If the Mystery (MH370) Solvable, We will Solve it

31 March 2014 | 11:21 am | Dilihat : 892

_73801123_malaysian_airliner_wide_search_624_250314_v2 (1)

Ungkapan PM Australia Tony Abbott pada konperensi pers  CNN pada pagi ini Senin (31/3/2014) yang menyatakan "If the mystery solvable, we will solve it," merupakan keyakinan kepala negara penguasa satu benua itu yang demikian tegar dalam menemukan pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines flight number MH370 yang menghilang sejak 8 Maret 2014.

Australia kini menjadi negara yang tersibuk, karena The British satellite telecommunications company Inmarsat  dengan teknologi terbarunya mampu menggambarkan bahwa pesawat naas itu ternyata menerbangi jalur Selatan dan jatuh di kawasan terpencil di Samudera Hindia. Selama ini daerah yang di amati berjarak sekitar 2.500 km sebelah Barat Perth. Memang MH370 kini menjadi misteri, karena tidak ada yang mengetahui tepat dimana dia jatuh. Sudah tiga pekan sejak jatuhnya, arus, kedalaman laut dan keganasan laut jelas merupakan hambatan terbesar tim pencari itu. Kita salut kepada PM Abbott atas keyakinannya itu. Semoga saja dia benar.

Tidak kurang dari satelit beberapa negara menyatakan menemukan benda-benda di laut luas itu yang diperkirakan bagian reruntuhan MH370. Satelit Amerika Serikat, Tiongkok (China), Perancis, Jepang, Thailand menyatakan menemukan benda-benda terapung. Jarak 2.500 km dari Perth bukan jarak yang dekat, walaupun beberapa negara mengerahkan P3 Orion dan P8 Poseidon yang canggih, jarak jelajah dari dan kembali ke Perth sejauh 5.000 km jelas cukup jauh, belum lagi sesampainya di daerah pengamatan harus berputar-putar. Yang menambah parah, cuaca daerah tersebut sering diselimuti awan tebal dan aktif.

Kapal-kapal laut demikian banyak negara yang menuju ke lokasi pencarian jelas kecepatannya tidak tinggi, sehingga untuk mencapai daerah pengamatan dibutuhkan waktu cukup lama. Beberapa satelit tidak mampu memberikan kordinat yang pasti atas penemuan obyek terapung yang dalam waktu sepekan belum juga bisa ditemukan. Kapal perang Tiongkok yang berhasil sampai di wilayah itu ternyata hanya menemukan ubur-ubur dan bahkan sampah.

Australia menyatakan mereka telah menggeser kawasan pencarian kira-kira 1.100 kilometer ke timur laut dari kawasan semula. Dengan pertimbangan arus laut, kawasan pencarian baru ini tetap konsisten dengan kemungkinan obyek-obyek yang tertangkap oleh berbagai gambar satelit selama sepekan belakangan. Kepala Biro Keselamatan Transportasi Australia, Martin Dolan, mengatakan  informasi baru merupakan "petunjuk yang masuk akal" dalam pencarian pesawat itu.

BBC menyatakan bahwa operator Inmarsat setiap jam menerima "ping" paling tidak lima jam setelah pesawat meninggalkan wilayah udara Malaysia. Para insinyur Inmarsat mampu membedakan ping tersebut dibandingkan pesawat lainnya, menyebutnya sebagai efek doppler. Ping tidak menunjukkan detail pesawat seperti ketinggian dan kecepatan pesawat. Oleh karena itu mereka membuat dua jalur terbang dengan dua kecepatan yang berbeda (kecepatan konstan 450 knot dan lainnya 400 knot) untuk mempersempit daerah pencarian.

Total ping semua adalah tujuh buah. Kini tidak ada yang tahu berapa lama kemudian pesawat masih bisa terbang setelah kehabisan fuel (kemungkinan gliding). Tetapi para ahli menyatakan bahwa pesawat dipastikan mendarat di laut. Para ahli masih meneliti ping ke delapan yang muncul beberapa saat setelah ping ketujuh. Para ahli mengkhawatirkan pesawat tenggelam pada kedalaman 3.500 m, dan black box yang dilengkapi dengan emergency beacon  hanya mampu memancarkan signal selama 30 hari. Setelah itu para pencari kembali akan mengalami kesulitan.

Beberapa ahli kelautan menyatakan bahwa daerah terpencil itu belum pernah di petakan dan merupakan daerah gelap dan tidak jelas. Justru peta bulan lebih lengkap dibandingkan data dari Samudera Hindia. Memang kapal khusus dilengkapi dengan peralatan sonar dan robot bawah laut, tetapi kapal pendukung yang diperkirakan akan beroperasi lama membutuhkan pengisian bahan bakar, air dan makanan.

Hambatan-hambatan itulah yang kini membuat pesimis para ahli yang terlibat dalam pencarian. Ketidak pastian dimana pesawat tenggalam, arus laut yang kuat dan liar  jelas semakin menipiskan harapan. Sebagai perumpamaan pesawat yang awalnya di cari di Anyer, pada awalnya dicari daerah panarukan, jelas tidak ketemu. Dibandingkan dengan luas laut dan daerah pencarian lebih dari 350.000 km2, maka panjang pesawat yang hanya 63 m jelas merupakan sebuah kerikil, terlebih apabila sudah pecah berantakan.

Itulah upaya pencarian dari sisi tehnis penerbangan. Sementara penulis sejak awal berpendapat, bahwa kemungkinan besar pesawat dibajak  dalam sebuah aksi teror. Pembajak orang yang faham dan ahli dalam penerbangan, dia sudah merencanakan dengan teliti dan terstruktur. Terakhir dia menerbangkan dan kemungkinan besar menjatuhkan pesawat pada laut dalam dan tidak bersahabat. Dia sudah memperkirakan akan sulit mencari sisa-sisa pesawat. Dia mampu melakukan desepsi sejak di udara Malaysia Selat Malaka dan terakhir di Samudera Hindia. Dia tidak ingin black box ditemukan.

Dari sisi pemikiran counter terrorism, kini diberitakan CIA dan M-16 sudah diterjunkan aktif di lapangan. Menteri Pertahanan yang juga Plt Menteri Transportasi Malaysia, mengatakan hari Sabtu (29/3/2014) bahwa MI6 dan CIA sedang bekerja sama dengan agen mata-mata China untuk menemukan apa yang terjadi pada 239 penumpang dan awak pesawat Boeing 777 itu. Agen Inggris M16 kini lebih melakukan penelitian terhadap penumpang MH370.

Sebenarnya langkah ini menurut penulis agak terlambat, karena sejak awal, bau-bau adanya serangan teroris sudah penulis cium dalam kasus ini. Akan tetapi dengan kelibatan CIA yang sangat faham dan penulis kira mempunyai mapping lengkap teroris Al-Qaeda, penulis kira latar belakang pembajakan diharapkan bisa terungkap.

Memang kita prihatin dengan nasib penumpang dan perasaan duka keluarganya. Setiap analisis yang penulis buat hanya untuk membantu pandangan agar kasus segera terungkap. Apabila tidak juga terungkap, maka dunia akan menghadapi ancaman yang tidak nyata tetapi nyata. Ada strategi mengerikan dibelakang ini semua yang belum kita ketahui. Dalam menyerang target, teroris tidak pernah mengenal belas kasihan, korban jatuh hanyalah bagian yang  dikorbankan. Penulis menyarankan operator penerbangan di dunia, khususnya Indonesia agar lebih waspada, ada kebangkitan senyap yang mengancam tetapi tidak jelas.

Oleh : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, pengamat intelijen www.ramalanintelijen.net

Ilustrasi gambar : bbc.com

Artikel terkait :

-Kasus MH370, Sebuah Pelajaran Berharga Bagi Indonesia,  http://ramalanintelijen.net/?p=8208

-Simulator Capt Zaharie Bisa Menjadi Alat Merekrut Pembajak  http://ramalanintelijen.net/?p=8199

-Perkembangan Pencarian MH370, Masih Adakah Harapan?,  http://ramalanintelijen.net/?p=8186

-Gangguan Ramalan Intelijen, MH370, Metro TV dan TV One,  http://ramalanintelijen.net/?p=8165

-Fadli Sadama Teroris Pelarian Tanjung Gusta ditangkap di Malaysia,  http://ramalanintelijen.net/?p=7783

-Ayman al-Zawahiri Pengganti Osama Perintahkan Serang AS,  http://ramalanintelijen.net/?p=7431

-Amerika Kembali Diancam Al-Qaeda, termasuk di Jakarta?,  http://ramalanintelijen.net/?p=7184

-Ada Kemungkinan Boeing-777 Malaysia Airlines Korban Terorisme, http://ramalanintelijen.net/?p=8158

-Awas, Teroris Dilepas Di Malaysia, http://ramalanintelijen.net/?p=1560

[google-translator]

 
This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.