Kim Jong-un Semakin Kokoh Mempersatukan Korea Utara

31 December 2011 | 7:16 pm | Dilihat : 719

Korea Utara yang baru saja ditinggalkan oleh pemimpinnya Kim Jong-il yang meninggal karena dugaan serangan jantung, mengumumkan pada hari Sabtu (31 Desember 2011) bahwa Kim Jong-un pengganti ayahnya Kim Jong-il telah diangkat sebagai panglima tertinggi militer. Jabatan sebagai panglima tertinggi yang diumumkan secara resmi oleh Biro Politik Komite Sentral Partai Pekerja Korea Utara menunjukkan Kim muda itu mampu memperkuat kekuasaannya. Demikian diberitakan oleh AP.

Kim Jong Eun nampaknya dengan cepat mampu mengkonsolidasikan kekuasaan di negaranya Korea Utara. Ini juga merupakan langkah terbaru dalam kultus kepribadian yang berkembang di sekelilingnya. Dengan usianya yang demikian muda, banyak negara yang menyangsikan kemampuannya untuk mampu bertahan dan melanjutkan dinasti Kim sejak Kim Il-sung berkuasa. Banyak yang mengkhawatirkan usstabilitas Korea Utara akan membawa masalah bagi negara lainnya, mengingat negara itu menjadi negara dengan kekuatan nuklir dan sekaligus negara miskin yang ekonominya sangat parah.

Transisi kekuasaan yang terutama dikhawatirkan negara sekeliling seperti Korea Selatan, China dan Jepang telah ditepis oleh elit di Korea Utara. Mereka mampu melampaui masa tansisi sulit itu dan menunjukkan wajah terpadu kepada dunia luar, bersatu dibawah pemimpin barunya.  Korea Utara menyatakan bahwa  Kim Jong-un harus "satu-satunya pusat pemersatu, kohesi dan kepemimpinan." Partai Buruh serta media pemerintah Korea Utara mengatakan, bahwa militer dengan kekuatan 1, juta personil harus diutamakan dan ditegakkan prinsip "Songun," militer dan politik bagian terpenting di negara seperti yang ditetapkan oleh Kim Jong-il.

Kantor Berita resmi Korea Utara KCNA dalam siaran persnya Sabtu pagi (31/12) menyampaikan bahwa Partai Pekerja pada Jumat menyatakan Kim muda  sebagai Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea. Inti semua pernyataan adalah dukungan pelanggengan kekuasaan dinasti Kim agar mereka terhindar dari perpecahan.  Kekhawatiran elit di Korea Utara terutama ditakutkan akan ditolak oleh militer, karena usia Kim Jong-un yang masih sangat muda. Tetapi dengan karakter, disiplin dan militansi yang lebih mirip kakeknya Kim Il-sung, maka Kim muda ini justru menjadi simbol pemersatu negara.

Kim Il-ung, sebagai presiden pertama Korea Utara adalah satu-satunya yang mampu mempertahankan gelar sebagai Presiden Abadi bahkan setelah kematiannya. Kim Jong-il memegang tiga posisi utama negara itu,  Ketua Komisi Pertahanan Nasional, Sekjen Partai Buruh dan Panglima Tertinggi  Tentara Rakyat Korea. Menurut konstitusi, jabatan terpenting di Korea Utara yang membuat seseorang sangat berkuasa adalah sebagai Ketua Komisi Pertahanan Nasional.

Pada saat ayahnya masih hidup, Kim Jong Eun telah diberikan pangkat sebagai jenderal penuh (bintang empat), serta diangkat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Pekerja.  Sejak ayahnya meninggal, dia ditasbihkan oleh para pejabat dan media sebagai  "Great Successor, Supreme Leader and Great Leader." Kini dia melangapi kekuasaan menjadi Panglima Tertinggi yang berkuasa atas militer.

Demikian sekilas perkembangan politik yang pada awalnya ditakuti oleh banyak negara, mengingat ancaman nuklirnya sudah mampu mencapai Hawaii. Walaupun mereka sadar bahwa mengutamakan militer dan politik akan menyengsarakan rakyat, tetapi nampaknya rakyat tidak keberatan karena percaya bahwa dengan "kemandirian" mereka akan tetap kuat dan tidak dapat di dikte.

Korea Utara bersiteguh di tataran pergaulan masyarakat internasional seperti yang diungkapkan Partai Buruh, negara bersatu dengan "Sistem kepemimpinan monolitik dia yang terkasih Kamerad Kim Jong-un untuk dihormati masyarakat dan  semua pihak." Kini negara-negara lawan Korea Utara harus lebih berhati-hati, karena Korea Utara dengan 1,2 juta tentara yang militan, dilengkapi senjata nuklir bukanlah lawan yang biasa-biasa saja. Rakyatnya bahkan siap kelaparan demi sebuah kepercayaan kemandirian. Jelas ini bukan sembarangan bukan? Prayitno Ramelan ( http://ramalanintelijen.net )

Ilustrasi Gambar : vibizportal.com

 

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.