ANALISIS INTELIJEN MENYONGSONG ERA NEW NORMAL

24 May 2020 | 9:21 am | Dilihat : 150

5e58542922bb1

Sebanyak 340.000 pasukan TNI dan Polri dikerahkan untuk persiapan New Normal (foto : Kompas)

Kasus Corona virus SARS-Cov-2 yg lebih dikenal penyakitnya Covid-19, secara resmi mulai diumumkan oleh Presiden Jokowi tgl 2 Maret 2020, hingga hari ini 23 Mei 2020 adalah 81 hari berjalan. Tercatat dari jmlh penduduk keempat terbanyak di dunia (269.603.400 jiwa), penduduk yg terpapar positif covid 21.745 orang. Jumlah total yg meninggal 1.351 jiwa.

Apakah ini sedikit? Tidak! Ini banyak sekali, yang bersedih itu puluhan ribu, baik keluarga, sanak saudara, teman dan banyak lagi. Menyedihkan, karena proses pengurusan jenazah hingga pemakaman harus dengan protokol kesehatan Covid. Keluarga yang meninggal tidak bisa melihat jenazahnya, karena ada bahaya tertular.

Korban-korban dari Covid-19

Hingga Sabtu (23/5/2020), covid yang menyebar di 216 negara dan wilayah terotorial, telah menginfeksi 4.995.996 orang dan menyebabkan 327.823 jiwa meninggal dari 7.794.798.739 penduduk dunia. Negara-negara yang masuk rangking tujuh besar terbanyak terinfeksi corona (Total Kasus/TK), ranking satu Amerika Serikat, TK 1.585.186 (Total Meninggal / TM 91.527 jiwa), kedua Rusia (TK, 326.448, TM, 3.249), ketiga Brasil (TK 291.579, TM 18.858), keempat Inggris (TK 250.912, TM 36.042), ke lima Spanyol TK 233.037, TM 27.940), keenam Italia ,(TK 228.006, TM 32.486), ketujuh Jerman (TK,177.212, TM 8.174).

Khusus Indonesia hingga Sabtu (23/5) posisinya berada pada ranking 31 ditinjau dari jumlah kasus positif, yaitu TK 21.745, TM 1.351 jiwa).

Apabila dilihat data tujuh negara dalam waktu satu minggu (16 s/d 23 Mei 2020), AS untuk Total Kasus positif bertambah 223.664 orang, untuk yg meninggal dari TM bertambah 9.408 jiwa. Rusia TK bertambah 63.605 orang,untuk TM bertambah 831jiwa. Brasil TK bertambah 102.605 orang, TM bertambah 5.709 jiwa. Untuk Inggris, TK bertambah 17.757 orang, TM bertambah 2.428. Untuk Spanyol TK bertambah 3.497 orang, untuk TM bertambah 619, untuk Italia TK bertambah 4.919 orang, TM bertambah 1.118 jiwa. Untuk Jerman TK bertambah 4.060, untuk TM bertambah 350 jiwa. Khusus Indonesia untuk TK bertambah 4.720, untuk TM bertambah 262 jiwa.

Data Pendukung Lainnya

Kasus Covid di negara lain bisa jadi rujukan pemerintah Indonesia dalam menentukan kebijakan, tetapi jelas perlu dicermati, ada bagian yg berbeda kasus di LN dengan di sini, tipe virus berbeda dan juga pengaruh dari posisi geografis dan Ras (pernah penulis analisis, Covid yg bermutasi dan menyebar di Indonesia mulai nyaman dengan antibodi orang/Ras Indonesia, tidak seganas tipe yang A dan B yang menyerang Ras Kauskasoid).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, jumlah kasus terkonfirmasi positif saat ini di pulau Jawa terdapat 67%, meninggal 79% dan sembuh 59%. Data tersebut adalah persentase dari kasus secara nasional.

Mengutip data yang ada di kawalcovid19, dari kasus positif di Indonesia yang dilaporkan, 62,5 persen adalah laki-laki dan 37,5 perempuan. Pria juga mendominasi di semua kelompok umur, kecuali di rentang 20-29 tahun

Meskipun ada sebagian yang menyebut faktor kebiasaan merokok, mobilitas dan obesitas jadi pendorongnya. Di negara yang banyak terdampak corona seperti China, Perancis, Italia, Korea Selatan pasien pria mengalami kematian 50 persen lebih besar dari wanita. Tingkat kematian pasien pria karena covid di China juga lebih tinggi yaitu 64 persen, dibandingkan perempuan 36 persen. Di Iran perbandinganya 57 persen laki-laki dan 43 perempuan. Sedangkan tingkat kematiannya pria 59 persen berbanding 41 persen wanita.

Menurut Epidemiolog Indonesia, kandidat doktor dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, bahwa pria memiliki respon imunitas yang lebih rendah dari wanita. Mengenai faktor imun atau daya tahan tubuh ini, Dicky mengatakan, studi pada kasus epidemi HIV dan hepatitis juga menunjukkan bahwa wanita memiliki reaksi imunitas yang lebih kuat (bagus) terhadap virus. Hal itu mengingat wanita memiliki 2 kopi kromosom X sementara pria hanya satu. Kromosom X ini yang diketahui memiliki banyak sekali gen respon imunitas.

Kelompok Rentan Berdasarkan Dari Usia

Semakin tua umur seorang, risiko bila terinfeksi virus SARS-CoV-2 akan lebih berat. Begitu juga dengan orang-orang yang memiliki penyakit seperti cardiovascular, diabetes, darah tinggi, cancer dan paru-paru.

Lembaga kesehatan masyarakat nasional Amerika Serikat (CDC) mencatat 8 dari 10 kematian di Amerika terjadi pada usia 65 tahun ke atas. COVID-19 membawa risiko perawatan inap di rumah sakit sebanyak 31-59 persen pada lansia umur 65-84 tahun. Risiko ini meningkat menjadi 31-70 persen ketika berada di umur lebih dari 85 tahun. Kemudian kelompok lansia juga punya risiko mendapat perawatan intensif sebanyak 6-31 persen. Sementara risiko kematian bagi mereka yang berumur 65-84 tahun mencapai 4-11 persen dan menjadi 10-27 persen ketika usianya di atas 85 tahun.

Di Indonesia, data kelompok umur belum tercatat dengan baik, sehingga resiko kematian kelompok rentan berdasar faktor umur sementara ini belum bisa ditentukan secara pasti. Sedikit data yang tercatat dalam laman Kawal Covid-19, sebanyak 40 persen korban meninggal berumur lebih dari 60 tahun. Sementara 56 persen lainnya ada di rentang umur 50-59 tahun, kelompok umur 40-49 tahun angka kematian 12,5 persen, di bawah 40 tahun 6,25 persen.

Artinya tak cuma lansia, tapi juga pralansia (45-59 tahun) di Indonesia termasuk dalam kelompok rentan terpapar infeksi berat COVID-19.

Data Susenas Maret 2019 di Indonesia persentase lansia di Indonesia usia di atas 60 tahun 9,6 persen atau sekitar 25,64 juta orang dan pra-lansia 17,16 persen (46,36 juta orang). Separuh lansia Indonesia mengalami keluhan kesehatan dan persentasenya meningkat seiring dgn bertambahnya umur lansia. “Satu dari empat lansia sakit dalam sebulan terakhir,” demikian catat Sesenas 2019.

Statistik Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, ada 34,1 persen penduduk Indonesia berusia di atas 18 tahun sudah memiliki hipertensi, diabetes melitus di atas 15 tahun sebesar 10,9 persen.

Menurut Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) ada 1,5 persen rakyat menderita penyakit kardiovaskular, 3,7 persen gangguan paru-paru kronis, kanker 1,8 per 1 juta penduduk, dan autoimun 3 persen.

Analisis Dari Persepsi Intelijen

Karena kita berperang dengan virus corona, teori mengukur lawan serta diri sendiri menjadi kunci menang atau kalah, terutama kekuatan dan kerawanan lawan dan diri sendiri. Dalam pertempuran maka berapa pihak kita yang gugur itu yg terpenting mentangkut nyawa manusia. Dalam kasus Covid, data-data siapa, usia berapa, jenis kelamin para korban meninggal ini sangat penting untuk pembuatan kebijakan pemerintah.

Data selama seminggu (7 hari), di AS yg meninggal bertambah 9.408 jiwa (@1.344/hari). Rusia, walau yg terinfeksi meledak dlm seminggu (63.605 orang), yg meninggal hanya bertambah 831 jiwa (@120/hari). Brasil yg terinfeksi dlm 7 hari bertambah 102.605 orang, yg meninggal bertambah 5.709 jiwa (@815/hari). Inggris, kasus bertambah 17.757 orang, yg meninggal 2.428 (@346/hari). Spanyol TK bertambah 3.497 orang, untuk TM bertambah 619 (@88/hari), untuk Italia TK bertambah 4.919 orang, TM bertambah 1.118 jiwa (@159/hari). Untuk Jerman TK bertambah 4.060, untuk TM bertambah 350 jiwa (@50/ hari). Khusus Indonesia untuk TK bertambah 4.720, untuk TM bertambah 262 jiwa (@37/hari).

Dari data-data diatas, peta korban yang jelas adalah pria lebih fatal apabila terinfeksi dibanding wanita. Dari data sementara para Pra Lansia 45-59 masuk kelompok rentan berat terinveksi Covid. Sebanyak 40 persen korban meninggal berusia diatas 60 tahun (jumlah kelompok ini di Indonesia 25,64 juta dari total penduduk).

Dari data Riskesdas pada 2018, ada 34,1 persen penduduk Indonesia berusia di atas 18 tahun yang sudah memiliki hipertensi (91,6 juta orang), dan penderita diabetes melitus di atas 15 tahun sebesar 10,9 persen (29,38 juta orang).

Kelompok yang beresiko lebih kecil, prosentase meninggalnya selama ini rendah dan mampu survive adalah mereka di usia kelompok umur 40-49 tahun, dengan angka kematian 12,5 persen, di bawah 40 tahun 6,25 persen. Kelompok usia inilah yang bisa diharapkan akan berperan menghidupkan perekonomian Indonesia, walaupun ada resiko lain berdasarkan fakta dan data kerawanan seperti data yg penulis sampaikan. Waspadai mereka di kelompok ini yang memiliki penyakit penyerta hipertensi dan diabetes.

Kesimpulan

Dari data negara-negara ranking tujuh besar terdampak covid, nampak AS, Brasil, Inggris, Italia belum berhasil menanggulangi/mengurangi jatuhnya korban jiwa, korban meninggal masih cukup banyak. Sementara Spanyol, Jerman dan Rusia sudah mampu menekan jumlah yang meninggal. Pertambahan korban meninggal di Indonesia dalam satu Minggu adalah rata-rata 37 jiwa per hari, dibandingkan jumlah penduduk dan disiplin masyarakat yg rendah melanggar PSBB, ternyata ada sisi positif menggembirakan yang perlu didalami, jumlah yg meninggal tidak meledak, yang sembuh 4 kali dari yang meninggal.

Apabila pemerintah akan melaksanakan tahap-tahap pemulihan perekonomian melalui beberapa fase, yang disebut PresidenJokowi sebagai "new normal" atau tatanan kehidupan baru, disarankan perlu segera dilakulan perbaikan data warga seperti yang penulis sampaikan diatas. Mapping kerawanan warga sangat penting, disamping sosialisasi secara komprehensif, baik melalui jalur key formal maupun key informal individual.

Memang kita jangan pasrah dan menyerah diinfiltrasi serangan Covid-19. Kita harus bangkit dengan memberdayakan mereka yang mempunyai resiko terkecil dan dapat survive. Herd immunity bukan jalan keluar, resikonya terlalu besar. Sementara ini, sambil menunggu jalan keluarnya, dipilih mereka yg tangguh sebagai ujung tombak kebangkitan perekonomian kita. Good luck pak Presiden Jokowi, biarkan anjing menggonggong "khafilah tetap berlalu" dengan barokah Allah. Mari kita yang waras bersama-sama memohon pertolongan dan perlindunganNya, Aamiin.

Penutup

Usia tua dan penyakit bawaan adalah kombinasi faktor mematikan yang bisa membawa risiko terburuk infeksi COVID-19 bagi Indonesia. Inilah tugas para pemegang amanah dalam menyongsong New Era. LET'S FIGHT TOGETHER. Pray Old Soldier.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Wongsididjojo Ramelan, Pengamat Intelijen, www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Politik, Sosbud, Umum. Bookmark the permalink.