Benarkah Abu Bakr al-Baghdadi Tewas Diserang Sukhoi Rusia di Raqqa ?

18 June 2017 | 2:31 pm | Dilihat : 853

abu bakr al baghdadi  raqqa

Rusia mempercayai al-Baghdadi tewas di Raqqa akhir Mei 2017 (foto; newscom)

Berita mengejutkan dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia yang mengabarkan bahwa pimpinan tertinggi ISIS Abu Bakr al-Baghdadi telah tewas dalam sebuah serangan udara oleh AU Rusia. Kemhan Rusia mengatakan mereka yakin telah membunuh Abu Bakr Al-Baghdadi dalam serangan presisi dengan dua pesawat bomber Su-34 dan pesawat tempur Su-35 Flanker di Selatan Raqqa, Suriah.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian  mengatakan bahwa pihaknya masih mencari konfirmasi setelah serangan udara tersebut yang dilakukan pada tanggal 28 Mei 2017. Sumber di Kemhan Rusia  mengatakan serangan tersebut terjadi saat para pemimpin ISIS/IS berkumpul untuk membahas penarikan kelompok tersebut dari Raqqa, ibukota de facto dari Khilafah  ISIS.

Pelbagai informasi kemudian berkembang, dimana diberitakan bahwa Rusia tidak memiliki konfirmasi 100 persen bahwa  Abu Bakr al-Baghdadi terbunuh, kantor berita RIA mengutip pernyataan Menlu Rusia Sergei Lavrov  mengatakan pada hari Jumat (16 Juni 2017)  belum ada kepastian   100 persen bahwa Baghdadi telah terbunuh. Bahkan Lavrov menyebutkan bahwa klaim tersebut telah dipenuhi dengan skeptisisme.

Benarkah al-Baghdadi Tewas?

isis-raqqa-exlarge-169

Kekuatan ISIS di Raqqa sebagai ibukota Islamic State versi Baghdadi hanya dipertahankan penempur darat, mudah di dikte oleh kekuatan udara (foto : CNN)

Pertempuran yang terjadi antara  ISIS melawan array yang luas terdiri dari koalisi AS beserta sekutunya, Rusia bersama pemerintahan Basyar al-Assad, Muslim Syiah Iran, Arab Saudi, Hezbollah dilihat tidak berimbang. Penulis menilai selama ini titik lemah yang menjadi kerawanan ISIS adalah tidak dimilikinya kekuatan udara serta pertahanan udara (Hanud) yang memadai. ISIS kemudian dikepung, dikejar dan dengan mudah di dikte oleh pesawat-pesawat pengintai (drones), kemudian dari pulbaket (informasi intelijen) hasil sadapan serta penjejakan fisik dilakukan operasi bantuan tembakan udara dan bahkan  serangan udara langsung yang mematikan.

Dalam kasus  serangan udara di Selatan Raqqa tanggal 28 Mei 2017 itu,  militer Rusia menyatakan bahwa mereka mendapat informasi intelijen dari beberapa sumber dan kemudian memastikan bahwa ada pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ISIS di Suriah bagian Utara yang dihadiri oleh pimpinan tertinggi ISIS Abu Bakr al-Baghdadi serta komandan-komandan lapangan. Kemhan Rusia menyatakan serangan dilakukan saat para pemimpin IS berkumpul untuk membahas penarikan kelompok tersebut dari Raqqa, ibukota de facto dari Khilafah  ISIS.

rusia drones

Rusia telah memanfaatkan Drones jarak jauh, wilayah Suriah dan Irak merupakan battle proven (foto : Youtube)

Sebelum serangan, AU Rusia mengirimkan pesawat tanpa awak (drones) untuk memastikan pertemuan. AU menggunakan pesawat penyerang, fighter bomber Su-34 serta jet tempur (multirole fighter) Su-35. Moskow menekankan, militer Amerika telah diberitahu sepenuhnya tentang operasi tersebut.  Serangan Udara dilakukan selama 10 menit antara pukul 12.35 hingga 12.45 pagi, diklaim telah  membunuh setengah lusin pemimpin senior ISIS, 30 komandan lapangan dan lebih dari 300 anggota pasukan pengamanan pertemuan.

Apabila di konfirmasi, maka ISIS telah kehilangan sebagian besar komandan pertempuran dalam mempertahankan Raqqa dan yang lebih penting, tewasnya Baghdadi akan menjatuhkan moral pasukannya. Sebelumnya salah seorang tokoh ISIS, Omar al-Shisany telah tewas dalam serangan udara AS.   Al-Shishani, yang juga dikenal sebagai Omar the Chechen, diserang di dekat kota al-Shadadi di Suriah. Pejabat AS telah mengkonfirmasi kematian komandan militer paling senior  yang dijuluki "menteri perang" itu.

Omar-al-Shishani Chechna

Omar al-Shishni atau Omar si Chechnya: Menteri perang ISIS dikonfirmasi tewas oleh pejabat AS (foto : EdHindseon)

Rusia mengatakan di antara para pemimpin militan lainnya yang tewas dalam serangan tersebut adalah pemimpin ISIS  Abu al-Khadji al-Mysri, Ibrahim al-Naef al-Khadj dan Suleiman al-Shahah, kepala keamanan  ISIS. Sementara TV pemerintah Suriah sebagai anggota koalisi Rusia mengklaim pekan lalu bahwa al-Baghdadi, telah terbunuh.

Sementara dilain sisi, Juru bicara Operation Inherent Resolve (OIR),  koalisi pimpinan AS dalam melawan ISIS, menyatakan menolak kebenaran berita kematian Baghdadi,  men-tweet : "Coalition cannot confirm death of Baghdadi; no definitive proof. Welcome that day, tho!  #ISIS definitely losing, no proof needed there!" Koalisi pimpinan AS menyatakan tidak ada cara untuk mengkonfirmasi klaim Rusia tersebut.

Beberapa media dan Menlu Rusia menyatakan bahwa klaim tersebut telah dipenuhi dengan skeptisisme. Rami Abdulrahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa mereka tidak mencatat adanya serangan udara Rusia pada 28 Mei 2017. Dia juga percaya Baghdadi tidak berada di daerah tersebut pada saat serangan tersebut dilakukan.

ayman_al_zawahiri_abu_bakr_al_baghdadi_split_jt_150910_16x9_992

Pimpinan Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri dan Pimpinan ISIS Abu Bakr al- Baghdadi diberitakan berseteru (foto : ABCnews)

Nampaknya kematian Baghdadi masih diragukan dan belum dapat dikonfirmasi sepenuhnya. Baghdadi adalah ikon ISIS sebagaimana Osama bin Laden ikon Al-Qaeda di masa lalu. Kematiannya akan berdampak besar bagi ISIS, secara simbolis maupun strategis di saat ISIS hampir tumbang di Mosul dan Raqqa.  Pejabat militer Rusia dan AS percaya, kemungkinan berita tewasnya akan menyebabkan runtuhnya moral perlawanan dan akan menyebabkan semakin meningkatkan kenaikan jumlah desersi yang sudah tinggi dari kelompok tersebut.

Independen mengutip pandangan analis intelijen, bahwa Rusia berhasil membunuh Baghdadi, akan semakin meningkatkan prestise Vladimir Putin, yang mengirim pasukan ke Suriah dengan ketegasan dinilai berbeda dengan keragu-raguan dan  penolakan pelibatan pasukan darat AS dan Eropa di Suriah.

Kondisi ISIS di Irak dan Suriah

us special force

Amerika memperkuat pasukan khususnya di Suriah (foto : Molemy)

Dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap Raqqa yang dilaim ISIS sebagai ibukota khilafahnya telah dilakukan  oleh pasukan rezim Basyar al-Assad, yang didukung oleh serangan udara Rusia dan pengerahan pasukan dari Hizbullah Iran dan Lebanon. Selain itu ISIS di Raqqa juga dikepung oleh pasukan Kurdi dan Arab serta juga pasukan khusus AS dan Inggris dengan dukungan pesawat tempur Amerika (USAF). Pengepungan semakin ketat dengan serangan dari kontingen Arab dan Turkman yang didukung oleh orang-orang Turki.

Pertemuan ISIS di tepi selatan Raqqa itu menurut pejabat Rusia, dijadwalkan untuk membahas rencana menunda serangan musuh dengan menggunakan pelaku bom bunuh diri dan IED (alat peledak improvisasi) sementara rute pelarian diatur diutamakan untuk Baghdadi sebagai pemimpin puncak. Jalur yang dipilih kearah Selatan.

Teori memotong kepala ular terus dilakukan oleh pihak Rusia dan Amerika, dimana Baghdadi terus dikejar dan coba dibunuh. Baghdadi  diketahui pernah  terluka parah dalam serangan udara AS pada bulan Maret dan Mei 2015. ISIS mengancam pembalasan terhadap  upaya pembunuhan pemimpinnya. Dimana kejadian beberapa   serangan teroris  di Eropa, diklaim sebagai implementasi ancaman tersebut. Pada bulan Oktober 2016 Baghdadi dan tiga pemimpin senior kelompok lainnya telah diracuni namun berhasil selamat, kemudian  pada bulan Mei dan Juni 2017  dia diberitakan terluka parah atau terbunuh.

Baghdadi dimonitor pada dua bulan lalu telah bergeser secara senyap dari kota Mosul ke al-Qaim diperbatasan Irak, bersembunyi di padang pasir. Gerakannya tidak termonitor karena tanpa komunikasi leketronik. Fuad Hussein, kepala staf untuk Presiden Kurdi Masoud Barzani, mengatakan "Isis menggunakan 17 bom mobil bunuh diri dari Mosul dan beberapa unit mereka dari Suriah untuk membersihkan jalan yang keluar dari Mosul selama beberapa jam," katanya.

Cars burnt and destroyed by clashes are seen on a street during a battle between Iraqi forces and Islamic State militants, in Mosul

Kehancuran mengerikan kota Mosul akibat pertempuran ISIS dengan beberapa koalisi negara (foto :Reuters)

Sementara Mosul yang disebut sebagai ibu dari pertempuran kini yang tersisa hanya penempur ISIS asal Irak yang masih bertahan. Mereka yang berasal dari luar negeri telah melakukan desersi atau tewas terbunuh. Baghdadi melarikan diri ke perbatasan Irak, setelah jatuhnya Mosul Timur dan sebelum pasukan keamanan Irak memulai serangan frontal terakhir mereka ke Mosul barat pada 19 Februari, dia keluar ke perbatasan menuju ke Suriah.

Menurut independen, Hussein menjelaskan "ISIS mengerahkan 300 jihaddis  mereka dari Suriah dan ini adalah pertarungan yang sangat sengit. Satu-satunya jalan keluar yang mungkin keluar dari Mosul untuk ISIS ada di Barat, melalui wilayah yang dipegang oleh milisi Hashd al-Shaabi Syiah yang terpaksa mundur karena diserang dengan 17 bom mobil bunuh diri, sehingga memungkinkan ISIS untuk membersihkan dan mengendalikan jalan.

Hussein juga  memperkirakan ISIS masih akan mampu  bertahan hidup apabila nanti Mosul jatuh ketangan pasukan Irak, di mana pejuangnya masih menguasai kota tua dengan populasi 400.000 orang. "Tapi saya tidak berpikir mereka akan bertahan sebagai negara," katanya. Dia memperkirakan ISIS akan kembali menjadi organisasi gerilya yang melakukan serangan teror namun tanpa sumber daya seperti waktu-waktu sebelumnya.

Fuad-Hussein-EPA

Fuad Hussein  memperkirakan ISIS masih akan mampu  bertahan hidup apabila nanti Mosul jatuh ketangan pasukan Irak, di mana pejuangnya masih menguasai kota tua dengan populasi 400.000 (foto : Independent)

Su-34 dan Su-35, Sukhoi Rusia Penyerang Baghdadi 

Fighter Bomber Su-34

Pembom tempur Su-34 juga dikenal sebagai Su-27IB, telah dikembangkan oleh Sukhoi Design Bureau Joint Stock Company, Moscow dan Asosiasi Produksi Pesawat Novosibirsk di Novosibirsk, Rusia. AU Rusia membeli 32 pesawat Su-34 awal pada tahun 2008, serta 92 pesawat pada tahun 2012. Su-34 menggantikan pesawat Tu-23M dan Su-24. Ini adalah salah satu dari sejumlah pesawat Rusia yang berbasis dan dikembangkan dari Su-27 Flanker,selain Su-30, Su-33 dan Su-35.

su 34 bomb

Pesawat bomber fighter Sukhoi-34 sedang melepaskan bom (foto : sputnik)

Su-34 dipersenjatai senapan GSh-301 30mm dan 180 peluru amunisi. Senjata tersebut memiliki penembakan maksimum 1.500 putaran per menit. Pesawat tersebut memiliki sepuluh hardpoint untuk muatan senjata dan mampu membawa berbagai rudal, termasuk rudal udara-ke-udara, udara-ke-permukaan, anti-kapal dan anti-radiasi, bom yang dipandu dan roket.

R-73, Nato codename AA-11 Archer, rudal jarak pendek. Juga dikenal sebagai RR-77 atau kode NATO AA-12, rudal udara-ke-udara RVV-AE. Rudal tersebut dapat mencegat target dengan kecepatan hingga 3.600km / jam dan ketinggian dari 0,02 km sampai 25km.

Su-34 membawa berbagai bom dan roket yang dipandu dengan presisi dan tidak bergerak, termasuk bom yang dipandu oleh laser KAB-500 yang dikembangkan oleh Region State Research and Production Enterprise, Moscow.

Su-35 Flanker-E Multirole Fighter

Versi terbaru dari Sukhoi Su-35, Su-35BM (bolshaya modernizatsiya - modernisasi besar), adalah pesawat temput  yang dikembangkan dari Su-27. Pesawat ini memiliki kemampuan manuver yang tinggi (+ 9g) dengan sudut serangan yang tinggi, dan dilengkapi dengan sistem senjata berkapasitas tinggi. Kecepatan tingkat maksimum adalah 2.390km / jam atau Mach 2.25.

su 35 bm

Sukhoi, Su-35BM, yang dipergunakan menyerang kelompok ISIS di Raqqa, jenis sama yang akan memperkuat TNI AU, canggih (foto : Flanker)

Penerbangan pertama Su-35BM  dilakukan  pada bulan Februari 2008. Dimana pada awalnya SU-35BM diproduksi dalam proyek serial sebagai Su-35S untuk AU Rusia pada tahun 2010. Pesawat diproduksi oleh KNAPPO dari Komsomolsk-on-Amur. AU Rusia memesan 48 jet Sukhoi Su-35S pada bulan Agustus 2009 dengan pengiriman dijadwalkan berjalan sampai 2015.

Pesawat ini memiliki quadruplex, kontrol fly-by-wire digital yang dikembangkan oleh Avionika Moscow Research and Production Complex JSC (MNPK Avionika). Pilot memiliki dua sistem komunikasi radio terenkripsi VHF / UHF dan sistem data link militer diantara sesama pesawat dalam kesatuan dan antara pesawat dengan  pengendali di darat. Sistem navigasi didasarkan pada tampilan peta digital dengan sistem navigasi inersia strapdown dan sistem penentuan posisi global.

Pesawat memiliki 12 titik untuk membawa senjata. Rudal udara-ke-udara pesawat terbang dapat mencakup Vympel R-27 (kode NATO AA-10 Alamo), Rentang media R-77 (AA-12 Adder) Vympel yang dipandu radar dan pemandu inframerah Vympel jarak pendek R-73E (AA-11 Archer). "Multirole Fighter Su-35 bisa dipersenjatai dengan serangkaian bom yang dipandu."

Rudal udara-ke-darat pesawat terbang termasuk rudal taktis Molniya Kh-29 (AS-14 Kedge), rudal anti-radiasi Kh-31P (AS-17 Krypton) dan pesawat jarak jauh Kh-58UShE (AS-11 Kilter ) Rudal anti-radiasi. Rudal anti-kapal Kh-31A, rudal jarak jauh Kh-59MK (AS-18 Kazoo), jarak jauh Kalibr dan rudal Yakhont jarak jauh dari NPO Mashinostroenia.

Su-35 dapat dipersenjatai dengan serangkaian bom yang dipandu, termasuk bom yang dipandu TV KAB-500Kr, bom yang dipandu oleh satelit KAB-500S-E, bom dipandu oleh LGB-250, bom berpemandu Kab-1500Kr Bom yang dipandu laser KAB-1500LG. Pesawat juga bisa dipersenjatai dengan roket 80mm, 122mm, 266mm dan 420mm. Senapan Gryazev-Shipunov 30mm GSh-30-1 dipasang di akar sayap kanan dengan 150 butir amunisi.

Analisis

Trump-Lavrov-Reuters-640x480

Menlu Rusia Sergey Lavrov saat bertemu dengan Presiden AS Donals Trump (foto : Reuters)

Nampaknya berita tewasnya pimpinan tertinggi ISIS Abu Bakr al-Baghdadi belum dapat di konfirmasi sepenuhnya, walau Kemhan Rusia meyakininya sekitar 95 persen. Pihak koalisi AS di Suriah membantah tewasnya ikon ISIS tersebut. Pihak Kemlu Rusia juga memberikan pernyataan tidak meyakininya.

Penyerangan udara dilakukan oleh AU Rusia, dimana intelijen Rusia menyatakan ada beberapa tokoh ISIS tingkat tinggi yang tewas, tetapi nampaknya belum ditemukan bukti bahwa Baghdadi tewas. Para pejabat ISIS memahami bahwa disaat ini hanya kehadiran Baghdadi yang akan mempertahankan moral dan semangat para penempurnya baik di Mosul (Irak) maupun Raqqa (Suriah). Oleh karena itu nilai Baghdadi sama besarnya dengan nilai Osama bin Laden sebelum tewas.

Kondisi medan tempur di Mosul maupun Raqqa menunjukkan bahwa ISIS mengalami banyak kerugian, tertekan diserang kekuatan gabungan pelbagai negara dan mudah dihancurkan dengan serangan udara berteknologi tinggi. Sumber daya dan logistik ISIS berupa perdagangan minyak sudah dihancurkan  oleh pesawat Rusia maupun AS. Demikian juga dengan pabrik pembuat bom, mortir serta senjata lainnya telah dihancurkan.

Seperti dikatakan oleh  Fuad Hussein, kepala staf untuk Presiden Kurdi, bahwa ISIS mengerti besarnya nilai Baghdadi bagi kedua belah pihak. Karena itu dengan pertempuran yang rumit serta pengorbanan yang sangat besar mereka akan terus menjaga pemimpin besarnya itu. Selain itu kejatuhan  kejatuhan Mosul dan Raqqa hanya menunggu waktu, saat itulah kekhalifahan mereka akan sirna, yang tersisa hanya aksi gerilya peneror yang nilai politisnya sangat kecil.

Kesimpulan.  Apabila Bahgdadi tewas, maka untuk menjaga psikologis moral penempurnya, kemungkinan jenazahnya telah mereka sembunyikan, kemungkinan kedua dia sudah dipindahkan ke tempat lain, sementara penempur lainnya tetap melaksanakan pertemuan dalam kondisi terancam diserang, dan itulah yang kemudian terjadi. Kini semua masih diliputi misteri, masih butuh pembuktian lebih lanjut. Baghdadi terakhir memberikan statement pada 15 November 2016, kemudian lenyap.

bnpt-dalami-keterlibatan-75-wni-dengan-kelompok-radikal-di-suriah

BNPT sebagai Badan Penanggulangan Terrorisme perlu mewaspadai  gelombang kembalinya serentak para WNI yang kini ada di Suriah (foto : merdeka)

Bagaimana dengan Indonesia dalam menghadapi kemungkinan serangan teroris ISIS? Dengan kondisi saat ini yang tertekan, nampaknya para jihaddis WNI yang berada di Suriah dan Irak penulis perkirakan akan kembali ke Indonesia. Paling tidak, yang penting, kini peran Bahrun Naim sebagai perwakilan WNI di Suriah akan menurun, sehingga link ke sel di Indonesia  berada di titik rendah. Yang perlu diwaspadai, sel tidur di Indonesia bisa meniru serangan teror di LN seperti di London dan Perancis, menyerang dengan senjata seadanya. Polisi akan tetap menjadi target utama.

Penulis : Marsda Pur Prayitno Ramelan, Analis Intelijen, www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.