PEMILIHAN SEBUAH STICK GOLF

1 October 2008 | 8:47 am | Dilihat : 16893

Oleh: Prayitno Ramelan

PGAU (Persatuan Golf TNI Angkatan Udara)

Stick golf adalah benda kesayangan golfer, banyak sekali uang dihabiskan untuk mencari stick yang dirasa cocok dengannya, terus tidak pernah ada habisnya. Tidak ada rasa puas walaupun seorang golfer sudah memiliki stick yang sangat mahal dengan merek terkenal sekalipun. Bagi seorang pemula, banyak yang membeli stick apa adanya, hanya karena saran teman atau majalah, itupun banyak yang salah, hanya didasari pengalaman saja.

Stick golf masa kini adalah sebuah alat berteknologi, dibuat dengan penelitian mendalam, mulai dari pemilihan jenis materialnya, bentuk aerodinamis, sweetspot, loft, kelenturan shaft, MOI dan banyak lagi hal-hal lainnya. Bagi golfer apabila akan membeli stick golf, disamping pertimbangan harga, ada hal mendasar yang harus diketahui, yaitu kecocokan stick dengan karakter dan skill si pemain.

Pegolf harus menentukan pilihan terhadap terhadap tiga hal yaitu Shaft (kelenturan, torque ,kickpoint), Swing Weight dan Loft (terutama utk driver)/iron loft biasanya sudah standard.

Pertama, dia tahu berapa swing speed nya rata-rata. Swing speed dapat dicek misalnya dengan alat Vector Pro Launch Monitor. Pegolf kita rata-rata tidak tahu, bahkan tidak perduli berapa swing speednya, karena tidak tahu dimana dan bagaimana dapat mengeceknya dan apa kegunaannya. Swing speed berkaitan sangat erat dengan pemilihan shaft. Umumnya swing Speed orang Indonesia berkisar antara 70-110 Mph, walaupun ada juga yang lebih. Dari tabel Driver Swing Speed Chart, mereka yang swing speednya antara 82-94 Mph maka sebaiknya memilih shaft yang Regular, swing speednya 94-106 Mph lebih cocok menggunakan Shaft yang Stift (S), swing speednya 66-82 Mph menggunakan shaft A (Average/Senior), swing speed 45-66 Mph lebih cocok dengan shaft L/LL (Lite atau double Lite/umumnya lady).

Kedua, pegolf harus tahu berapa swing weight yang cocok dengan dirinya. Swing Weight, yaitu suatu rasa/berat bandul stick pada saat diayunkan. Ukuran swing weight sebuah stick golf diberi nilai besaran dengan huruf C, D dan E,dan diikuti dengan angka mulai dari 0-9, diukur dengan alat weight balancer. Sebagai contoh driver dengan panjang 45 inch, berat shaft 55 gr, grip 50 gr, berat head 198 gr (total 304 gr) adalah stick dengan swing weight D-0, driver dengan berat total 310 gr, panjang shaft 45 inch adalah D-1, biasanya pada shaft driver (ditoko) tertulis swing weight sebuah stick.

Pemilihan swing weight untuk seorang pegolf agak sulit ditentukan, karena sangat erat kaitannya dengan karakter, fisik dan perasaan pegolf itu sendiri. Kebutuhan swing weight hanya dapat dirasakan oleh pegolf bersangkutan, yaitu perasaan nyaman yang pas terhadap berat stick pada saat diayunkan, tidak terlalu terasa berat dan tidak terlalu terasa ringan, sangat berpengaruh terhadap hasil pukulan baik driver maupun iron.

Pegolf harus mempunyai pegangan swing weight driver miliknya kita misalnya D-1, apabila suatu saat pukulan kacau karena stick terasa terlalu berat/ringan, tinggal menurunkan/menaikkan menjadi D-0/D-2, jadi ada dasar ukuran untuk pergeseran swing weight, tidak semaunya saja. Tentukan sendiri sebuah swing weight, jangan tergantung kepada orang lain, kecuali pada orang yang menguasai masalah ini.

Secara umum dapat disampaikan Recomended Swing Weight for Asian Golfer, Wood 1 (panjang shaft graphite/steel 45 inch, loft 9-12 derajat, Swing Weight D-0), Wood 3 (panjang shaft graphite/steel 43inch, loft 15 derajat, lie 14 derajat, Swing Weight D-1), Wood 5 ( panjang shaft graphite/steel 42 inch, loft 18 derajat, lie 18 derajat, Swing Weight D-1), Iron 3 (Swing Weight C-9), Iron 4 (SW D-0), Iron 5 (SW D-0), Iron 6 (SW D-0), Iron 7(SW D-1), Iron 8(SW D-1), Iron 9(SW D-1), PW (SWD-2), A (SW D-2), S (SW D-3).Data diatas hanyalah data standard yang direkomendasikan untuk orang Asia yang berpostur rata-rata kecil, sehingga dengan menggunakan rekomendasi dasar tersebut stick golf diharapkan akan terasa lebih enak dan pas pada saat dipakai.

Ketiga, bagi pegolf amatir, disarankan menggunakan driver dengan loft antara 10,5-13 derajat. Persepsi yang selama ini salah pada kalangan golfer kita adalah dengan menggunakan Loft (sudut) Driver yang kecil, bola terbang tidak akan tinggi dan jarak pukulan akan lebih jauh. The Golden Rule dalam golf adalah ?high launch + low spin = greater distance?, dimana kunci mengoptimumkan launch condition adalah mengoptimumkan kombinasi 3 variable yaitu spin rate, launch angle dan ball speed.

Sebagai contoh apabila kita memukul dengan : (launch angle 13-15 derajat, ball speed 140 Mph, Spin Rate 3300-3650 RPM) atau (launch angle 16-17 derajat, ball speed 120 Mph dan Spin Rate 3750-3900 RPM) maka akan tercapai Optimum Launch Condition. Bagi pegolf profesional, sudut kecil sebuah driver tidaklah masalah, karena yang bersangkutan sudah sangat terlatih, para pro internasional banyak yang menggunakan loft drivernya antara 7-9 derajat.

Swing mereka stabil, mampu memenuhi kriteria persyaratan untuk sebuah pukulan yang sempurna yaitu launch angle sesuai yang dibutuhkan, ball speed yang tinggi (berkaitan dengan swing speed yang tinggi/pro Barat rata-rata swing speednya 120-130 Mph) dan pemilihan bola yang tepat (berkaitan dengan spin rate).

Bagi pemain amatir, terlebih pegolf berhandicap besar, penggunaan driver dengan sudut yang kecil akan lebih menyulitkan untuk mencapai hasil yang maksimal dan stabil, kemampuannya untuk kebutuhan launch angle biasanya belum terpenuhi, termasuk beberapa kriteria lainnya.

Apabila pemilihan stick sudah memenuhi syarat, mudah-mudahan handicap cepat terpangkas. Golf adalah olahraga kenikmatan dihati, maksudnya nikmat apabila kita main under handicap, kesal apabila kita main oversec (diatas limapuluh), selain ditertawakan lawan main, lama-lama dompet tipis juga. Demikian beberapa hal mendasar mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan-rekan pegolf ditanah air.

This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.