AS Diserang, Dua Bom Meledak di Boston

16 April 2013 | 7:11 am | Dilihat : 212

Pada hari Senin (15/4/2913) waktu setempat, atau Selasa (16/4/2013) WIB, telah terjadi dua buah ledakan bom di kota Boston Amerika Serikat. Ledakan terjadi pada saat dilangsungkannya lomba lari marathon pada hari libur hari Patriot yang memperingati pertempuran pada Perang Revolusi Lexington dan Concord. Pejabat Marathon Boston menjelaskan bahwa dua ledakan yang terjadi  di dekat garis finish adalah ledakan bom.  Dua pejabat penegak hukum federal,  menegaskan bahwa ledakan tersebut  disebabkan oleh bahan peledak.

Sebagai akibat ledakan, selain dua orang dikonfirmasi tewas, polisi mengatakan lebih dari 20 orang telah terluka, sementara  media melaporkan korban yang mengalami cedera berjumlah lebih dari 100 orang.   Korban yang cedera tampaknya terbanyak dari para penonton penonton yang menyaksikan perlombaan. Sekitar setengah dari hampir 27.000 peserta telah dilaporkan menyelesaikan perlombaan ketika ledakan terjadi. Para pembalap berasal dari setidaknya 56 negara dan beberapa  negara bagian.

Menurut polisi, TKP sekitar Prudential Center, yang terletak  sekitar 300 meter dari garis finish. Ledakan kedua terjadi di Perpustakaan John F. Kennedy di Boston yang diperkirakan terkait dengan ledakan pertama.

Pihak berwenang di New York dan Washington kemudian memperketat tindakan pengamanan setelah terjadinya ledakan. Para pejabat mengirimkan petugas Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak serta para spesialis dan tehnisi yang ahli  bom, pejabat khusus bahan peledak,  dan petugas anjing pelacak bom dari New York serta petugas divisi lapangan di Boston.

Sekitar jam 3 sore, setelah ledakan, Presiden Obama menerima laporan  dari penasehat keamanan Lisa Monaco dan anggota lain dari staf Gedung Putih senior di Oval Office. Menurut Walikota Boston Tom Menino dan gubernur Massachusetts Deval Patrick pemerintah merasa prihatin terhadap mereka yang meninggal dunia dan yang terluka. Pemerintah menyatakan siap untuk memberikan dukungan.

Dalam konperensi persnya, pada pukul 18:00, Presiden Obama menyampaikan simpati bagi para korban ledakan dan mengatakan akan mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan dari pemerintah federal untuk membantu petugas Boston dalam menentukan penyebab ledakan. "Kami masih tidak tahu siapa yang melakukan ini atau mengapa, dan orang-orang seharusnya tidak berspekulasi mengambil kesimpulan sebelum kita memiliki semua fakta," kata Obama. "Tapi jangan salah  kita akan sampai ke bagian bawah ini,"tegasnya.

Ditegaskan juga oleh Obama, "Setiap individu yang bertanggung jawab, setiap kelompok yang bertanggung jawab akan merasakan beratnya tanggung jawab keadilan. Hari ini adalah hari libur di Massachusetts, Hari Patriots.  Ini adalah hari yang merayakan semangat bebas dan sangat independen bahwa kota ini besar, telah tercermin sejak awal bangsa kita. Dan itu adalah hari yang menarik dunia untuk jalan-jalan Boston dalam semangat kompetisi ramah. Boston adalah kota tangguh dan tahan banting.  Saya sangat yakin bahwa Bostonians akan bekerja sama, saling menjaga satu sama lain, dan bergerak maju sebagai salah satu kota yang dibanggakan."

Selanjutnya Obama mengatakan, "Saya sudah bicara dengan Direktur FBI Mueller dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Napolitano, dan mereka akan memobilisasi sumber daya yang tepat untuk menyelidiki dan meresponnya. Saya telah menghubungi pemimpin Kongres di kedua belah pihak, dan kami menegaskan kembali bahwa pada hari-hari seperti ini tidak ada Republik atau Demokrat, kita Amerika, bersatu dalam kepedulian terhadap sesama warga kami. Saya juga sudah bicara dengan Gubernur Patrick dan Walikota Menino, dan membuat jelas bahwa mereka memiliki setiap sumber daya federal yang tunggal diperlukan untuk merawat para korban. Dan di atas semuanya itu, saya telah menjelaskan kepada mereka bahwa semua orang Amerika berdiri dibelakang Boston."

DC Walikota Vincent C. Gray Boston mengatakan bahwa  pejabat kota tidak mengetahui adanya ancaman spesifik terhadap Boston, dan mengatakan rencana kesiapan awal terhadap acara marathon telah tertata dengan baik. Pengamanan telah dilakukan dengan sangat ketat.

Nah, kini nampaknya para pejabat keamanan dan intelijen AS kembali harus menghadapi sebuah ancaman di dalam negerinya, dimana sudah lama AS tidak mendapat serangan bom yang merupakan ciri khas dari teroris. Gangguan keamanan yang menonjol adalah penembakan yang dilakukan diantara warga AS sendiri. Walau pemerintah belum menentukan pelaku serangan, nampaknya ada sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh pelaku serangan yaitu pesan teror yang ingin disampaikannya. Mengapa Boston? Karena marathon Boston adalah kegiatan internasional besar, yang melibatkan warga luar AS.

Kini AS kembali tidak akan bisa tidur nyenyak, kalaupun nanti terbukti serangan berasal dari musuh lamanya turunan Al Qaeda, walaupun tokoh legendaris Osama bin Laden sudah tewas, jaringannya akan tetap eksis. Akan tetapi seperti yang dikatakan Presiden Omaba, mari kita tunggu hasil penyelidikan badan keamanan AS dalam membongkar kasus ini. Sebuah pelajaran yang dapat kita petik, kita tetap harus hati-hati, walaupun teroris sudah cukup lama tidak menyerang, kewaspadaan jangan sampai menurun. Kita tidak ingin ketenangan yang semu akan terganggu dengan lebih nyata, demikian juga dengan AS. Menakutkan memang.

Oleh : Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

Ilustrasi gambar : brisbanetime.com.au

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.