Survei Puskaptis, SBY Turun, Mega Turun, JK Naik

22 June 2009 | 9:43 am | Dilihat : 118

Lembaga survei Puskaptis (Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis) Minggu (21/6) merilis hasil surveinya yang dilaksanakan dari tanggal 4-11 Juni 2009. Survei melibatkan 2.888 responden dari 33 propinsi, metodologi yang digunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sekitar 3%. Hasil survei menyebutklan SBY-Boediono mendapat dukungan 52,15%, Mega-Prabowo 22,17% dan pasangan JK-Wiranto 17,20%.  Menurut Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid, terjadi penurunan elektabilitas SBY-Boediono sekitar 5% dibandingkan survei yang dilaksanakan Pukaptis pada tanggal 11-17 Mei 2009. Demikian juga pasangan Mega-Pro mengalami penurunan sebesar sekitar 2% dari 24,26% menjadi 22,17%. Sementara JK-Win naik sekitar 5% dari 12,37% menjadi 17,20%.

Turunnya elektabilitas SBY-Boediono disebabkan dua faktor yaitu mesin partai, khususnya koalisi yang dibentuk belum berjalan optimal,  dalam berkampanye pasangan ini lebih mengandalkan iklan. Kedua, adalah pengaruh isu-isu yang terus digulirkan lawan-lawan politiknya, terkait dengan sektarian agama kepada isteri para cawapres. Tentang isu neolib tidak banyak berpengaruh, hanya antar elit saja, ditingkat bawah tidak ada pengaruhnya.  Saat ini masyarakat tidak lagi melihat latar belakang figur melainkan kemampuan dalam menanggapi serta mengelola isu dan perbaikan kondisi ekonomi. Husin Yazid selanjutnya menjelaskan bahwa 78,52% responden sudah mantap dengan pilihannya, masa mengambang hanya sekitar 12,11%. "Sehingga ada kemungkinan dinamika politik cenderung statis atau tidak ada perubahan yang signifikan" katanya. Dalam survei tersebut Yazid juga mengatakan bahwa elektabiliitas SBY-Boediono sudah mewakili 27 propinsi dari 33 yang dijadikan populasi penelitian. Disimpulkan oleh Yazid, apabila peta politik stagnan, pilpres bisa berlangsung satu putaran dengan pemenang SBY-Boediono.

Husin Yazid, pada akhir konprensi pers menekankan bahwa  survei ini dilakukan independen atau tidak berafiliasi kepada partai tertentu. "Ini harus kami tegaskan, karena banyak kecurigaan terhadap lembaga survei yang ada," katanya saat konferensi pers di Hotel Sahid tersebut. Puskaptis merupakan lembaga survei yang terakreditasi di Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan survei dan quick count dalam pemilihan umum legislatif dan presiden.

Dari fakta tersebut diatas terlihat bahwa turunnya elektabilitas SBY-Boediono terutama karena serangan beberapa isu yang ringan dan merakyat, seperti isu jilbab itu. Penurunan pasangan Mega-Pro,  antara lain akibat kurangn gencarnya iklan politik baik di media tv, radio dan iklan di luar ruangan seperti spanduk dan baliho di jalan, sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi "mesin politik" parpol, relawan, dan tim sukses Mega-Pro untuk meningkatkan iklan politik agar suaranya naik dalam dua minggu ke depan, demikian jelas Husin. Tapi walaupun demikian hingga kini pasangan Mega-Pro masih kuat dip[osisi kedua. Walaupun elektabilitasnya mengalami kenaikan 5% dalam waktu sebulan, pasangan JK-Win masih menempati urutan ketiga. Dengan posisinya kini yang berbeda sekitar  5% dengan pasangan Mega-Pro, dengan mengandalkan gaya simpatik dan luasnya "network," dari JK, pasangan ini masih berpeluang untuk bisa maju keputaran kedua apabila nanti pilpres ternyata berlangsung dua putaran.

Walaupun Puskaptis memprediksikan pilpres  berlangsung satu putaran, dengan waktu yang  tersisa  dua minggu, elektabilitas SBY-Boediono bisa juga turun dibawah 50%. Kesimpulannya pilpres bisa terjadi dua  putaran, walau peluang terkuatnya satu putaran. Acara debat wakil presiden diperkirakan bisa menjadi perangsang naik dan turunnya elektabilitas, mengingat debat capres telah berlangsung dan dinilai masyarakat "adem ayem". Demikian sekedar ulasan dinamika politik menjelang hari "H". Kita sadari bahwa pilpres satu atau dua putaran yang menentukan adalah rakyat, bukan lembaga survei. Tetapi sebuah kelayakan informasi lembaga survei sebaiknya jangan ditinggalkan atau dibuang, pasti ada manfaatnya, tergantung bagaimana melihat, menilai dan memanfaatkannya..

PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana

Sumber: http://umum.kompasiana.com/2009/06/22/survei-puskaptis-sby-turun-mega-turun-jk-naik/ (Dibaca: 1799 kali)

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.