Apa Yang Ditakuti Dari Sri Mulyani?

11 August 2011 | 12:31 am | Dilihat : 1598

Begitu Partai SRI mendaftarkan diri sebagai partai politik  pada tanggal 3 Agustus di Kemenkumham, mendadak demikian banyak pihak yang terhenyak, terkejut dan kemudian membahas dengan rasa khawatir. Apa yang dikhawatirkan dari seorang Sri Mulyani sebenarnya. Dalam ilmu intelijen ada sebuah ilmu yang disebut spotting, yaitu penelitian biografi seseorang oleh sebuah badan Intelijen sebuah negara, khususnya apabila yang bersangkutan akan menduduki sebuah jabatan atau penugasan yang penting dan sangat penting.

Nah, mari kita lihat sedikit apa sebenarnya yang menjadi keistimewaan Sri Mulyani  (SMI). Intelijen sebaiknya mempunyai fakta-fakta dari  ahli-ahli dan ilmuwan ekonomi dan politik, serta karakter SMI sebagai tokoh nasional. Inilah basic descriptive intelligence yang dikumpulkan ; Untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik, maka pemimpin yang diharapkan terpilih adalah pemimpin yang jauh lebih baik dari pimpinan nasional yang sedang berkuasa. Dia harus mempunyai kelebihan sehingga mampu membuat perubahan. Tujuannya menyejahterakan rakyat, menjadikan Indonesia negara yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo, kira-kira begitu.

Jakarta Post merekam pada tanggal 5 Juli 2010, sebuah pidato SMI.  Bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan Indonesia. "Saya akan selalu kembali ke Indonesia. Selama saya tinggal di luar negeri untuk jangka waktu tertentu, apa yang saya akan lakukan adalah demi  untuk Indonesia, "katanya pada upacara peresmian pembangunan Gedung  Bea Cukai untuk Jawa Tengah dan Yogyakarta  serta pembangunan tempat pelatihan di Semarang. SMI memberikan alasan terhadap pernyataannya, "Karena di sinilah rumah saya." Masalah dia bekerja di Bank Dunia hanya masalah tempat dan fungsi  yang berbeda. "Pekerjaan baru merupakan perjuangan pribadi untuk membangun Indonesia. Saya berharap bahwa apa yang saya akan lakukan akan menjadi yang terbaik bagi Indonesia karena saya percaya bahwa Allah telah menentukan semua rencana manusia, "katanya.

Pada 5 Agustus Tim Colebatch, editor ekonomi menulis di theage.com.au dengan judul "Asia's shining example." Dituliskan oleh Tim, Sri Mulyani Indrawati bisa mengajarkan rekan APEC padanya sesuatu tentang reformasi struktural. September lalu ia meluncurkan kampanye untuk membersihkan Mahkamah Agung, kantor audit, dan pelayanan sendiri - termasuk kantor pajak dan pabean, yang dipandang sebagai surga bagi para pejabat bea cukai.

SMI memindahkan  1300 staf Bea Cukai, digantikan dengan 800 petugas baru, dan gajihnya dinaikkan empat kali.  SMI mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka menerima suap, akan diadili. "Selanjutnya SMI menegaskan, "Jika, setelah ini, Anda bertindak korup, saya tidak akan meminta maaf untuk menghukum Anda dengan kekasarannya dari hukuman." SMI merasa terpukul setelah bebrapa bulan kemudian KPK menangkap petugas Bea Cukai karena disuap.

Sri Mulyani meminta maaf kepada Indonesia, tetapi tidak mengakui kekalahan. "Apakah aku mengharapkan bahwa setelah enam bulan, semua orang akan menjadi bersih?" dia bertanya. "Tentu saja tidak, saya memiliki 62.000 orang yang bekerja untuk saya. Akankah semua hakim segera menjadi baik?. Tidak, ini akan menjadi pertempuran terus menerus, dimana pemimpin haruslah tetap teguh."

Sri Mulyani telah lama dipandang sebagai rising star. Putri seorang akademisi di Semarang, kota Jawa Tengah terbesar, ia belajar di Universitas elit di Indonesia, menjadi anak didik Widjojo Nitisastro, kepala "Berkeley mafia" pasar bebas ekonom yang menjadikan reformasi Presiden Soeharto sangat sukses dari ' 60-an dan 70-an. Setelah studi pascasarjana di AS, ia kembali ke universitasnya dan menjadi think-thank. Dia kemudian menikah dan memiliki tiga anak. Menjadi penasihat ekonomi mantan presiden Abdurrahman Wahid, kemudian kembali ke AS dan menjadi direktur eksekutif Dana Moneter Internasional untuk Asia Timur dan Pasifik, sampai Presiden Yudhoyono memanggilnya untuk bergabung kabinetnya.

Setelah Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan, dia  menangani reformasi pajak, memperkenalkan undang-undang investasi asing baru, reformasi keuangan negara yang lebih transparan, mengurangi subsidi bahan bakar  dan menanggulangi korupsi. Selama dua tahun berturut-turut dia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan of the Year oleh majalah spesialis: Euromoney (2006) dan The Banker (2007).  Situs TokohIndonesia.com menggambarkan dirinya sebagai "primadona yang  cerdas, menarik dan populer." Itulah wajah Sri Mulyani yang digambarkan sebagai salah satu tokoh langka yang direkrut menjadi Direktur di Bank Dunia.

Winarno Zain (econom)  menulis di Jakarta Post  pada 5 Agustus 2010, dengan judul "Mengapa Bank Dunia Perlu Sri Mulyani." SMI sebagai menteri keuangan Indonesia telah berhasil mengarahkan kebijakan ekonomi,  melalui sebuah program rumit selama krisis, dan membawa perekonomian Indonesia kembali ke pemulihan. Latar belakang akademis dan keterlibatan yang panjang dalam penelitian merupakan bekal pengetahuannya tentang pembangunan dan isu-isu kebijakan publik. Dia berada di barisan depan dalam memerangi korupsi, dan dalam melaksanakan reformasi dan pemerintahan yang baik dia mengimplementasikan di kantor yang dipimpinnya.

Tugas sebagai seorang direktur eksekutif IMF telah memberikan kredibilitas internasional nya. Sri Mulyani adalah salah satu orang langka yang memiliki mandat luar biasa yang sesuai dengan apa yang Bank Dunia perlukan  di saat gejolak melanda dimana-mana. Sebagai salah satu dari tiga direktur pengelola, Sri Mulyani akan mengawasi tiga wilayah, Asia Timur dan Pasifik, Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Amerika Utara. Ini adalah daerah, di mana sebagian besar negara tersebut  telah mencapai pendapatan menengah status, menikmati pertumbuhan yang tinggi dan relatif makmur.

Untuk Bank Dunia, Sri Mulyani adalah sosok yang tetap kukuh memegang prinsip-prinsip dalam mengelola ekonomi makro negaranya. Keberhasilan perekonomian Indonesia pada saat krisis keuangan global dan dalam pemulihan selanjutnya adalah bukti kebenaran dari prinsip-prinsip yang dianutnya. Bank Dunia harus mengambil dari banyak pengalaman Sri Mulyani. Dia bisa memainkan peran penting dalam melaksanakan reformasi kunci dan memperkuat organisasi Bank Dunia. Penunjukan Sri Mulyani dalam perspektif ini adalah pilihan yang tepat. Sri Mulyani adalah salah satu orang langka yang memiliki mandat luar biasa yang sesuai dengan apa yang Bank Dunia perlukan disaat yang semakin sulit dan penuh gejolak.

Nah, dari data "the past" diatas, kini perlu dilengkapi data "the present," yaitu bagaimana kiprahnya kini. Suaranya tidak keras, tetapi ada partai SRI yang dengan tegas mengusungnya jadi capres. Selain itu ada upaya orang asing yang menurut berita mencoba mempengaruhi purnawirawan agar mendukung SMI. Lantas bagaimana dukungan biaya apabila SMI akan maju? Apabila dunia internasional atau pebisnis luar akan mendukungnya, siapa tokoh politik yang mampu menandinginya?

Dikalangan pebisnis, demikian terkenal adanya 11 trader internasional yang mengelola keuangan di dunia dan menghasilkan keuntungan yang sangat besar ("high yield trading"), mereka yang awam menyebutnya rolling program. Para trader ini demikian tertutup dan sulit untuk di akses, kecuali oleh orang-orang tertentu. Bank Dunia merupakan institusi yang mampu mengakses dan disegani oleh mereka. Dengan demikian maka SMI termasuk orang langka yang mampu mengakses. Kabarnya mereka mampu memberikan keuntungan sekitar 15-40 persen dalam bertransaksi.

Bagaimana apabila ada investor Indonesia dihubungkan dengan trader itu  mau mendukungnya? Siapa tokoh lain yang mampu menyainginya? Kekuatan finansial kuat hanya Aburizal saingannya.  Pilpres masa kini apakah kita yakin sebagai sesuatu yang jujur? Rumors yang dilempar Nazaruddin saja , untuk pemilihan Ketua Umum partai tetap ada money politics. Jadi itulah sebagian kecil dari kekuatan dan kemampuan Sri Mulyani sebagai kandidat capres. Sebagai tokoh yang mendunia dan mempunyai peluang dukungan biaya.

Bukan tidak mungkin pada akhirnya Partai Demokrat akan mengambilnya sebagai Satriyo Piningit. Walaupun citra Demokrat kini  agak rusak, dari pengalaman sejarah, pada 2014 nanti, penulis perkirakan  Demokrat masih mampu menangguk sekitar 18 persen suara. Kalau SMI didukung PD atau PKS misalnya,  maka yang akan menjadi pusing adalah Golkar. Begitu bukan? Prayitno Ramelan ( http://ramalanintelijen.net )

Ilustrasi gambar : the-az.com

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.