Penyelidikan MH370 ditingkatkan Menjadi “Criminal Investigation”

3 April 2014 | 3:40 am | Dilihat : 617
[google-translator] MH370-Plane

Boeing 777-200-ER Malaysia Airlines (foto: outsidehebeltway.com)

Kepala Polisi Malaysia,Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu pada hari Rabu (2/4/2014) menyatakan Penyelidikan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang raib sejak 8 Maret 2014, kini penyelidikannya diklasifikasikan sebagai investigasi kriminal (criminal investigation), mengutip The Wall Street Journal.

Investigasi kriminal difokuskan pada empat area dugaan seperti yang selama ini disampaikan yaitu  pembajakan, sabotase, masalah personal atau psikologis mereka yang ada dalam pesawat raib. Namun, Jenderal Khalid memperingatkan, investigasi mungkin memakan waktu lama dan tidak pernah akan dapat menentukan penyebab tragedi itu.

"Investigasi akan terus dan terus dilakukan. Kita harus memperjelas segala sesuatu, sekecil apapun," kata Khalid. "(Meski) di akhir investigas kita mungkin tak akan menemukan penyebab insiden ini."

Selanjutnya Khalid  mengatakan, pihak berwenang telah mencatat lebih dari 170 laporan dan akan mewawancarai lebih banyak lagi orang untuk penyelidikan  MH370.  Dia memastikan tak satu pun dari 227 penumpang yang terlibat dalam pembajakan, sabotase, atau memiliki masalah psikologis yang mungkin menjadi penyebab hilangnya pesawat.

Ditambahkannya bahwa hard disc simulator yang berada di rumah Capt Pilot Zaharie masih diperiksa, dan masih menunggu hasil penelitian. Fokus penyelidikan masih diarahkan kepada kedua pilot tersebut. penentuan investigasi kriminal didasarkan dengan adanya tindakan mematikan beberapa peralatan navigasi dan komunikasi didalam pesawat oleh seseorang yang ahli.

Hingga hari ke-27 sejak hilangnya MH370, demikian banyak negara yang ikut berpartisipasi ikut melakukan pencarian ke wilayah yang diduga sebagai area jatuhnya pesawat, yaitu sebelah Barat Perth di area seluas 120.000 km persegi. Pencarian melibatkan 10 pesawat terbang dan 9 kapal laut, dan kini ditambah dengan kapal selam Inggris HMS Tireless dan kapal survey HMS Echo. Pada hari Jumat mendatang, kapal Perang AL Australia baru akan tiba di lokasi dengan membawa "pinger locator," untuk mencari dan memonitor transmisi dari kelengkapan black box.

Kini dengan ditetapkannya investigasi masuk dalam ranah kriminal, dan 227 penumpang dinyatakan bersih, maka kedua pilot menjadi fokus sepenuhnya target penyelidikan oleh  pihak kepolisian dan intelijen. Memang ada pendapat bahwa motif bunuh diri serta tindakan ekstrimis lebih melatar belakangi pelaku yang menerbangkan pesawat tersebut.

Sejak awal penulis menyatakan bahwa kemungkinan besar pelaku pembajak itu adalah Captain Pilot itu sendiri. Langkah serta manuver yang dilakukannya tidak sederhana dan benar-benar presisi, hanya mampu dikerjakan oleh seseorang yang sangat ahli, profesional dengan sebuah perhitungan yang sangat terencana, terstruktur dan matang.

Manuver pesawat yang beberapa saat diturunkan ke ketinggian 5.000 ft serta memanfaatkan keahliannya untuk melakukan desepsi adalah sebuah manuver tempur alam rangka mengecoh radar. Simulator di rumah Capt Zaharie memiliki program simulasi tempur serta emergency. Menurut penulis, kini  itulah residu yang perlu didalami oleh para investigator. Disamping komunikasi elektronik, serta personal meeting yang bersangkutan.

Paling tidak, walaupun lambat, tetapi lebih nampak ada langkah kemajuan dari para penyelidik baik kecelakaan penerbangan, khususnya counter terrorism dalam mengolah penambahan fakta-fakta yang berlaku. Penyelidikan dalam kategori kriminal jelas tidak akan menggunakan kata tidak mungkin, tetapi lebih kepada bukan tidak mungkin.

Mencari penyebab dalam kasus ekstrim ini,  penulis perkirakan akan lebih cepat mendapatkan hasil gambaran tipis dengan meneliti kebelakang kearah fakta-fakta past, yang diharapkan akan menjawab pertanyaan informasi intelijen "why." Mencari pesawat di samudera Hindia yang sangat luas dan belum dipetakan, ditambah lagi dengan tidak adanya kepastian area jatuhnya pesawat penulis perkirakan akan memakan waktu lebih dan bahkan sangat lama.

Residu konspirasi hijacking dan terrorism setelah pernyataan "criminal investigation"  penulis perkirakan ada diantara jaringan clandestine di Malaysia. Itulah fokusnya. Semakin lama maka mereka akan pull out. Copy rencana dari pelaku serta kemungkinan besar jaringan itu yang terstruktur akan lebih menjelaskan dimana pesawat bongsor itu pastinya menghilang. Kira-kira begitulah.

Oleh : Marsda (Pur) Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

Ilustrasi foto : Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu, Kepala Kepolisian Malaysia.

Artikel terkait :

-If the Mystery (MH370) Solvable, We will Solve it,  http://ramalanintelijen.net/?p=8222

-Kasus MH370, Sebuah Pelajaran Berharga Bagi Indonesia,  http://ramalanintelijen.net/?p=8208

-Simulator Capt Zaharie Bisa Menjadi Alat Merekrut Pembajak   http://ramalanintelijen.net/?p=8199

-Perkembangan Pencarian MH370, Masih Adakah Harapan?,  http://ramalanintelijen.net/?p=8186

-Gangguan Ramalan Intelijen, MH370, Metro TV dan TV One,   http://ramalanintelijen.net/?p=8165

-Fadli Sadama Teroris Pelarian Tanjung Gusta ditangkap di Malaysia,  http://ramalanintelijen.net/?p=7783

-Ayman al-Zawahiri Pengganti Osama Perintahkan Serang AS,  http://ramalanintelijen.net/?p=7431

-Amerika Kembali Diancam Al-Qaeda, termasuk di Jakarta?,  http://ramalanintelijen.net/?p=7184

-Ada Kemungkinan Boeing-777 Malaysia Airlines Korban Terorisme,  http://ramalanintelijen.net/?p=8158

-Awas, Teroris Dilepas Di Malaysia, http://ramalanintelijen.net/?p=1560

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.