Noordin Mengincar Cikeas

8 August 2009 | 10:30 pm | Dilihat : 149

Dalam beberapa hari terakhir jajaran Polri, khususnya Satuan Anti Teror Densus 88 telah melakukan operasi tempur kilat dalam mengejar teroris yang mencoba unjuk gigi di Indonesia. Sebuah prestasi besar telah dibuktikan Densus 88, mereka telah mampu mengungkap rangkaian teror JW Marriott da Ritz Carlton yang selama ini masih merupakan misteri. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menyampaikan bahwa pelaku bom bunuh diri di Hotel Marriott 17 Juli lalu adalah Dani Dwi Permana, remaja berusia 18 tahun lulusan dari sebuah SMA swasta di Jakarta. Sementara pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton adalah Nana Ikhwan Maulana. Nana berasal dari Pandeglan Banten, Dani  yang berasal dari bogor berhasil  direkrut untuk menjadi "pengantin" oleh SJ alias AT yang masih buron.

Pada hari yang bersamaan Jumat (7/8) Densus 88 melakukan penyergapan didua tempat. Lokasi pertama disebuah rumah, Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Selama 17 jam pihak Polri dengan inti Densus 88 melakukan operasi tempur mengepung rumah yang merupakan tempat tinggal teroris. Pemirsa TV dirumah sejak kemarin malam terpukau dimuka TV melihat Metro TV dan TV-One bersaing menayangkan gerakan pengepungan. Setelah melalui rangkaian tembak menembak, dan pengeboman rumah, polisi berhasil melumpuhkan seorang teroris, yang terbunuh dengan luka tembak. Dari beberapa informasi, disebutkan bahwa korban adalah gembong teroris Noordin M Top. Jenazah dibawa ke Jakarta. Menurut penjelasan Kapolri Sabtu (8/8) sore, sementara ini polisi belum dapat memastikan siapa nama korban, masih menunggu pemeriksaan DNA, agar secara yuridis dapat dipertanggung jawabkan. Jadi secara resmi belum dipastikan mayat tersebut Noordin M Top.

Lokasi target kedua, Perumahan Puri Nusa Phala, Blok D12 RT 4 RW 12, Jatiasih, Bekasi. Densus 88 melakukan penyergapan kelompok teroris jaringan Noordin M Top. Dalam penggerebekan Sabtu (8/8) dinihari,  Ari Setiawan dan Eko Peyang tewas ditembak karena akan melawan saat akan ditangkap. Keduanya diketahui terlibat dalam aksi pemboman Mega kuningan beberapa waktu lalu. Ari juga pernah terlibat pemboman Kedubes Australia lima tahun yang lalu, sempat dihukum, setelah keluar penjara ternyata kembali terlibat aksi teror.

Rumah tersebut dipergunakan sebagai 'safe house' , rumah singgah sementara atau rumah aman. Tempat tersebut dijadikan tempat penyiapan dan penyimpanan bahan peledak, perakitan bom, yakni bom mobil. Noordin setelah pemboman Ritz Carlton dan Marriott Juli lalu, pernah singgah dirumah tersebut. Di tempat itu, Noordin memimpin rencana aksi pengeboman di wilayah Jakarta sepanjang bulan Agustus 2009. Di rumah ini polisi juga menemukan sekitar 100 kg lebih bahan peledak, dan material lainnya yang sama persis dengan yang ditemukan di JW Marriott dan Ritz-Carlton. Menurut Amir Ibrahim penjaga rumah yang juga ditangkap, kedua orang tersebut akan melakukan pengeboman dengan mobil pikap Mitsubishi Jetstar.

Setelah operasi Sabtu pagi tersebut, nampaknya pihak Polri mendapatkan  informasi yang tak ternilai. Sebuah berita mengejutkan disampaikan Kapolri dalam keterangan persnya  Sabtu (8/8). Dikatakannya, berdasarkan pengakuan tersangka,  kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, dan Istana Negara akan menjadi target aksi pengeboman pada pertengahan Agustus mendatang, setelah 17 Agustus. "Kenapa Jatiasih, karena diperkirakan dari rumah Presiden (Puri Cikeas, Bogor) hanya sekitar 12 menit. Ini keterangan fakta yuridis, dimana sasaran tembak adalah rumah Presiden," kata Kapolri.

Sementara Presiden SBY dalam keterangan persnya di kantor Presiden Sabtu (8/8) sore menyampaikan "Di balik ini semua, atas ridho Allah, akan terungkap semua mata rantai aksi terorisme akhir-akhir ini." Presiden yakin dengan hasil operasi penegakan hukum terhadap teroris dalam dua hari terakhir mampu mengungkap mata rantai terorisme di Indonesia sampai ke akar-akarnya.

Nah, kini ada satu pertanyaan kenapa kelompok Noordin ini mengincar kediaman pribadi Presiden di Cikeas? Dan juga mengincar Istana Negara? Suatu hal yang belum pernah tercium sebelumnya. Apakah memang ada instruksi demikian dari otaknya? Seperti diketahui bahwa otak teroris yang kini bermain di Indonesia adalah  organisasi teroris internasional Al-Qaeda. Noordin M Top pernah menyatakan bahwa dia adalah Kepala Al-Qaeda wilayah Asia Timur, walaupun diketahui masih tercatat  sebagai anggota Jamaah Islamiyah.  Noordin sejak Bom Kedubes Australia di Jakarta, nampak telah lebih banyak bermain sendiri. Indikasi serangan ke  obyek vital pemerintah pernah terdeteksi  pada bulan Oktober 2008, dimana Densus 88 telah menangkap pasangan Wahyu dan Rohyatun di Jalan Rawa Sengon VII RT 05/14, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Wahyu beserta lima orang jaringan Poso yang juga ditangkap, merencanakan akan meledakkan Depo Pertamina Plumpang. Dari kasus tersebut, pihak Polri menyatakan bahwa masyarakat agar hati-hati, karena teroris akan menyerang siapapun yang menghalang-halangi serangan mereka.

Nah, dari fakta-fakta tersebut, nampaknya memang benar bahwa informasi intelijen yang di utarakan Presiden bahwa dirinya pernah dijadikan target teroris kini menjadi lebih kuat. Sejak awal pemboman bunuh diri di Bali pada 2002 hingga serangan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, jaringan teroris dibawah kontrol Noordin M Top lebih mengarahkan serangannya kepada target dengan pesan anti Amerika. Kini dengan adanya pergeseran sasaran kearah simbol negara Indonesia yaitu Presiden dan Istana Negara, informasi ini sangat tinggi nilainya. Apakah memang ini hanya kemauan Noordin, ataukah arahan dari organisasi induk Al-Qaeda, ataukah mungkin jaringan Noordin telah diperalat oleh kekuatan atau negara lain?.

Jaringan Noordin mengebom dengan motif politik, anti Amerika, dengan penuh rasa kebencian. Karena itu kenapa dia kini membenci simbol Indonesia? Nampaknya ini perlu sekali ditemukan jawabannya. Noordin menggunakan strategi dengan permainan simbol, itulah pesan yang akan disampaikannya, bukan menyerang pusat keramaian publik. Dia selalu menghindari dijadikan musuh bersama masyarakat. Ruang hidupnya akan menyempit, ini yang dihindarinya. Yang nampak dan terkesan,  kini sepertinya Noordin hanya menjadi musuh Polri dan Densus-88 saja. Rakyat masih banyak yang acuh. Banyak yang tidak peduli, karena tidak merasa diserang. Itulah taktik terbaiknya.

Dengan keberhasilan operasi penyergapan teroris, dan apabila benar yang tewas di Temanggung adalah Noordin M Top, kita sangat bergembira, karena dialah otak kunci yang mengendalikan operasi-operasi  penyerangan bom ("handler"). Akan tetapi apabila yang terbunuh di Temanggung itu bukan Noordin, maka pekerjaan Densus nampaknya masih akan panjang.  Masih ada jaringan Jamaah Islamiyah yang masih mau melindunginya. Dengan demikian, apapun kondisinya, kewaspadaan masyarakat, khususnya aparat keamanan jelas tidak boleh lengah sedikitpun. Pengamanan RI-1 harus ditingkatkan, yang perlu diwaspadai adalah serangan bom mobil diperjalanan. Ini titik paling rawan bagi serangan bom mobil. Para murid dan ahli pembuat bom alumnus Afghanistan masih cukup banyak disini. Yang terlebih penting, partisipasi masyarakat perlu terus digalakkan, agar sadar anti  terorisme.

PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana

Sumber: http://umum.kompasiana.com/2009/08/08/noordin-mengincar-cikeas/ (Dibaca: 2145 kali)

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.