Suksesnya Serangan Teror Mematikan di Paris Karena Perancis Teledor

15 November 2015 | 10:34 pm | Dilihat : 996
attack in 7 place at Paris
Tujuh Sasaran Yang Diserang Teroris di Paris (Sumber Foto :ohnotheydidnt. livejourna. com/AFP)

Dunia sangat dikejutkan dengan pemberitaan terjadinya sebuah rangkaian serangan teror yang ganas, kejam dan mematikan di Paris pada Jumat (13/11/2015) malam. Serangan yang dilakukan dengan menggunakan senjata serbu jenis AK-47 (Kalashnikov), granat dan bom rakitan telah menewaskan sekitar 129 warga Perancis serta asing dan melukai sekitar 352 orang, dimana 99  diantarnya mengalami luka berat. Sadis dan tidak berperikemanusiaan, itulah kata yang tepat dalam menyebut serangan di kota yang terkenal cantik dan bersejarah itu.

Dari beberapa sumber, yang simpang siur disebabkan oleh bermacam pemberitaan, akhirnya didapat informasi bahwa serangan teror pada Jumat malam yang berakhir dinihari, sementara disimpulkan merupakan serangan teror yang terkordinasi dan terjadi pada tujuh lokasi (lihat denah). Teroris melakukan  penembakan massal, penyanderaan, bom bunuh diri dan pemboman. Dari tujuh lokasi diketahui 129 orang telah tewas, setelah dikoreksi ulang, korban terbanyak yaitu 89 orang  tewas di teater Bataclan saat dilaksanakannya konser band AS Eagles. Selain itu, diketahui  352 orang korban luka-luka, dimana 99 orang dalam kondisi kritis. Dalam peristiwa tersebut dilaporkan delapan teroris penyerang tewas.

Presiden Perancis François Hollande  dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi Jumat, 23:58 (waktu Paris), menyatakan negara dalam keadaan darurat dan memberlakukan jam malam, perbatasan negara di kontrol penuh.  "Ini adalah tindakan perang yang dilakukan oleh  teroris, pasukan Jihad, Daesh, melawan Perancis," kata  Hollande dari Istana Elysee. "Ini adalah tindakan perang yang disiapkan, terorganisir dan terencana dari luar negeri, dengan keterlibatan dari dalam neger," tegasnya.

France-President-Fran-ois-008

Presiden Perancis Francois Hollande (Foto : theguardian.com)

Selanjutnya Presiden Hollande menyatakan selama tiga hari berkabung nasional, dan 1.500  pasukan militer akan patroli ibukota. Prancis tetap berada di bawah keadaan darurat nasional dan Hollande menegaskan untuk, "Menjadi tak kenal ampun dengan barbar dari Daesh."

Presiden AS Barack Obama, berbicara kepada wartawan di Washington, menyatakan, "This is an attack on all of humanity and the universal values that we share."  Obama menyebut kekerasan Paris sebuah "upaya keterlaluan untuk meneror warga sipil tak berdosa" dan bersumpah untuk melakukan apa pun untuk membantu membawa para pelaku ke pengadilan.

Kanselir Jerman, Angela Merkel dari Jerman,  melalui juru bicaranya, Steffen Seibert menyatakan,  "Saya sangat terkejut dengan berita dan foto-foto dari Paris. Pemerintah federal berada dalam kontak dengan pemerintah Perancis dan telah menyatakan belasungkawa rakyat Jerman." PM David Cameron menyatakan, "I am shocked by events in Paris tonight. Our thoughts and prayers are with the French people. We will do whatever we can to help."

Presiden-Jokowi-610x338

Presiden Jokowi Mengutuk Serangan teroris di Paris (Foto:jejarno.com)

Presiden Jokowi mengutuk keras aksi terorisme di beberapa tempat di Paris, Perancis, Jumat (13/11) malam. “Saya menyampaikan duka mendalam bagi korban aksi terorisme dan kekerasan di Paris, dan juga kepada pemerintah dan rakyat Perancis,” katanya di Bandara Halim , Jakarta, sebelum bertolak menuju Turki guna menghadiri KTT G-20, Sabtu (14/11) pagi. “Pemerintah dan bangsa Indonesia mengutuk keras kekerasan dan kekejaman yang terjadi, terorisme, dengan alasan apapun dan dalam bentuk apapun, tidak dapat ditoleransi.

Kronologis Kejadian Serangan Teror

Serangan teror dilakukan pada hari Jumat malam dimana masyarakat Perancis sedang menikmati liburan akhir pekan. Serangan pada awalnya  terjadi di Stade de France (stadion olah raga sepakbola nasional). Tiga ledakan terjadi di sekitar stadion olahraga yang terletak di pinggiran kota Saint-Denis  pada pukul  21:16/LT, 21:30/LT, dan 21:53/LT atau Local Time (Waktu Setempat). Teroris pertama meledakkan sabuk bunuh diri ketika mencoba untuk memasuki Gerbang J stadion, menewaskan sedikitnya tiga penggemar. Wall Street Journal melaporkan si penyerang memiliki tiket untuk pertandingan sepak bola, tapi terhalang memasuki stadion saat pemeriksaan keamanan, kemudian dia meledakkan rompinya.

Sedikitnya 10 orang terluka atau tewas dalam ledakan di sebuah bar dekat stadion pukul 21:30/LT, sekitar 20 menit setelah dimulainya pertandingan sepak bola persahabatan internasional antara Perancis dan Jerman. Presiden François Hollande yang ikut menyaksikan pertandingan kemudian aman aman dievakuasi, langsung mengadakan sidang darurat. Para penonton dibawa ke lapangan untuk menunggu evakuasi. Sumber-sumber keamanan menegaskan bahwa semua tiga ledakan adalah bom bunuh diri.

AK47-rifle_2741520b

Senjata Serbu Jenis AK-47 Kalashnikov Yang Digunakan Penyerangan di Paris (Foto : telegraph.co.uk)

Serangan selanjutnya di Rue Bichat dan rue Alibert),  sekitar pukul 21:20/LT dimana teroris melakukan penembakan pertama  dekat Canal Saint-Martin. Penyerang menembak pengunjung di luar kafe-bar Le Carillon. Mereka kemudian menyeberangi rue Bichat dan menyerang dengan  senjata AK-47 di restoran  Le Petit Cambodge. Menurut polisi Perancis, dilaporkan sekitar sebelas orang tewas di restoran tersebut. Setelah melakukan penembakan, para penyerang dilaporkan melarikan diri dalam satu atau dua kendaraan, salah satu kendaraan  diketahui memiliki plat nomor Belgia.

Serangan di lokasi lainnya, terjadi di Rue de la Fontaine-au-Roi,  seorang pria menggunakan senapan mesin AK-47 melepaskan tembakan di teras restoran Italia, La Casa Nostra,  yang terletak di Selatan Rue Bichat.  Jaksa dari Paris melaporkan bahwa lima orang tewas ditembak dan delapan mengalami luka-luka.

Serangan penembakan kemudian  terjadi di Rue de Charonne, dimana dua penyerang menembak selama beberapa menit di teras restoran La Belle Equipe,  sebelum kembali naik ke mobil mereka dan kemudian pergi sekitar pukul 21:50/LT.  Polisi Perancis melaporkan bahwa 18 orang dibunuh oleh dua orang bersenjata tersebut yang menembaki teras luar restoran.

Serangan bom bunuh diri dilakukan di Boulevard Voltaire. Penyerang lain meledakkan rompi bunuh diri di boulevard Voltaire dekat teater Bataclan. Sekitar pukul 21:40/LT, si penyerang duduk di kafe Comptoir Voltaire dan memesan minum, sebelum dia meledakkan rompi bunuh diri, yang membunuh dirinya sendiri dan melukai sekitar 15 orang.

bataclan

Salah Satu Korban Serangan di Konser Bataclan (Foto : smh.com.au)

Serangan paling mematikan dan brutal terjadi di teater Bataclan di boulevard Voltaire,  di mana sedang berlangsung konser musik oleh band  Eagles, band rock Death Metal asal Amerika yang dihadiri sekitar   1.500 orang penonton. Saat Eagles telah memainkan sekitar lima lagu terjadi ledakan pertama, menyebabkan kebingungan di kalangan penonton yang ,emngira ledakan ini mungkin  menjadi bagian dari pertunjukan. Sekitar pukul 21:45/LT,  satu jam setelah konser berlangsung,  empat pria berpakaian hitam dengan AK-47 senapan serbu masuk lorong. Saksi mendengar teriakan "Allahu akbar" sebelum orang-orang bersenjata itu dengan tenang dan metodis melepaskan tembakan ke kerumunan.

Beberapa saksi mata melihat penyerang ada yang tidak menggunakan penutup muka, melepaskan tembakan ke kerumunan penonton selama 20 menit dan juga melemparkan granat.   Sekitar pukul 22.00, teroris mulai mengumpulkan sandera sejumlah antara 60-100 orang, sementara polisi telah berkumpul di luar gedung konser. Para anggota band lolos tanpa cedera. Salah satu saksi menyatakan bahwa seorang pria bersenjata berteriak,  "This is because of all the harm done by Hollande to Muslims all over the world."

2E6D4DFE00000578-3318062-image-a-3_1447464895336

Suasana evakuasi Korban Serangan (Foto : dailymail.co.uk)

Sekitar pukul 00:15/LT, polisi mulai melakukan serangan ke dalam teater setelah adanya laporan bahwa penyerang kembali mulai membunuh para sandera. pengepungan berakhir pada 00:58/LT. Laporan awal polisi menyebutkan terdapat sekitar 100 orang tewas di teater; namun, jumlah korban tewas kemudian direvisi menjadi 87. Setelah penyerbuan polisi, empat penyerang tewas, tiga dari mereka dengan meledakkan rompi bunuh diri mereka, sementara yang keempat setelah terkena tembakan polisi, rompinya meledakkan ketika ia jatuh.

Dari serangan teror di tujuh lokasi, tercatat korban yang meninggal dunia terdiri dari warga negara Perancis 112, Belgia 3, Chili 3, Aljazair 2, Rumania 2, Tunisia 2, Portugal 1, Spanyol/Meksiko (dual kewarganegaraan) 1, Swedia 1, Inggris Raya 1, Amerika Serikat/Meksiko (dual kewarganegaraan) 1, Total 129.

Data-data  Para Pelaku

Presiden François Hollande menyatakan pada hari Sabtu (14/11/2015)  bahwa serangan itu diatur dari luar negeri oleh Islamic State dengan bantuan internal. Paspor Suriah dan Mesir dilaporkan ditemukan di dekat mayat dua dari para pelaku di dua lokasi serangan. Jaksa Penuntut  Umum Paris, François Molins menegaskan bahwa delapan penyerang diketahui telah tewas, meskipun pihak berwenang terus mencari penembak restoran yang dikabarkan melarikan diri.

Tercatat sebanyak tiga pelaku bom bunuh diri meledakkan rompi mereka dekat Stade de France (Stadion Olahraga). Menurut polisi Perancis, pada salah satu  pelaku bom bunuh diri terdapat paspor Suriah dan juga diketemukan paspor Mesir. Menteri Perlindungan Warga di Yunani Nikos Toskas menegaskan bahwa  pemegang paspor Suriah itu  telah terdaftar sebagai pengungsi di Leros pada bulan Oktober lalu. Penyerang kedelapan meledakkan rompinya di Boulevard Voltaire dekat teater Bataclan.  Menurut jaksa Paris, para penyerang, yang mengenakan rompi bunuh diri, digunakan TATP sebagai bahan peledak.

Salah satu penyerang diidentifikasi sebagai ekstrimis Perancis yang telah ditandai oleh polisi karena aktivitasnya. Salah satu penyerang telah diidentifikasi sebagai militan yang kembali dari Suriah setelah bergabung dengan Islamic State. Didapat data,  salah satu penyerang lahir pada 21 November 1985 dan berasal dari pinggiran Courcouronnes, sekitar 20 mil (32 km) Selatan Paris. Dia  memiliki catatan kriminal sejak tahun 2004 dan ditandai sebagai kelompok radikal Islam pada tahun  2010, tetapi tidak pernah menghabiskan waktu di penjara. Pria bersenjata kedua ditemukan dengan paspor Suriah lahir pada tahun 1980.

Orang yang menyewa mobil yang digunakan dalam serangan jumat malam itu, ditangkap pada hari Sabtu, 14 November 2015. Selain itu, tiga orang juga telah ditangkap di Belgia. Menurut Jaksa Paris, serangan tersebut terdiri atas tiga tim penyerang.  Mereka memiliki rompi bunuh diri yang sama dan senjata AK-47 (Kalashnikov) yang sama.

Islamic State resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan pada pagi hari 14 November, dalam rilisnya, memuji "delapan saudara" mereka pada kematian "setidaknya 200 salib" dan mengklaim bahwa "ini hanya awal dari badai." ("this was only the beginning of the storm."). Sebuah tayangan di sosial media, dimana Islamic State merilis sebuah video di Kairo hari Sabtu (14/11/2015) mengancam akan terus menyerang Perancis jika terur melakukan pemboman terhadap pejuangnya.

Al-Hayat-Media-Center-Logo

Logo  Al-Hayat Media Center (Foto: counterjihadreport.com)

Pengakuan bahwa serangan dilakukan oleh Islamic State ditayangkan pada  Al-Hayat Media Centre, membuat ancaman  yang menyerukan umat Islam Perancis untuk melakukan serangan. "Selama Anda tetap membom, Anda tidak akan hidup dalam damai. Anda akan dan bahkan takut bepergian ke pasar," kata pria berjenggot yang nampak sangat  militan yang berbahasa Arab, diapit oleh pejuang lainnya. Ancaman dikeluarkan IS, "Biarkan Perancis dan orang-orang yang berjalan di jalan itu tahu bahwa mereka akan tetap berada di bagian teratas dari daftar target dari Islamic State (Negara Islam),"

Catatan Serangan Teror di Perancis

Maret 2012: Seorang warga Perancis keturunan Alzajair, melakukan serangan yang menewaskan tiga tentara, seorang guru dan tiga siswa yang masih muda di sebuah sekolah Yahudi di Toulouse. Ia kemudian ditembak mati oleh polisi.

23 Mei 2013:  Seorang  mualaf bernama Alexandre Dhaussy menikam seorang tentara Perancis di lehernya di La Defense di Paris. Tentara itu selamat dari serangan.

Desember 2014: Seorang warga Perancis yang lahir di Burrundi menyerang beberapa petugas polisi di sebuah stasiun di Joue-les-Tour Perancis, dia memiliki pisau dan berteriak "Allahu Akbar". Kemudian yang bersangkutan  ditembak mati.

7 Januari 2015 : Said dan Cherif Kouachi menembak mati 12 orang di kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris. Periksa artikel penulis "Penyerang Charlie Hebdo Terkait Jaringan Al-Qaeda," link; http://ramalanintelijen.net/?p=9435

Januari 2015 : Amedy Coulibaly membunuh polisi sebelum memasuki supermarket Yahudi di Paris dimana dia menembak mati empat orang lain. Kedua orang  Coulibaly dan saudara-saudara dari Kouachi kemudian ditembak mati oleh polisi.

26 Juni 2015: Dalam sebuah pabrik kimia di dekat Grenoble, satu orang dipenggal dan beberapa lainnya luka-luka. Satu orang ditangkap, Presiden Francois Hollande menyebut sebagai serangan teror.

Analisis

Serangan teror yang hanya dilakukan oleh pelaku suicide (bunuh diri) ternyata mampu membuat negara sebesar dan sekuat Perancis bergetar hebat. Penyusupan para pelaku teror itu benar-benar mengejutkan baik Perancis, Inggris, Jerman maupun Amerika Serikat.

Para pelaku jelas tidak hanya berjumlah delapan orang saja, mereka menurut pakem intelijen adalah ujung tombak teror yang disebut sebagai kader aktif. Dalam organisasi teror yang sederhana, hanya terdiri dari pimpinan, kader aktif, pendukung aktif, pendukung pasif dan simpatisan. Nah, yang kini dicari atau sedang dikejar oleh Perancis dan negara-negara lainnya adalah para pendukung aktif dan pasif yang umumnya malakukan dukungan logistik, seperti safe house, penyiapan transportasi, senjata AK-47 beserta pelurunya, bom rompi, granat, serta granat. Dalam inteljen mereka disebut sebagai support agent.

proxy war in Syria

Proxy War di Suriah, Islamic State berada di luar, tetapi Justru yang terkuat pengaruhnya (Foto : businessinsider.com)

Kini timbul pertanyaan, mengapa Perancis dijadikan target utama oleh Islamic State dan akan terus mereka serang? Dalam teori perang proksi (proxy war) di Suriah, Perancis terlibat dalam koalisi AS bersama-sama Inggris, Turki, Yordania mendukung pemberontak Free Syria Army dalam melawan pasukan Suriah, pasukan Iran dan Hezbollah yang didukung oleh Rusia. Akan tetapi kedua belah pihak juga berseberangan dan saling menyerang dengan kelompok Islamic State yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghdadi. AS serta koalisi bentukannya bahkan sudah menyerang IS selama dua tahun.

Perancis dibawah kepemimpinan Presiden Hollande makin aktif meningkatkan partisipasi Perancis dalam kampanye udara militer di Suriah bersama koalisi pimpinan Amerika pada akhir September lalu. Pada minggu lalu, Perancis membuat marah IS karena melakukan serangan udara terhadap ladang minyak yang dioperasikan oleh  Islamic State di Suriah. Pada tanggal 8 Oktober 2015, Perancis melakukan serangan udara terhadap kekuatan bersenjata IS di Raqqa, Salim Benghalem, Suriah.

Apakah hanya itu alasan IS menyerang Perancis? Teror yang dilakukan adalah upaya psywar, dimana para jihadis IS menunjukkan kepada dunia Barat bahwa mereka mampu melakukan serangan mematikan, berupa balas dendam terhadap musuhnya berupa intimidasi ribuan mil jauhnya dari khilafah mereka. Selain itu mereka memberikan pesan kepada kaum muslim untuk ikut terlibat menjadi lone wolf untuk menyerang musuh-musuh Barat. Mereka memilih Perancis karena dalam peristiwa koran satir Charlie Hebdo, dinilai telah terjadi  penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Jadi persoalannya bukan hanya memberi inspirasi untuk menyerang Perancis, tetapi memberikan motivasi kepada kaum muslim lainnya di Perancis dan seluruh dunia bahwa Barat memang patut dihukum.

Mengapa mereka sukses di Paris? Menurut penulis karena aparat intelijen dan keamanan Perancis teledor, menganggap ringan ancaman. Perancis lupa bahwa yang kini dihadapi adalah kelompok yang sudah di baiat siap mati. Terbukti dari delapan penyerang itu tujuh diantaranya melakukan bom bunuh diri.  Perancis terlibat dalam penyerangan terhadap obyek vital Islamic State di Suriah, mestinya mereka waspada.

lone-wolf-terrorists1

Lone wolf Jauh Lebih Menakutkan Karena Sulit Dideteksi, Sering tidak langsung Terkait dengan Kelompok Teroris (Foto: counterjihad.com)

Dari fakta-fakta serta analisis diatas, nampaknya serangan serupa tidak akan berhenti pada teror Jumat malam itu saja. Penulis perkirakan mereka akan merancang kembali serangan serupa dan bahkan serangan lone wolf akan sangat mungkin terjadi. Perancis harus waspada, karena korban tewas jauh melampaui yang dari pembantaian di koran satir Charlie Hebdo.  Serangan Jumat jauh lebih mematikan dan menggiriskan  di kawasan Eropa sejak pemboman kereta 2004 di Madrid, yang menewaskan 191 orang.

Lebih dari 500 pejuang Perancis dianggap dengan Negara Islam di Suriah dan Irak, menurut angka resmi, sementara 250 telah kembali ke Perancis dan terdapat  750 orang yang menyatakan keinginan untuk pergi bergabung dengan Islamic State. Kini bukan hanya Perancis yang harus waspada, negara-negara Barat lainnya juga bisa menjadi target serangan serupa. Serangan Jumat kelabu itu menunjukkan dan membuktikan bahwa Islamic State akan menyerang  elemen masyarakat Barat yang pasti akan membuat mereka paling tidak nyaman.

Bagaimana dengan Indonesia? Jangan remehkan mereka, intelijen harus tetap waspada, mereka mulai mengincar tempat berkumpulnya publik. Mampu beroperasi jauh diluar batas khilafahnya.  Pesan moralnya, jangan sedikitpun kewaspadaan berkurang, ancaman jelas ada dan bisa muncul setiap saat. Mestinya BNPT dan Menkominfo lebih tegas dengan media yang merangsang orang menjadi radikal, ini salah satu hasil diskusi penulis dengan salah seorang pejabat Densus 88.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Analis Intelijen www.ramalanintelijen.net

Artikel Terkait :

-Indikasi Kuat Sabotase Bom Pada Kecelakaan Metrojet Airbus A-321-200 Kogalymavia Rusia, http://ramalanintelijen.net/?p=10095

-Rusia Harus Mewaspadai Serangan Teror Lanjutan Terhadap Pesawat Komersialnya, http://ramalanintelijen.net/?p=10112

-Penyerang Charlie Hebdo Terkait Jaringan Al-Qaeda, http://ramalanintelijen.net/?p=9435

-Antara Warning AS dan Australia di Indonesia Dengan Serangan Teror di Paris, http://ramalanintelijen.net/?p=9428

-Kedubes AS di Indonesia Gelisah, Mengeluarkan Security Warning, Ada Apa?, http://ramalanintelijen.net/?p=9425

-Penyanderaan di Lindt Chocolat Cafe Sydney Bisa Diperkirakan Terkait Islamic State, http://ramalanintelijen.net/?p=9367

-Uni Emirat Arab Rilis Daftar 82 Kelompok Teroris, Al Qaeda dan ISIS Yang Utama, http://ramalanintelijen.net/?p=9277

-Serangan Teror Penembakan di Gedung Parlemen Kanada Ottawa, http://ramalanintelijen.net/?p=9205

-Awas ; ISIS Akan Menyerang dengan Senjata Teror Ebola, Target Utama Warga AS Dimanapun, http://ramalanintelijen.net/?p=9174

 -Analisis Ancaman ISIS di Australia, http://ramalanintelijen.net/?p=9065

 

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.