Benarkah Taliban Yang Menyebabkan Isteri Dubes RI di Pakistan Tewas?

10 May 2015 | 8:02 am | Dilihat : 993

dubes RI Pakistan

Dubes RI Burhan dan Isteri Saat Acara Hut RI 2013 di Pakistan (Foto: kanalsatu.com)

Berita mengejutkan dilansir media tentang kecelakaan pesawat. Isteri Duta Besar RI di Pakistan, Heri Listyawati Burhan Muhammad meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan pesawat helikopter militer Pakistan jenis MI-17 saat on board pada hari Jumat (8/5/2015) di  dekat distrik Naltar di wilayah Gilgit-Baltistan. Disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP. Marsudi bahwa Dubes RI untuk Pakistan Burhan Muhammad yang mengalami kecelakaan bersama isterinya serta beberapa diplomat asing selamat tetapi mengalami luka-luka.  Dubes Burhan yang mengalami luka bakar dirawat di Rumah Sakit Combine Military Hospital, Gilgit dan kemudian dipindahkan ke Islamabad pada hari Sabtu 9/5/2015.

Heli naas tersebut termasuk satu diantara empat heli yang terbang bersama-sama dalam penerbangan ke tempat acara wisata di Naltar. Helikopter itu jatuh diatas  gedung sekolah, saat aproach ke hellipad.Tidak ada korban jatuh di sekolah karena telah diliburkan dengan alasan keamanan.  Selain isteri Dubes Indonesia, korban meningal termasuk tiga crew pesawat,  Duta Besar Norwegia Leif H. Larsen, Duta Besar Filipina Domingo D. Lucenario Jr, Habibah Mahmud dan istri Duta Besar Malaysia. Korban  yang mengalami cedera adalah Dubes Malaysia Hasrul Sani Mujtabar, Dubes Indonesia Burhan Muhammad, Dubes Polandia Andrzej Ananciz, dan Duta Besar Belanda Marcel de Vink. Para  korban helikopter dikonfirmasi oleh Mayor Jenderal Asim Bajwa, juru bicara utama untuk militer Pakistan.

Dari penjelasan sementara berupa pesan  Twitter dari Bajwa menyatakan bahwa penyebab kecelakaan adalah  "kesalahan teknis," dan menyatakan  spekulasi berita penyebab berupa serangan yang di klaim oleh Taliban adalah tidak benar. Menurutnya, daerah terjadinya kecelakaan  dianggap sebagai salah satu yang paling aman di Pakistan, dan sangat jarang terjadi serangan teroris.

MI 17

Pesawat MI-17, Tipe yang Jatuh (Foto: Wartakota.tribunnews.com)

Diketahui beberapa jam setelah kecelakaan, Taliban Pakistan mengeluarkan pernyataan yang mengakui mereka telah menembak jatuh helikopter MI-17 tersebut dengan rudal anti-pesawat. Muhammad Khorasani, juru bicara Taliban Pakistan, mengatakan kelompok itu sebenarnya menargetkan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif  yang juga datang ke acara yang sama dengan  pesawat yang terpisah. "Nawaz Sharif dan sekutu-sekutunya adalah target utama kami," kata juru bicara Taliban Muhammad Khurasani dalam sebuah pernyataan melalui email.

Menurut kantor berita Barat, klaim, meskipun tidak mungkin  secara independen diverifikasi, tampaknya merupakan  upaya oportunistik untuk mengambil tanggung jawab untuk suatu insiden profil tinggi, langkah media dengan indikasi terorisme.

Menteri Luar Negeri Pakistan Aizaz Ahmad Chaudhry seperti dilansir AFP, Sabtu (9/8/2015) menolak klaim Taliban sebagai berita "palsu." Dijelaskan Chaudhry, tidak ada aksi terorisme dalam tragedi jatuhnya helikopter ini. Menurutnya, helikopter jatuh karena masalah teknis pada mesin. "Klaim Taliban adalah palsu karena ada pengaturan keamanan penuh di tempat. Itu hanya kegagalan teknis," ucap Chaudhry menegaskan.

Angkatan udara mengatakan kegagalan teknis yang menyebabkan kecelakaan, tetapi tidak merinci lebih lanjut. Juru bicara angkatan udara Syed Muhammad Ali mengatakan kobaran yang melanda pesawat tak lama setelah kecelakaan, menyebabkan tingginya jumlah korban jiwa.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa pemerintah Pakistan mengundang para Duta Besar di Pakistan lebih dari 30 negara, bersama dengan anggota keluarga mereka serta beberapa pejabat Pakistan. Mereka diterbangkan ke kota Gilgit dengan  pesawat C-130 Hercules dan kemudian diangkut ke Naltar tempat rekreasi ski untuk acara kepresidenan dan berlibur selama tiga hari.

PM Sharif juga  terbang dengan helikopter  secara terpisah ke Gilgit-Baltistan,  ia kembali ke Islamabad setelah mendengar terjadinya kecelakaan helikopter. Gilgit-Baltistan, adalah wilayah yang berbatasan dengan China dan India-Kashmir, termasuk lima dari 14 gunung tertinggi di dunia.

 Militan Taliban di Pakistan

"Gerakan Taliban Pakistan" atau Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), yang aktif beroperasi sejak bulan Desember 2007 adalah sebuah organisasi payung dari berbagai kelompok militan Islami yang kini kekuatannya sekitar 25.000 orang, memiliki daerah basis  di barat laut Wilayah Kesukuan Federal sepanjang perbatasan Afghanistan di Pakistan dan berpusat di Waziristan Utara. Berbasis ideologi Deobandi fundamentalism dan Pashtunwali. Pimpinan TTP dipegang oleh Baitullah Mehsud † (Dessember. 2007 – Agustus. 2009), Hakimullah Mehsud  (August 2009 – November 2013), Maulana Fazlullah (7 November 2013–sekarang).

Kebanyakan, tetapi tidak semua, kelompok Taliban Pakistan menyatu di bawah TTP. Pada bulan Desember 2007 sekitar 13 kelompok  bersatu di bawah pimpinan Baitullah Mehsud untuk membentuk Pakistan Tehrik-i-Taliban. Mereka yang berafiliasi dengan  Taliban adalah jaringan Haqqani, Al-Qaeda, TNSM, JPG ETIM, IMU, Sipah-e-Sahaba Pakistan, Lashkar-e-Jhangvi dan Harkat-ul-Jihad al-Islami. Tujuan yang dinyatakan oleh Taliban Pakistan adalah perlawanan terhadap negara Pakistan, penegakan syariah dan rencana untuk bersatu melawan pasukan pimpinan NATO di Afghanistan.

TTP tidak langsung berafiliasi dengan gerakan Taliban Afghanistan yang dipimpin oleh Mullah Omar. Kedua kelompok itu berbeda dalam sejarah mereka, tujuan strategis dan kepentingannya, meskipun mereka berdua didominasi Pashtun. Taliban Afghanistan, dengan dukungan  Taliban Pakistan, beroperasi melawan koalisi internasional dan pasukan keamanan Afghanistan di Afghanistan tetapi secara ketat menentang menargetkan negara Pakistan.

TTP terpecah menjadi setidaknya empat kelompok, karena terjadinya pemberontakan. Pasukan keamanan Pakistan selama beberapa tahun terakhir terus memerangi TTP  di daerah kekuasaan suku Barat laut  yang berbatasan dengan Afghanistan. Pakistan melancarkan operasi besar-besaran di wilayah suku Waziristan Utara tahun lalu. Selama ini pihak militer mengatakan telah menewaskan lebih dari 1.200 militan di sana.

Dalam beberapa bulan terakhir, para pejabat militer dan intelijen Pakistan mengatakan mereka telah mendeteksi tanda-tanda mulai tersebarnya gerakan militan Negara Islam (Islamic State) yang diperkirakan akan meningkatnya ancaman kekerasan di Pakistan. Beberapa kelompok militan yang pada masa lalu berafiliasi dengan al-Qaeda atau Taliban Pakistan telah mengumumkan mereka beroperasi di bawah bendera Negara Islam (IS/ISIS/ISIL).

peta Pakistan

Peta Teritori Pakistan dan Conflict Zone (Foto : Wikipedia)

Analisis 

Kondisi keamanan di Pakistan dapat dikatakan memiliki kerawanan terhadap aksi terorisme. Perang antara Militer Pakistan yang berhadapan dengan kelompok militan TTP terur berlangsung hingga kini. Walau TTP beroperasi khususnya di wilayah Utara Waziristan, Federally Administered Tribal Areas (FATA), Khyber Pakhtunkhwa Provinsi Kunar dan Propinsi Nuristan, Afghanistan, mereka juga melakukan beberapa serangan ke beberapa kota di Pakistan.

Sebagai contoh misalnya, Karachi, kota metropolitan berpenduduk sekitar 22 juta orang, dilaporkan merupakan salah satu kota yang  berbahaya di Pakistan. Selama 18 bulan terakhir, petugas paramiliter Pakistan telah terlibat dalam operasi besar-besaran terhadap militan Islam dan kelompok kriminal di kota. Namun beberapa bagian kota Karachi tetap menjadi wilayah perlindungan bagi Pakistan Taliban dan al-Qaeda.

Dalam beberapa operasi militer, Pakistan bekerjasama dengan Amerika yang melakukan operasi penyerangan dengan pesawat tanpa awak (drone). Serangan pesawat tak berawak di Pakistan telah menewaskan dua pemimpin Al-Qaeda cabang Asia Selatan  awal tahun ini, juru bicara militan, Minggu, membenarkan pukulan besar untuk afiliasi hanya beberapa bulan setelah pembentukannya.

Dalam pesan audio, juru bicara Usamah Mahmood mengatakan pada tanggal 5 Januari 2015, serangan pesawat tanpa awak di Waziristan Utara telah menewaskan Ubaidillah, yang bertanggung jawab atas urusan kelompok Afghanistan. Sementara drone kemudian berhasil membunuh wakil  Raja Suleman.  Mahmood juga mengecam Pakistan atas serangan militer diluncurkan musim panas lalu di Waziristan Utara, di sepanjang perbatasan Afghanistan.

Mahmood mengatakan serangan pesawat tak berawak AS telah menewaskan sekitar 50 anggota kelompoknya, yang dikenal sebagai bagian al-Qaida. Program drone CIA yang telah membunuh pemimpin al-Qaida, Taliban Pakistan dan militan lainnya  di daerah suku,  telah memicu kemarahan di Pakistan atas tuduhan korban sipil yang meluas. Sejak tahun 2004, AS telah melakukan sekitar 400 serangan pesawat tak berawak  di Pakistan. Sekitar 4.400 tentara Pakistan tewas sejak mereka memerangi gerilyawan di Pakistan barat laut sejak tahun 2002.

Apabila dilihat dai lokasi jatuhnya heli Mi-17 di Naltar adalah beberapa ratus kilometer  dari Waziristan Utara, memang sepertinya cukup jauh dari wilayah konflik terawan di Pakistan, tetapi dari semakin luasnya daerah operasi Taliban di Pakistan, ada suatu pertanyaan yang masih meragukan.

Zero acident di militer Pakistan dapat dikatakan sangat baik. Baik pesawat maupun helikopter jarang mengalami kecelakaan  di Pakistan. Insiden Jumat dinilai para pemerhati penerbangan adalah yang terburuk sejak 2010, ketika sebuah pesawat udara Pakistan jatuh di dekat Islamabad dan menewaskan 146 penumpang. Pesawat lain penumpang Pakistan jatuh di dekat Islamabad pada 2012, menewaskan 121 penumpang dan enam awak. Oleh karena itu, pernyataan Taliban Pakistan perlu mendapat perhatian.

Ada yang janggal dengan pernyataan Menlu Pakistan Chaudhry yang terlalu cepat menyatakan bahwa pesawat jatuh karena masalah tehnis. Dalam sebuah kecelakaan pesawat, pernyataan penyebab kecelakaan jelas tidak secepat itu. Proses penyelidikan harus berdasarkan bukti-bukti apakah karena human error, masalah tehnis, cuaca atau penyebab ekstrem lainnya. Sepertinya pejabat Pakistan berusaha mengamankan dan melindungi terhadap kemungkinan tuntutan negara-negara dimana pejabat utama diplomatiknya menjadi korban. Duta besar adalah wakil negara, karena itu perlakuan keamanan di sebuah negara harus setingkat kepala negara.

Kegiatan di Naltar adalah daerah yang mendekati wilayah konflik berat dimana Taliban kerkuasa. Apabila memang heli MI-17  itu jatuh karena ditembak Taliban, maka aparat keamanan Pakistan dan bahkan negaranya bisa dituntut dan bisa mendapat aib, bisa dinilai keamanan VVIP  mereka lemah. Kegiatan itu terlalu beresiko tinggi. Penulis masih mencurigai bahwa pernyataan Taliban itu benar. Dari data bahwa kasus kecelakaan pesawat di militer Pakistan sangat kecil, maka rasanya ada penyebab ekstrem jatuhnya pesawat tersebut.

Nah, pelajaran apa yang bisa dipetik? Sebaiknya Kemlu RI lebih memberikan briefing intelijen terhadap para perwakilan RI di luar negeri, khususnya yang bertugas di wilayah konflik. Jangan sepelekan analisa intelijen sebuah negara. Keputusan Dubes harus benar-benar matang diperhitungkan untuk bergerak ke suatu daerah. Jangan terlalu percaya dengan jaminan keamanan negara manapun. Keputusan tergantung kepada Dubes selama informasi intelijennya lengkap. Analis intelijen (BIN/Bais TNI) sebaiknya ditempatkan di negara-negara yang rawan konflik. AS pernah kecolongan di Libya, karena rasa percaya diri Dubes Cristopher Stevens tewas di Libya.

Nah kini kita telah kehilangan Ibu Listyawati, istri Duta Besar  RI untuk Pakistan, Burhan Muhammad yang kini juga dilaporkan kritis dengan luka bakarnya. Listyawati adalah sosok menarik, charming dan cantik,  merupakan staf pengajar Fakultas Hukum UGM. “Kami, dan seluruh civitas akademika UGM berduka cita mendalam atas meninggalnya Ibu Hery Listyawati,’’ ujar Rektor UGM Prof Dwikorita Karnawati. Almarhumah merupakan dosen hukum agraria di Fakultas Hukum UGM.

Selamat jalan Ibu Listyawaty, semoga Allah mengampuni segala kesalahan-kesalahan, dan memberikan  tempat terbaiknya. Disarankan kepada Menlu Retno, minta pertanggungan jawab pemerintah Pakistan atas kasus ini, mereka harus memberikan bukti penyebab kecelakaan itu. Jangan diam saja dan menerima dengan alasan apapun. Kedua sosok, His Excellency Burhan dan Alm Isterinya adalah wakil Bangsa Indonesia. Intinya jangan pasrah, pernyataan Menlu Pakistan jelas belum mempunyai dasar yang kuat. Itu.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Analis Intelijen www.ramalanintelijen.net

Artikel terkait :

-Taliban Afghanistan Tumbuh Dari Gerakan Mahasiswa,  http://ramalanintelijen.net/?p=4199

-Dubes AS di Libya Terbunuh di Benghazi, Mengapa?, http://ramalanintelijen.net/?p=5700

-Antara Dubes Christopher Stevens dan Cagub Joko Widodo,  http://ramalanintelijen.net/?p=5721

-No Easy Day, Kisah Penyergapan Osama bin Laden oleh Navy SEAL,  http://ramalanintelijen.net/?p=5762

 
This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.