ISIS Mengancam Membunuh Presiden Jokowi, Seriuskah?

24 March 2015 | 5:04 am | Dilihat : 1548

A real sniper … unlike me, a closet, coward sniper.

Penembak Runduk, Ilustrasi (foto ; theguardian.com)

Pada hari Rabu (18/3), di kawasan Tanggerang beredar SMS dari orang tak dikenal yang mengaku sebagai anggota ISIS. Pengirim yang katanya bernama Nur Rakhman, mengatakan dia adalah pegawai ATC Soekarno Hatta (nomor HP. 085758905832),  melontarkan HOAX, menyebarkan  berita bahwa pesawat Lufthansa telah tergelincir di Bandara Soekarno Hatta  dan menewaskan semua penumpang pada pukul 10.25.

Oknum ini menyatakan alamatnya di  Jalan Lintas Timur Km 40 nomor 77, Sumur Kucing (samping Indomaret),  Lampung Timur. Melalui SMS dia  juga mengklaim ada dua daerah di Indonesia yang menjadi basis ISIS yaitu Poso dan Lampung Timur. Dia juga menuliskan pada tanggal 17 Agustus mendatang akan ada kehebohan atau teror di Indonesia. Bahkan malam (18/3), pria ini mengklaim Ka’bah di Mekkah, akan di hancurkan oleh ISIS basis Suriah.

Orang tersebut masih mengirimkan SMS dengan nada ancaman kepada pihak kepolisian dan akan membunuh Presiden Jokowi. ”Semua kepolisian mau kami habisi. Tinggal tunggu waktu. Kami anggota ISIS sudah sakit hati. Juga Jokowi harus mati. Kami tidak main-main. Kami ISIS, akan menghancurkan Polri, Jaksa Agung dan Presiden kurus. Juga ISIS, kami telah di jelek-jelekan bahwa kami pemberontak, tapi kami hanya merekrut untuk bekerja sama, toh mereka kami gaji. Seolah-olah kalian paling benar. Liat tuh pengeruk uang rakyat, kok nyantai aja. Kami telah instruksi anggota kami untuk bersiap-siap menghancurkan kalian. Kami dari Lampung Timur, markas kami di Sumur Kucing Lampung Timur,” tulisnya.

Menanggapi beredarnya SMS tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan pengirim pesan singkat yang mengaku anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dapat dikenai Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Menurut Agus Rianto, perlu penyidikan lebih lanjut untuk menerapkan undang-undang tersebut kepada peneror . Polri tidak  pernah menganggap remeh setiap ancaman dan teror yang meresahkan masyarakat. Kepolisian, kata dia, akan melakukan identifikasi dan berupaya maksimal mencegah  meluasnya aksi teror.

Pada hari Minggu (22/3/2015), Densus 88 telah melakukan penggerebekan empat rumah di empat lokasi. Keempatnya adalah rumah   di Blok B No 3 Kompleks Perdana, Petukangan, Jakarta Selatan (Aprimul Hendri); rumah Amin Mude di Legenda Wisata, Cibubur, Bogor; rumah ustad Fahri alias Tuah Febriansyah bin Arif Hasrudin (47), di Jalan Baru LUK No 1, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan; serta rumah Engkos Koswara dan Furqon di Perumahan Puri Cendana Blok B15 No 18, Desa Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dalam penggeledahan di kediaman Henry di Petukangan, Jakarta Selatan,  petugas gabungan menyita sejumlah dokumen dan beberapa barangdiantaranya handphone , beberapa surat, dan brosur travel. Aprimul Hendri diduga menjadi salah satu simpatisan ISIS yang ikut memberangkatkan WNI ke Suriah. Dia tinggal bersama istrinya dan seorang anak laki-laki berusia lima tahun. Hendri mengontrak rumah tersebut sejak 19 Januari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya , Kombes Pol Marrtinus Sitompul mengatakan,  terduga teroris yang  bernama Tuah Febriansyah alias ustadz Fahri adalah termasuk perekrut, penyandang dana dan yang memberangkatkan 21 WNI ke Syria yang kini bergabung ke ISIS beberapa waktu yang lalu. Selain itu juga 16 WNI yang kini diamankan polisi Turki sejak Januari 2015. Menurut Martinus, empat tersangka teroris yang ditangkap  (Mul, Amin Mude, Fahri, dan Koswara) lebih berperan sebagai fasilitator, di mana mereka membiayai perjalanan para calon anggota ke Syria.

Sementara tersangka lainnya, Furqon bertugas meng-upload video kegiatan ISIS di internet dan menyebarluaskan ancaman melalui pesan singkat ke nomor pengguna provider. Dari kesemua pelaku,  yang memiliki peran sangat penting yakni Fahri. Dia diduga sebagai pelaksana dalam pembinaan, pengarahan, dan perekrutan jaringan ISIS untuk berangkat ke Irak dan Syria.

Analisis

Merebaknya pemberitaan tentang ISIS, yang kini sudah mengganti nama menjadi IS (Islamic State) diwarnai dengan menghilangnya 16 WNI di Turki dan patut diduga telah menyeberang perbatasan ke Syria untuk bergabung dengan ISIS. Selain itu Indonesia juga dihebohkan dengan ditangkapnya 16 WNI lain yang akan menyeberang ke Suriah. Mereka sebenarnya ditangkap aparat keamanan Turki pada bulan Januari 2015. Gelombang keberangkatan WNI ke Syria melalui Turki sebenarnya telah terjadi sejak lama tetapi menghilangnya 16 WNI  sejak 24 Februari 2015 menjadi berita besar media.

Dari hasil penyelidikan intelijen dan Polri, kemudian didapat pengembangan dengan dilakukannya penangkapan lima tersangka baik sebagai perekrut, pengurusan dokumen, pencarian dana dan yang mengatur aliran rute hingga ke Turki dan Syria tersebut.

Nah, dalam gencarnya pemberitaan ulah ISIS di Indonesia, kemudian beredar SMS yang berisi ancaman baik terhadap institusi hingga ke Presiden Jokowi. Beberapa pihak menilai bahwa beredarnya ancaman adalah ulah orang iseng. Tetapi dilain sisi, sebuah ancaman, sekecil apapun bentuknya yang ditujukan kepada presiden tetap harus disikapi dengan serius. Pada masa pemerintahan Presiden SBY, juga ditemukan ancaman yang tertera dalam tiga dokumen teroris baik dalam penggerebekan di Medan, Cikampek dan Sidoarjo. Ancaman tertutup tersebut dapat dikatakan lebih berbahaya, karena teroris saat itu melakukan penggeseran safe house ke daerah Bekasi yang mendekati kediaman Presiden SBY di Cikeas.

Bagaimana penilaian ancaman yang kini muncul terhadap presiden? Apabila dilihat isi ancaman, nampaknya pengirim mengaitkan ISIS dengan masalah narkoba. Seperti kita ketahui, Presiden Jokowi telah menolak grasi terpidana mati kasus-kasus narkoba. Kemudia telah dilaksanakan eksekusi mati terhadap enam orang dan ditetapkan ada 10 lainnya akan dieksekusi. Kasus ini menjadi ramai diberitakan karena munculnya protes keras dari PM Australia Tony Abbott  atas keputusan eksekusi mati dua warganya, duo Bali nine (Andrew Chan dan Myuran Sukumaran).

Penulis pernah mengulas terkait dengan kasus eksekusi mati tersebut, bahwa yang dihadapi pemerintahan Presiden Jokowi adalah jaringan pemasok narkoba di Indonesia dan tekanan pihak Australia. Oleh karena itu ancaman SMS, walau ada isiya yang dikatakan palsu (HOAX), tetap harus dilihat sebagai pesan berantai yang tetap menjadi perhatian aparat. Dalam beberapa kasus dimana HP digunakan sebagai sarana komunikasi, Polri sebenarnya tidak terlalu sulit untuk melacaknya. Teknologi tersebut telah umum dimiliki oleh banyak instansi.

Pengirim dengan berani mengirimkan ancaman terhadap presiden sebagai simbol negara, dapat dinilai sebagai pelaku yang kurang cerdas, tetapi ada yang dia dapatkan, yaitu sebuah sensasi berita besar yang pada era demam BB, WA, FB, kini disukai oleh para pengguna untuk ikut-ikut mengirimkan kepada teman-temannya. Oleh karena itu menurut penulis, ancaman terbuka adalah upaya pengiriman isu yang termasuk dalam upaya conditioning intelijen.

Jadi kesimpulannya, ini langkah sensasi yang memanfaatkan situasi dan kondisi yang berkembang. Memanfaatkan berita ISIS untuk kepentingan jaringan narkoba, lebih kepada bentuk pressure psikologis, propaganda. Tidak perlu disikapi terlalu sangat serius, tetapi tetap dilakukan penyelidikan intelijen, dan selalu ditingkatkan kewaspadaan. Yang perlu diingat, penyerang sekurang pintar apapun suatu saat bisa menemukan celah kerawanan pengamanan dalam situasi  'blusukan'. Mungkin begitu.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Analis intelijen www.ramalanintelijen.net

Artikel terkait :

-Mewaspadai Perkembangan Strategi ISIS di Indonesia, http://ramalanintelijen.net/?p=9571

-Shock Theraphy Hukuman Mati Bandar Narkoba Bisa Gagal,  http://ramalanintelijen.net/?p=9544

-Waspadai Kemungkinan Langkah Ekstrem Australia Terkait Eksekusi Mati, http://ramalanintelijen.net/?p=9517

-Awas, Intelijen AS dan Inggris Memonitor Android, iPhone, Twitter, YouTube, Angry Birds, http://ramalanintelijen.net/?p=7968

-Ancaman Perkembangan ISIS di Indonesia Sangat Serius,  http://ramalanintelijen.net/?p=8679

-Mabes Polri Bicara Soal Terorisme di Indonesia,  http://ramalanintelijen.net/?p=6878

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.