Tantangan Luhut Panjaitan Sebagai Menko Polhukam

14 August 2015 | 12:50 am | Dilihat : 1161

luhut-binsar-pandjaitan-kedua-kanan-menko-perekonomian-_150812154550-465 (1)

Reshuffle Jilid Satu Pemerintahan Jokowi (Foto: republika.co.id)

Reshuffle pertama oleh Presiden Jokowi mungkinkah akan di susul dengan reshuffle kedua dan selanjutnya? Mungkin saja, mengingat pada pemerintahan era Presiden SBY dilakukan lima kali reshuffle. Nah, reshuffle kali ini menonjolkan fokus perhatian presiden kepada bidang ekonomi dan keamanan. Hal ini bisa dilihat bahwa tokoh senior yang dipilihnya adalah tokoh yang cukup makan asam garam khususnya pada dua bidang tersebut.

Jenderal TNI (Pur) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) adalah alumnus Akabri 1970. Dengan basis sebagai pasukan baret merah (Kopassus) maka Luhut yang merupakan rekan penulis sesama alumnus Akabri 1970  (hanya beda angkatan)  adalah rekan yang patut dibanggakan. Sebelum lanjut, penulis mengacungkan jempol dahulu, selamat dan sukses, bravo, salam komando!.

LBP, merupakan tokoh yang sudah menggeluti dunia militer, berpengalaman tempur, pengalaman sebagai birokrat (pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian), diplomat sebagai Duta Besar LBBP RI di Singapura, pebisnis (owner PT Toba Bara), politisi (mantan Anggota Dewan Pembina Partai Golkar), dan seabrek kegiatan lainnya. Luhut akan bertanggung jawab mengordinasikan masalah politik, hukum dan keamanan.

kepala-staf-kepresidenan-luhut-binsar-pandjaitan-_150518142114-894

Jenderal Pur Luhut Panjaitan (foto : republika.co.id)

Selain nama besar Luhut, di sisi ekonomi, dimunculkannya tokoh Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian dan  Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman adalah nama-nama besar yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.

Nah, dari tiga sosok itu saja kita dapat mengira bahwa Presiden Jokowi tidak mau mengambil resiko dalam stabilitas keamanan dan ekonomi. Pertaruhannya pada tahun ini dapat dikatakan berat. Apabila dianalisis dari sudut pandang intelijen, ancaman dan tantangan komponen intelstrat (bidang) keamanan adalah terlaksananya pilkada serentak pada bulan Desember 2015 dengan aman. Dari rencana semula 269 daerah yang akan melaksanakan pilkada pada tanggal 9 Desember 2015, dipastikan ada empat yang pelaksanaannya akan diundur. Potensi konflik sekitar 265 daerah ini yang harus cermat dihitung oleh Polhukam.

Perkiraan intelijen apabila terjadi konflik yang meluas atau terjadi di banyak daerah, akan sangat berpengaruh dan mengganggu stabilitas keamanan negara pastinya. Yang lebih dikhawatirkan apabila terjadi konflik fisik hingga chaos. Hal, ini akan sangat menjatuhkan kondisi perekonomian Indonesia (khususnya kurs  dolar terhadap dolar).

back bone

Darmin, Luhut dan Rizal Ramli, Tiga Back Bone Pemerintahan Presiden Jokowi (foto :lampost.co)

Pembacaan kondisi perekonomian jelas sangat dikuasai oleh beliau-beliau yang kini duduk sebagai Menko, khususnya kondisi makro ekonomi. Dalam diskusi tentang komponen intelstrat ekonomi dengan salah satu pejabat di BI, dalam mencermati perekonomian Indonesia, yang perlu dipertimbangkan adalah beberapa sektor yang memengaruhi, dan bagaimana keterkaitannya dalam membentuk dan menentukan arah ekonomi kedepan.

Pertama, adalah kondisi ekonomi global. Hal ini penting karena keterkaitan ekonomi antar negara saat ini begitu erat, sehingga apa yang terjadi dalam ekonomi global akan berpengaruh pada ekonomi domestik. Kedua, kondisi ekonomi domestik yang terdiri dari perkembangan beberapa faktor, seperti pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan, nilai tukar Rupiah, inflasi, dan stabilitas system keuangan.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi global masih memperlihatkan kecenderungan lebih lemah dari perkiraan semula.Pasar keuangan global juga masih diliputi ketidak pastian. Hal tersebut terutama disebabkan oleh  perkiraan ekonomi AS yang tidak setinggi perkiraan semula, kondisi krisis Eropa yang dipicu Yunani, dan ekonomi Tiongkok yang masih melambat. Hal tersebut memengaruhi animo investor global dalam menempatkan dananya.

Apa  dampak dari melemahnya ekonomi dunia? Akibatnya terjadinya penurunan  harga komoditas internasional, meskipun harga minyak dunia mulai meningkat secara gradual. Di pasar keuangan global, ketidak pastian kenaikan suku bunga FFR di AS, ketidak pastian krisis Yunani, serta anjloknya harga saham di Tiongkok, juga menunjukkan bahwa risiko di pasar keuangan global masih tinggi. Sementara itu, di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2015 masih akan tumbuh terbatas, dan diperkirakan baru akan kembali meningkat pada triwulan III 2015.

neraca-perdagangan-kembali-surplus-Wc6

Neraca Perdagangan Kembali Surplus (Sumber : m.koran-sindo.com)

Dari sisi Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2015 masih baik, karena kembali mencatat surplus. Hal ini terutama ditopang oleh surplus neraca non migas. Surplus neraca perdagangan tersebut mendorong perbaikan defisit transaksi berjalan pada triwulan II 2015 yang diperkirakan akan lebih baik dari prakiraan sebelumnya yaitu 2,5% dari PDB, dan lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,9% dari PDB. Di sisi neraca finansial, aliran masuk modal asing mengalami peningkatan, meskipun pasar keuangan global masih diliputi ketidak pastian

Cadangan devisa pada akhir Juni 2015 tercatat sebesar 108,0 miliar dolar AS atau setara dengan 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Dari sisi internal, meningkatnya permintaan valas untuk pembayaran utang dan pembayaran deviden secara musiman di triwulan II 2015 turut memberikan tekanan terhadap rupiah.  Saat dilaksanakannya reshuffle,  kurs tengah dolar terhadap rupiah adalah Rp.13.735.00

Kedepan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya, sehingga dapat mendukung terjaganya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan. Stabilitas sistem keuangan tetap solid ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuangan.Ketahanan industri perbankan tetap kuat dengan risiko-risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukup terjaga. Kedepan, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pelonggaran kebijakan makro prudensial oleh Bank Indonesia, pertumbuhan kredit  diperkirakan akan meningkat. Sementara Menko Darmin Nasution menyatakan kepada media (12/8/2015),  pertumbuhan perekonomian Indonesia kwartal ke-III  sekitar 5 persen.

Nah, melihat rentannya perekonomian Indonesia, maka stabilitas keamanan jelas akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi. Menko Polhukam yang baru sudah menyebutkan dia teringat tentang strategi era Pak Harto tentang stabilitas keamanan dan stabilitas ekonomi.

tni1

Pasukan Gabungan TNI Disiapkan Membantu Polri Dalam Pengamanan (Foto : dekandidat.com)

Bidang politik, hukum dan keamanan akan diuji pada akhir tahun ini dan awal tahun depan, karena cukup luasnya cakupan pelaksanaan pilkada serentak di 265 daerah. Hambatan dan tantangan yang akan dijumpai adalah siapapun yang menang akan diprotes yang kalah, dan pada umumnya mereka akan melakukan tuntutan. Apapun keputusan pengadilan, diperkirakan akan ada kelompok yang tidak puas. Akibatnya hasil pilkada bisa berlarut-larut, semakin lama sebuah keputusan maka emosi akan semakin tinggi, dan rasa tidak puas bisa menjadi konflik di level grass root.

Apabila terjadi konflik meluas, maka pengerahan kekuatan baik Polri maupun TNI akan membutuhkan kecepatan geser dan dukungan sarana transportasi. Oleh karena itu Kantor Polhukam harus dengan tepat menghitungpotensi konflik. Resiko apabila terganggunya stabilitas keamanan akan secara langsung menyentuh stabilitas ekonomi, dalam hal ini bisa diperkirakan nilai rupiah akan anjlog atau terjun bebas. Apabila ini terjadi, bukan tidak mungkin keberlangsungan pemerintah bisa terancam.

Yang juga perlu dicermati, ancaman keamanan akan menjadi lebih serius apabila sel-sel teroris (ISIS) kembali ikut bermain. Indikasi muncul setelah Densus 88 berhasil menangkap beberapa simpatisan ISIS dan menemukan beberapa bom rakitan yang siap ledak. Dari toko handphone milik Udin (19) di Jalan Untung Suropati, Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, digunakan sebagai tempat merakit bom. Aparat Densus sebelumnya, Rabu (12/8/2015) telah menangkap tiga terduga teroris di beberapa lokasi di Kampung Losari RT05/RW03 dan RT06/RW03 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Tiga terduga simpatisan ISIS yaitu Sugiyanto alias Giyanto (40), Yus Karman, dan Ibadurahman  berasal dari Kelurahan Semanggi, Solo. Polisi menemukan sejumlah barang bukti di beberapa lokasi antara lain rangkaian elektronik untuk membuat bom, bubuk potasium, dan rakitan bom yang sudah jadi dan disimpan di sebuah tempat kos di Karanganyar.

171356_620

Ilustrasi Penangkapan Teroris Oleh Densus 88 ( Foto : tempo.co)

Indikasi ini menurut penulis sangat serius, karena sudah cukup lama sel teror tidak menggeliat dan mempersiapkan bom rakitan. Apakah mereka sedang mempersiapkan serangan? Bagaimana apabila ada yang mempersiapkan untuk serangan pilkada. Efek bom jelas besar terlebih apabila diberitakan oleh media elektronik. Pertanyannya, mengapa perkiraan intelijen demikian khawatir? Intelijen sebaiknya melihat the worst condition, maksudnya apabila memang hal tersebut terjadi, maka aparat tidak terkena unsur pendadakan.

Yang perlu penulis ingatkan, aparat keamanan jangan terlalu optimis dengan sikon yang berlaku, dalam rumus ancaman dan tantangan, tokoh dalam pilkada adalah "key informal individual", mereka akan menjadi "key formal invidual" setelah terpilih dan menang. Para pendukungnya di daerah masing-masing akan siap berperang untuk memenangkan para tokoh idola mereka dalam persaingan itu.  Terkait ancaman teroris, sekecil apapun ledakan sebuah bom, terlebih apabila menimbulkan korban, efek psikologisnya akan sangat besar, mengacaukan dan menakutkan.

Karena itu dalam beberapa bulan mendatang, kita akan melihat Luhut dari sisi "Leadership dan Kompetensi" dalam menghadapi tantangan dan ancaman bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Selain itu jelas dua tokoh ekonomi pemerintah itu juga harus berhitung dengan cepat serta menerapkan strategi yang tepat agar tidak ada yang runtuh. Semoga sukses bang! Berat memang dan resikonya juga  tinggi.

Penulis : Marsda TNI (P{ur) Prayitno Ramelan, Analis Intelijen www.ramalanintelijen.net

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.