Prabowo Menang Dua Langkah

17 July 2009 | 12:32 am | Dilihat : 130

Nama Prabowo Subianto yang maju sebagai cawapres dari Megawati pada pilpres 8 Juli lalu, walaupun mengalami kekalahan dari pasangan SBY-Boediono tetap dikenang oleh banyak pendukungnya. Prabowo  selalu tampil dengan sosok gagah, walau  "getting fat", berseragam kerja safari putih, dia  tetap menunjukkan sikapnya yang tegas dan berwibawa, selalu yakin dan bersemangat. Penulis sejak awal sebetulnya memperkirakan sosok ini apabila bisa maju sebagai capres'09, akan menjadi lawan tangguh SBY diputaran final. Tetapi entah mengapa, karena kegagalan dalam lobi-lobi politiknya, akhirnya  Prabowo hanya mampu maju menjadi cawapres. Walau semangatnya tetap menggebu, pada akhirnya pemilihnya menjadi "gamang," dan banyak yang mengurungkan dukungan terhadapnya. Maka gagal sudah sebuah strategi besar dan gagasan ekonomi kerakyatan dalam membangun negara ini menjadi lebih maju katanya.

Penulis pernah menulis tentang Prabowo dalam artikel dengan judul prabowo-yang-semakin-bersinar/ tapi kini sinar itu telah meredup dikalahkan oleh  SBY yang sama-sama berasal dari satu almamater di lembah Tidar. Sejak bulan September 2008 Prabowo sudah mempunyai elektabilitas, menurut survei  LSN 20-27 September 2008 menyebutkan bila pilpres dilakukan hari ini, SBY mendapat 30 %, Megawati 15,3 %, Prabowo 14,2 %, Hidayat Nur Wahid 4,8 %, Yusril 4,3 %, Amin Rais 2 %, Wiranto 1,5%. Survei LSN bulan Desember 2008,  SBY 32,3%, Mega 29,4%, Prabowo 13,2%, Sri Sultan Hamengku Buwono X 11,2%, Wiranto 6,4 %. Survei Lembaga Survei Indonesia pada Februari 2009, bila yang bersaing adalah SBY, Mega, dan Prabowo maka SBY meraih 59%,  Mega 21%, dan Prabowo 7%. Survei LSI pada April 2009, SBY mendapat dukungan 49,6%, Mega 14,1%, Prabowo 5,6%, JK 4%, Hidayat Nur Wahid 2%, Wiranto 1,6%, dan Sultan 0,2%.

Nah dari hasil survei yang diambil secara acak sejak bulan september 2008 hingga April 2009 dari beberapa Lembaga survei, elektabilitas Prabowo berada diantara rentang nilai terendah 5,6% dan tertinggi 14,2%. Dengan demikian walau elektabilitasnya fluktuatif, pada umumnya elektabilitas Prabowo masih berada diperingkat ketiga setelah SBY dan Mega. Menurut Lembaga Survei Indonesia pada 15 Juni 2009 yang melakukan survei rasa suka masyarakat (”likeability“) terhadap tokoh nasional,  Prabowo berada diperingkat keempat dengan urutan Boediono 76%, JK 69%, Wiranto 67%, Prabowo 66% dan Mega 64%. Sedang nilai SBY berada jauh diatas kelimanya.

Kini, kita coba sedikit membahas  pilpres 2014. Dari keenam calon, baik capres ataupun cawapres yang baru saja bertarung nampaknya hanya Prabowo yang mempunyai peluang dapat maju kembali pada pilpres 2014. Dengan catatan apabila yang bersangkutan mau maju kembali. SBY jelas terganjal UU Pilpres, Boediono akan terlalu tua dan bukan kader parpol, Mega sudah tidak populer karena sudah dua kali kalah, JK tidak mungkin maju kembali lewat jalur Golkar, sudah terlalu tua dan Wiranto sudah dua kali gagal. Kini, setelah generasi yang tua-tua tersebut berhalangan maju, nampaknya para pengamat dan publik berpendapat para capres dan cawapres akan diisi oleh gererasi penerus yang berusia diantara 45-55 tahun. Tantangan kedepan akan semakin berat, presiden dan wakil presiden akan dituntut lebih dari standard rata-rata. Maka para pengamat memperkirakan akan muncul Obama-Obama Indonesia pada pesta demokrasi 2014 nanti.

Pertanyaannya, apakah mereka akan mudah dan mampu untuk bersaing menjadi pimpinan nasional? Jelas, jawabannya tidak semudah yang dibayangkan. Pertama mereka harus  menjadi Ketua Partai atau menjadi Ketua Dewan Pembina Partai. Kedua mereka harus mampu memperkenalkan dirinya dan mengangkat citra pada masyarakat luas (name awareness),  dan membeberkan konsep dan programnya (brand awareness). Para calon sebaiknya sudah mempunyai nilai "electability" dan "likeability," yang sangat sulit dibentuk oleh seseorang tokoh.   Yang terakhir dan terberat syaratnya adalah, mereka harus mempunyai modal besar atau pendukung yang mau membiayai perjalanan menuju istana tersebut. Disinilah beratnya hambatan  para calon presiden dan wakil presiden itu nantinya. Yuddy Chrisnandy yang berhasrat ingin menjadi Ketua Umum Golkar-pun sudah mulai diingatkan oleh seniornya, kewajiban Ketua Umum adalah harus mampu mengeluarkan biaya Rp 5 Milyar setiap bulan untuk partainya....Opo tumon kata Mbah Surip.

Nah, dari uraian diatas, Prabowo bila akan maju kembali dalam pertarungan pilpres 2014, dinilai sudah mempunyai beberapa modal utama. Prabowo sudah lebih dahulu dikenal masyarakat, sudah mempunyai gambaran program kerja. Prabowo juga sudah menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, sudah mempunyai nilai baik elektabilitas maupun tingkat kesukaan dari masyarakat. Prabowo juga sudah membuktikan dirinya mempunyai modal yang cukup, cukup hanya bahu membahu dengan adiknya Hasyim, tidak perlu bingung mencari-cari lagi.

Dengan demikian maka dalam waktu lima tahun mendatang, Prabowo apabila akan maju harus membangun citra, membesarkan Gerindra, membangun koalisi yang semakin erat dengan PDIP dan mungkin Hanura yang sealiran, juga dengan beberapa parpol Islam seperti PAN. Sementara para capres lainnya masih akan "berkutat" dengan beberapa syarat yang demikian berat seperti yang telah disebutkan diatas. Maka dapat dikatakan,   apabila Prabowo memang masih ingin  maju pada 2014 nanti, dia telah menang dua langkah didepan dibandingkan calon-calon lainnya yang hingga kini kitapun belum tahu siapanya.

Oleh karena itu, bagi para pendukung Prabowo dan kader Partai Gerindra tidak perlu bersedih dan bersusah hati menerima kekalahan ini, tidak perlu stress. Cukup  katakan "Ini bukanlah kekalahan, tetapi sebuah kemenangan yang tertunda," begitu bukan?. Dengan demikian maka semangat tidak akan luntur, ini penting untuk membesarkan partainya. Contoh saja cara berfikir penulis kalau sedang main golf, apabila pada the first nine holes mainnya jelek, tetap optimis mudah-mudahan nanti pada  the second nine akan main bagus. Dan... kalau toh the second nine tetap bermain jelek, ya yakin saja, Insyaallah minggu depan mainnya akan bagus. Itu namanya positif thinking bukan?.

PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana

Sumber: http://politik.kompasiana.com/2009/07/17/prabowo-menang-dua-langkah/(Dibaca: 2645 kali)

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.