Menilai Ancaman dalam Kunjungan Presiden Obama

6 February 2010 | 7:54 pm | Dilihat : 139

"Barry Kecil," demikian panggilan akrab kepada Obama saat tinggal di Jakarta pada Tahun 1960-an. Tanpa dinyana dan diduga, Tuhan mentakdirkan si kecil Barry menjadi seorang presiden Amerika Serikat, negara super power dunia. Hebatnya Barry tidak melupakan dan masih faseh sedikit bahasa Indonesia. Dia selalu terkenang dan bangga dengan masa kecilnya di Menteng itu. Pemerintah AS secara resmi melalui juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa  Presiden Barrack Obama akan berkunjung ke Indonesia pada pertengahan bulan Maret 2010 atas undangan Presiden SBY.

Kedua belah pihak Indonesia dan Amerika menyatakan mereka merencanakan untuk menggunakan hubungan masa kanak-kanak Obama  untuk mempererat lagi hubungan penting Pasifik-Raya. "Lawatan ini merupakan bagian penting dari upaya terus-menerus presiden untuk memperluas dan memperkokoh persekutuan yang penting untuk memajukan keamanan dan kemakmuran kita," kata jurubicara Gedung Putih Robert Gibbs. Selanjutnya Gibs menyatakan Obama akan meresmikan kemitraan komprehensif AS-Indonesia dalam kunjungan itu, yaitu memperdalam lagi hubungan antara kedua negara tersebut. Dalam lawatannya tersebut Presiden Obama akan mengajak Ibu Negara Michelle Obama dan dua putrinya Sasha dan Malia uttuk melihat tempat bersejarah saat dirinya menghabiskan masa kecilnya di Jakarta.

Staf kepresidenan AS pada awal Februari  telah melakukan survey ke-empat tempat yang diperkirakan akan dikunjungi Obama, yaitu SDN Menteng 01 Jakarta Pusat, Candi Borobudur Magelang, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Bengkel Lokomotif Kereta Api BalaiYasaYogyakarta.

Informasi diatas adalah hal yang biasa terjadi di Indonesia, kunjungan banyak kepala negara adalah hal yang lumrah dilakukan. Tetapi, kali ini beritanya demikian menarik perhatian, karena yang akan berkunjung adalah presiden Amerika Serikat super power, yang juga disebut polisi dunia. Lebih khusus lagi karena sang presiden  pernah menjadi warga Jakarta dan  mempunyai bapak tiri orang Indonesia. Inilah sebuah ikatan bathiniah antara Obama dan Indonesia. Sebagai negara yang cinta damai, negara yang beradab, maka sudah seharusnya kita bersama menjaga agar kunjungan tersebut berlangsung dengan damai, aman dan lancar.

Penulis, mencoba membahas kemungkinan ancaman, lengkapnya ATHG (Ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan) yang mungkin timbul. Yang dimaksud ancaman adalah sesuatu  hal bersifat aktif berasal dari eksternal,  usaha yang dinilai mengancam subyek, dilakukan secara konseptual, bersifat kriminal atau politis.  Ancaman bisa berupa serangan langsung, baik terhadap subyek, rombongan ataupun keluarganya. Kita tahu bahwa beberapa tahun terakhir, di Indonesia telah terjadi beberapa serangan teroris berupa bom bunuh diri. Motifnya jelas politik, menyerang kepentingan serta obyek dan personil AS serta sekutunya. Walaupun dua tokoh teroris DR.Azhahari dan Noordin M Top telah mati ditembak oleh Densus-88, cabang serta ujung ranting teroisme di Indonesia masih tetap ada. Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror Badan Reserse Kriminal Polri Kombes Pol Tito Karnavian (kini berpangkat Brigjen) mengatakan, ideologi terorisme yang mengajarkan kekerasan untuk mencapai tujuan tetap berpotensi berkembang di tahun 2010 kendati sejumlah gembong terorisme tadi  telah tertangkap dan tewas .

Sementara Direktur Dinas Intelijen AS, Dennis Blair, Kamis (31/12).menyatakan  bahwa serangan teroris pada masa depan akan makin sulit dideteksi dan dihentikan. Pihak, Al-Qaeda telah memperdalam pengetahuannya mengenai sistem pertahanan Amerika Serikat dan cara melewatinya. "Apa yang membuat kami paling prihatin sekarang bukan hanya menghentikan jenis serangan pada masa lalu. Akan tetapi, juga memperkirakan dan menghentikan serangan yang berbeda dan lebih cerdik pada masa depan." Selanjutnya Blair menyatakan kepada stafnya,."Al-Qaeda dan organisasi yang melebur kepadanya, serta pelaku teror bunuh diri perorangan, telah mengamati pertahanan kita dan sedang merancang serangan pada masa depan guna mengakalinya. Semua serangan ini akan lebih berat untuk dihadapi, ditafsirkan, dan dihentikan." Peryataan penanggung jawab intelijen tersebut terkait dengan upaya teror berupa pembooman bunuh diri yang gagal pada pesawat North West saat akan mendarat di Detroit pada Natal 2009.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, AS tak mengkhawatirkan situasi keamanan Indonesia menjelang kunjungan Obama. "Dari pihak Amerika Serikat tidak ada masalah-masalah yang sifatnya khusus," kata Marty. Tim pendahulu tersebut, lanjut dia, saat ini tengah mempersiapkan persoalan administrasi dan teknis maupun masalah substansi untuk kunjungan Obama ke Indonesia.

Apakah hanya itu ancaman terhadap rencana kunjungan Presiden Obama?. Kemungkinan ancaman tersebut hanyalah satu dari sebuah rangkaian yang apabila ditinjau lengkapnya adalah ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan). Ancaman yang patut diwaspadai terutama teroris. Teror merupakan salah satu elemen clandestine operation. Terorisme merupakan bagian dari kegiatan operasi intelijen yang dilaksanakan dengan cara spionase, sabotase, dan tindakan gelap lainnya. Karena gerakannya yang sangat tertutup, maka intelijen seharusnya sudah bekerja keras mengendus, apakah ada indikasi gerakan dalam rangka kujungan Obama tersebut. Kita akui bahwa aparat intelijen sempat kecolongan saat bom Mariott-2 dan Ritz Carlton meledak setelah teroris mengendap selama empat tahun.

Selain ancaman teror, ada beberapa kegiatan yang bisa masuk dalam ATHG lainnya, seperti kemungkinan upaya melepaskan diri dari NKRI oleh kelompok Papua Merdeka, ide separatis RMS, demo anti AS dan demo anti pemerintah Indonesia. Walaupun kemungkinan kegiatan tersebut bukan berupa ancaman langsung, tetapi paling tidak apabila gerakan dikerjakan dengan terencana maka bisa mengganggu jadwal acara, dan menurunkan kredibilitas keamanan negara. Kelompok tersebut pada umumnya hanya ingin menunjukkan eksistensi mereka masih ada, kemudian mencoba menarik perhatian. Kunjungan Presiden Obama adalah kunjungan yang akan diliput media massa internasional, karena itu bisa saja mereka mencoba berbuat sesuatu, mendompleng agar ikut diberitakan secara internasional. Kasus pelemparan sepatu yang pernah terjadi kepada Presiden George Bush adalah bukti bahwa ancaman bisa terjadi dimanapun dan dalam situasi apapun, dan menjadi berita besar. Sementara di Indonesia pendemo sukanya melempar telur busuk. Itulah sedikit gambaran kemungkinan ATHG yang akan dihadapi.

Kini, pertanyaannya, bagaimana upaya penangkalannya?. Pasukan pengawal presiden AS Secret Service jelas akan mempersiapkan segala sesuatunya tanpa kompromi. Mereka akan melindungi presidennya, simbol negaranya. Kunjungan presiden AS biasanya dilakukan dengan menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One (Gedung Putih yang bisa terbang), lengkap dengan segala fasilitas dan wewenang presiden untuk mengambil keputusan. Kedatangannya di suatu daerah begitu pesawat mendarat, akan dikawal dengan helicopter tempur dan pasukan khusus. Selain itu kemungkinan besar US Navy akan menyiagakan sebuah kapal induknya di perairan pulau Jawa, sebagai "safe house" dalam keadaan emergency. Kapal induk akan menyiagakan pesawat tempur, dan akan terus menerus  memonitor gerakan Air Force One terhadap kemungkinan ancaman di udara  selama berada di wilayah  udara Indonesia.

Paspampers Indonesia adalah satuan yang ikut bertanggung jawab dan bekerja sama dengan Secret Service. Komando dan kendali pengamanan dibawah Dan Paspampers yang langsung bertanggung jawab  secara operasional kepada Panglima TNI. Penggelaran kekuatan TNI akan dilakukan oleh penanggung jawab wilayah. Sementara Polri bertugas di ring-3, bertanggung jawab kelancaran dan keamanan rute pergerakan subyek dari satu titik ketitik lainnya. Demikian perkiraan pembagian tugas dan wewenang. Paspampers sebagai unit pengamanan presiden, wakil presiden dan tamu negara, kini merupakan satuan elit, yang terdiri dari gabungan beberapa pasukan khusus dari ketiga matra, Darat, Laut dan Udara. Paspampers terus melakukan pembenahan dan peningkatan kemampuan personilnya. Diantaranya melakukan latihan bersama dengan Tim Navy Seal dalam latma Garuda Shadow 1-10, dengan materi materi Close Quarter Battle/Close Quarter Combat dan Sniper/Counter Sniper. Materi latihan yang diberikan merupakan materi aplikatif  US Navy Seals dalam mendukung operasi pengamanan VVIP.

Nah, demikian sedikit gambaran tentang rencana kedatang Presiden Obama ke Indonesia. Dengan segala kelengkapan dan kerjasama yang ada, diharapkan kunjungan akan bisa berjalan aman dan lancar. Tetapi kini, kesadaran masyarakat dalam menerima kunjungan tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi rangkaian kegiatan. Walaupun Menlu Marty sementara ini mengatakan bahwa AS tidak mengkhawatirkan kondisi keamanan di Indonesia, lebih baik aparat tetap berfikir "the worst condition", agar tidak terkena unsur pendadakan. Kondisi kebebasan yang belum jelas dinegeri kita dinilai "unpredictable", sewaktu-waktu bisa berubah menjadi ancaman nyata. Mudah-mudahan kita menerima bekas anak Menteng itu dengan baik. Semoga kunjungan itu mempunyai arti penting dan menghasilkan sesuatu yang baik bagi bangsa dan negara kita.

PRAYITNO RAMELAN. Penulis Buku Intelijen Bertawaf.

Sumber: http://politik.kompasiana.com/2010/02/06/menilai-ancaman-dalam-kunjungan-presiden-obama/ (Dibaca: 787 kali)

This entry was posted in Hankam. Bookmark the permalink.