Gebukan Nazar Mulai Makan Korban

30 July 2011 | 6:27 am | Dilihat : 261

Dalam seleksi tahap kedua calon ketua KPK, tiga calon  yang yang kini bertugas di KPK dan cukup dikenal masyarakat dinyatakan tidak lulus. Ketiganya adalah  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah, Deputi Penindakan Ade Rahardja, dan Juru Bicara Johan Budi.

Kepada media, Wakil Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) KPK MH Ritonga mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab tidak lolosnya ketiga calon tersebut adalah pemberitaan negatif media massa terhadap mereka akhir-akhir ini. Selanjutnya dikatakannya .“Yang pasti faktornya banyak. Selain hasil tes makalah, kita juga melihat rekam jejak untuk selanjutnya dilakukan investigasi. Belum lagi masukan instansi lain seperti BPK,pajak, penegak hukum, dan KPK."

Sementara Sekretaris Panitia seleksi Achmad Ubbe mengatakan, “Keputusan kita bukan karena gencarnya berita Nazaruddin. Berita itu sama sekali tidak jadi masalah, deponeering juga tidak ada. Kami hanya berkesimpulan ingin bagaimana KPK terhindar dari sasaran tembak segala jurusan yang berkepanjangan. Jadi, pertimbangannya biar KPK tenang saja." Ubbe juga mengatakan alasan lainnya bahwa Pansel Capim KPK ingin melihat agar lembaga antikorupsi ini ke depan lebih segar dengan diisi oleh orangorang baru dan terhindar dari beban psikologis masa lalu.

Walau penjelasan keduanya agak berbeda, tetapi intinya sama, panitia seleksi merasa tidak nyaman dengan citra ketiga pejabat KPK tersebut. Dan mereka tidak ingin panitia harus bertanggung jawab kepada masyarakat apabila calon yang citranya dimata masyarakat sudah sangat turun kemudian terpilih. Sebetulnya kalau menurut penulis, hancurnya citra ketiganya karena ungkapan Nazaruddin di media. Informasi mentahnya Nazar kemudian menjadi kuat karena media mampu menghadirkan mantan sopir dan pegawainya di media. Selesailah sudah karier Chandra, Ade dan Johan.

Apakah celoteh Nazar akan makan korban lainnya? Kita tunggu saja gempuran yang dilakukannya bak gelombang laut yang susul menyusul dan semakin sistematis. Dia tetap bersembunyi, belum juga tersentuh, walau sudah ada teriakan, lokasi sudah jelas, kata siapa itu? Nazar ternyata mempunyai saksi-saksi hidup dan sangat berani untuk ditampilkan dilayar kaca. Nampaknya masih ada saksi yang belum ditampilkannya. Di negara kita ini kini makin  banyak  yang membahas-bahas, dan kok makin banyak yang bingung ? Prayitno Ramelan ( http://ramalanintelijen.net )

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.