Pengobatan Stroke yang Cepat dan Manjur

19 April 2012 | 6:34 am | Dilihat : 5929

Suatu hari penulis merasa terkejut mendapat berita, salah seorang bekas anak buah di TNI AU ada yang terkena  serangan stroke. Dia sudah sejak lama penulis tugasi untuk mengurusi sebuah mess kantor di kawasan puncak, yang udaranya segar dan dingin. Setelah pensiun dari TNI AU, dia mendapat kepercayaan juga untuk mengurus mess Badan Intelijen di kawasan puncak. Serangan stroke dialaminya terjadi saat dia tidur, dan begitu bangun, separuh tubuhnya tidak bisa digerakkan, mulutnya miring kekiri dan matanya menjadi juling. Dia tidak bisa berbicara sama sekali, langsung oleh keluarganya dibawa kesebuah rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Setelah melalui serangkaian proses, seperti pada umumnya penderita stroke, dia hanya bisa terkapar lemah dan hanya air matanya yang mengalir karena rasa putus asanya. Dia hanya pasrah dan harus dibantu istri dan anaknya karena sering mengalami  gangguan pernafasan disebabkan adanya  slem (cairan) yang kadang agak menyumbat nafas. Dokter yang menanganinya mengatakan bahwa dibutuhkan waktu paling sedikit setahun untuk melatih organ tubuhnya agar agak kembali berfungsi, walaupun tidak akan sepenuhnya kembali normal.   Mengerikan, itu yang dirasakannya, dia merasakan dunia kiamat.

Penulis mencoba menyampaikan sedikit informasi berkaitan dengan serangan stroke, dimana penulis pernah mendampingi Bapak Matori Abdul Djalil (Alm) yang pernah juga terserang sroke, disamping ada juga keluarga yang terkena serangan tersebut. Kembali ke anggota tadi, ternyata ada pengobatan yang sepertinya sebuah mujizat yang ditunjukkan Allah kepada manusia melalui jalan yang tidak kita sangka-sangka.

Stroke (bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya. Itulah sedikit teori yang penulis dapat dari hasil browsing. Yang jelas, stroke merupakan ancaman fatal bagi kelangsungan manusia khususnya dengan sangat berkurangnya nikmat yang dimilikinya  selama ini.

WHO mengestimasi lebih dari 75 % kematian pada negara industri terjadi pada usia diatas 65 tahun karena penyakit jantung, kanker dan penyakit pembuluh darah otak (stroke).  Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa (Jauch, 2005).

Salah seorang adik penulis setelah terkena stroke, mendadak badannya lemah, separuh bagian tubuhnya lumpuh dan dia tidak bisa melihat, semua menjadi gelap, hitam pekat. Setelah langsung dibawa istrinya ke RSPP, langsung ditangani dokter, diinfus cairan berwarna merah, dan setelah beberapa hari dia mulai agak bisa melihat. Setelah sekitar sepuluh hari, dia bisa berjalan dan dalam waktu dua bulan dia sembuh dan normal kembali. Menurut dokter yang menanganinya, dia belum melalui waktu paling berharga untuk mengatasi stroke, yang disebut golden period,  kurang dari enam jam.

Kembali ke anggota tadi, setelah dia terkapar sekitar sepuluh hari, oleh beberapa temannya dibawa ke daerah Sukabumi untuk pengobatan alternatif, tepatnya di Desa Kadudampit, Cisaat, Sukabumi. Si anggota tadi tidak bisa berjalan dan di panggul beramai-ramai ke rumah Pak Andrianto yang konon kabarnya bisa mengobati. Setelah diperiksa, dikatakan bahwa anggota tadi kesehatannya buruk, ada empat gangguan pada kesehatannya, diantaranya diabetes.

Singkat kata, dia ditidurkan dan kemudian dilakukan penotokan dibeberapa bagian tubuhnya. Setelah itu dia disuruh tidur sekitar tiga jam. Dengan ditunggu keluarganya selama tiga jam, dia  dibangunkan. Oleh Pak Andrianto disuruh duduk. Semuanya terkejut, ternyata si anggota tadi bisa duduk (dengan dibantu), yang sangat mengejutkan, mulutnya sudah normal (tidak mencong) dan matanya juga kembali normal. Dia disuruh mengangkat tangannya dan diminta berdiri, ternyata bisa berdiri dan bahkan yang mengherankan disuruh berjalan. Ternyata dengan disaksikan banyak yang hadir, si anggota tadi bisa berjalan, dan baru sadar kalau dia bisa mengucapkan terima kasih. Kemampuan berbicaranya kembali normal.

Si anggota tadi  menangis, bersyukur kepada Allah swt, karena mendapat mujizat kesembuhan yang tidak di sangka-sangkanya. Proses pengobatan selanjutnya, adalah kontrol sebulan sekali. Alhamdulillah, hingga kini dia bisa kembali bekerja seperti biasa. Menurut si anggota biaya keseluruhan, hingga dia normal penuh adalah Rp10 juta.

Karena beberapa gangguan kesehatan yang dideritanya, menurut Pak Andrianto, anggota tadi disarankan menghindari makanan yaitu, Seafood, Jeroan, Melinjo, Kacang-kacangan, Nangka (buah maupun sayur), Daging Kambing, Telor Asin, Soft Drink, Mie Instant, Coklat, Tape, Durian, Alpukat, Sawo, Semua jenis obat sakit kepala, Nasi Goreng, Nasi uduk, Ketan, Ketimun, Kemangi, Kenikir, Kol, Daun Singkong, Daun pepaya, Sawi, Pisang, Jengkol, Pete, Buntut, Kikil, Kulit mangga, Rambutan, Salak, Nanas, Jahe dan Daun salam. Nah, ternyata banyak pantangan makanan itu. Tapi lebih baik memantang daripada sakit lagi kata si anggota.

Itulah informasi pengobatan alternatif, yang dipercaya atau tidak merupakan sebuah warisan nenek moyang, yang sering tidak bisa dipercaya apabila diukur dengan  ilmu kedokteran.  Penulis hanya menyampaikan informasi ini dari kisah anggota tadi yang mengalami mujizat Allah swt. Memang penulis mendengar, ada perkembangan ilmu kedokteran untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah ke otak, yaitu dengan dilakukannya kateter, seperti yang dilakukan ke jantung, dilakukan di RSPAD.

Semoga apa yang penulis sampaikan bermanfaat bagi kita semua. Informasi yang disampaikan bukanlah informasi kedokteran, tetapi langkah alternatif, karena stroke adalah gangguan kesehatan  yang kita ketahui sangat sulit untuk disembuhkan. Penulis berani menyampaikan karena menilai proses pengobatan tidak berbahaya, hanya dengan di totok. Dan penulis hanya menuliskan apa yang dikisahkan si anggota tadi. Maaf apabila ada kurang-kurangnya dalam penulisan ini, karena penulis bukan seorang ahli kesehatan. Selamat membaca, semoga bermanfaat. Prayitno Ramelan (www.ramalanintelijen.net ).

Catatan : Sebagai informasi, Pak Adrianto, Prakteknya, Kamis-Sabtu 08.00-16.00, Minggu 08.00-11.00, kalau yg mau tlp. 0256-241597, 241698, namanya Yayasan Patria Mitra Medika. Penulis belum pernah berobat kesana, hanya menuliskan kegembiraan bekas anak buah  yang sudah putus harapan, mendadak dia sembuh. Harapan kegembiraan itu yang coba penulis bagi untuk pembaca disini...hidup tanpa harapan apalah artinya, begitu  bukan?

Sumber : www.kompasiana.com/prayitnoramelan

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.