Prabowo Dan Blogger Di Amigos

1 April 2009 | 2:07 am | Dilihat : 305

Selasa sore (31/3) penulis bersama beberapa rekan menghadiri undangan dari Prabowo Subianto melalui admin PS di kompasiana yang diselenggarakan di cafe Amigos, Apartment Bellagio Mega Kuningan. Berhubung hujan deras, penulis serta tiga rekan blogger Linda Djalil, Novrita dan Yulyanto bertemu dan ngopi-ngopi di Oakwood sejak pukul 17.00. Kemudian pada jam 19.00 sesuai undangan rombongan kecil perwakilan Kompasiana menuju ke Bellagio. Di cafe Amigos kemudian rombongan bertambah banyak dengan berkumpulnya beberapa blogger Kompasiana, Mas Aris, Syaifuddin Sayuti, DR Anugrah, Oom Jay Wijaya Kusuma, Mas Honny, Mas Dwiki dan Mas Iwan Piliang. Disamping itu telah berkumpul juga para blogger yang mempunyai blog pribadi, komuniti FBPS (Face Book Prabowo Subianto), para simpatisan dan beberapa kader Gerindra. Kedatangan rombongan Kompasiana disambut admin PS di Kompasiana Dr Boyke Ambo Setiawan dan rombongan ditempatkan dimeja utama yang telah  direserve  didekat panggung.

Berhubung hujan masih turun, acara yang semula akan dilaksanakan pada pukul 19.00 oleh panitia akhirnya diundur menjadi pukul 20.30. Prabowo kemudian memberikan sambutan kenapa dia tertarik berkumpul dengan para blogger, dikatakannya bahwa pengguna internet di Indonesia kini mencapai 30 juta dan komunitas blogger akan mempunyai peran penting dalam penyebaran informasi. Prabowo menyampaikan mengenai kesulitan ekonomi Indonesia, salah urus kekayaan negara hingga devisa yang seharusnya terkumpul US$ 300 milyar selama 12 tahun, kini hanya ada US$ 51 milyar (yang US$ 12 pinjaman luar negeri). Prabowo juga menyampaikan tentang sistem demokrasi yang dikatakannya merupakan yang terbaik bagi bangsa Indonesia, juga disinggung rasa keprihatinannya terhadap kekacauan dan penggelembungan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang diperkirakan akan mencapai 27%. Selain itu juga disinggung tentang "miracle" pohon aren seperti yang sering disampaikannya.

Setelah acara pidatonya, diberikan kesempatan tanya jawab dengan para blogger, acara dipandu dengan apik oleh Mas Witjaksono (ndoro kakung) blogger "beken" dan Mas Iwan Piliang yang juga blogger Kompasiana. beberapa blogger mengajukan pertanyaan yang dijawab dengan lugas dan tegas oleh Prabowo. Rata-rata penanya menanyakan kalau anda jadi presiden, bagaimana ini, bagaimana itu dan lain sebagainya. Sayang tidak ada blogger yang menanyakan, bagaimana strateginya agar Prabowo bisa lolos dan diusung menjadi capres yang kita ketahui syaratnya sangat berat 25% itu. Tidak ada juga yang menanyakan dengan siapa Prabowo serta Gerindra akan berkoalisi?. Kini gambaran koalisi sudah lebih transparan, PDIP ada kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Golkar dan PPP. Partai Demokrat kemungkinan besar akan berkoalisi dengan PKS, PKB dan PAN.

Menurut hitung-hitungan beberapa lembaga survei, diperkiraan hanya sekitar 10 parpol yang akan lolos parliamentary threshold, maka yang tersisa dan belum berkoalisi hanyalah Partai Gerindra, Hanura, dan kemungkinan PKNU dan PBB. Jadi masalah kekuatan partai Gerindra yang harus mengumpulkan 25% suara dengan parpol lainnya kini menjadi yang terpenting dalam mengusung Prabowo. Beberapa parpol papan atas dan papan tengah kelihatannya sudah mulai dikunci, mungkin peluang Prabowo hanya ada di PDIP. Dan apabila suaranya cukup signifikan, maka Gerindra akan lebih ringan dalam berkoalisi. Apabila masalah strategi pengusungan Prabowo kurang hati-hati disikapi, maka peluangnya untuk maju sebagai capres akan langsung hilang. Oleh karena itu Gerindra sebaiknya mulai mengadakan rencana koalisi. Dengan modal yang sangat kuat, koalisi akan lebih mudah terbentuk. Yang menjadi bagian tersulit bagi Prabowo, Gerindra adalah partai baru yang belum memiliki data dan sejarah tentang perolehan suara. Inilah masalah krusial yang harus dipikirkan jauh hari sebelum pilpres.

Setelah acara resmi selesai, panitia membuat acara yang khusus tapi aneh dan tidak bermanfaat. Ada seorang ibu yang berpidato katanya mewakili wanita-wanita (entah yang mana), dengan berbahasa Inggris yang kitapun tidak tahu apa yang dikatakannya. Kemudian panitia mendatangkan beberapa anak muda yang katanya mewakili pemuda dan pemudi, dengan membaca sajak diiringi lagu, menyerahkan bunga mawar merah dan putih kepada Prabowo. Setelah acara selesai penulis iseng menanyakan kepada pemudi pembawa bunga tadi apakah anda kader Gerindra dan akan memilih Gerindra, jawabannya mengejutkan "belum tentu Om" kita nanti bebas saja kok mau milih apa, bahkan temannya mengatakan sebagai pendukung Dedy Mizwar si Nagabonar.

Acara ibu-ibu serta para pemuda pemudi tadi sebetulnya menjadi tidak pas dan agak berbau "mengkultuskan". Acara yang sudah baik, dikemas dengan pidato Prabowo yang sangat menguasai permasalahan dinilai cukup berbobot dan profesional. Sayang acara penutupnya tidak dipersiapkan dengan baik, dan para blogger kompasiana tertawa mendengar jawaban pemudi tadi. Ada satu hal lagi yang agak mengganggu. Saat pembawa acara mengatakan bahwa mari kini kita bergabung di FBPS, wah salah besar, blogger Kompasiana adalah "indie blogger" yaitu blogger yang independen. Jadi salah kalau dikatakan bergabung di Face Book Prabowo atau mendukung salah satu calon.

Kedatangan rombongan kecil Kompasiana yang agak malam diperkuat dengan Admin Kompasiana Mas Pepih, Mas Kandar dan Mas Iskandar karena menghormati undangan dari Prabowo yang juga ngeblog bersama. Biarkanlah para blogger Kompasiana tetap berada dijalurnya, jangan disentuh atau coba dirayu, justru nanti akan kontra produktif. Sayang memang pembawa acara kurang memahami karakter dan posisi para blogger. Demikian hasil pertemuan antara para blogger dan Prabowo. Bagi para pembaca, yang perlu diyakini adalah bahwa penulis akan tetap berpegang sebagai blogger yang independen. Salam dan terima kasih kepada Dr Boyke, semoga kritik ini menjadi masukan yang berharga, seperti yang dikatakan Prabowo, kita harus siap dan mau dikritik.

PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana

Sumber : http://umum.kompasiana.com/2009/04/01/prabowo-dan-blogger-di-amigos/(Dibaca: 2869 kali)

This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.