Perkembangan Politik Awal 2009, SBY Dan PD Makin Kokoh

5 January 2009 | 10:03 am | Dilihat : 38

Memasuki awal tahun 2009, lebih terlihat kesibukan diantara Parpol peserta Pemilu, rencana koalisi, kebimbangan caleg dengan diterapkannya sistem suara terbanyak, perebutan capres alternatif ketiga serta pemilihan cawapres pendamping. Dalam kondisi krisis ekonomi yang memukul negara, krisis keuangan langsung maupun tidak langsung juga memukul kekuatan parpol-parpol  dalam pelaksanaan kampanye, dimana kebutuhan dana pendukung yang sangat besar dibutuhkan pada periode kampanye.

Pada pemilu dan pilpres 2009, peran media ternyata menjadi tumpuan dalam kegiatan "name awareness", tidak saja bagi parpol dan capres yang baru muncul, tetapi juga berlaku bagi parpol-parpol lama dan capres muka-muka lama. Tanpa upaya bermain di media, maka elektabilitas yang merupakan sebuah ukuran dalam penentuan posisi sebuah kekuatan politik dapat dipastikan akan turun. Pengukuran yang paling lazim dilakukan oleh sebuah lembaga survei baik independen ataupun survei yang dibiayai parpol itu sendiri.

Pada tanggal 4 Januari 2009, Lembaga Survei Indonesia mengeluarkan hasil surveinya yang dilaksanakan taggal 10-22 Desember 2008, melibatkan 2200 responden di 33 propinsi. Partai Demokrat menjadi partai unggulan jika pemilu legislatif dilakukan hari ini, partai ini mengantongi dukungan 23,0% pilihan responden. PDIP hanya mampu berada di urutan kedua dengan dukungan 17,1%.Kemudian, disusul Partai Golkar dengan 13,3% pilihan. Setelah Partai Golkar, posisi selanjutnya ditempati Partai Kebangkitan Bangsa dengan 4,8% dukungan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 4,0% pilihan, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang mampu mengalahkan presentasi dukungan partai lama dengan meraih 3,9%. Setelah itu, disusul Partai Amanat Nasional 3,4% dan Partai Persatuan Pembangunan 3,1%,

Berdasarkan hasil survei itu, citra Demokrat sebagai partai yang paling bersih dari korupsi mencapai 26%, mengungguli PKS yang hanya 7%. Selain pencitraan partai, aspek psikologis lain yang juga berperan dalam peningkatan presentasi itu adalah penilaian terhadap program untuk rakyat. Demokrat disebut sebagai partai paling mampu menyelesaikan masalah bangsa, serta paling peduli pada keinginan rakyat. Beberapa aspek rasional yang dinilai positif oleh responden mencakup kepuasan atas kinerja pemerintah, kondisi politik, keamanan, penegakan hukum, ekonomi nasional,program pemberantasan korupsi,program sosial meliputi bantuan langsung tunai,dana biaya operasional sekolah, dan penurunan harga bahan bakar minyak.

Selain Partai demokrat yang menempati posisi sebagai partai terpopuler, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina juga menempati posisi sebagai capres terpopuler dengan elektabilitas 43%. Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani mengatakan pilihan terhadap Yudhoyono maupun partai pendukung utamanya yakni Partai Demokrat (PD) yg paling berpengaruh adalah kinerja pemerintah. "Bila kepuasan pada kinerja SBY naik, maka angka dukungan terhadapnya sebagai presiden juga naik, dan bila turun maka juga turun," katanya saat memaparkan hasil survei mengenai Rasionalitas Pemilih: Kontestasi Partai Menjelang Pemilu 2009.

Dibandingkan dengan survei LSI yang dilaksanakan pada bulan November 2008, telah terjadi pergeseran posisi. Partai Demokrat tetap diposisi teratas, pada November elektabilitasnya (18,8%) dukungan pada Desember meningkat menjadi 23%. Partai Golkar yang pada bulan November diposisi kedua dengan elektabilitas 15,9%, pada survei Desember turun keposisi tiga (13,3%).  PDIP yang biulan November diposisi ketiga dengan elektabilitas 14,2% pada survei Desember naik keperingkat dua menjadi 17,1%, PKS yang pada survei November diperingkat empat (4,9%) pada Desember turun keperingkat lima dengan 4,0%, PKB yang pada November diposisi lima (4,6%), pada Desember menggeser PKS dan menduduki peringkat empat dengan 4,8%, Gerindra pada survei November diposisi enam (3,7%) pada survei Desember tetap diperingkat enam (3,9%) mengatasi perolehan PAN dan partai lama PPP, PAN yang pada November diperingkat tujuh (3%) tetap diperingkat tujuh dengan 3,4%.

Menanggapi hasil survei tersebut Partai Demokrat yang mengusung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden makin optimistis melaju pada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden. "Angka-angka tersebut adalah modal politik yang sangat berharga untuk berkompetisi dalam pemilu legislatif dan Pilpres 2009. Sebagai partai, Demokrat mulai tampak 'berbakat' untuk menjadi juara," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik dan Otonomi Daerah Anas Urbaningrum.

Selanjutnya dikatakan bahwa Partai Demokrat akan tetap membangun sebuah koalisi, Koalisi bukan saja dimaksudkan untuk memberangkatkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, melainkan dalam rangka menjamin stabilitas dan efektifitas program-program pemerintahan. Koalisi Demokrat akan menjadi definitif pascapemilu 2009 ketika modal politik masing-masing partai sudah jelas. Pasalnya, selain kesamaan visi dan haluan, kata Anas, dalam koalisi pasti akan membicarakan mengenai power sharing. "Tidak ada koalisi tanpa power sharing," imbuh dia.

Mendekati pemilu bulan April nanti, dikalangan parpol menengah masih sulit terbentuk sebuah koalisi untuk mendukung Capres alternatif. Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais mengusulkan "Poros Keselamatan Bangsa" bagi partai-partai politik (parpol) menengah dalam menghadapi Pemilu 2009 mendatang. "Ini usul saya, Poros Keselamatan Bangsa," kata dia kepada wartawan usai tabligh akbar dalam rangka Milad ke-99 Muhammadiyah dan Milad ke-39 SMK Muhammadiyah I Ajibarang, di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (3/1). Dikatakannya dirinya siap menjadi capres alternatif apabila dikendaki masyarakat.

Upaya Amin hingga saat ini belum direspons secara signifikan, karena masing-masing parpol masih disibukkan dengan sistem baru yang memberlakukan suara terbanyak. Para elit parpol terlihat masih diliputi kepanikan, karena harus bersaing dengan caleg dari parpol lainnya, termasuk juga persaingan diintern parpolnya masing-masing. Sebagai parpol yang berkuasa maka Partai Demokrat lebih memiliki kelebihan dibandingkan parpol lainnya, karena setiap kebijakan pemerintah yang positif bagi masyarakat selalu dipandang kebijakan SBY yang secara otomatis akan berpengaruh terhadap elektabilitas SBY dan Demokrat.

Dengan demikian, maka posisi Demokrat dan SBY perlu diperhatikan dengan lebih cermat oleh para calon partnernya, demokrat sudah menyatakan tidak hanya akan berdiri didua kaki, tetapi akan juga mempertimbangkan partner lamanya seperti PKB, PPP dan PKS sebagai partner berkoalisi. Ancaman yang dapat meruntuhkan elektabilitasnya adalah apabila terjadi krisis PHK, meningkatnya pengangguran dan kenaikan harga sembako yang langsung menyentuh rakyat. Menjelang April 2009, maka posisi SBY dan Partai Demokrat memang terlihat semakin kokoh, kesimpulannya bapak pembina yang satu ini memang semakin "piawai" berpolitik. Kita tunggu survei Januari ini, Golkar, PDIP jelas tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan berusaha kembali merebut tempat teratas. Memang harus diakui berat melawan "incumbent".

Sumber : http://umum.kompasiana.com/2009/01/05/perkembangan-politik-awal-2009-sby-dan-pd-makin-kokoh/ (Dibaca: 2346 kali)

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.