Keistimewaan Seskoau Angkatan Ke-26

16 September 2008 | 8:37 am | Dilihat : 1592

(kenangan masa lalu, serasa baru baru kemarin!)

Oleh: Prayitno Ramelan

Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) adalah Lembaga Pendidikan Pengembangan Umum tertinggi di TNI Angkatan Udara, bertugas untuk menyiapkan kader-kader pimpinan TNI Angkatan Udara di masa depan, yang berkualitas dan handal serta memiliki kecakapan intelektual, keahlian teknis yang didukung keunggulan mental dan kepribadian yang tinggi, bagi perwira-perwira menengah TNI AU yang berpangkat Mayor dan Letnan Kolonel, dengan pendalaman materi kejuangan, pengkajian dan pengembangan doktrin serta masalah-masalah pertahanan negara di Dirgantara

Lama pendidikan tiap angkatan memakan waktu sekitar sebelas bulan, bertempat si Lembang Bandung. Sebelum seorang perwira TNI AU mengikuti pendidikan ini, maka perwira tersebut harus lulus dari pendidikan Sekkau (Sekolah Komando Angkatan Udara) yang bertempat di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Syarat perwira untuk mengikuti pendidikan Seskoau, calon siswa berpangkat mayor/letkol, harus lulus dalam rangkaian tes yang biasanya dilaksanakan di kompleks AAU Yogyakarta. Setelah lulus, perwira tersebut akan tinggal dikompleks Seskoau Lembang hingga selesai pendidikan.

Pada tahun 1989-1990 penulis mengikuti pendidikan Seskoau angkatan ke-26, sekembalinya dari penugasan sebagai Pembantu Atase Pertahanan di New Zealand. Pada saat itu dalam mengikuti pendidikan Seskoau para perwira dibagi dua jurusan yaitu Staf Umum dan Komando serta Staf Umum Administrasi. Kelompok Suko (40 pasis) dan Sumin (70 pasis), para siswa dibagi dalam sindikat-sindikat. Siswa Seskoau-26 berjumlah 110 siswa, terdiri dari 99 Perwira Siswa (Pasis) TNI AU, sebelas pasis tamu terdiri dari 2 pasis TNI AD, 3 pasis TNI AL, 1 pasis Polri, 2 pasis Malaysia, 1 pasis Australia, 1 pasis Singapura dan 1 pasis Thailand.

Salah satu hal yang menarik adalah saat bangun pagi, siswa harus mengikuti lari pagi jam 04.30, diudara Lembang yang sangat dingin, kemudian senam bersama. Setelah itu pelajaran kelas, yang biasanya merangsang rasa kantuk, karena malamnya harus menyelesaikan penugasan dari para dosen/pembimbing. Setelah menyelesaikan pelajaran theori, dilaksanakan pelajaran praktek lapangan, peninjauan ke satuan-satuan TNI AU. Juga siswa diberikan pelajaran Olah Yudha, operasi gabungan bersama-sama pasis TNI AD dan pasis TNI AL. Penulis saat praktek latihan gabungan di Seskoad menjabat sebagai Asintel Kogasgab dengan Pangkogasgab Letkol Inf Djoko Santoso (saat ini masih menjabat sebagai Panglima TNI).

Untuk perwakilan siswa Seskoau 26 dipilih seorang ketua senat, terpilih Mayor Pnb Djoko Suyanto (terahir Marsekal, Panglima TNI). Selama pendidikan sebelas bulan sindikat-sindikat di rolling terbatas dimasing-masing jurusan Suko atau Sumin. Penulis selama sebelas bulan berada satu sindikat dengan Mayor Pnb Djoko Suyanto dan Letkol Lek Suyitno (terakhir Anggota DPR RI, dengan pangkat Marsda). Selama pendidikan penulis telah mengamati dan melihat memang terdapat banyak keistimewaan dari rekan pasis Mayor Pnb Djoko Suyanto.

Pada awal pendidikan rata-rata siswa mengetahui bahwa Seskoau adalah sebuah pendidikan yang harus dilalui oleh seorang perwira TNI AU dalam menapak karier, paling tidak hingga mencapai pangkat Kolonel, ternyata kemudian Seskoau juga dapat menjadi jenjang apabila seorang perwira akan menjadi perwira tinggi. Oleh karena itu pendidikan Seskoau sangatlah penting dalam keberhasilan karier seorang perwira.

Dari 70 pasis kelas Sumin, pada akhir penugasan tercatat yang menjadi Marsekal Pertama 8 orang, berpangkat Marsekal Muda 2 orang (Marsda TNI Hari Dwiyono/Aslog Kasau dan Marsda TNI Sudjarwo/Irjenau). Dari kelas Suko, karier perwira Seskoau-26 terlihat lebih menonjol, dari 40 pasis, pada akhir penugasan tercatat yang berpangkat Marsekal Pertama 6 orang, Marsekal Muda 7 orang, Marsekal Madya 2 orang dan Marsekal 2 orang.

Dari kelas Suko tercatat yang berpangkat bintang dua keatas adalah Panglima TNI (Marsekal TNI Djoko Suyanto), Kasau (Marsekal Herman Prayitno), Wagub Lemhannas (Marsdya TNI Toto Riyanto), Dansesko TNI (Marsdya TNI IB Sanubari), Irjenau (Marsda TNI Eko Edi Santoso), Staf Ahli Panglima (Marsda TNI Gadiono), Widyaswara Lemhannas (Marsda TNI Jhonni Laksadipura), Sahli Menhan (Marsda TNI Prayitno Ramelan), Asrena Kasau (Marsda TNI R.Supriyanto), Sahli Menhan (Marsda TNI Tumiyo).

Dari data-data diatas, maka sangatlah benar apabila Seskoau Angkatan- 26 merupakan Sesko yang sangat istimewa. Setelah TNI AU melaksanakan 25 kali pendidikan, maka baru pertama kali terjadi di Angkatan ke-26 ini ada mantan pasisnya yang menjadi Panglima TNI, dan istimewanya juga ada alumnus yang menjadi Kepala Staf TNI AU. Kedua alumnus tadi menjadi ikon kebanggaan mantan pasis Seskoau 26. Marsekal TNI Djoko Suyanto yang dahulu menjadi Ketua Senat, sangat luwes saat menjalankan tugas, dimana terdapat banyak seniornya baik di Sumin maupun di Suko. Kecerdasan, leadership, intelektual, kepribadian, sehat, wawasannya luas dan luwes bergaul itulah modalnya.

Dengan ilmu pengetahuan spotting intelijen yang dimiliki, melihat potensi para pasis banyak yang menonjol, penulis saat pendidikan membuat pengamatan, mencoba membuat ramalan dan mengatakan kepada rekan-rekan pasis dikelas Suko, bahwa suatu saat TNI AU akan dipimpin dan jabatan strategisnya akan diduduki oleh alumnus Seskoau-26. Ternyata estimate tersebut benar. Jadi sebenarnya sejak pendidikan di Seskoau, TNI AU dapat melakukan pengamatan lebih khusus dan detail kepada para perwiranya. Akan didapat fakta-fakta diantaranya kepemimpinan, kecerdasan, karakter, kepribadian, keseriusan, tanggung jawab, keluwesan bergaul, keluasan wawasan.

Dari fakta-fakta tersebut, akan didapat kelompok perwira yang sudah mulai menonjol, tersaring sebagai calon-calon pimpinan TNI AU maupun TNI. Tugas selanjutnya adalah monitoring dan membina secara khusus perwira tersebut disatuan penugasan. Jadi untuk kebutuhan mempersiapkan pemimpin masa depan, sebaiknya dilakukan lebih awal, agar datanya lebih objectif.

Demikian sedikit informasi tentang Seskoau Angkatan 26 yang hingga kini mungkin satu-satunya alumnus yang mempunyai paguyuban, kembali dengan penjurunya mantan perwira senat kita His Exellency Air Marshal (Ret) Djoko Suyanto. Sedikit ada yang lupa...pada awal pendidikan, Komandan Seskoau dijabat oleh Marsda TNI Zainudin Sikado, dan pada pertengahan pendidikan diganti oleh Marsda TNI Handaya Lestari (Alm). Thank you sir!

Juga kepada para dosen, pembimbing, staf, tukang ketik, tukang cuci baju, tukang masak, diucapkan terima kasih banyak....walau sudah 28 tahun lebih berlalu, ternyata apa yang kita kerjakan bersama telah menghasilkan sesuatu...diantaranya kebanggaan dan keberhasilan membekali dan mempersiapkan pemimpin masa depan. Semoga Allah SWT yang membalas budi bapak, ibu sekalian.

Kepada para junior, jadikanlah Seskoau menjadi tempat belajar, menimba ilmu, yang akan lebih membuka dan memperluas cakrawala pandangmu. Tunjukkan semangat, dedikasi, kemauan belajar kepada para pembimbing, karena catatan dan hasil akhir akan terus terbawa dalam meretas karier. 117 mata kuliah yang didapat, pada ujungnya untuk membekali para perwira meretas karier dan membuat keputusan yang semakin lama semakin sulit dan luas tanggung jawabnya. Ingat, medan penugasan akan semakin luas dan tantangan sebagai perwira TNI akan semakin besar dan beragam diera demokrasi masa kini yang menuntut transparansi dan kejujuran. Jadikanlah senior-seniormu sebagai tauladan dalam menempuh jenjang karier. Contoh sudah ada bukan!!

This entry was posted in Kedirgantaraan. Bookmark the permalink.