Diplomasi Politik Pertahanan Menhan Ryamizard Ke China dan AS

31 October 2015 | 5:10 am | Dilihat : 3827

Menhan RI dengan Wakil Ketua Komisi Militer China

Wakil Ketua Komisi Militer Sentral  China Fan Changlong, Rabu (14/10) bertemu dengan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu Yang Berkunjung ke China

Dalam percaturan politik pertahanan, Indonesia menjadi negara yang sangat penting di kawasan Asia Pasifik. Sejak lama para ahli strategi menilai bahwa Indonesia demikian penting dalam penilaian geostrategi kawasan. Posisi Indonesia yang terletak di posisi silang,  diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, juga letak Indonesia diantara Benua Asia dan Australia, Negara berpenduduk keempat terbanyak, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, negara dengan mayoritas Muslim terbanyak di dunia dan banyak lagi yang hebat-hebat apabila terus diteliti.

Oleh karena itu, dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat atas undangan Presiden AS Barack Obama, pertemuan keduanya mempunyai arti penting selain dalam konteks  ekonomi dan beberapa bidang lainnya juga dalam bidang politik dan pertahanan. Nah, dalam hal ini, penulis mencoba menguraikan diplomasi pertahanan yang dilakukan Menhan RI, Ryamizard Ryacudu yang melakukan kunjungan kerja ke China dan kemudian sebagai bagian tim pendamping dalam kunjungan Presiden Jokowi ke AS.

Gedung Putih merilis beberapa hasil pembicaraan antara kedua kepala negara, yaitu; Strengthening a Long-Term Partnership, Maritime Cooperation, Defense Cooperation, Economic Growth and Development, Energy Cooperation, Increasing Cooperation on Global and Regional Issues, People to People Contacts.

Menhan Ryamizard dan Menhan AS  Rame2

Pertemuan Menha RI Ryamizard dengan Menhan AS Ashton Custer di Pentagon (Foto : DMC)

Kedua Presiden menyambut kesimpulan dari beberapa  perjanjian/pengaturan yaitu; MOU (nota kesepahaman)   kerjasama Maritim antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat,  penandatangan  bersama mengenai Kerjasama Pertahanan (Joint Statement on Comprehensive Defense Cooperation).

MOU antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah AS mengenai kerjasama energi, MOU antara Departemen Perhubungan AS  (Federal Aviation Administration Department of Transportation ) dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia tentang Promosi Berkelanjutan Bahan Bakar Alternatif Aviation dan Energi Terbarukan Federal Aviation Administration.

Upaya China Untuk Menguasai Wilayah Laut China Selatan

Seperti kita ketahui, wilayah Asia Pasifik yang  dikenal juga sebagai Indo Pasifik merupakan kawasan masa depan dalam perebutan pengaruh. Di kawasan ini terbentuk dua blok yaitu China di satu sisi dan AS dilain sisi. Pusat kemelut yang berpotensi menjadi titik bakar diperkirakan akan terjadi di Laut China Selatan. Wilayah ini dikenal sebagai jalur mati hidup beberapa negara diantaranya Amerika Serikat, Jepang dan India, tetapi juga merupakan kawasan yang menjadi sengketa beberapa negara terkait dengan batas wilayah.

Negara yang sangat agresif dalam upayanya menguasai LCS adalah China yang mengklaim telah aktif di  LCS  selama lebih dari 2.000 tahun . Secara historis, Cina telah menjelajahi daerah  Laut Cina Selatan sejak 960 Sebelum Masehi (selama Dinasti Song). Namun, peta wilayah dimana LCS diakui sebagai bagian wilayahnya pertama kali diterbitkan oleh pemerintah China  pada tahun 1947 . Pada tahun 2009 China mengajukan peta kepada PBB yang menegaskan garis wilayah (the 9-dash line),  menunjukkan posisi klaim wilayahnya di LCS.

scarborough-shoal1

Klaim China dan Beberapa Negara Yang Tumpang Tindih ( Foto : AFP)

The 9-dash line , yang meliputi kawanan Scarborough dan menyeberang ke Zona Ekonomi Ekskusive (ZEE) Philipina dinilai telah menjadi sangat kontroversial . Klaim teritorial yang berbeda ditunjukkan dalam grafik yang berbelok ke kanan. Karena daratan di LCS terlalu kecil untuk ditinggali  penduduk asli, bangsa-bangsa di sekitarnya termasuk China dan Filipina telah bersaing untuk mengakui hak kedaulatan wilayah. Scarborough Shoal merupakan daerah yang sebagian besar terdiri dari singkapan yang berbatu, atol,  pasir, dan terumbu.

Pada UNCLOS dinyatakan bahwa bangsa yang berdaulat memiliki klaim atas perairan laut mencapai 200 mil dari lepas pantai. Di bawah UNCLOS, China diketahui semakin  mengarah ke perairan  Filipina.  China melakukan klaim hampir seluruh wilayah sebagai bagian negaranya berdasarkan eksplorasi sejarah. Filipina menyatakan bahwa  Scarborugh Shoal adalah bagian dari  ZEE Philipina dan di bawah UNCLOS daerah ini adalah perairan kedaulatan Filipina. Secara tidak langsung , Amerika Serikat ada kemungkinan AS akan terlibat ke dalam konflik ini jika terus memanas,  berdasarkan perjanjian pertahanan AS-Philipina (1951 Mutual Defense Treaty between the US and the Philippines).

liaoning

Kapal Induk AL China Liaoning Dikawal Beberapa Kapal Perang Bergerak Ke Selatan LCS (Foto : news.com.au)

Militer China telah dikerahkan ke LCS, dimana pada Tahun 1974 telah  merebut dan menduduki Paracel Islands dari Vietnam, Tahun 1988 China mengirimkan pasukan ke Spratley Islands untuk mengamankan kendali atas 6 pulau setelah sebelumnya terjadi bentrokan dengan Vietnam di Johnson Reef. Tahun 2012, setelah bersitegang dengan Philipina, China mendirikan bangunan permanen di Scarborough Shoal.

Selain itu konflik yang muncul di Laut China Selatan, kini melibatkan 6 (enam) negara, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan China. Jika China terus mengklaim wilayah perairan di Natuna, Indonesia berpotensi akan terlibat dalam klaim Laut China Selatan. China mengklaim teritori laut berdasarkan konsep yang bertentangan dengan hukum yang disepakati secara multilateral. Dalam klaimnya sekarang, memang Pulau Natuna tidak masuk dalam wilayah mereka.

Pandangan Presiden Barack Obama Terhadap Kawasan LCS Serta Posisi Indonesia

Chinadialogue_speaking_CK-0038

Ilustrasi Presiden Obama dalam Dialog AS-China (Foto : en.wikipedia.org)
 

Pandangan Presiden Barack Obama terhadap kawasan Asia Pasifik serta negara-negara yang ada di sekitarnya dapat dibaca melalui catatan Intelijen Strategis dalam  komponen sejarah dan biografi, dimana Pada tanggal 14 November 2009 pada kunjungan kenegaraan ke Jepang, Obama memberikan sambutan di  Suntory Hall Tokyo, Jepang. Inilah catatan penting untuk mengetahui bagian dari visinya sebagai pemimpin AS.

Dikatakannya ; Saya seorang Presiden Amerika yang lahir di Hawaii dan tinggal di Indonesia ketika masih kanak-kanak. Adik perempuan saya Maya lahir di Jakarta dan menikah dengan seorang warganegara Kanada keturunan Tionghoa. Ibu saya melewatkan hampir satu dekade untuk bekerja di desa-desa Asia Tenggara, membantu para wanita, membeli mesin jahit atau memperoleh pendidikan yang memberi mereka pijakan dalam ekonomi dunia.

Jadi Relung Pasifik telah membentuk pandangan saya tentang dunia. Dan sejak saat itu, mungkin tak ada wilayah yang mengalami perubahan sedemikian besar atau dramatis. Ekonomi terkendali digantikan oleh pasar terbuka. Kediktatoran berubah menjadi demokrasi. Standar kehidupan meningkat sementara kemiskinan berkurang. Dan lewat perubahan-perubahan ini, keberuntungan Amerika dan Asia Pasifik semakin erat keterkaitannya.

SLOC

Penguasaan Jalur Laut (SLOC) Akan Diperebutkan Oleh AS, China, Jepang dan India (Fofo : slideshare.net)

Jadi saya ingin setiap orang tahu dan saya ingin setiap orang di Amerika tahu, bahwa kami punya kepentingan dalam masa depan wilayah ini karena apa yang terjadi disini punya pengaruh langsung pada kehidupan kita di tanah air (SLOC).  Disinilah kami terlibat dalam sebagian besar perdagangan kami dan membeli kebanyakan barang-barang kebutuhan kami. Dan disini pula kami bisa mengekspor lebih banyak produk kami dan dalam prosesnya menciptakan lapangan pekerjaan di tanah air. Ini merupakan tempat dimana risiko perolehan senjata nuklir mengancam keamanan dari dunia dan dimana para ekstremis yang menyalah gunakan sebuah agama besar merencanakan serangan di kedua benua kita.

Dan tidak akan ada pemecahan terhadap keamanan energi dan tantangan iklim yang kita hadapi tanpa keikut sertaan kekuatan-kekuatan yang baru muncul dan negara -negara berkembang dari Asia Pasifik. Untuk menghadapi tantangan-tantangan bersama ini, Amerika ingin memperkuat persekutuan-persekutuan yang lama dan membangun kemitraan baru dengan negara-negara di wilayah ini.

pacomInfo_web

US Pacific Command Menjaga dan Melindungi Negara AS. PACOM bererja sama dengan Beberapa Negara Dalam Menjaga Stabilitas di Wilayah Asia Pasifik (Foto : cefence.gov)
 

Guna melaksanakan hal itu, kita harus mengamati persetujuan persekutuan Amerika dengan Jepang, Korea Selatan, Australia, Thailand dan Filipina – persekutuan yang tidak saja berupa dokumen bersejarah dari era yang sudah kita lewati, tetapi komitmen berkesinambungan yang menjadi dasar dari keamanan bersama kita. Persekutuan ini akan terus menyediakan fondasi keamanan dan stabilitas yang memungkinkan negara-negara dan rakyat wilayah ini memperjuangkan kesempatan dan kemakmuran yang tidak terbayangkan ketika kunjungan masa kanak-kanak saya yang pertama kali ke Jepang.

Negara lain seperti Indonesia dan Malaysia yang telah menegakkan demokrasi, mengembangkan ekonomi mereka dan memanfaatkan potensi besar dari rakyat mereka masing-masing. Kami menaruh harapan pada kekuatan-kekuatan yang baru muncul dan berpendapat bahwa dalam abad ke 21 keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi dari satu negara tidaklah terjadi lewat dari pengorbanan negara lainnya.

Sementara itu di sisi lain mantan Asisten Menlu AS berpendapat bahwa "Mendasari fokus baru pada Asia disadari bahwa China bergerak untuk mengisi kekosongan AS atas kurangnya perhatian ke wilayah tersebut. Pandangan China pada tahun 2008 dan 2009 adalah bahwa 'arogansi' Amerika Serikat telah dirobohkan oleh resesi dan 'ada sheriff baru di kota dan itulah  'Cina.'  Hubungan telah berubah  pada tingkat strategis diantara kekuatan-kekuatan besar dan menjadi  sangat sulit. Ini adalah lanskap strategis yang jauh lebih menantang," tegasnya.

Trans Pacific Partnership

Kerjasama Perdagangan Bebas 12 Negara Yang Di motori oleh AS (Foto: defence.gov)
 

Dari hasil pertemuan Presiden Obama dengan Presiden Jokowi, telah ditegaskan oleh Jokowi bahwa Indonesia  adalah menganut ekonomi terbuka, dan dengan populasi 250 juta kita adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Dan Indonesia bermaksud untuk bergabung dengan TPP. Kemitraan Trans-Pasifik adalah perjanjian perdagangan dalam proses negosiasi antara Australia, Brunei, Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Amerika Serikat dan Vietnam. Perjanjian tersebut bertujuan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara negara-negara mitra TPP; memromosikan inovasi, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan; dan mendukung penciptaan lapangan kerja dan retensi.

Dalam hal kemelut LCS, dalam konperensi persnya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia bukanlah bagian dari konflik di LCS. Jadi jelas Indonesia tidak bisa bersama-sama dengan AS dan sekutunya, namun juga Indonesia tetap mewaspadai tidak terlalu dekat Beijing. Pesan yang paling penting dari  Presiden Obama  kepada Presiden Jokowi akan mendorongnya dalam memberikan sebuah mandat diplomasi kepada Indonesia  untuk melanjutkan peran kepemimpinan penting di kawasan LCS. Presiden Obama menilai Indonesia pantas ditempatkan pada posisi tersebut dengan pertimbangan  baik dari ukuran baik dari  geografi maupun pertimbangan sejarah.

Dalam sambutannya, Presiden Obama menyatakan "Sangat banyak kepentingan Amerika Serikat, mengingat penduduk Indonesia yang besar, kepemimpinannya di kawasan itu, tradisi demokratis, fakta sebagai sebuah negara Muslim besar dengan tradisi toleransi dan moderasi, dan perannya dalam perdagangan dan pembangunan ekonomi. Amerika Serikat memiliki kepentingan besar dalam menjadi mitra strategis dengan Indonesia.

Presiden saksikan gelar alutsista terbaru TNI AL

KRI Teuku Umar (385) Menembakkan Roket RBU-6000 (Foto :thejakartapost.com)
 

Kami membicarakan kerja sama keamanan kita, di wilayah maritim, membantu Indonesia memodernisasi kemampuan angkatan laut. Dan kami membahas pentingnya bekerja melalui saluran seperti ASEAN dan Asia Timur. Forum untuk mendorong penguatan terus aturan dan tatanan internasional yang mengatur perilaku negara di wilayah maritim.

Kami membicarakan kerjasama kontraterorisme tidak hanya pada unsur-unsur keamanan kontraterorisme, tetapi juga melawan pesan yang berasal dari organisasi ISIL/ISIS. Dan Indonesia mempunyai posisi unik untuk dapat membantu menyebarkan pesan perdamaian dan kerjasama serta modernitas dalam dunia Muslim.

Obama menyebutkan, Indonesia, sebagai anggota G20, tidak hanya pemimpin regional tetapi juga pemimpin global. Anda ('Jokowi') membawa Indonesia ke arah yang benar. Kami ingin menjadi mitra dengan Anda, Amerika Serikat merasa dengan Indonesia bukan hanya masalah kepentingan strategis tetapi juga mewakili hubungan yang kuat orang per orang AS dengan Indonesia.

Para pengamat strategi AS berpendapat bahwa AS dan Indonesia mungkin tidak selalu melihat isu-isu regional dengan cara yang sama, tetapi kepemimpinan yang  baik nilainya sangat penting untuk menjaga tatanan internasional liberal di wilayah tersebut. Presiden Jokowi menyatakan di Brooking Institute, "Tentang Laut China Selatan saya sudah sebutkan dalam pidato saya bahwa Indonesia bukan bagian dari konflik," katanya. Namun, Indonesia merasa perlu untuk turut serta menciptakan perdamaian dan stabilitas keamanan di sekitar wilayah tersebut.

code-of-conduct-300x200Indonesia mengimbau semua pihak menahan diri dari tindakan-tindakan yang mengikis rasa saling percaya antar pihak. "Kita ingin negara-negara ASEAN dan China untuk mulai berdikusi tentang konten Code of Conduct atau CoC. Indonesia ingin memainkan peran aktif dalam isu ini," katanya. Indonesia menyarankan agar negara-negara di kawasan LCS tetap menghormati perjanjian UNCLOS tentang batas wilayah masing-masing negara.

Diplomasi Pertahanan Menhan RI ke China dan AS

Sebelum bergabung dalam rombongan Presiden Jokowi pada kunjungan ke AS sejak 26 s/d 27 Oktober 2015, Menhan RI Ryamizard Ryacudu sebelumnya telah melakukan langkah diplomasi pertahanan baik ke AS maupun ke China.

Sebelum ke China, Menhan Ryamizard telah pergi ke AS untuk bertemu dengan Menhan AS Ashton Carter  bulan Mei 2015. Dalam pertemuan di Pentagon, Washington, DC, Selasa (12/5/2015), pemerintah AS dan Indonesia sepakat meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan dikaitkan dengan ancaman nyata yang terus berkembang.

Peningkatan kerja sama yang diinginkan AS tersebut terfokus dalam dua hal, yakni pertukaran informasi dan intelijen termasuk bidang cyber dalam hal penanganan terorisme maupun pejuang teroris asing (foreign terrorist fighters) serta Teknologi Pertahanan,

Menhan Ryamizard menyampaikan kebijakan pertahanan Indonesia,  dimana ancaman nyata yang dihadapi meliputi terorisme, bencana alam, bencana akibat kelengahan manusia seperti longsor, kebakaran hutan dan pemanasan global, keamanan maritim khususnya perompakan, kemudian separatisme, pelanggaran perbatasan, kejahatan trans-nasional serta wabah penyakit seperti flu burung, SARS, MARS maupun ebola.

22340365959_a2b6ce039c_c

Menhan RI Ryamizard Ryacudu diterima Menhan AS Ashton Carter dalam sebuah Upacara Militer (Sumber foto : DMC)
 

Kedua belah pihak sepakat bahwa kerjasama antar negara menjadi tak terhindarkan dalam menghadapi ancaman-ancaman nyata tersebut. Oleh karena itu kerjasama pertahanan RI dan AS harus terus ditingkatkan guna menghadapi terjadinya eskalasi ancaman tersebut. Pada kesempatan pertemuan tersebut, Menhan RI menyampaikan dua keinginan Indonesia agar menjadi perhatian khusus AS yaitu; Pertama, percepatan pengiriman pesawat F-16 dan Helikopter Apache yang telah disepakati dalam kontrak pengadaan. Hal ini akan menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan hubungan pengadaan alut sista dan kerjasama industri pertahanan kedua negara.

Kedua, sudah saatnya Indonesia dan AS dapat melakukan latihan operasi khusus untuk menghadapi ancaman terorisme antara Kopassus Indonesia dan pasukan khusus AS. Menhan RI menyampaikan agar  rencana latihan tersebut dapat dimasukan kedalam agenda bilateral kerjasama kedua negara. Usai melakukan pertemuan dengan Menhan AS, Ryamizard  juga sempat bertemu dengan Admiral Michele Howard, Chief of US Naval Operations untuk membahas kerjasama keamanan Maritim termasuk pertukaran pengalaman maupun pertukaran instruktur/pelatih.

apache-D

Heli Tempur Buatan Pabrik Boeing AS (Foto : jakartagreater.com)
 

Selain itu, Menhan RI juga  mengunjungi Pabrik Boeing di Philadelphia yang memproduksi berbagai jenis Helikopter Tempur (Apache dan Chinook) dan menyampaikan keinginan Indonesia untuk membeli 4 buah Helikopter Chinook (Sumber : DMC).

Kunjungan Menhan Ryamizard Ke China 

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengadakan kunjungan ke China pada tanggal 14 s/d  18 Oktober 2015. Dalam kunjungan tersebut pada awalnya Menhan mengunjungi beberapa industri pertahanan Cina, Rabu pagi (14 Oktober 2015). Selanjutnya Menhan mengunjungi China North Industries Corporation (Norinco), yang memproduksi peralatan militer dan pertahanan berteknologi tinggi, serta China National Aero-Technology Import and Export Corporation (CATIC).

Sky_Dragon_50_medium-range_surface-to-air_defense_missile_system_Norinco_China_Chinese_defense_industry_640_001

Menhan RI Ryamizard Mengunjungi China North Industries Corporation (Norinco) Rabu pagi (14/10/2015), Salah satu Produksi Norinco , Sky Dragon 50 sistem rudal pertahanan udara menengah (Foto : ArmyRecognition.com)

Selanjutnya  pada hari Kamis (15/10/2015),  Menhan RI  melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Ketua Komite Militer Pusat Cina (CMC) Fan Changlong dan kemudian dengan Menteri Pertahanan Cina Chang Wanquan. Selanjutnya kunjungan ke  Markas Pasukan Khusus Kepolisian Cina dan menghadiri Pertemuan Informal Menteri-Menteri Pertahanan China serta ASEAN pada tanggal 15-16 Oktober 2015, kemudian menghadiri Xiangshan Forum ke-enam pada 16-18 Oktober 2015.

Indonesia dan China telah menjalin kerja sama pertahanan sejak pembentukan Forum Konsultasi Bilateral Bidang Pertahanan pada tahun 2007 sebagai bagian dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang disepakati kedua negara pada 25 April 2005. Kedua negara sepakat menjalin kemitraan strategis komprehensif pada Oktober 2013.

Terkait industri pertahanan, Kementerian Pertahanan Indonesia dan Cina telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Sainds, Teknologi dan Industri Pertahanan Tiongkok (The State Administration of Science, Technology and Industry for National Defence of The People's Republic of China/SASTIND) pada 22 Maret 2011. Nota kesepahaman kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Cina mencakup pengadaan peralatan militer di bidang-bidang tertentu yang disepakati berdasarkan mekanisme antar pemerintah. Selain itu disepakati pula alih teknologi peralatan militer tertentu, antara lain perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, perbaruan dan pelatihan.

Dalam pertemuan (Defence Ministerial Meeting) antara Menhan China, para Menhan Negara-negara ASEAN dan juga dihadiri pihak AS, dibicarakan tentang konsep patroli gabungan laut antara AL China dengan AL Negara-Negara ASEAN. Walaupun para pihak setuju tetapi belum disepakati tehnis operasional bagaimana patroli laut gabungan tersebut. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut.

Menhan Ryamizard Sebagai Pendamping Presiden Jokowi Ke AS

menhan RI dan AS

Menhan RI dan AS menanda tangani, Joint Statement on Comprehensive Defense Cooperation di Pentagon (Foto : DMC) 

Menhan RI Ryamizard Ryacudu bersama beberapa Menteri mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kenegaraan ke AS, bertemu dengan counterpart Menhan AS Dalam siaran pers Gedung putih disebutkan, kedua presiden menegaskan komitmen AS dan Indonesia  untuk lebih memperkuat kerja sama pertahanan bilateral , dan menyambut pertumbuhan hubungan/implementasi  militer bilateral, yang sekarang dilaksanakan lebih dari 200 kegiatan setiap  tahun.

Juru bicara Pentagon Peter Cook pada hari Rabu (28/10/2015) menyatakan, "Kedua menteri berdiskusi mengenai keamanan regional, serta peluang-peluang untuk memperluas kerjasama bilateral di beberapa bidang, seperti perdagangan dan teknologi pertahanan, keamanan maritim serta keamanan cyber. Dalam pertemuan tersebut, Menhan Carter dan Menhan Ryamizard juga menyinggung tingkat kesulitan dalam latihan gabungan serta kelanjutan pengadaan alat pertahanan."

Press release the White House menyebutkan, kedua Presiden menegaskan komitmen mereka untuk memperdalam kerjasama di bidang-bidang seperti: "Kerjasama maritim, penjagaan perdamaian, bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana, pertahanan penelitian bersama dan pengembangan, melawan ancaman transnasional, dan profesionalisasi militer."

f-16in-1

Apakah F-16IN Super Viper Akan Menjadi pilihan Untuk Menggantikan Pesawat Tempu F-5E Tiger II TNI AU? (Foto : fenceaviation.com)

Kedua Presiden juga menegaskan minat mereka dalam mengeksplorasi dan melakukan konsultasi kegiatan baru untuk memajukan kerjasama di bidang pengembangan bersama produksi peralatan pertahanan, kerjasama logistik , dan keamanan maritim.

Kerjasama penjaga perdamaian yang dilaksanakan merupakan  kerjasama bilateral, kedua presiden menyambut baik hasil KTT dalam Menjaga Perdamaian di Majelis Umum PBB. Amerika Serikat menyambut baik peran Indonesia dalam upaya perdamaian dan niat untuk memperbanyak kontribusi pasukannya.

Analisis

Khusus dalam bidang pertahanan, peran yang dilakukan oleh Menhan Ryamizard Ryacudu jelas tidak ringan, dimana dari konsep pemerintah, Indonesia tetap menjaga politik luar negeri yang bebas dan aktif. Jelas langkah  Menhan RI adalah diplomasi politik pertahanan yang sejalan dengan apa yang diinginkan oleh Presiden Jokowi.

Hambatan utama dari kasus pada konflik di Laut China Selatan terutama terletak kepada kekerasan prinsip China yang menggunakan pendekatan sejarah untuk melebarkan wilayahnya. Klaim China jelas tidak sesederhana itu, mereka dipastikan sudah membuat perhitungan matang dengan situasi dan kondisi serta kemungkinan terjadinya konflik laut terbuka. Indonesia sementara ini tidak terlibat dalam konflik karena China nampaknya menghargai Indonesia dan tidak memasukkan Pulau terluar Indonesia (Natuna) dalam klaim terirorialnya.

BINLADEN4-articleLarge

Presiden Obama serta para pejabat resmi AS di Ruang Operasi, saat dilakukan operasi penyergapan Osama bin Laden Oleh Navy Seals Team di Abbotabat Pakistan bulan Mei 2011 (Foto : nytimes.com)

Memang pada saat AS sedang fokus dengan politik luar negeri "mengejar tokoh teror WTC," maka sejak  2001, semua kepentingan serta kebijakan pemerintah berada dibawah kepentingan tersebut. Presiden George W Bush nampaknya pernah tergelincir dengan informasi intelijen tentang SPM (Senjata Pemusnah Massal) yang disebutkan dimiliki oleh Irak. Cap teroris membuat bangsa AS menjadi alergi. Karena itu kemudian Irak di invasi setelah Afghanistan. Nah, saat itulah untuk kawasan Asia Pasifik (khususnya Laut China Selatan), dinilai China  mulai lunturnya arogansi AS sebagai polisi dunia. Terlebih AS kemudian disibukkan dengan resesi, sehingga  China beranggapan terjadi kekosongan 'sherrif' di LCS. Mulailah mereka berani berulah dengan aksi-aksinya.

Pemerintahan AS dibawah Presiden Barack Obama kemudian menerapkan visi baru Rebalancing toward Asia pada tahun 2011, dimana Obama memrioritaskan kawasan Asia Pasifik dalam perencanaan militer AS, kebijakan luar negeri, dan kebijakan ekonomi. Tujuan utama kebijakan luar negeri AS yang baru adalah ikut membentuk norma dan aturan di Asia Pasifik agar hukum dan norma internasional tetap ditegakkan.

Presiden Jokowi loreng

Presiden Jokowi Dengan Seragam Loreng selaku Pangti (Foto : jakartagreater.com)

Nah, dengan kondisi perbedaan pandangan antara beberapa negara di kawasan LCS dengan China, serta penerapan visi pemerintah AS dalam pembentukan norma serta aturan dalam kaitan hukum dan norma internasional, maka kemungkinan terjadinya konflik maritim kedua negara besar itu nampaknya hanya menunggu waktu. Memang perang dalam skala besar, agak kecil kemungkinannya. Akan tetapi terjadinya pertempuran terbatas kekuatan AL AS dengan AL China masih sangat dimungkinkan.

AS mempunyai perjanjian pertahanan dengan Philipina, juga dengan Korea Selatan, Jepang dan Australia. Apakah AS kemudian akan menyerang daratan China, nampaknya sesuatu yang agak mustahil. Resiko terjadinya perang dunia ke 3 bisa pecah pastinya, dimana senjata nuklir akan digunakan. Dalam hal ini, apabila terjadi konflik antar AL di LCS, maka kemungkinan besar AS akan lebih unggul, karena mereka memiliki tujuh kapal induk bertenaga nuklir sementara China hanya memiliki satu kapal induk.

RR marinirDari fakta-fakta serta analisis tersebut diatas, sementara dapat disimpulkan bahwa kini Indonesia memang diharapkan mampu menjadi penengah dalam kemelut di kawasan LCS. Demikian penting posisi Indonesia, kedua raksasa itu (AS dan China) mengakui bahwa posisi Indonesia penting dan jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Oleh karena itu, diplomasi politik pertahanan Menhan Ryamizard sebagai sub system pemerintahan Presiden Jokowi nampaknya mampu menaikkan citra Indonesia sebagai penengah.

"Indonesia bukan bagian dari konflik," itulah quote Jokowi yang membuat mereka-mereka menjadi nyaman. Kesimpulannya duet Jokowi-Ryamizard dapat dinilai sukses, sehingga Indonesia menjadi negara besar terpenting di kawasan dan tidak dicurigai. Inilah diplomasi tingkat tinggi yang tidak banyak diketahui oleh orang banyak tetapi demikian besar artinya apabila dinilai sebagai sebuah prestasi perdamaian. Semoga bermanfaat.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Analis Intelijen, www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.