Sindikat Curanmor diduga Menembak Briptu Ruslan

14 September 2013 | 5:51 am | Dilihat : 136

Ancaman senjata api semakin menakutkan (foto : skalanews.com)

Setelah terjadinya penembakan terhadap Aipda Anumerta Sukardi Selasa Malam (10/9/2013), kembali terjadi penembakan terhadap anggota polisi. Anggota Sabhara Baharkam Polri, Briptu Ruslan, telah ditembak oleh orang tak dikenal di kawasan Perumahan Bhakti ABRI, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/9/2013) sekitar pukul 18.45. Setelah ditembak di kaki kirinya, kemudian sepeda motor milik korban,  Kawasaki Ninja 250 cc  dirampas oleh pelaku yang diketahui berjumlah empat orang tersebut.

Peristiwa penembakan terjadi ketika Ruslan sedang duduk dan menunggu motor miliknya yang sedang dicuci. Tiba-tiba dia didatangi orang tak dikenal yang mengendarai motor jenis matik. Ruslan yang saat itu mengenakan kaos putih dan celana jeans pendek langsung ditodong pistol oleh pelaku dan diminta menyerahkan kunci motornya. Karena menolak, pelaku pun melepaskan tembakan yang diarahkan ke kaki kiri korban dan mengenai dengkul kiri Ruslan. Berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku yang berjumlah empat orang menggunakan dua motor Honda Beat warna hitam dan putih. Pelaku diketahui melarikan diri beserta motor curiannya kearah Tapos.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara Ruslan yang sebelumnya  dirawat di RS Sentra Medika Cimanggis, Depok, kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan operasi pengangkatan proyektil peluru yang masih bersarang di kakinya. Informasi sementara Ruslan ditembak dengan pistol kaliber 22, tetapi menurut Kombes Pol Agus Rianto dari Divhumas Polri,  jenis senjata belum dapat diketahui karena belum ditemukan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie menduga penembakan terhadap Briptu Ruslan Kusuma bermotif ekonomi. Pasalnya, sepeda motor Kawasaki Ninja 250 cc bernomor polisi B-3333-ELO milik korban dirampas pelaku. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sujarwo menyatakan kondisi Briptu Ruslan sudah dinyatakan stabil dan pelaku diperkirakan sindikat curanmor yang berasal dari Lampung.

Menilik penembakan tersebut, nampaknya kecil kemungkinan penembakan anggota Polri tersebut terkait dengan beberapa penembakan anggota Polri yang terjadi di kawasan Tanggerang serta di depan kantor KPK. Seperti dikatakan Wakapolda Metro Jaya, Ruslan tidak berpakaian dinas dan setelah kejadian sepeda motornya dibawa lari pelaku. Walaupun kasus berbeda motif, berita penembakan terhadap polisi merupakan nilai negatif terhadap citra dan kredibilitasnya.

Oleh karena itu Polisi sebaiknya segera melakukan pemeriksaan sekuriti, dengan pengertian kembali menilai pengamanan personil dan pengamanan kegiatan anggotanya.  Apabila kasus penembakan terhadap polisi terus berlanjut, efeknya akan semakin negatif, terkait dengan ketidak berdayaan mengamankan diri. Protap pengamanan harus segera dilaksanakan, persoalannya bukan masalah takut atau  tidak takut, tetapi terhindarinya terus kemerosotan citra polisi. Itulah intinya.

Oleh : Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

 

 
This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.