Gelombang Kedua Pesawat Tempur F-16 C 52ID Asal Hibah Dari AS Diterima TNI AU

30 September 2014 | 4:24 am | Dilihat : 1786
 [google-translator]

F-16-1

Ilustrasi Pesawat Tempur TNI AU F-16 (Sumber: alexsidhartaimages)

Pada hari Sabtu (27/9) siang pukul 11.18 WIB Dua pesawat F-16 C 52ID TNI AU yang berasal dari hibah pemerintah Amerika Serikat, berupa pengiriman tahap kedua mendarat dengan selamat di Lanud Iswahjudi. Kedua pesawat diterbangkan dari  Andersen AFB Guam selama  5 jam 18 menit.  Kedua pesawat dengan tail number TS-1641 dan TS-1643 diawaki penerbang dari Tucson Air National Guard.

Kedua   F-16 C tersebut  lepas landas dari Andersen AFB Hawaii pukul 11.00 loca time (06.00 WIB),  selanjutnya terbang dengan dikawal pesawat tanker KC-10 USAF  hingga Laut Jawa. Selama perjalanan dilaksanakan air to air refueling  dari Travis sebanyak lima kali pengisian bahan bakar di udara.

Kedua penerbang AS diterima oleh Komandan Lanud Iswahjudi yang didampingi segenap pejabat Lanud lainnya serta para penerbang dari berbagai skadron tempur yang berkumpul di Lanud Iswahjudi. Pesawat-pesawat terbaru ini akan dilibatkan dalam memperkuat  formasi Fly Pass untuk  memeriahkan HUT TNI ke-69 pada tanggal 7 Oktober 2014 di Surabaya.

Pesaat tempur yang termasuk terlaris di dunia itu pada awalnya  diterbangkan  dari Hill AFB Utah pada hari Senin (22/9) pukul 11.20 waktu setempat dan melaksanakan rute sangat panjang, terbang melintasi Samudera Pasifik selama enam jam dengan lima kali air refueling menuju  Hickham AFB Hawaii pada pukul 13.05. Hickam AFB adalah markas besar dari US Pacific Air Forces.

Pada hari Rabu (24/9), kedua pesawat F-16 C yang dikenal sebagai 'dragon', take off dari Hickham AFB  pukul 11.06/LT (04.06 WIB) dengan dikawal pesawat tanker KC-10 dan delapan jam kemudian pada pukul 14.55 siang waktu Guam mendarat di Andersen AFB.

Seperti penulis pernah tuliskan dalam artikel terdahulu, kedatangan kedua pesawat merupakan bagian dari Proyek “Peace Bima Sena II” yaitu pengadaan 24 pesawat F16 C/D-52ID. Seluruh pesawat yang aslinya pesawat F-16 C/D block 25 menjalani upgrading dan refurbished rangka “airframe” disamping  modernisasi sistem “avionic” dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center Hill AFB, Utah.   Upgrade pesawat F-16 C/D 52ID ini yang meliputi Modernisasi dan upgrade avionic dan engine pesawat dilaksanakan untuk  meningkatkan kemampuan menjadi setara dengan F-16 block 50/ 52.

Upgading khususnya dengan pemasangan “otak dan syaraf” baru  dari pesawat yaitu  Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 yang juga dipakai Block 52+, demikian pula radar AN/APG-68 (V) ditingkatkan kemampuan sesuai system baru. Juga Improved Modem Data Link 16 untuk komunikasi data canggih,  Embedded GPS/ INS (EGI) block-52  yang menggabungkan fungsi  GPS dan INS dan berguna untuk penembakan JDAM (Bomb GPS),  Electronic Warfare Management System AN/ALQ-213,  Radar Warning Receiver ALR-69 Class IV serta Countermeasures Dispenser Set ALE-47 untuk melepaskan  Chaffs/ Flares anti radar/anti rudal.Sedangkan kemampuan radar AN/APG-68 (V) ditingkatkan agar mampu mendukung peralatan dan system baru yang dipasang.

F-16 C/D 52ID TNI AU asal hibah yang sudah di upgrade ini juga juga dilengkapi dengan sistem dan perlengkapan senjata canggih, yaitu rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder L/M/X dan IRIS-T  (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C untuk skenario pertempuran “Beyond Visual Range”.  Untuk menyerang sasaran permukaan pesawat dilengkapi kanon 20 mm, bomb standar MK 81/ 82/ 83/ 84, Laser Guided Bomb Paveway, JDAM (GPS Bomb), Bom anti runway Durandal, rudal AGM-65 Maverick K2, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar).

Kelengkapan lainnya adalah Improved Data Modem Link 16, Head Up Display layar lebar terbaru yang kompatibel dengan Helmet Mounted Cueing System dan Night Vision Google. Pesawat juga dilengkapi  dengan  navigation dan targeting pod canggih seperti Sniper/ Litening, sehingga memungkinkan pesawat untuk melaksanakan operasi tempur pada malam hari serta mampu melaksanakan missi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) untuk menetralisir pertahanan udara musuh.

Apabila ke-24 pesawat F-16 C/D 52ID sebanyak 24 buah sudah lengkap maka akan digabungkan dengan 10 buah F-16 yang sudah menjadi kekuatan TNI AU. Ke 34 pesawat tersebut akan didislokasikan pada dua skadron udara dalam menjaga dirgantara nasional yaitu di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru.

Memang dalam dua renstra bidang pertahanan, pemerintahan dibawah Presiden SBY telah berhasil melakukan modernisasi alutsista TNI. Bagi TNI AU program pengadaan 102 buah pesawat berbagai jenis telah memperkuat baik sistem pertahanan udara maupun mobilitas pasukan apabila terjadi kontijensi.

Daya pukul udara dengan komposisi Hawk 100/200, T-50, F-5E, F-16, Super Tucano, Sukhoi 27/30 sementara ini merupakan kebijakan yang ditempuh TNI Angkatan Udara yakni MEF (“Minimum Essensial Force”).  Kekuatan militer yang tangguh dari sebuah negara merupakan detterent power untuk mencegah serangan dari musuh atau calon musuh.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam era pemerintahan dibawah Presiden SBY optimis pencapaian kekuatan pokok minimal (MEF) lebih cepat lima tahun dari target yang telah ditentukan. Jika awalnya pencapaian MEF akan tercapai pada 2024, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yakin MEF bisa tercapai pada 2019. "Awalnya pencapaian MEF ditargetkan selesai dalam tiga kali renstra (2009-2024). Namun, ternyata bisa dicapai dalam dua kali renstra (2009-2019)," kata Menhan.

Dengan menilai perkembangan situasi internasional dan regional kawasan di Asia Pasifik, khususnya di Laut China Selatan, penulis harapkan pemerintahan baru dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo juga akan tetap konsisten melanjutkan pembangunan kekuatan TNI. Sebuah negara akan tidak ada artinya apabila stabilitas keamanannya terancam, karena itu tetap berfikir positif dengan kekuatan MEF yang sudah dimulai oleh pemerintah terdahulu perlu untuk tetap dipertahankan.

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Pengamat Intelijen www.ramalanintelijen.net

Artikel Terkait :

-Pesawat F-16 C/D-52ID Asal Hibah Dari AS Mulai Memperkuat Skadron Tempur TNI AU, http://ramalanintelijen.net/?p=8638

-Australia akan Membeli 58 Pesawat Tempur F-35 Joint Strike Fighters,  http://ramalanintelijen.net/?p=8319

-Australia makin Gundah dengan Modernisasi Alutsista TNI AU,  http://ramalanintelijen.net/?p=6833

-Pada 2014 TNI AU Akan Makin Disegani,  http://ramalanintelijen.net/?p=7041

-Perkuatan Gelar Tempur TNI di Perbatasan dengan Malaysia,  http://ramalanintelijen.net/?p=6058

-Mengapa Jepang Memilih Pesawat Tempur F-35,  http://ramalanintelijen.net/?p=4567

-Kisah kejayaan Tu-16 AURI, yang membuat Gentar Asia Tenggara dan Australia,  http://ramalanintelijen.net/?p=5329

-Dislokasi Pesawat Intai RQ-4 Global Hawk di Cocos Island,  http://ramalanintelijen.net/?p=5339

-Air Power kini menjadi Truf Pemerintah AS dan NATO,  http://ramalanintelijen.net/?p=4243

-Potensi Konflik Militer di Laut China Selatan dan Semenanjung Korea, http://ramalanintelijen.net/?p=7564

-Kemampuan Militer Jepang Akan Ditingkatkan,  http://ramalanintelijen.net/?p=7143

-Fokus Gelar Tempur Pasukan AS akan ke Asia,  http://ramalanintelijen.net/?p=4819

This entry was posted in Kedirgantaraan. Bookmark the permalink.