Calon Menteri Dan Chappy Hakim

30 August 2009 | 2:59 pm | Dilihat : 131

Berita yang paling ditunggu-tunggu kini adalah susunan kabinet dari pemerintahan, dimana Pak SBY dan Pak Boediono akan dilantik sebagai Presiden dan wakil presiden pada tanggal 20 Oktober 2009. Saat berbuka puasa bersama dikediaman Ketua DPR RI, Agung Laksono Sabtu (28/8), Presiden menyampaikan bahwa dia akan memanggil para calon menterinya yang layak duduk di kabinet  setelah  1 Oktober 2009. Presiden mengatakan “Calon-calon yang diunggulkan semuanya bagus-bagus. Kalau saya jumlah lebih dari seratus." Presiden mengatakan telah membaca soal para calon menteri yang diunggulkan di berbagai media massa. Dia menilai, semua calon menteri itu memiliki latar belakang yang baik dan bagus.“Semua baik saya lihat, tekadnya. Kalau boleh dikata curriculum vitae-nya juga lengkap, pengetahuan dan pengalamannya."

Presiden secara gamblang telah menyampaikan kriteria calon menterinya saat menyampaikan pidato kemenangan di  Arena Pekan Raya Jakarta, Kamis (20/8). Dikatakannya kabinet baru akan diisi dengan tenaga yang kompeten, bersih, jujur, dan integritas. 'Kontrak kerja sangat penting. Saya pilih yang terbaik dan profesional dari parpol maupun non partai. Saya pastikan kabinet baru itu siap bekerja di hari pertama mereka dilantik.'

Selanjutnya dikatakan, 'Ada waktunya berkompetisi, ada waktunya untuk bersatu. Mari bekerja sama untuk ke depan.' Pemilu memang bukan menjawab persoalan, sedangkan kekuasaan bukan tujuan akhir, melainkan jalan untuk menciptakan bangsa yang sejahtera. Untuk itu, dalam menjalankan tugas ke depan, pihaknya akan menuntaskan sisa pemerintahan di tahun 2009. Dalam dua bulan ke depan, SBY akan menyusun rencana aksi, termasuk 100 hari pertama dan kebijakan lima tahun ke depan. SBY menyatakan akan  berusaha serius untuk melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi yang mejadi jadi poros.

Saat berbuka puasa itu Presiden SBY menyatakan, jumlah kursi menteri yang akan ditetapkan tidak lebih dari 34 kursi atau sesuai dengan slot yang ada. Dipastikannya bahwa bahwa kementerian dan departemen yang dibentuk memiliki fungsi yang tajam dan efektif. “Jangan sampai ada perkara yang tidak ditangani oleh satu departemen atau kementerian. Sebaliknya ada hal yang ditangani oleh banyak departemen atau kementerian sehingga tidak efektif dan tidak efisien. Kita akan pastikan seperti itu,”tandasnya.

Dari pidato kemenangan dan apa yang disampaikan saat berbuka puasa, tersirat Presiden SBY akan  mendudukkan beberapa elit PDIP dalam kabinetnya. Konon yang masuk nominasi adalah Puan Maharani, putri Ketua Umum PDIP Megawati, Pramono Anung (Sekjen DPP) dan Tjahyo Kumolo (Ketua DPP). Kemungkinan PDIP dan Golkar masing-masing akan diberi dua atau tiga kursi menteri. Dari calon Golkar, nama yang menguat antara lain  Muladi (Gubernur Lemhannas),  Agung Laksono (Ketua DPR), Ferry Mursyidan Baldan (anggota DPR), Hajrianto Thohari (anggota DPR) dan Andi Matalatta (Menteri Hukum dan HAM).

Sementara itu Partai pengusung SBY, Demokrat mengajukan nama-nama elit Partai Demokrat dan  mendorong sedikitnya lima kader untuk menjadi menteri. Mereka adalah Anas Urbaningrum (Ketua DPP), Marzuki Alie (Sekjen DPP), Jero Wacik, Panangian Simanungkalit (Wakil Ketua Dewan Pakar), dan Darwin Zahedi Saleh (Ketua DPP). Marzuki Ali juga berpeluang untuk menduduki jabatan sebagai Ketua DPR. Walaupun seperti yang terjadi pada tahun 2004, belum tentu usulan tersebut diterima SBY. Dari unsur partai pendukung, muncul nama-nama  Muhaimin Iskandar (PKB), dari PPP Lukman Hakiem Saifudin, dan PAN Zulkifli Hasan. PKS terakhir mengajukan nama-nama Tifatul Sembiring (Presiden PKS), Suswono (FPKS DPR), Suharna Surapranata (Ketua MPP PKS),dan Salim Segaf al-Jufri (Dubes RI di Arab Saudi).

Dari kalangan profesional muncul nama CEO Para Group Chairul Tanjung. Juga beberapa nama yang kini sedang membantu Pak Boediono seperti Gita Wirjawan (Komisaris Pertamina), Kuntoro Mangkusubroto (Kepala BRR Aceh) dan Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina) juga masuk dalam nominasi. Beberapa pejabat pada KIB yang masih aktif bertugas nampaknya tidak akan lengser, kemungkinan hanya berpindah jabatan saja, seperti Hatta Rajasa (Mensesneg), M Nuh (Menkominfo), Sri Mulyani (Menkeu) dan Sudi Silalahi (Mensekab). Posisi Hassan Wirayuda masih tetap kuat, hanya bisa terancam oleh Marty Natalegawa (Dubes RI untuk Inggris). Bagi beberapa "back bone" seperti Mantan Panglima Marsekal TNI (Pur) Djoko Suyanto dan mantan Kapolri Jenderal Pol (pur) Sutanto, nampaknya berpeluang kuat masuk di kabinet. Berita santer, yang menarik, juru bicara Andi Malarangeng termasuk berpeluang akan duduk menggantikan Pak Sudi.

Demikian sedikit info tentang calon menteri pada kabinet mendatang. Presiden mengatakan bahwa kemungkinan jumlah menteri yang ditetapkan akan tidak lebih dari 34 kursi, oleh karena itu mengukur calon dari partai pendukung tidak begitu sulit. Dari jatah yang diberikan, paling tidak calon yang diajukan akan mempunyai peluang sekitar 30% untuk dipilih. Nah kini hanya tinggal diukur dari kriteria esensial Presiden yaitu tenaga yang kompeten, bersih, jujur, dan integritas, siapa yang lebih berpeluang.

Sesuai dengan penekanan Presiden bahwa menteri yang dilantik harus mampu bekerja dihari pertama, maka nampaknya syarat profesionalisme akan mengemuka. Untuk apa dipilih Menteri yang pintar tetapi tidak berpengalaman dibidangnya? Dia akan faham dengan masalahnya, tetapi belum tentu mampu membuat keputusan yang tegas seperti yang dibutuhkan. Sayang apabila posisi dan kekuatan politis Presiden SBY yang demikian kuat pada periode 2009-2014  hanya didukung pembantunya yang "menyek-menyek," lemah dan tidak tegas. Sangat ideal apabila menterinya adalah betul-betul sosok yang profesional, tough, berani dan tegas. Maka negara akan jauh lebih cepat maju,  aman, adil dan sejahtera.

Sehubungan dengan hal tersebut, nampaknya tidak terlalu berlebihan apabila kita keluarga besar Kompasiana menyampaikan saran kepada yang terhormat Presiden SBY,  untuk mencalonkan Marsekal TNI (Pur) Chappy Hakim, mantan Kepala Staf TNI-AU, blogger Kompasiana  masuk dijajaran kabinet.  Pendidikan, pengalaman jabatan, pengetahuan, kompetensi, kebersihan, kejujuran, dan integritasnya jelas tidak diragukan. Hingga selesainya masa jabatan, Pak Chappy tidak mempunyai masalah  apapun. Marsekal Chappy juga dipercaya oleh Presiden sebagai Ketua Tim Nasional Evaluasi Keamanan dan Keselamatan Transportasi (EKKT).

Beliau demikian bersemangat berkarya dan menuangkan pemikirannya demi bangsa dan negara. Penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya ke Pak Chappy dalam pencalonan ini, penulis serta beberapa bloggers kompasiana belum ijin ke Pak Chappy, kalau pakai ijin namanya KKN bukan?. Ini adalah aspirasi jujur kami sebagai blogger yang mengenal siapa Chappy Hakim. Nah, para bloggers sekalian, bagaimana pendapat anda tentang  pencalonan "the real blogger" Chappy Hakim itu. Kita percaya beliau dapat memperbaiki masalah perhubungan yang amburadul itu...kita menilai dibutuhkan pemikiran yang cerdas, ahli, profesional dan tegas demi suksesnya salah satu sub sistem dalam pemerintahan nanti.

Departemen Perhubungan adalah Departemen yang erat kaitannya dengan urusan nyawa rakyat, oleh karena itu kita membutuhkan seorang Menteri yang faham dan bisa bertindak tegas dalam pengambilan keputusan yang akan menyelamatkan nyawa rakyat. Dari beberapa hasil tulisannya terlihat betapa luas dan dalam pemikiran seorang Chappy bagi bangsa dan negara ini. Mohon maaf Pak Presiden, semoga bapak bisa menerima aspirasi kami, yang juga rakyat bapak. Kami faham  dengan hak prerogatif yang dimiliki presiden. Salam hormat dari para Kompasianers.

PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana

Sumber: http://politik.kompasiana.com/2009/08/30/calon-menteri-dan-chappy-hakim/(Dibaca: 3456 kali)

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.