Setelah Suriah Digempur Tomahawk AS, Korut Menunggu Giliran

9 April 2017 | 11:00 pm | Dilihat : 1063

U.S. strikes Syrian military airfield

Lapangan Udara Shayrat, Suriah yang diserang rudal Tomahawk mengalami kerusakan pesawat yang diparkir diluar bunker (Foto : thedrive)

Pada hari Kamis (5/4/2017) malam hari, kapal perang AS telah melakukan serangan terarah dan terbatas terhadap beberapa target terpilih di Suriah. Secara resmi serangan tersebut disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump kepada Reuters pada Jumat (7/4/2017). Serangan tersebut merupakan reaksi AS dengan adanya pemboman yang patut diduga berupa gas syaraf, dilakukan oleh pesawat tempur Suriah atau Rusia di Khan Sheikhoun pada Selasa (4/4/2017).

Dalam keterangan persnya, Presiden Trump menyatakan, "Saya telah memerintahkan serangan militer terarah ke sebuah landasan udara di Suriah, tempat serangan kimia itu dilancarkan. Ini merupakan kepentingan keamanan nasional AS yang vital untuk mencegah dan menangkal penyebaran dan penggunaan senjata kimia yang mematikan," katanya.   Trump menegaskan keputusannya itu hanya  bertindak untuk membela kepentingan keamanan nasional melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Serangan berupa bombardier rudal Tomahawk tersebut  dinilai tergolong langkah paling keras yang dilakukan AS sepanjang 6 tahun berlangsungnya konflik di Suriah.

US Navy  meluncurkan  59 rudal Tomahawk dari  USS Porter dan USS Ross, yang selalu siaga di Laut Mediterania. Rudal-rudal itu dilaporkan telah berhasil menghancurkan  sejumlah target terpilih di Pangkalan Udara Shayrat di Suriah, diantaranya  landasan udara, pesawat-pesawat  tempur dan pusat pengisian bahan bakar.

Tomahawk_Block_IV_cruise_missile_-crop

"Tomahawk" Blok IV,  rudal jelajah dikendalikan Naval Air Systems Command (NAVAIR), dapat  terbang sejauh 780 mil, mampu  menyerang 15 target alternatif koordinat atau tiap  setiap Global Positioning System (GPS) sasaran. Rudal dapat berkeliaran di atas area target selama beberapa jam, dan dengan kamera TV-nya on-board, jika perlu dapat diarahkan ke target yang lain. Diluncurkan dari kapal dan kapal  atau kapal selam (Foto :US Navy)

Pengumuman resmi dari Pentagon : "The strike was conducted using Tomahawk Land Attack Missiles (TLAMs) launched from the destroyers USS Porter and USS Ross in the Eastern Mediterranean Sea.  A total of 59 TLAMs targeted aircraft, hardened aircraft shelters, petroleum and logistical storage, ammunition supply bunkers, air defense systems, and radars.   As always, the U.S. took extraordinary measures to avoid civilian casualties and to comply with the Law of Armed Conflict.  Every precaution was taken to execute this strike with minimal risk to personnel at the airfield."

Presiden Trump menegaskan, "Tidak ada yang perlu diperdebatkan bahwa Suriah menggunakan senjata kimia yang dilarang, itu melanggar kewajibannya di bawah konvensi senjata kimia dan mengabaikan desakan Dewan Keamanan PBB," katanya.

Informasi intelijen yang sampai ke jaringan inner circle Trump menurut informasi berawal dari Badan Intelijen Israel Mossad, yang  membocorkan bahwa serangan senjata kimia yang menewaskan  72 orang di Khan Sheikhoun tersebut dilakukan oleh pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dimana serangan berupa senjata kimia SOP yang berlaku harus melalui persetujuan pimpinan ‘tingkat tertinggi’ rezim Assad.

Medecins Sans Frontieres mengatakan staf mereka menemukan gejala seperti kejang-kejang, sesak napas, batuk darah dan mulutnya berbusa, konsisten dengan baik gas sarin- agen saraf - atau klorin.

trump buka tangan

Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan ke Lapangan Udara Shayrat dengan 59 Tomahawk yang berharga perbuahnya US$ 1,5 juta. Apakah sesuai antara kebutuhan dengan harga rudal yang dinilai tidak efektif (Foto : 6ABC)

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres menyatakan bahwa serangan di Khan Sheikhoun itu telah dikutuk di seluruh dunia sebagai “penghinaan terhadap kemanusiaan” yang membuktikan bahwa “kejahatan perang sedang berlangsung di Suriah,” katanya .  Selanjutnya dikatakan, "Upaya bertahun-tahun sebelumnya untuk mengubah perilaku Assad telah gagal semuanya, dan gagal dengan sangat dramatis. Sebagai akibatnya, krisis pengungsi terus memburuk dan wilayah terus terganggu, mengancam AS dan sekutu-sekutunya," kata Trump lagi.

"Malam ini, saya meminta semua bangsa beradab untuk bergabung dengan kami dalam menghentikan pembantaian dan pertumpahan darah di Suriah, dan juga untuk menghentikan terorisme dalam semua bentuk dan semua jenis," tuturnya.

Observatorium Suriah (SOHR)  yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia mengatakan sedikitnya 72 orang tewas dengan terjadinya serangan di Provinsi Idlib  yang  dijuluki sebagai  “black Tuesday”. Dilaporkan juga terdapat  20 anak-anak dan 17 wanita termasuk di antara warga sipil tewas di Khan Sheikhoun, yang dibunuh oleh “gas yang menyebabkan sesak napas.”

SOHR mengatakan tidak dapat memastikan apa sebenarnya zat kimia yang dijatuhkan tersebut. Namun, EMC dan LCC meyakini bahwa yang digunakan adalah zat saraf Sarin, yang sangat beracun dan dianggap 20 kali lebih mematikan dibanding sianida. Beberapa ahli mengatakan bahwa serangan itu bisa merupakan hasil dari bahan kimia apa pun karena semua zat kimia cenderung "menimbulkan efek fisiologis yang sama pada tubuh manusia.

Khan Sheikhoun

Peta tempat serangan bom syaraf dan lapangan udara Shayrat yang diserang Tomahawk (Foto : Daily Mail)

Atas serangan sebagai akibat tuduhan tersebut, Kementerian Luar Negeri Suriah berulang kali membantah terlibat dalam penggunaan gas syaraf. Pernyataan Kemlu Suriah menegaskan pada hari Kamis (5/4/2017) bahwa  tentara “belum dan tidak akan menggunakan senjata kimia terhadap bangsa kita ataupun teroris.”

Militer  Suriah diketahui pernah melakukan serangan roket yang mengandung gas sarin yang telah menewaskan ratusan warga sipil di Ghouta pada bulan Agustus 2013. Serangan tersebut hampir memicu militer Inggris melakukan intervensi militer. Setelah serangan, pemerintah Suriah kemudian menyatakan ikut meratifikasi  konvensi senjata kimia internasional di bawah kesepakatan AS-Rusia. Tindakan tersebut mampu mencegah   ancaman intervensi AS untuk menggulingkan Assad.

Setelah kesepakatan, Suriah setuju untuk menyerahkan senjata kimia dan menyerahkan  1.300 ton senjata bahan  beracun dan bahan industri kimia kepada masyarakat internasional untuk dihancurkan. Oleh karena itu kini mereka menolak telah menggunakan senjata kimia pembunuh massal yang kemudian setelah diberitakan media, Suriah dikutuk oleh demikian banyak negara di dunia.

Khan Sheikhoun terletak di  garis depan antara wilayah kekuasaan pemerintah dan wilayah yang dikuasai pihak oposisi.  Berada di jalur  strategis yang menghubungkan kota Hama dengan benteng pemberontak ke propinsi Idlib (Utara) dan wilayah Barat-Utara Suriah . Kota ini  adalah medan tempur kunci antara pasukan rezim Assad dan pemberontak termasuk aliansi faksi-faksi Islam yang terkait dengan kelompok teroris  al-Qaeda.

donald-trump-xi-jinping-reuters_650x400_71491527141

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Florida (Foto : NDTV)

Saat dilakukan serangan Tomahawk tersebut Kamis malam, Presiden Donal;d Trump sedang melakukan jamuan makan malam dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago klub di Palm Beach, Florida. Trump menyatakan ada kemajuan besar dari China dalam pertemuan tersebut. Trump meyakini  banyak masalah yang berpotensi buruk akan dapat diselesaikan. Hasil pertemuan dilaporkan pejabat berwenang di AS, telah tercapai kesepakatan informal untuk meningkatkan neraca perdagangan antara kedua negara mereka dan bekerja sama untuk dilakukannya upaya  “bebas nuklir” di Semenanjung Korea.

Menlu AS Rex Tillerson menyatakan kepada media saat pertemuan di klub. "Suasana atau chemistry antara kedua pemimpin itu positif." Mengenai Korea Utara, Xi Jinpin memberikan pandangan bahwa kemampuan negara tersebut telah mencapai "tahap yang sangat serius," kata Tillerson.

Analisis Serangan Terbatas ke Suriah dan Presisi Strike ke Korea Utara

Sebuah pertanyaan dari sudut pandang intelijen, 'mengapa' AS dalam hal ini Presiden Trump mengeluarkan perintah dilakukannya serangan terbatas ke wilayah Suriah? Pertama kita melihat apa tujuan-tujuan dasar kebijakan luar negeri AS, yang walaupun pemerintahan berganti, tetapi tetap konsisten sebagai dasar pijakan kuat sebagai negara yang telah mapan.

Pada intinya, tujuan-tujuan dasar tersebut adalah ; Menekan persaingan keamanan di Eropa dan Asia, mencegah munculnya negara-negara besar yang bermusuhan, mendorong ekonomi dunia yang lebih terbuka, melarang penyebaran senjata pemusnah massal (SPM) dan menyebar-luaskan demokrasi dan menghormati hak azasi manusia “William J.Clinton, A National Security Strategy for a New Century (Washington DC: The White House, Mei 1997)”.

us-flag-and-soldier-1-clipart-for-soldiers-putting-up-american-flag_640-480

Amerika selalu berperang di luar negaranya, karena begitu ada ancaman ke mainland maka pemerintah dan rakyatnya akan resah, dipastikan mereka akan menetralisir dengan instrumen militer atau intelijen (Foto : ClipartFest)

Oleh karena itu, AS menjadi sangat alergi dengan pemberitaan adanya serangan SPM (Senjata Pemusnah Massal) oleh militer Suriah tersebut. Memang Suriah pernah melakukannya pada Agustus 2013 yang membunuh ratusan orang warga sipil yang dikuasai pemberontak di Ghouta.  Beberapa petinggi dari Free Syrian Army pernah menyatakan   bahwa rezim Assad  tidak menghancurkan seluruh persediaan senjata kimia tersebut. Karena itu Trump yang dikenal berani mengambil resiko kemudian melakukan serangan militer terbatas, dimana rudal-rudal Tomahawk mampu mengenai dan sejumlah target, termasuk landasan udara, pesawat tempur dan pusat pengisian bahan bakar yang ada di Pangkalan Udara Shayrat di Suriah.

Apakah Suriah target utamanya? Dalam hal ini penulis agak meragukan pernyataan Trump yang menyatakan bahwa serangan tersebut "Ini merupakan kepentingan keamanan nasional AS yang vital untuk mencegah dan menangkal penyebaran dan penggunaan senjata kimia yang mematikan." Apa sebenarnya kepentingan keamanan nasional AS? Setelah serangan ke WTC, AS sangat khawatir dengan kepentingan utama keamanan nasionalnya yang ternyata dapat ditembus oleh aksi teror. Oleh karena itu dia juga menyatakan serangan juga  "Untuk menghentikan terorisme dalam semua bentuk dan semua jenis."

Dengan demikian, maka dua point penting pernyataan Trum terkait rasa khawatir terhadap "keamanan nasionalnya serta kemungkinan serangan terorisme." Nah, kalau dibaca dengan bahasa intelijen, maka ancaman keamanan nasional terhadap AS adalah serangan ke mainland berupa aksi teror. Apakah teror sekelas Islamic State atau Al-Qaeda? Presiden Obama saja pada tahun 2011 sudah menyatakan bahwa dalam teori rebalancing bahwa terorisme jaringan Al-Qaeda dan ISIS sudah bukan ancaman lagi. Ancamannya adalah China dan Korea Utara.

Apabila dikaitkan dengan kemungkinan serangan yang tidak terbaca, brutal, tanpa perhitungan, maka Korea Utara adalah ancaman keamanan nasional AS yang sangat nyata saat ini. Oleh karena itu serangan terbatas ke Pangkalan Udara Shayrat hanya merupakan pembuktian ketegasan AS terhadap penggunaan senjata pemusnah massal. AS melakukan pembenaran sepihak, memengaruhi banyak negara Barat dan negara lainnya tentang serangan gas syaraf yang dituduhkan ke Suriah. Karena itu tidak banyak negara yang keberatan atas serangan Tomahawk itu.

kim-jong-un-donald-trump-603904

Donald Trump dan Kim Jong-Un, Pilihannya, Trump mau berunding, delete Kim atau Serangan Terbatas (Foto : Daily Star)

Nah, kini menurut penulis, AS akan  beralih menangani Korea Utara yang sangat berbahaya. Ada dua pilihan AS, men-delete Kim Jong Un atau melakukan serangan terbatas ke reaktor nuklir dan gudang-gudang penyimpanan SPM gas syaraf. Penulis pernah mengulas tentang pembnuhan Kim Jong Nam di Malaysia dengan racun VX yang termasuk SPM hanya untuk membuktikan  bahwa Korut memiliki 2.500-5.000 ton VX. Kemungkinan ada operasi intelijen  proxy dalam pembunuhan tersebut.

Karena itu Trump mengadakan pertemuan dengan Xi Jinping untuk menetralisir keberpihakan ketegasan sikap China apabila Korut akan diserang. Menurut Menlu Tillarson, chemistry keduanya baik, dan bahkan China menyatakan bahwa kemampuan nuklir Korut telah mencapai tahap yang sangat serius. Karena itu, penulis meyakini, bahwa AS  menjadi semakin khawatir dengan informasi tersebut atas ancaman  serangan rudal berkepala nuklir atau gas syaraf Korea Utara.

Dengan demikian sementara penulis menyimpulkan bahwa cukup besar kemungkinan AS akan melakukan serangan terbatas terhadap objek vital arsenal Korea Utara juga dengan rudal semacam Tomahawk. Yang perlu diperhitungkan AS adalah kemungkinan serangan Korea Utara  ke Korea Selatan. Oleh karena itu AS telah mendislokasikan sistem pertahanan rudah THHAD di Korea Selata.

nuclear facilities NK

Lokasi Fasilitas Nuklir dari Korea Utara, apakah mereka mampu mempertahankan bila diserang? AS menang teknologi, Korut menang nekat. Beranikah AS? ()Foto :War News)

Kartu lain yang akan dimainkan adalah drones anti radar serta drones penyerang yang cukup ampuh. Perang terbuka nampaknya dihindari oleh AS, akan tetapi menghadapi pemimpin brutal seperti Kim Jong-Un yang akan melakukan pembalasan frontal apabila diserang, maka potensi perang terbuka sangat mungkin terjadi. Saat itulah AS kembali akan menghadapi musuh sekelas tikus tanah Vietnam dengan versi yang lebih modern. Indonesia menurut penulis sebaiknya segera mengambil sikap politik luar negeri yang jelas, lebih baik sikap dalam kesatuan di Asean.

Penulis : Marsda (Pur) Prayitno Ramelan, Analis Intelijen www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.