Peluang dan Posisi Cagub DKI 2012

19 March 2012 | 10:18 pm | Dilihat : 295

Malam ini, Senin (19/3) adalah malam terakhir bagi parpol di DKI Jakarta untuk mendaftarkan jagonya ke KPUD di Jl Budikemulyaan agar terdaftar dan bisa bersaing dalam memperebutkan kursi Gubernur. Diluar dugaan, tercatat ada empat pasangan yang diusung parpol baik solo flight maupun dengan berkoalisi.

Terakhir pengumuman di berikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung pasangan Hidayat dan Didi J Rachbini. "Secara prinsip PKS sudah memutuskan untuk maju dalam Pilkada. Insya Allah bersama Didik J Rachbini," jelas Hidayat dalam jumpa pers di Kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta, Senin (19/3/2012). Walau Didik kader PAN, secara resmi PAN mendukung Fauzi Bowo.

Sebelumnya jago Partai Demokrat Fauzi Bowo meresmikan duetnya dengan Nachrowi Ramli. "Kami mengenal Jakarta dan akan membangun Jakarta sesuai aspirasi. Kami lahir di Jakarta, kami bertekad untuk membangun tanah kelahiran kami," jelas Foke di hadapan ratusan pendukungnya di Foke Center di Jl Diponegoro, Jakarta, Senin (19/3/2012) malam. Foke-Nara diusung delapan parpol, yaitu Partai Demokrat, Hanura, PAN, PDS, PKB, PBB, PMB, dan Partai Damai Kasih Bangsa (PDKB).

Sebelumnya Jokowi yang diusung PDIP dan Gerindra ini dipasangkan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang pernah mengumpulkan KTP. Ahok adalah politisi Golkar yang kemudian lompat pagar ke Gerindra.

Pasangan dari jalur parpol yang telah mendahului mendaftar adalah Alex Nurdin-Nono Sampono yang didukung Partai Golkar, PPP dan PDS. Pada beberapa waktu terakhir, DPW PDS menyatakan akan mendukung Foke. Apabila KPUD mendapat kepastian dari Kemenkumham keabsahan faksi pembelot tersebut, pasangan jago Golkar tersebut dapat terancam diskualifikasi karena tidak memenuhi persyaratan jumlah kursi.

Pasangan dari jalur independen yang sudah mendaftar dan harus melengkapi persyaratan jumlah pendukung adalah Faisal Basri-Biem Benyamin serta Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria.

Degan demikian maka lengkap dan akan ramailah Pilkada DKI Jakarta pada 11 Juli 2012 nanti. Empat pasang jago parpol dan dua pasang independen akan bersaing memperebutkan sekitar 3,5 juta pemilih (mengacu pilkada 2007), walaupun yang mempunyai hak pilih sekitar 7,5 juta.

Lantas siapa yang berpeluang menang? Penulis menulis pada artikel terdahulu, bahwa calon independen harus diwaspadai oleh calon parpol karena kondisi  psikologis masyarakat DKI Jakarta banyak yang tidak menyukai parpol. Nah apabila diukur dari calon parpol, dengan mengacu pada pilkada 2007, saat itu jago PKS (Adang Darajatun-Dani Anwar) walaupun kalah mampu meraup 1.535.555 suara (42,13%), dikalahkan pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang memperoleh 2.109.511 suara (57,87%).

Pasangan Adang hanya diusung oleh PKS semata, sementara pasangan Fauzi Bowo disukung oleh 20 Parpol (PPP, PD, PDIP, Golkar, PDS, PBR, PBB, PPNUI, PPDK, PKPB, PPDI, PBSD, PPIB, Partai Merdeka, PKB, PAN, PPD, Partai Patriot Pancasila, PKPI dan Partai Pelopor). Secara sederhana saja apabila diukur dengan pilkada 2007, PKS yang hanya berdiri sendiri saja mampu meraih 1.535.55 suara. Apabila data perolehanFauzi Bowo pada 2007 yang didukung 20 parpol hanya memperoleh 2.109.511 suara.

Bukankah kini pendukung Fauzi Bowo telah pecah, beberapa parpol papan atas membentuk koalisi tersendiri, yang jelas mereka akan menarik konstituennya. Bisa diperkirakan parpol-parpol tersebut akan memperebutkan kueh yang tadinya dibawah pelukan Foke? Lantas, bagaimana peluang calon independen? Dengan diberikannya kesempatan calon independen ikut bersaing,  diperkirakan para golput dan masa mengambang dengan alasan lainnya akan tertarik mendatangi bilik suara. Jumlahnya tidak main-main sekitar empat juta suara. Ini yang harus dipikirkan. juga menjadi target parpol.

Dengan demikian, maka  pilkada kali ini diperkirakan akan berlangsung dalam dua putaran. Peluang terkuat menuju putaran kedua adalah calon dari PKS, calon independen (Faisal Basri) dan Calon dari  Partai Demokrat dkk. Demikian sedikit ramalan kasar pilkada DKI Jakarta 2012. Walaupun demikian, masih banyak faktor lain yang berpengaruh untuk kemenangan pasangan Cagub/Cawagub tersebut.

Prayitno Ramelan ( www.ramalanintelijen.net )

 

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.