghubungi anda. Kompasiana kini sebagai gudang penulis yang beberapa diantaranya dinilai oleh beberapa penerbit sebagai sumber penulis tetap, bermutu dan pantas di jual. Kalau boleh menyarankan anda menulis secara konsisten, dengan gaya sendiri, lebih baik apabila dilengkapi dengan data. Sebuah perkembangan baru yang menjanjikan, tulisan blogger semakin menarik perhatian penerbit.

Tulisan yang akan dilirik penerbit nampaknya apabila itu merupakan sebuah kumpulan reportase, atau sebuah opini atau analisa sendiri. Bisa berisi macam-macam topik, tetapi akan lebih baik apabila diantara kumpulannya itu ada topik-topik tertentu yang menjadi fokus. Akan tetapi bisa juga topiknya beragam seperti buku CROY-nya Pak Chappy Hakim itu, dengan syarat anda sudah sangat berpengalaman dan mempunyai nama sebagai penulis. Anda bisa menulis dan memilih masalah komedi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam, pendidikan, keuangan, agama, budaya, kuliner, tanaman, kehidupan, olah raga, perkawinan, keluarga, seks, dan lain-lain....itulah contoh-contoh fokus. Nah demikian sedikit yang penulis ketahui tentang penerbitan buku itu. Jadi kini, "keep on writing", jangan dipikirkan berapa yang membaca, menulis seperti pisau, kalau terus diasah akan semakin tajam.

Penulis pernah menyarankan kepada kompasianer Daveena, bahwa tulisan itu semacam madu, kalau tulisan anda baik dan semanis madu, maka tawon itu akan datang dengan sendirinya. Dalam sebuah blog, sebuah tulisan apabila sudah didatangi lebih dari 200 viewer, artinya tulisan itu sudah termasuk baik. Hati-hati dengan judul, jangan terlalu bombastis kalau isinya hanya biasa-biasa saja, lama-lama pembaca akan menciri penulis tipe ini, tidak sesuai antar judul dan isi. Sebagai penutup, sedikit bocoran informasi, konon ada penerbit yang sedang mengikuti beberapa kompasianer yang tulisannya mulai dianggap cukup pantas dan dianggap mempunyai nilai jual untuk diterbitkan.

Bukan kuantitas utamanya, tetapi kualitas yang mereka nilai. Kuantitas akan berpengaruh terhadap jumlah yang lebih variatif yang bisa mereka nilai.Semakin bertambah bagus bukan?. Anda mempunyai hobi menulis, tetapi ternyata ada harapan baru, selain kebanggaan sebagai penulis yang tulisannya diterbitkan menjadi buku, juga bisa menghasilkan uang....Selamat menulis my friend, tetap bersemangat, jaga kebersihan hati, semoga berhasil.

PRAYITNO RAMELAN

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2009/10/29/kenapa-tulisan-di-kompasiana-dilirik-penerbit/ (Dibaca: 1502 kali)

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.