Pengakuan Anton dari Kelompok Teroris Ciputat

8 January 2014 | 3:45 pm | Dilihat : 1446

Enam dari tujuh kelompok Teror Ciputat (Foto : id.berita.yahoo.com)

 

Kemarin malam, Indonesia Lawyer Club (ILC) yang digawangi oleh Pak Karni Ilyas, menayangkan acara dengan topik "Malam Tahun Baru Berdarah". Acara membahas tentang buku yang dibuat oleh Ustadz Abubakar Ba'asyir yang kini dipenjara. Kemudian terjadilah bermacam-macam argumentasi serta debat, mulai dari yang asal bicara hingga dari Polri yang mengungkapkan fakta-fakta jalannya operasi penyergapan/penindakan sarang teroris di Kampung Sawah Ciputat dan akhirnya menewaskan enam terduga teroris. Mereka yang mati tertembak adalah Dayat, Nurul Haq, Hendi Albar, Edo, Rizal dan Fauzi.

Pada acara tersebut, polisi memberikan penjelasan bahwa penyergapan yang berlangsung sekitar 10 jam dilakukan dengan hati-hati, untuk menghindari kesalahan prosedur selaku penegak hukum. Ada yang berpendapat agar penyergapan apabila tidak mampu menangkap diserahkan kepada TNI. Pendapat yang kurang tepat untuk kondisi dan ancaman dalam skala kecil serupa. TNI dilatih untuk bertempur dan menghadapi musuh, pertimbangannya adalah kemampuan melumpuhkan, antara mati dan hidup. Operasi Polisi adalah penangkapan dalam rangka penegakan hukum, menembak apabila keadaan sudah sangat diperlukan. Karena itu operasinya lama karena Densus harus bertindak secara hukum dengan step-step tertentu.

Nah, pada acara ILC tersebut, Bang One mampu menampilkan Anton alias Septi yang tertangkap di Banyumas pada tanggal 30 Desember 2013, dan dia yang membocorkan safe house kelompok teeroris  di Ciputat tersebut.  Jelas polisi berhadapan dengan kelompok kecil tetapi sudah banyak melakukan teror, nekat dan siap mati. Semua tertuang dalam pengakuan dari Anton yang nama aslinya adalah Azmi Fuadi itu.

 

Pengakuan Anton di ILC

 

Azmi Fuadi alias Anton alias Septi  lahir di Bandung, 13 September 1992, lulus dari Pondok Pesantren Darussyahada pada tahun 2009.  Pernah ikut dlm jaringan Mujahidin kota, Jaringan Deko (Dede Kodrat asal Poso), kemudian pada akhir perjalanannya sebelum tertangkap,  bergabung dengan sebagian anggota jaringan Abu Roban. Bersama kelompoknya melakukan amaliah-amaliah di kota-kota di Indonesia ini dengan tujuan  Lii'lai Kalimatillah untuk meninggikan tauhid Allah di muka bumi ini.

Dari pengakuannya, Anton melakukan kegiatan :

Amaliah-1:  Terlibat dalam Bom Beji, Anton ikut meracik bom bersama Anwar. Ditujukan bom utk amaliah yg akan dilaksanakan  oleh Toriq berupa amaliah Istisyaidah untuk membunuh  anshoru thogut dan personal-personal kafir di Indonesia, supaya mereka jera dan tobat dari kekafiran mereka.

Amaliah-2:  Terlibat  dalam membuat bom, yang dibawa oleh Salim alias Diaz yang melempar bom ke Pos Polisi di Mitra Batik Tasikmalaya. Dia meyakini untuk membalas saudara-saudaranya yang ditembak, yang telah dibunuh oleh para thogut Indonesia di Cigondewah Bandung.

Amaliah-3: Terlibat dalam perencanaan penembakan polisi di Cirendeu, polisi tersebut tdk meninggal, pelakunya adalah  Nurul Haq, Fauzy serta Dayat dan Hendi dengan tujuan membunuh tentara-tentara  thogut Indonesia. Supaya masyarakat bisa faham dan bisa berfikir bahwa personal thogut ini adalah kafir karena itu dia menembaknya.

Amaliah-4: Menembak polisi di ciputat pelakunya diketahuinya sama (Nurul Haq, Fauzy serta Dayat dan Hendi), Anton tidak ikut.

Amaliah-5:  Kelompok melakukan pembomam Polsek Rajapolah Tasikmalaya    (Perakit bom Anton, Nurul Haq dan Hendi), Fauzy, Anton. Hendi dan Nurul Haq dari jakarta ke Tasikmalaya untuk melakukan amaliah   pemboman Polsek Rajapolah, tujuan mengirhab negara kafir Indonesia.

Amaliah-6: Pemboman Vihara Ekayana. Dilakukan oleh Anton (perakit) NH (perakit) Hendi (perakit),  Dayat dan  Fauzy (pemencet tombol bom). Untuk membela ikhwanul-ikhwanul  di Myanmar karena telah dizholimi oleh umat Budha dengan tidak berperikemanusiaan.

Amaliah-7: Penembakan polisi di Pondok Aren,   Anton tdk ikut, para pelaku adalah Nurul Haq, Fauzy, Hendi dan Dayat. Tujuan untuk untuk memberantas thogut, meneror thogut Indonesia.

Amaliah-8:  melakukan amaliah fa'i  Bank Rakyat Indonesia (BRI)  Panongan Tanggerang. Tujuannya,  BRI adalah logistik pemerintahan kafir jadi dikatakannya halal untuk dana amaliah-amaliah. Pelaku, Nurul Haq, Dayat, Hendi, Fauzi, Rizal dan Edo, Anton bertindak sebagai  pemantau (survei). Ke- 6 orang tersebut masuk ke dalam BRI dan mendapat hasil Rp 310 juta. Uang sebagian dibagi tiap personal mendapat Rp 9 juta (seperlima dari hasil) dan sisanya untuk membuat  paspor Rp10 jt /orang dan tiket pesawat Rp20 juta, untuk rencana hijrah  ke Suriah, dimana disana  Jihad dikatakannya mendapat prioritas. Kemudian sisa uang akan dibagi  kepada isteri-isteri mereka yang  tertangkap/tertembak atau yang masih berjihad di bumi ini, terutama yang berada di Poso dibawah Santoso.

 

Kesimpulan

 

Melihat dari aksi teror kelompok ini, nampaknya Nurul Haq, Anton dan Hendi Albar adalah mempunyai spesialisasi membuat bom rakitan. Dimana kemampuan menyerang mereka cukup membahayakan siapa yang menjadi TO (Target Operasi). Beberapa kali mereka berhasil menembak anggota polisi, sehingga dalam beberapa saat menimbulkan rasa resah dikalangan petugas yang bertugas diluar satuan anti teror.

Kini kelompok Ciputat yang mampu mengendap beberapa bulan di Ciputat (Kampung Sawah dan Rempoa) membuktikan bahwa kawasan dipinggiran ibukota itu masih rawan dan dapat dijadikan basis kegiatan teror. Pemberdayaan kesadaran sekuriti masyarakat sebagai early warning semakin dibutuhkan, dengan cara mengaktifkan pengawasan dari lembaga RT, RW, Kelurahan sehingga aparat keamanan segera mendapat informasi keberadaan orang yang mencurigakan. Diperkirakan sel-sel kecil serupa yang aktif masih ada dan masih sangat berbahaya.

Oleh : Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

 

Artikel terkait :

 

-Enam Teroris Pamulang Tewas Digerebek Densus pada Malam Tahun Baru 2014, http://ramalanintelijen.net/?p=7879

-Penangkapan terduga Teroris terkait Ancaman Natal dan Tahun Baru 2013, http://ramalanintelijen.net/?p=7844

-Maraknya Perampokan Bersenjata Toko Emas, Ulah Penjahat atau Teroris?, http://ramalanintelijen.net/?p=7730

-Ancaman Terorisme di Dunia Maya akan Semakin Serius, http://ramalanintelijen.net/?p=7520

-Ayman al-Zawahiri Pengganti Osama Perintahkan Serang AS, http://ramalanintelijen.net/?p=7431

-Terduga Penembak Polisi, Nurul Haq dan Hendi Albar, http://ramalanintelijen.net/?p=7304

-Amerika Kembali Diancam Al-Qaeda, termasuk di Jakarta?, http://ramalanintelijen.net/?p=7184

 

 

 

 

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.