MASALAH ASKAR WATANIAH MALAYSIA

1 September 2008 | 7:16 am | Dilihat : 710

Rejimen Askar Wataniah

"BERKHIDMAT UNTUK NEGARA"

Oleh: Prayitno Ramelan

17 Februari 2008

Masyarakat kita dalam beberapa tahun terahir ini terlihat agak sensitif apabila membicarakan Malaysia. Walau ada istilah serumpun, tetapi kini Malaysia dipandang sebagai rumpun nakal yang dinilai sering merugikan dan menyusahkan rakyat Indonesia. Beberapa tindakannya dianggap tidak menghargai dan menyakitkan hati rakyat Indonesia, seperti penangkapan dan pengusiran TKI, kasus Sipadan Ligitan, penggeseran tapal batas, pengakuan beberapa budaya. Berita terahir menarik dari anggota komisi-I DPR RI, ada WNI yang direkrut jadi Askar Wataniah Malaysia.

Untuk itu mari kita bahas masalah tersebut dengan dingin, relistis dan tidak emosional. Askar Wataniah MalaysiaAskar Wataniah (AW) adalah komponen cadangan Angkatan Darat Malaysia, mirip pasukan (infanteri) teritorial Angkatan Darat Inggris. Pelibatan rakyat dalam Askar Wataniah seperti yang ditetapkan dalam Dasar Pertahanan Negara yang dituangkan dalam konsep HANRUH (Pertahanan Menyeluruh). AW disebut sebagai badan sukarela, diposisikan sebagai benteng kedua dalam pertahanan Negara.

Pasukan sukarela bela negara pertama dibentuk tahun 1902, dinamai Malay States Volunteer Rifles (MSVR). Pada tanggal 1 Juni 1958 resmi diberi nama Askar Wataniah Malaysia. Nama Wataniah diambil dari kata Vatan, gerilya di Italy pimpinan Kamal Ataturk. Askar ini terdiri dari resimen seri 300 dan resimen seri 500. Seri 300 terdiri dari 5 batalyon mendapat tugas menjaga perbatasan dengan Thailand sepanjang 506 km.

Resimen seri 500, terdiri dari 16 Resimen yang masing-masing terdiri dari 3 batalyon. Dari 16 resimen seri 500, empat resimen ditugasi diperbatasan dengan Indonesia yaitu Resimen 507 AW di Kinibalu, Sabah, Resimen 510 AW di Sibu, Sarawak, Resimen 511 AW, di Kuching, Sarawak dan Resimen 516AW di Tawau Sabah. Sementara 12 Resimen diposisikan di 12 lokasi, Johor Bharu, Selangor, Perak, Perlis, Pahang, Kelantan, Negeri Sembilan, Pulau Pinang, Terengganu, Kedah Melaka dan Kuala Lumpur.

AW termasuk satuan berkemampuan tempur (combat element), diperkuat dengan combat support element (ranpur, artileri, komunikasi, teknik, polisi militer, intelijen), Services support element (logistik) dan specialist element (dukungan umum). Anggota Askar direkrut dan diseleksi dari pelajar, mahasiswa dan sipil dengan syarat Warga Negara Malaysia, tamat tingkatan 5, umur 18-23 th, tinggi pria 157cm, wanita 147cm. Kesadaran bela negara warga negara Malaysia terlihat tinggi dari adanya pelatihan askar di 11 universitas (IPTA/Palapes).

Pelatihan ilmu kemiliteran di universitas telah menghasilkan 12.000 AW. Askar Wataniah akan terus diperbesar, setelah tahun 2020 jumlahnya akan lebih besar dari anggota militer Angkatan Bersenjatanya. Pada tanggal 10 Pebruari 2008 Resimen seri 300 diseluruh Malaysia telah direorganisasi kedalam ATM (Angkatan Bersenjata), disebut brigade Sempadan dengan kekuatan 3600 personel. Sebagian pasukan tetap menjaga perbatasan dengan Thailand dan sebagian akan memperkuat perbatasan diwilayah Timur.

Menurut rencana resimen seri 500 juga akan direstrukturisasi beberapa waktu kedepan. Isu Perekrutan WNI menjadi Askar Wataniah telah dibantah oleh Menteri Penerangan Malaysia Datok Zainuddin M, dan Panglima Tentara Darat Malaysia Jenderal Tan Sri Mohammed Ismail. Dikatakan bahwa syarat menjadi askar harus WN Malaysia.

Kini kita yang harus hati-hati, khususnya pejabat ataupun tokoh politisi dalam membuat statement. Karena dari kasus yang terjadi, justru banyak rakyat kita yang nekat. Demi mencari kerja, selama ini menjadi TKI illegalpun juga dijalani. Jadi bukan tidak mungkin ada WNI yang tinggal lama di Malaysia, menjadi permanent resident dan menjadi WN Malaysia kemudian masuk menjadi askar. Atau mereka mempunyai 2 KTP?.

Melihat persyaratan pendidikan minimal tingkatan 5, agak sulit kelihatannya kalau petualang WNI mendapatkan/memalsu ijazah di Malaysia, lain dengan disini, gelar dan ijazah ada yang menjual. Dilain sisi Malaysiapun akan berfikir panjang untuk merekrut WNI. Ini akan merupakan kerawanan ditubuh AB mereka, karena yang dihadapi Indonesia.

Kenapa demikian besar gelar kekuatan pasukan cadangan Malaysia diperbatasan?.Seperti yang dikatakan Deputy PM yang juga Menhan Datuk Seri Najib Tun Razak, bahwa pembangunan yang cepat dari Malaysia menarik imigran datang baik legal ataupun tidak. Imigran selain memberikan sumbangan kemajuan ekonomi Negara, beberapa menjadi ancaman sistem keamanan negara dengan kegiatan pelanggaran hukum.

Dari sejarah masa lalu, Malaysia mempunyai pengalaman konflik dengan Indonesia saat konfrontasi tahun 1962-1966. Pada tahun 1961 Presiden Soekarno menyatakan konfrontasi, menyebut Malaysia sebagai boneka Inggris. Karena dominasi Inggris, dianggap mengancam kemerdekaan Indonesia. Saat itu pulau Kalimantan terbagi atas Kerajaan Brunei, Serawak (koloni Inggris), Sabah (British North Borneo) dan Kalimantan wilayah Indonesia.

Tanggal 8 Desember 1962 Brunei diserbu paramiliter TNKU, Sultan mengungsi dan setelah Inggris turun tangan membantu, dalam 4 bulan situasi baru dapat dikendalikan. Konfrontasi juga menyulitkan Malaysia yang tidak berdaya menghadapi paramiliter yang dibantu tentara Indonesia. Setelah meminta bantuan kepada Inggris dan Australia, negara-negara persemakmuran ahirnya mendeploy 14.000 pasukan diperbatasan Kalimantan.

Dapat dibayangkan betapa besarnya gelar pasukan persemakmuran menghadapi pasukan Indonesia. Disiplin ilmu intelijen mengajarkan bahwa untuk meramal masa yang akan datang (the future) kita harus melihat masa lalu (the past) dan masa kini (the present). Dari sejarah masa lalu, konflik mungkin saja dapat terjadi diperbatasan. Perang terbuka diperkirakan kecil kemungkinannya. Ini mungkin salah satu pertimbangan Malaysia memperkuat penjagaan perbatasan, dalam menghadapi imigran gelap, infiltrasi dan menata kekuatan mengacu pola pertahanan tahun 2020. Beberapa tahun terahir kekuatan AB Malaysia meningkat significant.

Kekuatan Angkatan Darat, pasukan tempur aktif dan cadangan 945.000 personel, 593 tank, 460 panzer, ranpur lainnya 275. Selain memiliki artileri AD dilengkapi Air Defence Missiles, Jernas, Starburst, Anza dan SA 16 IGLA. Termasuk radar Girraffe air Defence, Skyguard, Arthur Arthy Radar, Aselsan. Angkatan Laut terdiri dari 123 Kapal perang modern, beberapa dilengkapi dengan misiles. Angkatan Udara dilengkapi pesawat tempur 18 SU-30, 15 MIG-29N, 8 FA-18D, 10 F-5E, 23 Hawk, 30 Sky Hawk, 8 PC-7MKII,36 PC-7, 10 C-130H, 4 KC-130H (air refueling). Dalam waktu 2-5 tahun akan datang 24-36 FA-18F/SU-30, 24 ROOIVALK attack heli, 10 MH-17 heli Rusia, 12 peluru kendali (SAM).

Dengan kemampuan pengisian bahan bakar diudara, maka pesawat-pesawat tempurnya akan mampu mencapai semua obyek vital di Indonesia, dan kecil kemungkinan kita mampu menghadangnya. Saat ini kita kalah dalam jumlah dan kemampuan. Belum lagi apabila terjadi konflik negara-negara persemakmuran ikut terlibat. Memang memprihatinkan kondisi peralatan tempur yang kita miliki.

Kelihatannya sudah waktunya DPR membahas lebih serius masalah ini. Dari mencuatnya masalah Askar Wataniah kita tersadarkan ada masalah yang jauh lebih besar untuk dipikirkan. Semua terserah kepada kebijakan politik yang saat ini sedang menjadi panglima.

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.