Teroris Punya Senapan Runduk Kaliber 12,7 ?

28 July 2011 | 8:57 pm | Dilihat : 2396

Bagaimana kekuatan teroris Indonesia? Tersangka yang kini sedang dikejar  berjumlah sekitar 250 orang. Mobilitas mereka cukup tinggi, pada umumnya sebagian memiliki tugas untuk membawa dan menyelundupkan senjata dari luar. Pada saat penangkapan 11 yang diduga kelompok teroris, mereka ternyata membawa senjata api selundupan. Sejak mereka tidak memiliki bahan pembuat bom, nampaknya mereka akan menggantinya dengan serangan bersenjata. Mari kita bahas perkembangannya. 

Penangkapan diawali pada Senin (4/7),  Achmad Kurniawan alias adam dan Iwan Kurniawan alias Abdan ditangkap di Surabaya. Kemudian di hari yang sama menangkap Much Ichwan alias Zulfikar di Bogor. Densus meemukan dua pucuk senjata api jenis laras panjang beserta teleskop, senjata api laras pendek beserta 50 butir amunisi.Di Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, tim hari yang sama menangkap wandoyo alias Fajaruddin Yunus alias Salman, Asmuni alias Munir, dan Muhammad Irsyad alias Icat sekitar pukul 15.30 WIB.

Tersangka teroris Ali Muhammad Akbar alias Arif alias Arif Rahman alias Arif Bijak ditangkap di kompleks Taman Kota, Kembangan Utara, Jakarta Barat,  Densus menyita satu pucuk senjata api laras panjang jenis M 16, magazen, 3 amunisi. Kemudian Taufik Hidayat alias Ismail alias Abu Wildan ditangkap di Jalan Haji Joko VI, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pada hari Selasa (6/7) Densus menangkap  Mansur Samin di Jalan Raya Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat. Pada hari Kamis (7/7), Priyatmo alias Mamo alias Amar ditangkap sekitar pukul 09.30 WIB, Suparmin alias Parmin ditangkap di Bengkel Pasar Loak, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pukul 14.00 WIB.

Total barang bukti yang disita dari 11 orang anggota teroris yang ditangkap adalah tiga senjata api laras panjang yang dua diantaranya merupakan jenis M 16 dan satu lagi FL 9mm Luger. 6 senjata api laras pendek yang masing-masing berjenis 1 jenis 1911 Cavalry, Goverment Model, 1 jenis Norinco buatan China, 1 jenis Rock Island Armory, 1 jenis Armscor, 1 jenis USPSA, Practical Shooting dan 1 jenis S&W. Selain itu disita juga perlengkapan lain yakni 1 pucuk senapan angin, 3 buah peredam senjata laras panjang dan pendek, satu buah laras cadangan, 1 pointer, 2 teleskop untuk senapan laras panjang, 1 buah senter senjata, 1 buah holster slip pistol, 1 buah hammock, 1 buah sarung magazen laras pendek.

Dari informasi diatas, yang perlu mendapat perhatian adalah jenis senjata  senjata laras panjang, kaliber 5.56 mm, serta peredam senjata. Penulis agak mengkhawatirkan, mereka akan melakukan serangan runduk (sniper). Dimana serangan dilakukan dari jarak cukup jauh, hingga jarak 300-400 meter. Yang menjadi target nampaknya adalah Polisi, sbg tindakan balas dendam.  Yang lebih berbahaya apabila benar informasinya, mereka sudah mampu mendapatkan senjata kaliber .50 (12,7)  yang kini populer sebagai senjata runduk. Di Afghanistan senjata ini pernah memecahkan rekor dunia saat si sniper berhasil menembak musuh pada jarak 2430 meter.

Senjata runduk kaliber 12,7 mm adalah alat yang  canggih dan praktis pengoperasiannya, dapat difungsikan sebagai senapan runduk anti material. Selain memiliki jarak tembak yang jauh, juga memiliki daya penetrasi terhadap material maupun lapis baja dalam ketebalan tertentu. Senapan runduk 12.7 mm saat ini menjadi favorit kalangan pasukan khusus AS.   Senjata ini juga telah digunakan diberbagai negara.

Nah, pertanyaannya bagaimana apabila teroris mempunyai senapan ini? Apabila tidak cepat dimatangkan penjejakannya, maka mobil VIP yang anti pelurupun bisa mereka serang dan penetrasi, tidak perlu dari jarak dekat. Inilah sebuah pertanyaan yang harus dijawab, kenapa mereka mendatangkan sniper kaliber kelas menengah, berarti sasaran mereka adalah material/target yang dilindungi baja atau target jarak jauh. Bukankah Presiden pernah mereka target, seperti pernah tertera pada beberapa dokumen di Medan, Cikampek dan Sukoharjo yang tertangkap. Prayitno Ramelan ( http://ramalanintelijen.net )

 

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.